Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAJIAN SEMIOTIKA DESAIN PRODUK “HUG SALT AND PEPPER SHAKER”, KARYA DESAINER ALBERTO MANTILLA Vincentius, Royke
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i2.5

Abstract

Abstrak Koentjaraningrat (2002) melihat bahwa kebudayaan memiliki wujud sebagai 1) ide atau gagasan, 2) sebagai aktivitas atau tindakan, dan 3) sebagai benda hasil karya manusia. Hal tersebut berarti suatu artefak sebagai wujud benda dari kebudayaan dapat mencerminkan berbagai aspek tak benda yang berada disekitar lingkungan penciptaan artefak tersebut. Desain Produk “Hug Salt and Pepper Shaker” karya desainer Alberto Mantilla menarik untuk dikaji karena menampilkan ciri-ciri visual simbol-simbol ideologi Timur padahal kebangsaan desainer dan lokus penciptaannya berada di dunia Barat. Dalam tulisan ini akan dikaji makna produk tersebut melalui intrepertasi semiotis menggunakan kombinasi metode dan teori yang dikembangkan oleh Roland Barthes, Mongin-Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce. Tahapan analisa akan dimulai dengan melakukan klasifikasi tanda berikut intrepretasi maknanya, yang selanjutnya akan digali pula makna dalam relasi antar tandanya. Melalui serangkaian kajian terebut dapat disimpulkan bahwa produk itu secara visual memiliki makna konotatif mengenai persahabatan, keharmonisan hubungan antar individu, kesetaraan dan penerimaan satu sama lain; dan ada mitos yang dipercayai oleh sang desainer bahwa ideologi Taoisme (Yin & Yang) adalah ideologi yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Kata kunci : Semiotika, Salt & Pepper, Yin & Yang, Taoisme Abstract Koentjaraningrat (2002) suggested that cultures can be seen as 1) ideas, 2) activities, and 3) artefacts. It is can be concluded that artefacts as tangible aspects of cultures can be used to predict a lot of intangible aspects of cultures that surrounds a community on which the cultures grow. The “Hug Salt and Pepper Shaker” designed Alberto Mantilla is quite interesting to be analyzed. The product shows visual traits of ancient Eastern Ideology symbol, while the desainer grew in the western culture. The paper are going to do series of analysis using a combination of semiotic method and theory that is propossed by Roland Barthes, Mongin-Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce. Started with doing several sign classification and its meaning, followed by analysis on the meaning of the relations that is formed between the signs. Through the analysis can be concluded that visual traits on the product has conotative meaning of friendship, harmony, equality and acceptance. On the second level of meanings it can be seen that the designer believed on mith, that Taoism is the most suitable ideology to make those condition comes true. Keywords : Semiotic, Salt & Pepper, Yin & Yang, Taoism
DESAIN SARANA BAWA PERALATAN OLAHRAGA HOCKEY LAPANGAN UNTUK PEMAKAIAN SATU ORANG ATLIT Vincentius, Royke; P, Tri Wahyu
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 7 No 1 (2019): Volume 7, No. 1, Oktober 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i1.13

Abstract

Abstrak Asal muasal olahraga permainan Hockey lapangan dapat dilacak dari dua sumber kuno, yaitu Persia Kuno dan Mesir Kuno. Hockey lapangan adalah satu permainan yang dimainkan antara dua regu yang seiap pemainnya memegang sebuah tongkat bengkok yang disebut stick untuk menggerakan sebuah bola.. Walaupun bukan merupakan olahraga yang cukup dikenal, namun olahraga ini merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Kompetisi olahraga di tingkat Nasional seperti PON, maupun tingkat Internasional seperti Asean Games, bahkan Olimpiade. Olahraga ini memiliki alat khusus seperti tongkat dan sepatu Hockey lapangan, namun saat ini belum ada sarana bawa khusus untuk olahraga ini, yang dapat mengorganisasikan alat-alat spesifik dari olahraga Hockey lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sarana bawa alat khusus olahraga Hockey lapangan dengan ukuran yang kecil dan ringkas untuk dipakai seorang atlet Hockey lapangan. Proses perancangannya menggunakan metode perancangan yang dikembangkan oleh Vinod Goel, yang meliputi proses penetapan permasalahan desain, kemudian dilanjutkan dengan proses preliminary desain yang meliputi tinjauan pustaka, observasi dan analisa; kemudian dilanjutkan dengan proses pencarian alternatif desain; dan kemudian memilih satu alternatif yang terbaik dan membuat gambar kerjanya. Perancangan ini menghasilkan sebuah sarana bawa yang berbentuk tas ransel dengan ke khususan pada konfigurasi dan fitur-fitur yang dapat digunakan untuk menempatkan alat-alat olahraga Hockey lapangan untuk keperluan latihan maupun turnamen. Kata kunci : hockey lapangan, peralatan, tas, olahraga Abstract The History of Field Hockey can be traced to the date of the Ancient Persian and Egyptian Kingdom. Field Hockey is a sport played by two team consist of numbers of players; in which each participants holds a club that is curved at the striking end to hit the small rounded Field Hockey Ball.Eventhough Field Hockey is not a quite popular sport in Indonesia, but the sport is one of sport that oftenly included in sport event like PON, Aean Games and The Olympic Games. The sport has equipments such as the stick and shoes, that has spesific traits that differs it to the other sports’ equipment. There aren’t any carrying device existed today spesifically designed for the sport that has small dimension that can be easily carryed by single Field Hockey Athlete. The research purpose is to design special carrying device to keep Field Hockey equipment in it that has small dimension and can easily be carried by a single athlete. The reseach employs methodology that is proposed by Vinod Goel in which consists of Problem statement; preliminary designs which consist of literature studies observation, and analysis, followed with designs development, and final design esthablisment,including making the technical drawing for the final design. The final design is a backpack that equipped with features that enable the Field Hockey sport equipments to be securely stored in it. Keywords : hockey, equipments, bag, sport Keywords : hockey, equipments, bag, sport
BENTUK BARU GAYA EKLETIK DALAM TREND DESAIN PRODUK FURNITURE MASA KINI: BENTUK KREATIVITAS DAN EFEK DROMOLOGI DALAM DESAIN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI Vincentius, Royke
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 6 No 2 (2019): Volume 6, No. 2, April 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v6i2.20

Abstract

AbstrakBeberapa tahun belakangan muncul banyak desain-desain barat yang memunculkan ciri ke pencampuran gaya dari berbagai masa dan juga ciri gaya desain tradisional suatu suku atau daerah tertentu dari negara non-barat. Desain tersebut lebih tepat sebenarnya jika digambarkan sebagai bentuk gaya eklektik dalam nuansa yang lebih modern. Desain semacam ini mengingatkan kita pada gaya eklektik yang ciri utamanya adalah peminjaman suatu gaya atau ciri aliran seni tertentu untuk kemudian digabungkan dengan gaya atau ciri aliran seni yang lainnya. Pada masa lalu segala bentuk produk yang secara semena-mena mencampurkan ciri-ciri tersebut sering disebut kitsch atau murahan. Dalam kaitannya dengan trend desain produk terutama furniture, penulis mencoba melihatbagaimana trend desain produk yang bermuatan gaya eklektik tersebut dapat muncul dan bagaimana trend ini dapat diterima. Dalam tulisan ini kajian akan difokuskan pada beberapa desain produk industri furniture yang dianggap sedang menjadi trend di pasar internasional.Penulis akan mencoba mengkaitkan trend tersebut dengan efek yang timbul melalui adanya teknologi informasi, khususnya mengenai kreativitas dan dromologi. Penulis akan memaparkan bagaimana teknologi informasi menyebabkan “keanehan” atau “ketidak-biasaan” yang muncul dalam desain gaya eklektik cross cultural dan pencampuran gaya tersebut dapat diterima dengan mudah dalam pasar luas. Dari serangkaian kajian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa Makna kreativitas dimasa kini memang telah bergeser dari menciptakan sesuatu yang “baru” kepada menciptakan sesuatu yang “beda”. Eklektisisme pada trend desain produk furniture masa kini telah berubah menjadi bentuk eklektisisme dimana usaha untuk mencapai harmoni melalui penggabungan beberapa gaya tidaklagi dipentingkan; sehingga tampilan aneh dan bertabrakan merupakan aspek visual yang sengaja dijadikan tujuan utama. Teknologi informasilah yang merupakan kunci kesiapan masyarakat menerima desain-desain furniture dengan tapilan “berbeda” yang cenderung “aneh” tersebut. AbstractRecent trend shows that a lot of furniture designs emerged as a mixture of multiple visual traits from many design style periode or even from another country or region else than the western culture. Such style known as the Ecclectisism which signifant visuals traits includes a mixture of more than single design style in a single product. But compared to the visual traits that was shown by the time the term Ecclectisism first emerged, the style is more suitable to be described as a more modern version of Ecclectisism. Ecclectisism actually a term used to show critics, dislike, and derision to an artwork that cannot perform its own originality on its visual aspects. In the writtings, it is going to be analyze what triggers the new Ecclectisme to appear on recent furniture products, and how can this style beaccepted widely by consumer. The writting is going to analyze how the information technology affect the trends, especially in terms of creativity and dromology. The analysis is going to show how information technology cause the “weirdness” or “unusualness” can be easily accepted by wide furniture markets. The analysis comes to conclusions that creativity has a different purposes from becoming authentic in the past, into becoming different in recent years. Ecclectisisme on furniture product trends has shifted from the efforts to make several style appears harmonically to a deliberately designed “weirdness”. Information Technology had became the key to the people forwarness to accept such “weirness” in thenew Ecclectisism.
DESAIN SARANA BAWA PERALATAN OLAHRAGA ANGGAR UNTUK KEPERLUAN LATIHAN RUTIN Vincentius, Royke; H, Ilosa Dwi
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 5 No 2 (2018): Volume 5, No. 2, April 2018
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v5i2.47

Abstract

AbstractFencing is a martial arts using weapons that had been develoed into an agility sport with weapons that emphasize on ability techniques such as cutting, stabbing or fending off opponent's weapons by using the skill in utilizing hand agility. In order to gain high skill the athletes must do routine exercises. For the purpose the athletes need some carrying device that is design accordingly. The research conduct in order to design specific carrying device for this specific purposes. The design method begin with data collecting, analysing the data, determine the design concept, create alternative design, develop alternative design, until the final design. A special carrying device for placing the fencing equipment is then designed for specific purpose that is for routine exercise. Equipped with a regular and neat configuration, and prioritizes comfort and security for users the carrying device is design adopting the Vintage style, for a more luxurious, elegant, yet traditional.Keywords: fencing, evintage, fencing equipment, carrying tool.
DESAIN SARANA BAWA LAPTOP DAN ALAT KOMUNIKASI (SMARTPHONE, TABLET) DENGAN ELEMEN ESTETIS BERTEMA ETNIK KAIN TRADISIONAL Vincentius, Royke; Anshori, Fahry Noor
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 5 No No. 1 (2017): Vol. 5, No. 1, Oktober 2017
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gadgets are terms that come from English, which means small software that has special functionality. It is undeniable that technology is growing rapidly and in human nostalgia. Generally people carry gadgets using ordinary bags. Bag gadgets are now there yanng using cultural elements in Indonesia but still use batik cloth on bags that have been widely used. Because iu, the author wants to make “Means of Bringing Laptops and Electronic Devices (Smartphone, Tablet) With Aesthetic Elements Themed Traditional Ethnic Cloth”. The design method that is done is observation, problem formulation, literature study, analysis, design and alternative design, development of selected design, modeling, drawing and prototype. For that with the “Means Bring Laptops and Electronic Devices (Smartphone, Tablet) With Aesthetic Elements Ethnic Traditional Cloth”. Users can carry and store gadgets, with a more ergonomic design, and aesthetically nuanced. The bag is equipped with a neat and orderly configuration, and prioritizes comfort and security for the user when using the bag.
DESAIN SARANA BAWA PERALATAN PANAHAN UNTUK KEPERLUAN LATIHAN RUTIN Vincentius, Royke; P, Cicik Okta
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 4 No 2 (2017): Volume 4, No. 2, April 2017
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panahan telah berkembang dari fungsinya sebagai keahlian untuk bertahan hidup (berburu), menjadi sarana berperang, menjadi seni, menjadi bentuk olahraga dan kini telah berkembang lebih jauh menjadi sebuah identitas gaya hidup. Di Samarinda panahan yang tadinya hanya merupakan salah satu bentuk olahraga yang dikembangkan untuk tujuan kompetisi, kini berkembang menjadi sebuah bagian gaya hidup dan hoby sebagaimana beberapa olahraga lain seperti renang dan basket. Perubahan fungsi panahan tersebut berpengaruh pula pada perubahan jenis kebutuhan sarana bawa. Saat ini belum terdapat sarana bawa peralatan olahraga panahan untuk keperluan latihan rutin.Untuk keperluan latihan rutin dengan studi kasus penggemar olahraga panahan di Samarinda, dibuatlah desain sarana bawa peralatan panahan berbentuk softcase. Dengan sarana bawa ini, peralatan panahan dapat dibawa dalam bentuk terurai untuk kemudian dirakit saat sampai di tempat latihan. Sarana bawa semacam ini sesuai untuk digunakan untuk keperluan latihan yang lebih membutuhkan sarana bawa yang nyaman digunakan.
DESAIN CASING SARANA ABSENSI KHUSUS MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA Vincentius, Royke; Ariyandi, Muhammad
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 3 No 2 (2016): Volume 3, No.2, April 2016
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absensi merupakan proses kegiatan pendataan yang ada pada sekolah, kampus, kantor, tempat instansi atau yang berhubungan dengan sesuatu kegiatan lainnya. Kegiatan absensi sudah mudah dilakukan dimana sebelumnya menggunakan media kertas sekarang menggunakan sistem komputer, yaitu dilakukan dengan pemindaian sidik jari atau kartu mahasiswa yang terintegrasi di pusat data. Politeknik Negeri Samarinda kini sudah menggunakan sistem absensi ini untuk mendata seluruh mahasiswa dengan memfasilitasi perangkat absensi elektronik yang tersedia di setiap jurusan. Permasalahan yang ditemui yaitu penempatan mesin absensi ini umumnya ditempatkan di dinding sehingga instalasi kabel-kabel terlihat dan bagian komponen elektronik gampang mengalami kerusakan. Melalui metode dengan perancangan desain produk yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, sehingga didapat spesifikasi desain maka dibuat beberapa alternatif dan ditentukan final desain serta dibuat prototipe desain casing sarana absensi elektronik. Dari hasil proses perancangan maka desain casing sarana absensi elektronik ini dibuat untuk memudahkan pengguna dan melindungi peralatan elektronik dari kerusakan, serta menggunakan gaya desain modern yang sesuai visi dan misi Politeknik Negeri Samarinda. Dengan adanya pembuatan sarana ini diharapkan kegiatan absensi berjalan dengan baik dan juga memberikan dampak positif bagi kegiatan aktivitas akademik di Politeknik Negeri Samarinda
DESAIN SARANA BAWA PEKERJA BANGUNAN UNTUK AKTIVITAS KETINGGIAN DI SAMARINDA Vincentius, Royke; ., Alfianor
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 2 No 2 (2015): Volume 2, No.2, April 2015
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan meliputi rumah, gedung, ataupun segala sarana dan prasarana tempat tinggal yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Dalam melakukan kegiatan pembangunan dibutuhkanlah alat-alat bangunan, dari alat yang berat sampai dengan alat yang sederhana. Sebagai pekerjaan khusus pada suatu proses pembangunan di butuhkan semua peralatan tersebut dalam aktivitas pertukangan termasuk pada kondisi ketinggian yang sulit dan berbahaya bagi para pekerja bangunan. Maka diperlukan bagaimana cara membawa semua alat perkakas bangunan itu dengan aman. Melalui proses desain yakni dimulai dengan pengumpulan data, pengamatan, menganalisis yang menghasilkan spesifikasi desain dan membuat alternative desaian serta menentukan desaian akhir sebagai final desain.Maka dihasilkan suatu perancangan sarana bawa yang dapat menaggulangi kelalaian pada saat membawa alat perkakas bangunan. Sarana bawa tersebut harus aman dan fungsional saat di gunakan. Perancangan desaian sarana bawa menghasilkan sebuah rompi yang memiliki kantong khusus yaitu alat bangunan beserta dengan alat safety berupa full body harness keselamatan saat berada di aktivitas ketinggian. Buildings also commonly called home, building, or any other facilities and infrastructure needed as a place to stay in human life. In conducting construction activities needs building tools, from heavy to simple tools. and is used as a special job in a construction process needs all the tools in all builder activities, including at altitude and dangerous conditions for builders. Then how to carry all that construction tools safely?. Through the design process, starts with data collection, observation, analyzing which generate a design specification and create alternative design and to determine final design. Then required a design of carrying facilities that can provide security when carrying construction tools. That carrying facilities must be safe and functional when used. This carrying facilities design produce a vest that has specific pockets which is construction tools as well as safety tools such as full body harness safety while in height activities.
KAJIAN SEMIOTIKA DESAIN PRODUK “HUG SALT AND PEPPER SHAKER”, KARYA DESAINER ALBERTO MANTILLA Vincentius, Royke
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2020): Vol. 7, No. 2, April 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i2.5

Abstract

Abstrak Koentjaraningrat (2002) melihat bahwa kebudayaan memiliki wujud sebagai 1) ide atau gagasan, 2) sebagai aktivitas atau tindakan, dan 3) sebagai benda hasil karya manusia. Hal tersebut berarti suatu artefak sebagai wujud benda dari kebudayaan dapat mencerminkan berbagai aspek tak benda yang berada disekitar lingkungan penciptaan artefak tersebut. Desain Produk “Hug Salt and Pepper Shaker” karya desainer Alberto Mantilla menarik untuk dikaji karena menampilkan ciri-ciri visual simbol-simbol ideologi Timur padahal kebangsaan desainer dan lokus penciptaannya berada di dunia Barat. Dalam tulisan ini akan dikaji makna produk tersebut melalui intrepertasi semiotis menggunakan kombinasi metode dan teori yang dikembangkan oleh Roland Barthes, Mongin-Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce. Tahapan analisa akan dimulai dengan melakukan klasifikasi tanda berikut intrepretasi maknanya, yang selanjutnya akan digali pula makna dalam relasi antar tandanya. Melalui serangkaian kajian terebut dapat disimpulkan bahwa produk itu secara visual memiliki makna konotatif mengenai persahabatan, keharmonisan hubungan antar individu, kesetaraan dan penerimaan satu sama lain; dan ada mitos yang dipercayai oleh sang desainer bahwa ideologi Taoisme (Yin & Yang) adalah ideologi yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Kata kunci : Semiotika, Salt & Pepper, Yin & Yang, Taoisme Abstract Koentjaraningrat (2002) suggested that cultures can be seen as 1) ideas, 2) activities, and 3) artefacts. It is can be concluded that artefacts as tangible aspects of cultures can be used to predict a lot of intangible aspects of cultures that surrounds a community on which the cultures grow. The “Hug Salt and Pepper Shaker” designed Alberto Mantilla is quite interesting to be analyzed. The product shows visual traits of ancient Eastern Ideology symbol, while the desainer grew in the western culture. The paper are going to do series of analysis using a combination of semiotic method and theory that is propossed by Roland Barthes, Mongin-Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce. Started with doing several sign classification and its meaning, followed by analysis on the meaning of the relations that is formed between the signs. Through the analysis can be concluded that visual traits on the product has conotative meaning of friendship, harmony, equality and acceptance. On the second level of meanings it can be seen that the designer believed on mith, that Taoism is the most suitable ideology to make those condition comes true. Keywords : Semiotic, Salt & Pepper, Yin & Yang, Taoism
DESAIN SARANA BAWA PERALATAN OLAHRAGA HOCKEY LAPANGAN UNTUK PEMAKAIAN SATU ORANG ATLIT Vincentius, Royke; P, Tri Wahyu
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2019): Volume 7, No. 1, Oktober 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i1.13

Abstract

Abstrak Asal muasal olahraga permainan Hockey lapangan dapat dilacak dari dua sumber kuno, yaitu Persia Kuno dan Mesir Kuno. Hockey lapangan adalah satu permainan yang dimainkan antara dua regu yang seiap pemainnya memegang sebuah tongkat bengkok yang disebut stick untuk menggerakan sebuah bola.. Walaupun bukan merupakan olahraga yang cukup dikenal, namun olahraga ini merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Kompetisi olahraga di tingkat Nasional seperti PON, maupun tingkat Internasional seperti Asean Games, bahkan Olimpiade. Olahraga ini memiliki alat khusus seperti tongkat dan sepatu Hockey lapangan, namun saat ini belum ada sarana bawa khusus untuk olahraga ini, yang dapat mengorganisasikan alat-alat spesifik dari olahraga Hockey lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sarana bawa alat khusus olahraga Hockey lapangan dengan ukuran yang kecil dan ringkas untuk dipakai seorang atlet Hockey lapangan. Proses perancangannya menggunakan metode perancangan yang dikembangkan oleh Vinod Goel, yang meliputi proses penetapan permasalahan desain, kemudian dilanjutkan dengan proses preliminary desain yang meliputi tinjauan pustaka, observasi dan analisa; kemudian dilanjutkan dengan proses pencarian alternatif desain; dan kemudian memilih satu alternatif yang terbaik dan membuat gambar kerjanya. Perancangan ini menghasilkan sebuah sarana bawa yang berbentuk tas ransel dengan ke khususan pada konfigurasi dan fitur-fitur yang dapat digunakan untuk menempatkan alat-alat olahraga Hockey lapangan untuk keperluan latihan maupun turnamen. Kata kunci : hockey lapangan, peralatan, tas, olahraga Abstract The History of Field Hockey can be traced to the date of the Ancient Persian and Egyptian Kingdom. Field Hockey is a sport played by two team consist of numbers of players; in which each participants holds a club that is curved at the striking end to hit the small rounded Field Hockey Ball.Eventhough Field Hockey is not a quite popular sport in Indonesia, but the sport is one of sport that oftenly included in sport event like PON, Aean Games and The Olympic Games. The sport has equipments such as the stick and shoes, that has spesific traits that differs it to the other sports’ equipment. There aren’t any carrying device existed today spesifically designed for the sport that has small dimension that can be easily carryed by single Field Hockey Athlete. The research purpose is to design special carrying device to keep Field Hockey equipment in it that has small dimension and can easily be carried by a single athlete. The reseach employs methodology that is proposed by Vinod Goel in which consists of Problem statement; preliminary designs which consist of literature studies observation, and analysis, followed with designs development, and final design esthablisment,including making the technical drawing for the final design. The final design is a backpack that equipped with features that enable the Field Hockey sport equipments to be securely stored in it. Keywords : hockey, equipments, bag, sport Keywords : hockey, equipments, bag, sport