Ari Wibowo
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Simulasi Desain Rambu Informasi Keselamatan di Tempat Wisata Pantai Parangtritis Berdasatkan Perilaku Budaya Wibowo, Ari
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.154 KB)

Abstract

ABSTRAKSecara umum kecelakaan di tempat wisata pantai selatan pulau Jawa cukup tinggi. Sebagian besar kecelakaan tersebut memiliki ciri yang sama yaitu terseret oleh ombak laut selatan. Padahal bila dilihat di lokasi wisata sudah terdapat informasi yang berisi peringatan bahaya ombak pantai selatan berupa informasi keselamatan (signage). Dari kondisi tersebut tampak bahwa signage yang terdapat di tempat wisata pantai selatan cenderung diabaikan oleh wisatawan. Hal ini terbukti dari sejumlah dokumentasi langsung di lapangan. Pertanyaan penelitian ini adalah adakah cara untuk meningkatkan perhatian wisatawan atas signage yang ada. Maka dari itu dilaksanakan kajian yang meliputi proses observasi, pendekatan uji survei, serta analisis atas hasil uji survei untuk mengetahui pendapat wisatawan terhadap informasi keselamatan. Kajian ini memanfaatkan faktor budaya terkait dengan interaksi wisatawan dengan lingkungan yang terdapat di lokasi penelitian. Faktor budaya yang dikaji adalah yang memiliki pengaruh perilaku serta masih diperhatikan oleh wisatawan secara umum yaitu mitos dan artefak budaya. Fokus kajian ini adalah menggali dasar teori atas variabel survei berbasis perilaku yang akan diujikan kepada responden yaitu wisatawan, sehingga bila hal tersebut dapat diujikan dan dianalisa maka terdapat kemungkinan peningkatan perhatian wisatawan pada signage keselamatan. Metodologi dalam kajian ini analisa atas hasil survei menggunakan uji survei kuantitatif atas stimulan visual untuk membuktikan tingkat perhatian wisatawan atas pembaharuan desain signage pada informasi keselamatan wisata tersebut.Kata Kunci: rambu wisata, informasi keselamatan, perilaku budaya.ABSTRACTIn general crash on the south coast of Java island tour is quite high. Most accidents that have the same characteristics are swept away in the southern ocean. In fact, when viewed in the tourist sites that contain information already contained warnings of danger waves south coast of information safety (signage). From these conditions it appears that the signage located on the south coast tourist spots tend to be ignored by tourists. This is evident from a number of documentation directly in the field. This research question is there any way to increase the attention of tourists over the existing signage. Therefore conducted a study which includes the process of observation, survey testing approach, as well as the analysis of the test results to find out the opinion surveys of tourists to the safety information. This study utilizes cultural factors related to tourist interaction with the environment found in the study site. Cultural factors studied is that influence behavior and is still considered by tourists in general that myths and cultural artifacts. The focus of this study is to explore the basic theory of behavior based on survey variables to be tested to respondent that are tourists, so if it can be tested and analyzed so there is an increased likelihood of tourist attention on safety signage. The methodology in this study an analysis of the survey results using test a quantitative survey of visual stimulants to prove the level of attention of tourists on the renewal design of signage on the travel safety information.Keywords: tourist signs, safety information, cultural behavior.
Kebebasan Berdakwah di Youtube: Suatu Analisis Pola Partisipasi Media Wibowo, Ari
Mawa'izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol 9 No 2 (2018): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i2.799

Abstract

This article describes the reality of freedom of preaching on social media. The research approach used in this study is qualitative descriptive with a critical paradigm. There are two focus of the study approach used, namely; 1) participatory culture approach, to know the characteristics of the Youtube da'wah channel, 2) a new media impact analysis approach, to analyze the problem of da'i and mad'u millennial in the context of da'wah activities on the Youtube channel. The results of this study indicate that da'wah activities on the da'wah Youtube channel consist of 4 (four) types, namely: 1) Youtube channels affiliated with community organizations; 2) Youtube channels that are managed independently by da'i; 3) youtube channel managed by da'wah community; 4) Youtube channels managed by Vloggers or other Youtuber. Also, there are threats behind the freedom to preach on social media, including; easy spread of provocative preaching messages, slander, hoax, and veiled radical understanding. The solution to the threat is; 1) the corrective approach of the da'i through Youtube channels; 2) the participation of da'i affiliates to oversee da'wah content that is inappropriate and contrary to humanist, moderate and transformative da'wah.
Kampanye Moderasi Beragama di Facebook: Bentuk dan Strategi Pesan Wibowo, Ari
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol 5 No 2 (2019): EDUGAMA: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v5i2.971

Abstract

This paper seeks to formulate an ideal concept in campaigning for religious moderation in Indonesia through the use of Facebook. There are three things that underlie this study, 1) The mass movement of radicalism in the name of religion in Social Media; 2) Potential conflicts on the basis of SARA; 3) The importance of efforts to strengthen religious moderation in Indonesia based on social media. The idea of religious moderation must be strengthened by the national movement. The library research method (library study) becomes the scientific foundation for exploring various literature, both primary and secondary related to the concept of religious moderation in Indonesia. The results of this study offer a message form and strategy in campaigning for religious moderation on Facebook. First, the form of a religious moderation campaign on Facebook must be ideologically-oriented (oriented towards changing attitudes, behavior and public views). Second, campaign messages must be informative and persuasive (based on data and facts) and can influence other Facebook users to participate in creating campaigns (social campaigns) on religious moderation. A religious moderation campaign message on Facebook does not necessarily have to content writing, it can also be an illustrative (animated) picture or a short educational video.
Pola Komunikasi Masyarakat Adat Wibowo, Ari
Khazanah Sosial Vol 1, No 1 (2019): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.787 KB)

Abstract

Corak budaya, bahasa, dan adat istiadat masyarakat suku Rejang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki kearifan lokal yang bernilai sangat tinggi. Suku Rejang juga dikenal sebagai salah satu suku tertua yang ada di Sumatera. Karakteristik budaya, adat istiadat, dan pola komunikasi masyarakat suku Rejang sangat menarik untuk diteliti  dan ditelaah secara mendalam. Oleh karena itu tepatlah jika metode etnografi komunikasi menjadi landasan utama untuk mengkaji secara mendalam pola komunikasi masyarakat adat suku Rejang. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan dan memahami bentuk-bentuk komunikasi, norma komunikasi, dan kode-kode komunikasi yang terbentuk dalam upacara adat perkawinan suku Rejang. Data kualitatif pada penelitian ini diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data, seperti; wawancara dengan narasumber, analisis dokumen tentang kondisi geografis dan demografis masyarakat suku Rejang, observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip). Penelitian ini juga menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk komunikasi pada upacara adat perkawinan suku rejang terdiri dari dua bentuk komunikasi yakni, komunikasi verbal dan nonverbal.