Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Pengelolaan Sampah Melalui Paradigma 3R di Lingkungan Masyarakat Sekitar DAS Ciliwung Kelurahan Tanjungmekar, Karawang Barat Woestho, Choiroel; Thamrin, Djuni; Hutahaean, Erik Saut H.; Prasojo, Prasojo
Jurnal Abdimas UBJ (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jabdimas.v3i2.175

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Citarum merupakan satu dari sekian banyak aliran sungai terpanjang yang ada di Indonesia. DAS Citarum mempunyai panjang ±300 KM dengan kedalaman ± 3 Km yang melewati 7 Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Barat. Kelurahan Tanjungmekar yang terletak di Kabupaten Karawang merupakan satu wilayah yang dilewati oleh DAS Citarum. Observasi awal yang dilakukan mendapatkan permasalahan terkait dengan masyarakat dalam memanfaatkan DAS Citarum untuk kebutuhan hidup sehari – hari seperti mencuci dan kakus. Bahkan tidak jarang masyarakat membuang sampah ke DAS Citarum yang disebabkan minimnya informasi dalam hal penanganan serta pengelolaan sampah dengan baik. Berdasarkan fenomena tersebut, perlu ada langkah dalam menangani permasalahan sampah di DAS Citarum, sehingga mendorong Dosen dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk memberikan gambaran, membuka wawasan, dan pengetahuan tentang paradigma pengelolaan sampah rumah tangga melalui sistem Reuse, Reduce, dan Recycle. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan, dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, evaluasi kegiatan, hingga pelaporan hasil. Hasil kegiatan menunjukkan minat masyarakat terhadap pengelolaan sampah melalui metode Reuse, Reduce, dan Recycle tinggi, dimana mereka bisa memanfaatkan limbah dari sampah yang sudah diolah menjadi pupuk cair. Luaran yang dihasilkan yaitu menambah pemahaman dan wawasan mengenai pengelolaan sampah. Kata kunci: sosialisasi, pengelolaan sampah, 3R
ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN JENEPONTO Woestho, Choiroel; Sulistyowati, Ari; Sari, Rycha Kuwara
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep01.v6i2.625

Abstract

ABSTRAKPembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah memerlukan proses perencanaan dan penganggaran yang berbasis money follow function. Hal tersebut merupakan cerminan efektifitas dalam pengelolaan keuangan daerah sehingga dapat menunjang keberhasilan otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan buat mengetahui rasio kemandirian keuangan wilayah serta rasio kemampuan keuangan daerah dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto selama rentang tahun 2000 – 2019. Analisis data menggunakan dua jenis. Pertama, melihat rasio kemandirian keuangan daerah, rasio kemampuan keuangan daerah, kedua melihat pengaruh rasio kemandirian keuangan daerah dan rasio kemampuan keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh adalah, rasio kemandirian keuangan daerah masih rendah sekali dengan rentang 0% - 25% dengan pola hubungan instruktif. Sementara hasil rasio kemampuan keuangan daerah masih sangat kecil dengan rentang 0% - 10%. Untuk hasil regresi linier berganda, baik uji-t dan uji F, rasio kemandirian keuangan daerah dan rasio kemampuan keuangan daerah mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci : Kemampuan Keuangan Daerah; Kemandirian Keuangan Daerah; Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACTDevelopment carried out by local governments requires a money-based planning and budgeting process to follow functions. This is a reflection of the effectiveness of regional financial management so that it can support the success of regional autonomy. This study aims to determine the ratio of regional financial independence and the ratio of regional financial capacity and how it affects economic growth in Jeneponto Regency during the period 2000 - 2019. Data analysis used two types. First, look at the ratio of regional financial independence, the ratio of regional financial capacity, secondly, look at the effect of the ratio of regional financial independence and the ratio of regional financial capacity to economic growth using multiple linear regression. The results obtained are, the ratio of regional financial independence is still very low with a range of 0% - 25% with a pattern of instructive relationships. Meanwhile the results of the ratio of regional financial capacity are still very small with a range of 0% - 10%. For the results of multiple linear regression, both the t-test and the F test, the ratio of regional financial independence and the ratio of regional financial capacity has an influence on economic growth. Keywords: Regional Financial Capability;  Regional Financial Independence;  Economic growth
Kluster Tanaman Pangan Unggulan di Provinsi Jawa Tengah Woestho, Choiroel; Milda Handayani; Fikri, Adi Wibowo Noor
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v21i1.303

Abstract

The food crop sector has an important role for regions in Indonesia. Food plants can be a determinant for an area in meeting the needs of the people in that area. In addition, the food crop sector, if developed, can become revenue for the region. This study aims to analyze the leading food plants in 35 districts / cities in Central Java Province. By using the location quotient (LQ) method and the Regional Specialization Index. The data used is time series data from 2014 to 2019 in 35 districts / cities in Central Java Province for food crops based on land area and production. The results obtained for the average LQ value of food crops based on land area, there are only 12 districts / cities which are the basis for superior food crops with Wonogiri Regency at the top. Meanwhile, based on the average LQ value based on production, only 11 districts / cities are the basis for superior food crops with Semarang Regency being the top. For the specialization index based on both land area and production, there is no Regency / City that specializes in Central Java Province. Keywords: Foodcrop Sector, Location Quotient, Specialization Index, Central Java Abstrak Sektor tanaman pangan mempunyai peranan penting bagi daerah di Indonesia. Tanaman pangan dapat menjadi penentu bagi suatu daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Selain itu, sektor tanaman pangan jika dikembangkan dapat menjadi pendapatan bagi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanaman pangan unggulan yang ada di 35 Kabupaten/Kota pada Provinsi Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode location quotient (LQ) dan Indeks Spesialisasi Regional. Data yang digunakan adalah data time series selama tahun 2014 hingga tahun 2019 pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah untuk tanaman pangan berdasarkan luas lahan dan produksi. Hasil yang diperoleh untuk nilai rata – rata LQ tanaman pangan berdasarkan luas lahan, hanya terdapat 12 Kabupaten/Kota yang menjadi basis bagi tanaman pangan unggulan dengan Kabupaten Wonogiri berada di urutan teratas. Sementara berdasarkan nilai rata – rata LQ berdasarkan produksi, hanya 11 Kabupaten/Kota yang menjadi basis tanaman pangan unggulan dengan Kabupaten Semarang menjadi urutan teratas. Untuk indeks spesialisasi baik berdasarkan luas lahan dan produksi, tidak ada Kabupaten/Kota yang mempunyai spesialisasi terhadap Provinsi Jawa Tengah. Kata kunci: Tanaman Pangan, Indeks Lokalisasi, Indeks Spesialisasi, Jawa Tengah
Analisis Kemampuan Keuangan Daerah Pada Daerah Tertinggal di Provinsi Sulawesi Tengah Sari, Rycha Kuwara; Woestho, Choiroel; Handayani, Milda
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v21i1.324

Abstract

The regional capacity in managing the budget as reflected in the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) means describing how the region's ability to finance any development activity by applying the principle of equity and justice by using regional potential. The research methodology used is descriptive research method. This method was chosen by the researcher in order to obtain an overview of various actual information in detail which is described in the aspect of regional financial capacity as measured by PAD share, PAD growth and PAD elasticity which are then combined into the regional financial capacity index method. The data selected is panel data in the form of the Regional Revenue and Expenditure Budget from 9 Districts / Cities that are categorized as disadvantaged areas during the 2015-2019 period which were obtained from the Directorate General of Fiscal Balance, Ministry of Finance. The results obtained are 6 districts that are classified as high regional financial capacity, 2 districts are classified as medium and 1 district are classified as low. Keywords: Disadvantaged Regions, PAD Growth, PAD Elasticity, Regional Financial Capability Index, Share of PAD, Abstrak Kemampuan daerah dalam mengelola anggaran yang tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berarti menggambarkan bagaimana kemampuan daerah dalam membiayai setiap kegiatan pembangunan dengan menerapkan prinsip pemerataan dan berkeadilan dengan menggunakan potensi daerah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Metode ini dipilih oleh peneliti agar mendapatkan gambaran dari berbagai informasi aktual secara terperinci yang digambarkan pada aspek kemampuan keuangan daerah yang diukur melalui share PAD, growth PAD dan elasticity PAD yang kemudian dikombinasikan ke dalam metode indeks kemampuan keuangan daerah. Data yang dipilih merupakan data panel yang berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dari 9 Kabupaten/Kota yang masuk kategori daerah tertinggal selama rentang tahun 2015 – 2019 yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Hasil yang diperoleh ada 6 Kabupaten yang masuk dalam klasifikasi kemampuan keuangan daerah tinggi, 2 Kabupaten masuk kedalam klasifikasi sedang dan 1 Kabupaten masuk dalam klasifikasi rendah. Kata kunci: Daerah Tertinggal, Growth PAD, Elasticity PAD, Indeks Kemampuan Keuangan Daerah, Share PAD