Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Bak Penampung Air Hujan dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih di Dusun Pandanan Dewi, Ni Putu Ety Lismaya; Pratama, Indah Arry
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1: May 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v3i1.432

Abstract

Air adalah kebutuhan dasar manusia. Namun seiring dengan perubahan iklim, krisis air bersih semakin dirasakan masyarakat. Secara relatif, seiring dengan bertambahnya populasi manusia, ketersediaan air bersih semakin berkurang karena kebutuhan air yang semakin meningkat. Desa Pandanan merupakan salah satu daerah yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih di musim kemarau. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat dengan merancang dan membangun cekungan resapan air hujan yang diterapkan di lokasi mitra. Penerapan bak penampungan air hujan diharapkan dapat mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih di musim kemarau. Dalam kegiatan pengabdian ini, sebagian besar masyarakat saat ini sudah mengenal DAS penampungan air hujan, sehingga dalam sosialisasi program kerja lapangan dan program ini banyak yang merespon secara positif dan bertanya dengan antusias. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat diintegrasikan dengan fasilitas lain yang sudah ada di situs mitra.Application of Rainwater Storage Tubs in Fulfilling Clean Water Needs in Dusun PandananAbstractWater is a basic human need. But along with climate change, clean water crisis increasingly felt by the community. Relatively, as the human population increases, the availability of clean water is reduced due to the increasing demand for water. Pandanan village is one of the areas that have difficulty fulfilling clean water in the dry season. One solution that can be offered to solve the problem is the application of science and technology for the community by designing and constructing rainwater catchment basin applied at partner sites. The applications of rainwater catchment basin were expected to overcoming the problems of fulfillment of clean water needs in the dry season. In this service activity, most citizens recently were familiar with rainwater catchment basin, so that in the field work and program socialization, many people responded positively and ask questions enthusiastically. The results of this activity were expected to integrated with other facilities that already exist on partner sites.
Pendampingan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman (RPKP) Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Pemenang Pratama, Indah Arry; Lismaya Dewi, Ni Putu Ety; Malikah Hr, Baiq
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v1i2.3074

Abstract

The purpose of this service is to help the Lombok Utara Government in making plans to develop residental area, as a basis for managing cities without slum program.The object of this service is in Tanjung and Pemenang Subdistrict. Community service activities are generally carried out in 4 stages, that is: preparation stage, verification location and formulation of concepts and strategies, formulation of handling plans, and detail engineering desain.The result of community service is the form for developing residential areas plan document, can be used to prioritize the handling programs so that the planning become faster and more precise.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DESA SEMAYAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH Pratama, Indah Arry; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Desa Semayan Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko.Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Desa Semayan berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan pembangunan saluran drainase, penyedian jaringan air bersih, dan perbaikan bangunan.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI KELURAHAN TIWUGALIH KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Pratama, Indah Arry; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai daerah yang sedang berkembang Kelurahan Tiwugalih tentu akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Kelurahan Tiwugalihberada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, dan penanganan air limbah setempat.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DUSUN SORONG JUKUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Pratama, Indah Arry; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 3 (2020): September 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wilayah sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Kabupaten Lombok Utara akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh, seperti halnya Dusun Sorong Jukung yang berada di Kecamatan Tanjung yang merupakan pusat pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan Identifikasi Risiko pada deliniasi kawasan yang memiliki potensi kumuh atau menjadi kumuh baru. Berdasarkan hasil hasil identifikasi potensi risiko permukiman kumuh Dusun Sorong Jukung berada pada tingkat kekumuhan ringan dengan penanganan prioritas pada pembangunan dan perbaikan saluran drainase, jalan lingkungan dan perbaikan rumah tidak layak huni.
PEMETAAN POLA INTRUSI AIR LAUT DI BEBERAPA DAERAH YANG MENJADI DESTINASI PARIWISATA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Dewi, Ni Putu Ety Lismaya; Pratama, Indah Arry
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

North Lombok (KLU) is actively developing the tourism sector. One of the tourism sector with huge potential in KLU is the beach tourism. Various regions in KLU which became a tourist destination, local, national and international, among others Nipah beach, Malimbu, Pandanan, Gili Kodeq, Gili Indah, and Sire Beach. However, efforts to develop the tourism sector is experiencing various obstacles. One of the problems is a major constraint in the development of tourism sector in different regions KLU is the lack of existing facilities at tourist sites. Such facility including clean water, toilet facilities and security facilities. To that end, the provision of clean and adequate water into this matter urgently. The availability of clean water is often a visitor consideration in choosing a travel destination. The evaluation of the problem of seawater intrusion in coastal resorts North Lombok extremely important in efforts to manage groundwater resources, it is that the quantity and quality of groundwater supply in the long term to support tourism activities in KLU. The purpose of this study was to determine the patterns of freshwater availability vertically coastline as a result of salt water intrusion in some areas KLU tourism. In this research will be the process of digitization of the dots seawater intrusion in coastal resorts of North Lombok regency that will produce distribution maps of seawater intrusion in coastal resorts of North Lombok regency. The data obtained will then be analyzed descriptively and presented in the form of images, tables and graphs and discussed based on the need to address concerns and research purposes. Based on the analysis results can be seen that the highest level of salinity are in wells that were located closest to the shore while the lowest salinity values are in the wells were located 230 m from the beach. Wells salinity level citizens well residing in Malimbu Beach be in the range of 0.4% -1.233%. While the level of salinity of wells that were in Nipah Beach is in the range of 0% - 0.8%. Because salinity levels in the two sites are under 3%, then the water in the two sites are in the classification of freshwater. From this study it can be concluded that the availability of fresh water in Malimbu and Nipah are in good condition and able to support the needs of tourism in both locations.
IDENTIFIKASI TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DUSUN KANDANG KAOQ KABUPATEN LOMBOK UTARA Pratama, Indah Arry; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wilayah sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Kabupaten Lombok Utara akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh, seperti halnya Dusun Kandang Kaoq yang berada di Kecamatan Tanjung yang merupakan pusat pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan Identifikasi Risiko pada deliniasi kawasan yang memiliki potensi kumuh atau menjadi kumuh baru. Berdasarkan hasil hasil identifikasi potensi risiko permukiman kumuh Dusun Kandang Kaoq berada pada tingkat kekumuhan ringan dengan penanganan prioritas pada pembangunan dan perbaikan saluran drainase, jalan lingkungan dan perbaikan rumah tidak layak huni.