Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMUKIMAN HYVE: KEHIDUPAN KOLEKTIF UNTUK MILENIAL Hadiprodjo, Rainier Lazar; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10721

Abstract

The millennial generation has a very wide and large opportunity and opportunity to innovate in this era. Therefore, this millennial generation is a great asset to realize national independence in all aspects. Currently the number is around 30% of the total population of Indonesia and is expected to continue to grow. It is predicted that the millennial generation will find it difficult to own a home in the next few years. Coupled with a pandemic that limits the movement of people. Therefore it is necessary to carry out in-depth research on the space requirements that are very much needed for millennials, so that they can create new parameters for housing specifically for millennials who have flexible and practical preferences. "The Hyve Settlement" project aims to provide efficient and affordable housing for Millennials. By presenting residential module units, and equipped with flexible and compact furniture so as to increase the space efficiency of the residence. As well as presenting communal living space to increase space efficiency and also create social development for other residents. Presenting supporting programs like public facilities to improve the quality of life for residents. Keywords:  Collective, Dwelling, Efficieny, Flexibelity, Millenial Abstrak Generasi milenial memiliki peluang dan kesempatan berinovasi yang sangat luas dan besar di era ini. Oleh karena itu, generasi milenial ini adalah modal besar untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam segala aspek. Saat ini jumlahnya sekitar 30% dari total penduduk Indonesia dan diperkirakan akan terus bertambah. Diprediksi generasi milenial akan sulit memiliki rumah dalam beberapa tahun ke depan. Ditambah lagi dengan terjadinya pandemi yang membatasi pergerakan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan dilakukan penelitian mendalam terhadap kebutuhan ruang yang sangat dibutuhkan bagi para kaum milenial, sehingga dapat menciptakan parameter baru pada hunian yang dikhususkan bagi kaum milenial yang memiliki preferensi serba fleksibel dan praktis. Project “The Hyve Settlement” bertujuan untuk menghadirkan hunian yang efisien serta terjangkau bagi kaum Milenial. Dengan menghadirkan hunian modul unit, serta dilengkapi dengan furniture yang fleksibel dan compact sehingga meningkatkan space efficiency pada hunian. Serta menghadirkan communal living space untuk meningkatkan efisiensi ruang dan juga menciptakan social development terhadap penghuni lainnya. Menghadirkan program penunjang layaknya fasilitas umum untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuni.
APARTMENT SEWA SMART LIVING DI JATINEGARA Fernando, Kevin; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4483

Abstract

This research is to learn about the behavior and needs of the Millennial generation or generation Y that born between 1981-1994. The character and behavior of the Millennial Generation is formed from the development of technology and information that they use during their lifetime. The Millennial generation curently in a productive age where the Millennials are already married and or planning to have a family so they need a place to live. So it is necessary to make a Smart housing that suitable for Millennial Generation that familiar with technology and prefers things that are simple and efficient.            So it is necessary to build a Smart living Apartment that can control their house using technology and the use of multifunctional furniture that makes efficient use of space. The method used in this study is a qualitative research method consisting of the stages of data collection, data processing, discussion, and conclusions. Data collection is done by direct observation or review into the field and study of documents. From the results of these data, the chosen location is in the East Jakarta area because it has the highest number of Millennials in Jakarta. This generation can bring changes to the world and also changes in the building. Therefore this study is expected to provide smart living rent apartment designs that can fulfill the needs of the Millennial generation. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mempelajari tentang perilaku dan kebutuhan Generasi Milenial atau generasi Y yang merupakan generasi yang lahir antara tahun 1981-1994. Sifat dan perilaku Generasi Milenial terbentuk dari berkembangnya ilmu teknologi dan informasi yang digunakannya selama masa hidupnya. Generasi Milenial yang saat ini sedang berada di usia produktif dimana generasi Milenial sudah berkeluarga maupun baru berencana untuk berkeluarga sehingga membutuhkan tempat tinggal. Maka perlu dibuat hunian yang Smart sesuai dengan generasi Milenial yang  dekat dengan teknologi dan lebih memilih hal yang simpel dan efisien. Maka dari itu perlu dibuat Apartment smart living yang dapat mengatur hunian mereka menggunakan teknologi dan penggunaan perabotan multifungsi yang membuat efisiensi penggunaan ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang terdiri dari tahap pengumpulan data, pengolahan data, pembahasan, dan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi atau tinjauan langsung ke lapangan dan studi dokumen. Dari hasil data tersebut, lokasi yang dipilih adalah di daerah Jakarta Timur karena memiliki jumlah Generasi Milenial terbanyak di Jakarta. Generasi ini dapat membawa perubahan terhadap dunia dan juga terhadap perubahan pada bangunan. Maka dari itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan rancangan apartment sewa smart living yang dapat memenuhi kebutuhan generasi Milenial.
PUSAT PAGELARAN KESENIAN BETAWI Yustiana, Emilia; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3969

Abstract

DKI Jakarta, kota metropolis dan kota multicultural di Indonesia, sesuai dengan peraturan pemerintah memiliki pengembangan kota sebagai sebuah tempat tujuan wisata dan budaya dengan standar internasional. Sesuai dengan tema Architourism in metropolis, penulis mengangkat Betawi sebagai identitas Kota Jakarta yang akan mendukung tujuan pemerintah dalam menjadikan Jakarta sebagai kota wisata dan budaya. Dalam perkembangan kota metropolis Jakarta yang semakin modern, diperlukan sebuah tindakan dalam menanamkan dan mengingatkan kembali suku Betawi yang sudah semakin tersisih, nyatanya kesadaran sebagai orang Betawi di Jakarta pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Maka itu penulis memeutuskan untuk mendesain sebuah Ruang Atraksi berupa Pusat Pagelaran Kesenian Betawi, yang dapat menjadi ruang bagi kelompok masyarakat atau sanggar untuk mementaskan atraksi budaya tersebut. Diharapkan ruang atraksi ini dapat memperkenalkan dan dapat mengangkat kembali budaya Betawi dalam memenuhi visi-misi pemerintah DKI Jakarta sebagai kota pariwisata bertaraf internasional. 
RUANG REKREASI MUSIK DI PAPANGGO, TANJUNG PRIOK Antonio, Nicholas; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8510

Abstract

It was found in the area of North Jakarta has a fairly high level of labor force participation. It can be concluded from this data that all levels of society in North Jakarta have jobs. With the changes from manual technology to high technology, It is through these circumstances that people must revolutionize technology that’s actually not ready to be faced by the community. This condition creates a lot of pressure on the community. According to North Jakarta BPS data, the labor force in Tanjung Priok reaches 66% and the rest are part of the non-workforce. So, the solution to reduce the level of saturation at work, namely providing a place for intermediary space, between the first and second places in the form of music and culinary recreation. "Why is music used as a medium to reduce one's level of saturation?" According to research by the British Journal of Psychiatrist, this journal describes that music good for a variety of health problems, and music is also a medium that can reduce one's saturation level. "Music Is Liquid Architecture, Architecture Is Frozen Music" Johann Wolfgang von Goethe. As the main values that facilitate the project are music recreation and street food snacks that related to relaxation and eliminating saturation as part of the response to problems experienced by the community. Keywords: Labor Force; Music; Recreation AbstrakDidapati bahwa daerah Jakarta Utara memiliki tingkat partisipasi Angkatan kerja yang cukup tinggi. Kondisi tersebut ternyata banyak menimbulkan terjadinya stress pada masyarakat. Menurut data BPS Jakarta Utara, Angkatan kerja di Tanjung Priok mencapai 66% dan selebihnya merupakan bagian dari bukan angkatan kerja. Bisa disimpulkan lewat data ini bahwa hampir seluruh lapisan masyarakat daerah Jakarta Utara memiliki pekerjaan. Dengan adanya perubahan-perubahan dari teknologi manual menjadi teknologi tinggi. Melalui keadaan tersebutlah yang membuat masyarakat harus mengalami revolusi teknologi yang sebetulnya belum siap untuk dihadapi oleh masyarakat. “Mengapa musik dipakai sebagai media untuk mengurangi tingkat jenuh seseorang?” Menurut penelitian British Journal of Phsychiatrist, dalam jurnal ini dipaparkan bahwa musik berdampak baik untuk berbagai macam gangguan kesehatan, dan musik juga merupakan media yang dapat mengurangi tingkat jenuh seseorang. “Music Is Liquid Architecture, Architecture Is Frozen Music”- Johann Wolfgang von Goethe. Adapun nilai utama yang memfasilitasi proyek ini yaitu rekreasi musik dan jajanan makanan jalanan yang berhubungan dengan relaksasi serta menghilangkan jenuh sebagai bagian dari respon masalah yang dialami masyarakat. Jadi sebagai solusi untuk mengurangi tingkat jenuh pada saat bekerja, yaitu menyediakan wadah berupa ruang perantara, antara first place dan second place dalam bentuk rekreasi musik dan kuliner jalanan.
RUANG INTERAKTIF BEBAS STRES Lambong, Arif Suhardi; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i1.6836

Abstract

In this time every person competes to get what is expected both in terms of material and non material, which is where most are obtained in the process of working, so that in addition to spending a lot of time at home, also spending a lot of time mostly at work, in other words the community only spends most of their time either to do activities and interact in both of these places, which has become a daily routine. With this condition, the majority of urban communities, especially the city of Jakarta, have less free time for vacations and socializing outside working hours, so this condition is one of the causes of mental health disorders in urban communities. The problem of mental health disorders in the form of stress is closely related to the community. urban, in addition to the high intensity of working in urban communities that can cause stress, as for urban problems that can trigger it ranging from family problems to congestion.In this condition, this is the task of an architect who can provide an activity room for the community by providing a third space as a solution in the form of healing of people with stress disorders, with the third space presented in the form of a building design with programs or facilities that are appropriate and appropriate to the problem stress by creating a stress relieve interactive space.    AbstrakDi masa sekarang ini setiap orang berlomba lomba untuk mendapatkan apa yang diharapkan baik dari segi materil maupun non materil, yang di mana sebagian besar didapatkan dalam proses bekerja, sehingga selain menghabiskan banyak waktu di tempat tinggal, juga banyak menghabiskan waktu sebagian besar pada tempat kerja, dengan kata lain masyarakat tersebut hanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka baik untuk beraktivitas dan berinteraksi dikedua tempat tersebut, yang dimana ini sudah menjadi rutinitas yang dijalani sehari hari. Dengan adanya kondisi tersebut membuat sebagian besar masyarakat perkotaan khususnya kota Jakarta kurang memiliki waktu luang untuk berlibur dan bersosialisasi di luar jam kerja, sehingga kondisi ini menjadi salah satu penyebab munculnya gangguan kesehatan mental pada masyarakat perkotaan, masalah gangguan kesehatan mental berupa stres ini erat kaitannya dengan masyarakat perkotaan, selain karena tingginya intensitas bekerja masyarakat perkotaan yang dapat menyebabkan munculnya stres, adapun masalah-masalah perkotaan yang dapat memicu hal tersebut mulai dari masalah keluarga hingga kemacetan. Dalam kondisi ini disinilah tugas seorang arsitek yang dimana dapat memberikan ruang aktivitas untuk masyarakat dengan memberikan ruang ketiga sebagai solusi berupa penyembuhan terhadap masyarakat dengan gangguan stres, dengan itu ruang ketiga yang dihadirkan  dalam berupa desain sebuah bangunan dengan program atau fasilitas yang sesuai dan tepat terhadap masalah stres tersebut dengan menciptakan sebuah ruang interaktif bebas stres. 
PUSAT PENYEMBUHAN ORANG STRES DI CIKINI Setiadi, Patricia; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4324

Abstract

Millennials (Gen Y) are the generation born between the year of 1981-1994 and currently become the biggest productive age group population. Advance technology turns lifestyle into fast paced and instant. Development of modernization and globalization alters social community from complex society to multi complex society with fast paced life. For millennials, the issue of health inequality is also ranked second most important. With the increase of middle income population also comes the increasing demand of necessity resulting in changes of consumption behavior in Indonesia. Millennials switch their expense from traditional category Fast Moving Consumer Good (FCMG) such as foods and beverages to various secondary categories. Millennial generations feel that stress level in daily life keep increasing until they feel the need to escape from the stressful conditions. By presenting an architecture that functions as a place and medium for health specializing in mental health for millennials with psychological, recreational, and entertaining methods is expected to help relieving stress in their daily basis. With an approach in pattern language by Christopher Alexander mixed with healing architecture and questionnaire distribution, the design will emphasizes in connectivity between buildings and including natural elements as a merge between natural and artificial environments to have a different result in spatial experience. There is a healing park functioning as public area for natural therapy and is planted with various herbal plants that can help healing psychologically and are expected to be able to relieve everyday exhaustion. AbstrakGenerasi Milenial (Gen Y) merupakan generasi yang lahir antara tahun 1981 – 1994 dan menjadi populasi usia produktif terbanyak saat ini. Dengan perkembangan teknologi mengubah gaya hidup menjadi serba cepat dan instan. Dengan perkembangan modernisasi dan globalisasi mengubah kehidupan sosial dari masyarakat kompleks menjadi multi kompleks dengan gaya hidup serba cepat. Isu mengenai ketimpangan kesehatan juga menempati peringkat kedua terpenting bagi generasi milenial berdasarkan Vision Critical (2016). Dengan populasi penduduk berpendapatan menengah semakin meningkat, maka kebutuhan juga semakin meningkat dan mengakibatkan perubahan perilaku konsumsi di Indonesia. Generasi milenial ini mengalihkan pengeluarannya dari kategori Fast Moving Consumer Good (FMCG) tradisional seperti makanan dan minuman ke berbagai kategori yang bersifat sekunder. Generasi milenial merasa bahwa tingkat stres dalam kehidupan sehari – hari semakin meningkat sehingga muncul kebutuhan untuk melarikan diri dari kondisi stres. Dengan menghadirkan sebuah arsitektur yang berfungsi sebagai wadah sarana kesehatan khusus kejiwaan bagi generasi milenial dengan metode psikologis, rekreasi, dan bersifat menghibur diharapkan dapat membantu meredakan kepenatan sehari – hari. Dengan menggunakan pendekatan pattern language oleh Christopher Alexander dipadukan dengan healing architecture dan penyebaran kuesioner, desain akan menekankan pada konektivitas antar bangunan dengan ruang transisi dan memasukkan kembali unsur alam sebagai penyatuan lingkungan alami dan buatan ke dalam bangunan sehingga memberikan pengalaman ruang yang berbeda. Terdapat healing park yang difungsikan sebagai daerah pubik untuk terapi secara alamiah dan ditanami beberapa jenis tanaman herbal yang dapat membantu menyembuhkan secara psikologis dan diharapkan dapat menghilangkan kepenatan sehari – hari.
TAMAN REKREASI OLAHRAGA DI SUNTER PERMAI Dharmadi, Dennis; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8488

Abstract

Health has been one of the greatest problem that Jakarta faced for years. According to RisKesDas (Basic Health Research) 2018, health issue in Jakarta has been increasing drastically in physical health and mental health or as we call it stress issue. Those health issue share the same solution, as doing routine exercises or sports, healthy lifestyle, communicating with each other, or consultate with other person. Open sports and new sports can be an invitation for today’s millennials and generation Z to do sports and starting healthy lifestyle. Sunter Permai Sports Park can be a new sports facility for people in Jakarta. Sports Park here means that everyone in the facility has to be energetic, doing sports, or communicating with each other, the vibes is sporty and playful. Sunter Permai Sports Park is using biophilic as design principal, by using natural materials, as in vegetations, rocks and stones, pond and waterfall. The highlighted programs in this project are futuristic or e-sports, and sports that are liked by Sunter Agung neighborhoods. Aside sport activities, there are healthy culinary foodstreet, health consultation, yoga and meditation. Healthy culinary foods are dedicated to educate people to start a healthy lifestyle by consuming healthy foods.  Keywords: Health; Interaction; Up-to-date AbstrakKesehatan merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi Jakarta saat ini. Bedasarkan Riset Kesehatan Dasar, masalah kesehatan tertinggi yaitu penyakit tidak menular dan penyakit mental atau stress. Penyakit yang mengalami kenaikan pesat mulai dari hipertensi, diabetes,  ginjal, stroke, dan penyakit mental atau stress. Penyakit-penyakit tersebut dapat diselesaikan dengan berbagai solusi yang melibatkan kegiatan berolahraga, aktif berkomunikasi dengan sesama, konsumsi makanan sehat, melakukan pola hidup sehat, dan berkonsultasi pada ahlinya. Menerapkan berolahraga terbuka dan gaya olahraga baru dapat mengundang minat masyarakat generasi Z dan milenial untuk berolahraga. Sunter Permai Sports Park hadir sebagai sarana berolahraga bagi masyarakat Jakarta, khususnya masyarakat Jakarta Utara.  Sports Park yang dimaksud sendiri merujuk pada kegiatan olahraga yang menghubungkan olahraga dengan alam sekitar dan komunikasi antar pengguna didalamnya. Energetic sendiri berarti pengguna didalam taman ini diharuskan berenergi dan melakukan aktivitas olahraga atau berinteraksi dengan sesama. Metode perancangan yang digunakan sendiri adalah biophilic design concept, yaitu konsep yang memasukan alam kedalam program ruang  dengan kegiatan olahraga didalam proyeknya. Park sendiri memiliki arti tempat berkumpul masyarakat suatu daerah dengan bentuk taman. Program utama dalam proyek ini yaitu olahraga dengan tema kekinian dan olahraga yang disukai masyarakat kelurahan Sunter Agung. Selain program olahraga, program yang ditawarkan juga ada kuliner makanan sehat dan konsultasi psikologis, serta meditasi, program kuliner makanan sehat ini ditujukan untuk memberi pengetahuan bagi masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dengan konsumsi makanan sehat.
SENAYAN WATERLAKE SPORT ISLAND Lim, Felicia; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i1.6779

Abstract

Based on the results of the Basic Health Reset in 2018, health problems in Indonesia are divided into two types namely infectious and non-communicable diseases. Infectious diseases have experienced many significant decreases whereas for non-communicable diseases it is still experiencing an increase. Many ways you can do to keep the body healthy from disease. Applying a healthy lifestyle for physical health, spiritual calm is also needed for the mental health of the community, especially for areas that have high density and mobility like in Jakarta. It is undeniable that these factors are often the main triggers of mental health problems in today's society. Waterlake Sport is a type of physical sport related to water, especially lakes. Senayan Waterlake Sport Island is located near Gelora Bung Karno (GBK), the largest sports center in Jakarta and even in Indonesia which provides more than 18 types of sports in it. The design method used is pattern language by examining the physical patterns around the site and creating new patterns by linking the resulting building programs. Besides water sports as the main program, there are also other main programs, namely Healthy Culinary and Floating Market. Both of these programs aim to provide a dining area with a healthy concept as well as education for people who still think that a healthy eating pattern is defined as something boring and unpleasant that being healthy does not have to suffer. AbstrakBerdasarkan hasil Reset Kesehatan Dasar tahun 2018, masalah kesehatan di Indonesia dibagi menjadi dua macam yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular sudah mengalami banyak penurunan yang cukup signifikan sedangkan untuk penyakit tidak menular justru masih mengalami kenaikan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat terhindar dari penyakit. Menerapkan pola hidup yang Sehat untuk kesehatan jasmani,  ketenangan rohani juga dibutuhkan untuk kesehatan mental para masyarakat khususnya untuk daerah yang memiliki kepadatan serta mobilitas tinggi seperti di Jakarta ini. Waterlake Sport adalah jenis olahraga fisik yang berhubungan dengan air khususnya danau. Island sendiri berarti pulau. Senayan Waterlake Sport Island berlokasi di dekat Gelora Bung Karno (GBK), pusat olahraga terbesar di Jakarta bahkan di Indonesia yang menyediakan lebih dari 18 jenis olahraga di dalamny. Metode perancangan yang digunakan adalah pattern language dengan mengkaji pola fisik di sekitar tapak dan membuat pola baru dengan mengaitkan program bangunan yang dihasilkan. Island yang berarti sebuah pulau merupakan tempat dari area Waterlake Sport itu sendiri. Selain olahraga air sebagai program utama, ada juga program utama lainnya yaitu Kuliner Sehat dan Pasar Apung. Kuliner sehat yang dimaksud adalah  Kedua program ini bertujuan menyediakan suatu area tempat makan dengan konsep sehat sekaligus sebagai edukasi untuk masyarakat yang masih menganggap bahwa pola makan sehat diartikan dengan sesuatu yang membosankan dan tidak enak bahwa menjadi sehat tidak haruslah menderita.
TAMAN WISATA DAN KONSERVASI ANGGREK NUSANTARA Clarissa, Odelia; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3966

Abstract

Bunga anggrek merupakan salah satu jenis bunga yang spesiesnya sangat banyak tumbuh alami di Indonesia. Sejarah perjalanan bunga anggrek di Indonesia sudah tercatat sejak tahun 1869 saat ditemukan di Borneo. Bunga anggrek sampai sekarang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia karena keanggunan dan keindahannya. Oleh karena itu, bunga anggrek memiliki daya tarik baik dari segi sejarah dan edukasi. Kawasan Sentra Anggrek dan Tanaman Hias di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pernah menjadi salah satu pusat perdagangan dan budidaya anggrek. Namun, sudah beberapa tahun terakhir kawasan itu mulai dijadikan permukiman sehingga tidak ada lagi petani-petani anggrek yang membudidayakan dan menjual bunga anggrek. Bunga anggrek tidak hanya menarik bagi masyarakat Indonesia, namun juga internasional. Dengan daya tariknya kawasan Sentra Anggrek memiliki potensi untuk dijadikan area wisata di tengah kota. Dalam proyek Architourism of The Metropolis, diharapkan dapat ditemukan solusi yang dapat menghidupkan kembali kawasan Sentra Anggrek dan Tanaman Hias serta menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat wisata yang dapat mengedukasi pengunjung serta mengembangkan budidaya anggrek sebagai salah satu bunga nasional Indonesia dengan dibangunnya taman indoor maupun outdoor yang dapat menjadi tempat habitat ex-situ bagi bunga anggrek Nusantara serta menyediakan ruang untuk mengembangkan teknologi pembibitan anggrek. Diharapkan dengan fasilitas-fasilitas yang dibangun dapat meningkatkan ketertarikan turis dan juga masyarakat akan bunga anggrek.
PUSAT MODIFIKASI MOBIL DI PANTAI INDAH KAPUK Andrew, Andrew; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4328

Abstract

Millennials are a generation born from 1981 to 2000. This generation is very close to various kinds of technological developments. One of the fields of technology favored by the millennial generation is automotive technology. This is indicated by the increasing routine of automotive activities held from year to year such as seminars, exhibitions, modification, review, etc. The most preferred activity in automotive technology is modification activities. Modification activities are activities that can explore the creativity of millennial clams that are poured through automotive technology. Automotive modification activities are used as a new lifestyle and light science. Unfortunately, the Capital City has not been able to provide adequate space and facilities for the automotive modification activities. All these modification activities are still carried out conventionally and in open places. Whereas when viewed again, automotive modification activities with adequate facilities and space will increase the level of creativity of the millennials so that the results can compete with foreign countries. By tracing various observations in this millennial era, all forms of information about automotive are very easily packed with social media such as youtube, instagram, twitter, etc. For this reason, the author examines how architecture creates a container that functions optimally for automotive modification activities with an architectural project called the Car Modification Center at Pantai Indah Kapuk. The method used is the literature study method by examining the space typology of several projects that have been built. In response to millennial habits that are close to social media, the project also created space to produce digital information by giving the room a review of automotive or studio reviews and workspaces called workspaces. This project is located at Pantai Indah Kapuk because currently the area is an area of middle to upper society, close to the millennials, and as a meeting point for the community of automotive lovers. Abstrak Generasi millennial merupakan  generasi yang lahir pada tahun 1981 hingga 2000. Generasi ini sangat dekat dengan berbagai macam perkembangan teknologi. Salah satu bidang teknologi yang digemari oleh generasi millenial yaitu teknologi otomotif. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya rutinitas dari kegiatan mengenai otomotif yang diadakan dari tahun ke tahun seperti seminar, pameran, modifikasi, pengulasan, dll. Kegiatan yang paling disukai pada teknologi otomotif yaitu kegiatan modifikasi. Kegiatan modifikasi merupakan kegiatan yang dapat mengeksplorasi kreativitas kaun millennial yang dituangkan melalui teknologi otomotif. Kegiatan modifikasi otomotif dijadikan sebagai gaya hidup dan ilmu pengetahuan ringan yang baru. Sayangnya, Ibu Kota saat ini belum dapat memberikan ruang dan fasilitas yang memadahi terhadap kegiatan modifikasi otomotif tersebut. Semua kegiatan modifikasi ini masih dilakukan secara konvensional dan di tempat-tempat terbuka. Sedangkan jika dilihat kembali, kegiatan modifikasi otomotif dengan fasilitas dan ruang yang memadai akan meningkatkan tingkat kreativitas kaum millennial sehingga hasilnya dapat bersaing dengan negara luar. Dengan menelusuri berbagai pengamatan di era millennial ini, segala bentuk informasi mengenai otomotif sangat mudah dikemas dengan media sosial seperti youtube, instagram, twitter, dll. Untuk itu penulis mengkaji bagaimana arsitektur menciptakan sebuah wadah yang berfungsi secara maksimal untuk kegiatan modifikasi otomotif dengan sebuah proyek arsitektur yang disebut dengan Pusat Modifikasi Mobil di Pantai Indah Kapuk. Metode yang dilakukan adalah metode studi literatur dengan mengkaji tipologi ruang dari beberapa proyek yang sudah terbangun. Sebagai respon dari kebiasaan kaum millennial yang dekat dengan media sosial, proyek ini juga menciptakan ruang untuk memproduksi informasi digital tersebut dengan  memberikan ruang mengulas otomotif atau studio review dan ruang kerja yang disebut workspace. Proyek ini berlokasi di Pantai Indah Kapuk dikarenakan saat ini daerah tersebut merupakan daerah masyarakat menengah ke atas, dekat dengan kaum millennial, dan sebagai titik temu para komunitas pecinta otomotif.