Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peradaban Teks: Konsep Penafsiran Al-Quran Syed Nuqaib Al-Attas Menghadapi Modernisasi Putra, D.I. Ansusa; Zikwan, Zikwan
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v5i1.2211

Abstract

Civilization of the Text: The Concept of Al-Quran Interpretation by Syed Naquib Al-Attas in Facing ModernizationSyed Nuqaib al-Attas projected a civilization rooted in the Quran and Hadith texts which were motivated by the massive secularization of values in Muslim countries by offering the concept of al-Quran interpretation. This paper aims to compile the concept of al-Attas Quranic interpretation, which is still scattered in some of his works, by building the structure of ideas and worldviews of the concept that the author calls metalinguistic interpretation. This paper uses an interpretive discourse analysis method. This method constructs the discourse by al-Attas ideas in his works, especially on two themes: 1) Islamic civilization and 2) the interpretation of the Quran. This article concludes that al-Attas offers cross-disciplinary knowledge that integrates the text of the Quran with other perspectives, namely: philosophy, intellectual tasawwuf, linguistics, and metaphysics. These cross-disciplines will produce an authoritative reading of the Quranic text and serve as a foundation to build a civilization facing modernity with various terminological offers, such as Ta'dib, din, ikhtiyar, and Islam. Furthermore, this position makes al-Attas different from several other figures such as Nasr Hamid Abu Zayd and Jamaluddin al-Afghani in the same discourse
Etika Komunikasi Digital: Cara Pandang Filsafat Islam Terhadap Realitas Masyarakat Muslim Kontemporer Surbakti, Junita Br; Putra, D.I. Ansusa; Defkasari, Indah
Sulthan Thaha Journal of Social and Political Studies Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkonfirmasi adanya penyimpangan komunikasi di era digital dalam masyarakat muslim. Ketiadaan etika digital yang menjadi pedoman dalam komunikasi membuat masyarakat muslim kontemporer jauh dari praktek dan cara pandang Islam yang seharusnya. Penyebaran informasi melalui media digital dan teknologi dengan cepat menyebar tanpa arah dan batasan. Facebook adalah salah satu pilihan paling populer dalam distribusi informasi dan disinformasi. Artikel ini mengobservasi perilaku komunikasi digital masyarakat muslim di desa Pasir Mayang serta perubahan etika komunikasi masyarakat muslim Desa Pasir Mayang dalam komunikasi mereka di facebook. Perilaku tersebut akan dilihat dari perspektif filsafat etis yang Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis data yang didapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Pasir Mayang yang berusia 20 sampai 35 tahun yang menggunakan facebook kurang lebih 123 orang. Artikel ini menyimpulkan bahwa: 1) terjadi perubahan etika komunikasi masyarakat muslim sebelum dan sesudah kehadiran media sosial facebook. 2) Penyimpangan etika komunikasi masyarakat muslim mayoritas berupa penyimpangan norma verbal, penyebaran aib, dan komunikasi yang kasar. Walaupun masih ditemukan beberapa orang yang tetap memegang norma dan etika dalam komunikasi melalui facebook, namun trend tersebut terus menurun di kalangan generasi muda masyarakat muslim.
Women, Islamic Boarding Schools, and Communications: Interpersonal Approach of Islamic Boarding School Leadership Putra, D.I. Ansusa; Maspika, Sandi; Maghfiroh, Umdatul
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/innovatio.v21i1.127

Abstract

Abstract: The reality of pesantren that is identical with Kyai and masculinity is caused by a gender bias towards women's leadership. Women are deemed incapable of being communication leaders to mobilize Islamic Boarding school activities. Contrary to that, this article aims to prove that women's leadership communication patterns can positively impact pesantren activities, even though a female leader faces several problems at the Islamic boarding school. This article uses a descriptive qualitative method based on the leadership observation of Dra. Tiaman at the Ummul Masakin Islamic Boarding School, Jambi. This study also uses in-depth interview techniques and data documentation related to the themes: 1) Leadership, 2) Communication, and 3) Islamic boarding schools. The article reveals that the leadership of women in Islamic boarding schools can positively impact the development of the students' personality and the activities of the Islamic Boarding School because interpersonal communication patterns dominate the communication patterns that are built. Women have the power of wisdom to drive positive things and minimize negative things, such as conflicts or disharmony problems, especially in Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools. Abstrak: Realitas pesantren yang identik dengan kiyai dan maskulinitas disebabkan oleh bias gender terhadap kepemimpinan perempuan. Perempuan dianggap tidak cakap menjadi communication leader untuk menggerakkan aktifitas kepesantrenan. Bertentangan dengan itu, artikel ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pola komunikasi kepemimpinan perempuan mampu memberikan dampak yang positif terhadap aktifitas pesantren, meskipun terdapat berberapa problematika yang dihadapi oleh seorang pemimpin perempuan di pondok pesantren. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dari observasi kepemimpinan Dra. Tiaman di pondok pesantren Ummul Masakin, Jambi. Penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi data yang berkaitan dengan tema: 1) Kepemimpinan, 2) Komunikasi, dan 3) Pondok pesantren. Artikel menyimpulkan bahwa Kepemimpinan perempuan di pondok pesantren dapat memberikan dampak positif kepada pengembangan kepribadian santri dan aktifitas kepesantrenan karena pola komunikasi yang dibangun yang didominasi oleh pola komunikasi interpersonal. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kekuatan wisdom yang mampu menggerakkan hal positif dan meminimalisir hal negative, seperti konflik atau problem disharmoni khususnya pada lembaga pendidikan Islam seperti pesantren. Kata-kata kunci: Pola Komunikasi, Pemimpin Perempuan, Pondok Pesantren