Muh. Akmal Almy
Universitas PGRI Palembang Sumatera Selatan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONTRIBUSI KECEPATAN REAKSI KAKI, DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KESEIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN LARI 100 METER Almy, Muh. Akmal
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 12, No 3 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v12i3.53

Abstract

Abstrak             Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes kecepatan reaksi kaki dengan face validity dan reliabilitas sebesar 0,85, tes daya ledak otot tungkai dengan validitas 0,60 dan reliabilitas 0,96, tes keseimbangan validitas sebesar 0,75 dan reliabilitas sebesar 0,46, tes kecepatan lari 100 meter dengan construct validity dan reliabilitas 0,94. Kesimpulan hasil penelitian: (1) terdapat kontribusi yang signifikan kecepatan reaksi kaki terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO sebesar 17,98%, (2) terdapat kontribusi yang signifikan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO sebesar 16,28%, (3) terdapat kontribusi yang signifikan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO sebesar 9,49%, (4) terdapat kontribusi yang signifikan secara bersama kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang. Kata Kunci:  Kecepatan Reaksi Kaki, Daya Ledak Otot Tungkai, Keseimbangan,          Kemampuan Lari 100 Meter.
OLAHRAGA DAN POLITIK Almy, Muh. Akmal
Prosiding Universitas PGRI Palembang Jurnal
Publisher : Prosiding Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penulisan arikel ini adalah mendeskripsikan tentang keterkaitan olahraga dan politik. Di mana artikel ini memfokuskan diri pada olahraga sepakbola, dengan lebih menitikberatkan pada politik, terutama politik demokratik. Artinya, sepakbola bukan sekadar olahraga, melainkan telah lama menjadi alat politik sekaligus inspirasi dan pembelajaran dalam berpolitik. Olahraga sepakbola maupun politik sama-sama memberikan pembelajaran dalam banyak hal, terutama tentang strategi dalam memenangi pertarungan. Dengan kata lain, sepakbola dalam perkembangannya bukan hanya sebagai alat politik atau legitimasi politik kekuasaan tetapi juga sebagai media pembelajaran politik demokratik, terutama yang bertalian dengan politisi dan konstituennya. Artinya selama olahraga sepakbola masih dimainkan dalam“lapangan” maka selama itu pula politik akan bermain dalam “rumput hijau” tersebut.Kesimpulannya bahwa olahraga yang notabene-nya sebagai media pemersatu bangsa dan sebagai salah satu simbol karakter dan jati diri bangsa tak pernah lepas dari kekuatan politik di dalamnya. Namun olahraga dimasa mendatang harus menjadi alat pemersatu bangsa. Karena olahraga itu mengandung banyak unsur, antara lain pendidikan, budaya, wisata, ekonomi, dan tentu saja kesehatan. Dengan demikianuntuk memajukan olahraga harus ditanamkan jiwa sportifitas sejak dini dan juga menjauhkan politik pragtis yang dapat menciderai hakikat dari olahraga tersebut.Kata kunci: Olahraga, Sepakbola, Politik.
PERBEDAAN PENGARUH CIRCUIT TRAINING DAN FARTLEK TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX DAN INDEKS MASSA TUBUH Almy, Muh. Akmal; Sukadiyanto, Sukadiyanto
Jurnal Keolahragaan Vol 2, No 1: April 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.203 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) metode circuit training lebih efektif daripada metode fartlek training dalam meningkatkan VO2Max pada pemain sepakbola (2) Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah lebih baik/bagus daripada Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi terhadap peningkatan VO2 Max pemain sepakbola, (3) Ada kecenderungan interaksi antar kedua kelompok latihan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap peningkatan VO2Max. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Instrumen dalam penelitian ini adalah Multistage Test dan IMT. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode circuit training dan metode fartlek training terhadap peningkatan VO2Max pemain sepakbola SSB Putratama Bantul dan SSB Baturetno Bantul usia 16-17 tahun, terbukti dari nilai p = 0.020 < 0.05. (2) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah dan Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi terhadap peningkatan VO2Max pemain sepakbola SSB Putratama Bantul dan SSB Baturetno Bantul usia 16-17 tahun, terbukti dari nilai p = 0.080 < 0.05. (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara kedua kelompok latihan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap peningkatan VO2Max, terbukti dari nilai p = 0.000 < 0.05. Jadi dapat disimpulkan bahwa: (a) Metode circuit training lebih efektif meningkatkan VO2Max untuk pemain sepakbola yang mempunyai IMT rendah, (b) Metode fartlek training lebih efektif meningkatkan VO2Max untuk pemain sepakbola yang mempunyai IMT tinggi. Kata kunci: Circuit training, fartlek training, VO2Max, IMT, sepakbola.
OLAHRAGA DAN POLITIK Almy, Muh. Akmal
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Jurnal
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penulisan arikel ini adalah mendeskripsikan tentang keterkaitan olahraga dan politik. Di mana artikel ini memfokuskan diri pada olahraga sepakbola, dengan lebih menitikberatkan pada politik, terutama politik demokratik. Artinya, sepakbola bukan sekadar olahraga, melainkan telah lama menjadi alat politik sekaligus inspirasi dan pembelajaran dalam berpolitik. Olahraga sepakbola maupun politik sama-sama memberikan pembelajaran dalam banyak hal, terutama tentang strategi dalam memenangi pertarungan. Dengan kata lain, sepakbola dalam perkembangannya bukan hanya sebagai alat politik atau legitimasi politik kekuasaan tetapi juga sebagai media pembelajaran politik demokratik, terutama yang bertalian dengan politisi dan konstituennya. Artinya selama olahraga sepakbola masih dimainkan dalam“lapangan” maka selama itu pula politik akan bermain dalam “rumput hijau” tersebut.Kesimpulannya bahwa olahraga yang notabene-nya sebagai media pemersatu bangsa dan sebagai salah satu simbol karakter dan jati diri bangsa tak pernah lepas dari kekuatan politik di dalamnya. Namun olahraga dimasa mendatang harus menjadi alat pemersatu bangsa. Karena olahraga itu mengandung banyak unsur, antara lain pendidikan, budaya, wisata, ekonomi, dan tentu saja kesehatan. Dengan demikianuntuk memajukan olahraga harus ditanamkan jiwa sportifitas sejak dini dan juga menjauhkan politik pragtis yang dapat menciderai hakikat dari olahraga tersebut.Kata kunci: Olahraga, Sepakbola, Politik.