Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Karakteristik Pembakaran Briket dari Limbah Daun Pohon Bintaro Kasrun, Andreas Wijaya; Anggono, Willyanto; Sutrisno, Teng
Jurnal Teknik Mesin Vol. 16 No. 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi ini, kebutuhan energi semakin meningkat. Penggunaan bahan bakar fossil yang semakin tinggi mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar. Penggunaan bahan bakar biomassa merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fossil. Bahan bakar biomassa yang digunakan berupa bahan bakar padat dan dijadikan dalam bentuk briket. Briket dibentuk dari bahan baku limbah daun pohon bintaro dengan campuran bahan perekat tepung tapioka dengan kadar 90:10. Nilai kalor atas dari bahan bakar briket sebesar 4164 Kcal/kg. ukuran partikel berpengaruh kepada bentuk fisik maupun pembakaan briket. Ukuran partikel yang semakin kecil akan membuat bentuk fisik briket menjadi halus, tetapi briket menjadi lebih susah terbakar.
ANALISA DISTRIBUSI TEGANGAN PADA MODIFIKASI TANGKI BAHAN BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Budimihardjo, Felix; Anggono, Willyanto
Mechanova Vol 1 (2014): Semester gasal 2014-2015
Publisher : Mechanova

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Truk tangki BBM adalah tangki yang terdapat pada kendaraan bermotor yang didesain untuk membawa muatan yang berupa cairan di jalan raya. Untuk meningkatkan kekuatan tangki maka perlu diteliti bentuk sekat, baffle & ballfront pada tangki. Kekuatan tangki dapat ditingkatkan dengan merubah desain tangki, dimana perubahan tersebut ialah penambahan penyangga pada sekat, baffle & ballfront.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan penyangga pada sekat, baffle & ballfront terhadap tegangan maksium yang terjadi pada truk tangki BBM, dan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan ANSYS yang merupakan software berbasis metode elemen hingga. Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh bahwa penambahan penyangga pada sekat, baffle & ballfront dapat mengurangi tegangan maksimum.
PREVENTIVE MAINTENANCE SYSTEM DENGAN MODULARITY DESIGN SEBAGAI SOLUSI PENURUNAN BIAYA MAINTAINANCE (Studi Kasus di Perusahaan Tepung Ikan) Julianingsih, Julianingsih; Anggono, Willyanto
Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 1 (2005): JUNE 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.443 KB) | DOI: 10.9744/jti.7.1.pp. 61-75

Abstract

Mofularity design has been applied in many European countries, especially in industrial assembling and manufacturing. Modularity design cause manufacture process and assembly process easier and cheaper. Many industries in Indonesia usually doing corrective maintenance or preventive maintenance. So, in this research, modularity design will be applied in preventive maintenance in fish mill Indonesian factory. In this research, corrective maintenance and preventive maintenance cost will be compared to preventive maintenance cost using modularity design. From the research, the application of preventive maintenance using modularity design reduces cost up to 35.98% from the initial condition (corrective maintenance) Abstract in Bahasa Indonesia : Modularity design telah banyak diterapkan di negara-negara Eropa terutama dalam hal perakitan dan manufaktur di bidang industri. Modularity design menyebabkan proses manufaktur dan perakitannya lebih sederhana dan murah. Perusahaan-perusahaan di Indonesia biasanya lebih banyak melakukan kegiatan corrective maintenance atau preventive mainternance. Dalam penelitian ini, modularity design dicoba diterapkan dalam kegiatan preventive maintenance di perusahaan tepung ikan di Indonesia. Pada penelitian ini dibandingkan biaya yang diperlukan untuk kegiatan corrective maintenance, preventive maintenance dan preventive maintenance dengan modularity design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan preventive maintenance dengan modularity design dapat menurunkan biaya sebesar 35,98% dari keadaan awal (corrective maintenance). Kata kunci: corrective maintenance, preventive maintenance, modularity design.
PREVENTIVE MAINTENANCE SYSTEM DENGAN MODULARITY DESIGN SEBAGAI SOLUSI PENURUNAN BIAYA MAINTAINANCE (Studi Kasus di Perusahaan Tepung Ikan) Julianingsih, Julianingsih; Anggono, Willyanto
Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 1 (2005): JUNE 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.443 KB) | DOI: 10.9744/jti.7.1.pp. 61-75

Abstract

Mofularity design has been applied in many European countries, especially in industrial assembling and manufacturing. Modularity design cause manufacture process and assembly process easier and cheaper. Many industries in Indonesia usually doing corrective maintenance or preventive maintenance. So, in this research, modularity design will be applied in preventive maintenance in fish mill Indonesian factory. In this research, corrective maintenance and preventive maintenance cost will be compared to preventive maintenance cost using modularity design. From the research, the application of preventive maintenance using modularity design reduces cost up to 35.98% from the initial condition (corrective maintenance) Abstract in Bahasa Indonesia : Modularity design telah banyak diterapkan di negara-negara Eropa terutama dalam hal perakitan dan manufaktur di bidang industri. Modularity design menyebabkan proses manufaktur dan perakitannya lebih sederhana dan murah. Perusahaan-perusahaan di Indonesia biasanya lebih banyak melakukan kegiatan corrective maintenance atau preventive mainternance. Dalam penelitian ini, modularity design dicoba diterapkan dalam kegiatan preventive maintenance di perusahaan tepung ikan di Indonesia. Pada penelitian ini dibandingkan biaya yang diperlukan untuk kegiatan corrective maintenance, preventive maintenance dan preventive maintenance dengan modularity design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan preventive maintenance dengan modularity design dapat menurunkan biaya sebesar 35,98% dari keadaan awal (corrective maintenance). Kata kunci: corrective maintenance, preventive maintenance, modularity design.
Effect of Addition of Spent Coffee Grounds Oil On the Performance of Diesel Engine Santoso, Richard Anthonius Wongso; Suprianto, Fandi Dwiputra; Anggono, Willyanto
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.09 KB)

Abstract

Energy demand has continued to rise since the industrial revolution and continues to increase as industry develops and population growth. About 80% of the world's energy is supplied by fossil fuels, which will be exhausted by the years to come. To solve this problem, the industries use waste vegetable oils and animal fats to produce biodiesel. Some also use non-edible waste as a biodiesel producer. Biodiesel can be produced from spent coffee grounds. The oil extracting is carried out using soxhlet and n-hexane which is purified using a rotary evaporator in the next move. Methyl esters are taken through the transesterification process. Methyl esters are mixed with diesel fuel. Then a characteristic test was conducted at Pertamina's Laboratory and performance test on ISUZU 4JA-1 OHV diesel engine using water brake dynamometer. The results of characteristics test of B10, B15, and B20 meet the requirements of the Directorate General of Oil and Gas Indonesia Number 28K/10/DJM.T/2016. The results of the sequential performance test for B10, B15, B20 produce peak power at 2000 RPM with values of 38.74 Hp, 40.35 Hp, 39.14 Hp, peak torque at 1800 RPM of 146.56 Nm, 153.37 Nm, 150.94 Nm, sfc 0.20 kg/Hp.h, 0.21 kg/Hp.h, 0.21 kg/Hp.h, and thermal efficiency 32.60%, 29.91%, 30.87%.
PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN BIOETANOL KULIT NANAS SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKAR RON 90 GUNA MENINGKATKAN UNJUK KERJA MESIN MOTOR BENSIN SUPRA X 125 FI Lubalu, Antonius Fernando; Sutrisno, Teng; Anggono, Willyanto
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.007 KB)

Abstract

Bioetanol merupakan biofuel yang berfungsi seperti bahan bakar bensin yang diproduksi dari fermentasi glukosa kemudian dilanjutkan dengan proses destilasi. Studi literatur dalam limbah kulit nanas mengandung gula sederhana seperti sukrosa, glukosa dan fruktosa yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk fermentasi alkohol. Hasil fermentasi alkohol akan di destilasi sampai mendapatkan kadar alkohol 90%. Pembuatan bioetanol kulit nanas dilakukan dengan proses fermentasi 12 hari dan proses destilasi sebanyak empat kali sampai kadar mencapai 90%. Kemudian dilakukan pengujian karakteristik bahan bakar dengan parameter Bilangan Oktan Riset, Kandungan Timbal(Pb), temperatur Distilasi 90% Volume Penguapan, dan Berat Jenis (pada suhu 150) dan Flash Point. Hasil pengujian karakteristik bahan bakar menunjukkan bahwa campuran B10 merupakan campuran terbaik. Setelah itu dilakukan pengujian dinamometer di dapati peningkatan performa mesin pada penggunakan bahan bakar B10 berupa daya 1.02% dan torsi 1.1% secara keseluruhan jika dibandingkan dengan performa mesin menggunakan bahan bakar G100. Jadi pada penggunaan bahan bakar B10 meningkatkan performa mesin.
PENGARUH KOMPOSISI, UKURAN PARTIKEL, SERTA TEKANAN LIMBAH BIJI ALPUKAT DAN DURIAN TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET Malik, Christian Auren; Anggono, Willyanto; Sutrisno, Teng
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.065 KB)

Abstract

Biomassa dibagi atas 3 jenis yaitu air, gas, dan padat. Pada kesempatan ini bahan bakar biomassa yang akan dibahas adalah biomassa padat. Briket merupakan salah satu jenis dari biomassa yang paling umum digunakan atau dibuat. Briket yang akan dibuat ini berasal dari bahan limbah yang tidak terpakai. Bahan limbah tersebut adalah biji alpukat dan durian. Bahan limbah biji alpukat dan durian dikumpulkan, kemudian dikeringkan dengan bantuan oven dan sinar matahari. Setelah kering maka biji alpukat dan durian dapat dihaluskan menjadi serbuk. Pada serbuk dilakukan proses pengayakan untuk membuat ukuran partikel serbuk lebih kecil dengan variasi 20, 40, dan 60 mesh. Serbuk akan dicampur dengan tepung tapioka sebagai bahan perekat untuk proses pembentukan briket. Setelah itu akan dilakukan proses press dengan tekanan 1 dan 2 MPa. Kemudian briket dikeringkan kembali dan siap digunakan sebagai bahan bakar. Untuk hasil dari pembuatan briket terserbut, komposisi campuran yang ideal yaitu 90% limbah dan 10% tepung tapioka. Nilai kalor yang dihasilkan dari campuran biji alpukat dan tepung tapioka sebesar 3961 Kcal/Kg. Sedangkan campuran biji durian dan tepung tapioka memiliki nilai kalor sebesar 3780 Kcal/Kg. Semua hasil yang didapat berdasarkan proses pengayakan dengan ukuran 60 mesh. Semakin kecil ukuran partikel, maka hasil permukaan dan pembakaran briket akan semakin bagus, serta durasi pembakaran semakin lama.
PEMANFAATAN BBG SEBAGAI PENGGANTI BBM PADA SEPEDA MOTOR FUEL INJECTION Wiguno, Kevin; Anggono, Willyanto; Suprianto, Fandi D.
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.866 KB)

Abstract

Di era globalisasi seperti sekarang ini, energy merupakan kebutuhan utama bagi seluruh aspek.Banyak orang yang menggunakan bahan bakar minyak untuk menciptakan energy, oleh karenaitu cadangan minyak bumi di dunia dari tahun ketahun akan semakin menipis dan cepat ataulambat pasti akan habis. Penelitian ini dimaksudkan untuk dapat memanfaatkan bahan bakar gasyang ketersediaannya masih banyak di alam. Gas yang digunakan dalam penelitian ini adalahgas methana yang dimana gas ini dapat diperoleh dari kotoran hewan yang biasanya disebutdengan biogas. Gas methana akan digunakan pada mesin sepeda motor 4tak. Dengan dapatmenggunakan bahan bakar gas, maka kita dapat menggurangi penggunaan bahan bakar minyak.Disamping itu, tingkat emisi yang akan dihasilkan oleh gas methane akan lebih ramah lingkungandaripada bahan bakar minyak.
PENGARUH PENAMBAHAN MORINGA OLEIFERA SEED OIL TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL Hendrawan, Giovano Melvernus; Anggono, Willyanto; Suprianto, Fandi Dwiputra
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.333 KB)

Abstract

Bahan bakar minyak adalah sumber energi tak terbaharui. Namun, penggunaan berlebih,peningkatan permintaan akan energi, dan masalah lingkungan memicu untuk pencarian energiterbaharui sebagai energi alternatif. Ekstrak Moringa oleifera seed oil sebagai sumber energiterbaharui, diteliti sebagai pengganti sebagian dari bahan bakar diesel dan dianalisa pengaruhnyaterhadap unjuk kerja mesin diesel. Moringa oleifera seed oil didapat melalui proses ekstraksimenggunakan metode soxhlet dengan pelarut n-hexane lalu dipisahkan dengan menggunakanrotary evaporator. Ekstrak minyak ditransesterifikasi untuk mendapatkan metil ester yang disebutbiodiesel. Metil ester dicampur dengan Pertamina Solar dengan perbandingan 10:90 untuk B-10dan 20:80 untuk B-20. Hasil pengujian karakteristik yang memenuhi standar dirjen migas adalahB-10 sehingga uji unjuk kerja mesin hanya dilakukan untuk menguji B-10 dengan pembandingPertamina Solar dan Pertamina Biosolar. Hasil uji unjuk kerja B-10 terhadap Pertamina Solarpada putaran 2000 menunjukkan bahwa daya yang dihasilkan B-10 menurun 0,92%, torsi menurun0,92%, BMEP menurun 0,92%, SFC menurun 6,5%, dan Efisiensi termis meningkat 6,6%.
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK BIJI RAMBUTAN TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL Wibisono, Rendy; Anggono, Willyanto; Sutrisno, Teng
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.177 KB)

Abstract

Pada zaman sekarang ini penggunaan mesin diesel semakin meningkat. Mesin dieselmenggunakan bahan bakar fosil sehingga mengakibatkan menipisnya cadangan bahan bakarfosil. Penggunaan biodiesel merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaanbahan bakar fosil. Biodiesel yang dihasilkan berasal dari bahan baku limbah berupa bijirambutan. Biji rambutan diekstrak untuk diambil kandungan minyaknya menggunakan metodesoxhlet lalu memproduksi metil ester melalui cara transesterifikasi menggunakan katalis KOHsebanyak 1% dan methanol 20% dari berat minyak dan diaduk dengan kecepatan 400rpm selama1jam. Biodiesel campuran B10 dari minyak biji rambutan memenuhi spesifikasi Dirjen Migas,sedangkan campuran B20 tidak memenuhi spesifikasi. Uji performansi B10 menghasilkan nilaipuncak daya 41,58 Hp, torsi 143,15 Nm, BMEP 70980,2 Kg/m 2 , efisiensi termal 31,41% dan sfcterendah 0,20 Kg bahan bakar/HP.jam.