Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Makna Simbol “ZERO” Sebagai Pesan Non Verbal Yayasan Matahati Dalam Mencegah Penyebaran HIV Aids Di Kawasan Pangandaran Prasanti, Ditha; Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan
Jurnal Komunikasi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.245 KB) | DOI: 10.24912/jk.v12i1.4281

Abstract

This article is the result of a study of health communication studies on HIV AIDS prevention and prevention by the Matahati Foundation in Pangandaran district. Like the iceberg phenomenon, the number of HIV AIDS in Pangandaran district is increasing, so that it attracts the attention of various parties, one of which is the Matahati Foundation. In this article, the method which used is qualitaitv method, in line with the aim of research that is describes the existence of a symbol used by the Matahati Foundation, namely the symbol "ZERO". If examined in communication studies, this ZERO symbol has a certain meaning in relation to the vision and mission of the Matahati Foundation itself. This was later revealed by the author in the discussion section of this article. The results showed that the symbol "ZERO" for the Matahati Foundation had several meanings, including: as a non-verbal message containing the meaning of the hopes of the Matahati Foundation in reducing the prevalence of HIV AIDS rates in Pangandaran district; the meaning of motivation for people with HIV AIDS to try to arrive at "ZERO" HIV AIDS, which means recovery; and the meaning of persuasion for the community to be together in order to achieve "ZERO" HIV AIDS in Pangandaran district. Artikel ini merupakan hasil penelitian kajian komunikasi kesehatan tentang pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS yang dilakukan Yayasan Matahati di kabupaten Pangandaran. Layaknya fenomena gunung es, angka HIV AIDS di kabupaten Pangandaran semakin meningkat, sehingga menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya adalah Yayasan Matahati. Dalam artikel ini, metode penelitian yang relevan digunakan adalah metode kualitatif, sebagaimana tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan tentang adanya sebuah simbol yang digunakan oleh Yayasan Matahati, yaitu simbol “ZERO”. Jika diteliti dalam kajian komunikasi, simbol ZERO ini memiliki makna tertentu kaitannya dengan visi misi dari Yayasan Matahati sendiri. Hal tersebut yang kemudian diungkapkan penulis dalam bagian pembahasan artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol “ZERO” bagi Yayasan Matahati tersebut memiliki beberapa makna, di antaranya: sebagai pesan non verbal yang berisi makna harapan Yayasan Matahati dalam menurunkan prevalensi angka HIV AIDS di kabupaten Pangandaran; makna motivasi bagi para penyandang HIV AIDS agar berupaya untuk sampai pada “ZERO” HIV AIDS, yang berarti sembuh; dan makna persuasi bagi masyarakat untuk bersama-sama dalam rangka mencapai “ZERO” HIV AIDS di kabupaten Pangandaran.
Pengalaman Komunikasi Penyandang Kanker Serviks dalam Pencarian Informasi Pengobatan di Jawa Barat Hadisiwi, Purwanti; Arifin, Hadi Suprapto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.014 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15388

Abstract

Banyak penyandang kanker serviks yang terdiagnosis awal sudah berada pada stadium lanjut. Hal ini diantaranya disebabkan oleh perbedaan aksesnya terhadap informasi kesehatan serta tingkat pemahaman yang berbeda terhadap informasi yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi penyandang kanker serviks di Jawa Barat, pola pencarian informasi kesehatan dan jenis informasi kesehatan yang diperlukan penyandang kanker serviks. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Melalui wawancara mendalam terhadap delapan penyandang kanker serviks yang berasal dari Bandung, Bekasi, Karawang, Indramayu, Cirebon dan Pangandaran diperoleh pemahaman bahwa, penyandang kanker serviks yang berasal dari strata sosial ekonomi rendah cenderung merasa terstigma sehingga menghambat aksesnya terhadap informasi dan berimplikasi pada kondisi stadium kanker serviks yang tinggi; mereka yang berasal dari strata sosial ekonomi rendah mendapatkan informasi kesehatan dari teman/kerabat dan dokter, sedangkan yang berasal dari strata yang lebih tinggi selain mendapatkan informasi kesehatan dari dokter, mereka juga mendapatkan informasi dari teman/komunitas dan media massa; mereka memerlukan informasi tentang penyakitnya, pengobatan dan jenis tindakan yang harus dijalani, nutrisi serta gaya hidup yang dapat memperpanjang harapan hidupnya. Diperlukan informasi tentang kanker serviks yang mudah diakses dan mudah dipahami disertai dengan pemberdayaan kader kesehatan yang dapat memberikan pendampingan kepada perempuan yang memiliki gejala awal kanker serviks.
LITERASI INFORMASI KESEHATAN: PENYULUHAN INFORMASI DALAM PENCEGAHAN HIV AIDS BAGI MASYARAKAT DI KAWASAN WISATA PANGANDARAN Fuady, Ikhsan; Arifin, Hadi Suprapto; Prasanti, Ditha
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.425 KB)

Abstract

Pangandaran merupakan kabupaten di Jawabarat dengan PAD dominasi dari sektor pariwisata. Perkembangan pariwisata dipangandaran memiliki dampak terhadap penyebaran HIV AIDS. Pengabdian ini dilakakan bertujuan untuk meningkatkan leiterasi infomrasi kesehatan masyarakat pangandaran dalam pencegahan HIV AIDS bagi masyakat. Metode pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan, workshop, dan pendampingan bagi masyarakat. Sasaran pengabdian ini adalah masyarakat umum yang beresiko tinggi terakses atau terpapar HIV AIDS. Kampanye dan sosialisasi merupakan kegiatan yang cukup efektif untuk meingkatkan pengetahuan dan literasi masyakat.  Kampanye dan sosialisasi merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara berkesinamanbungan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan liteasi masyarakatKeywords: literasi, kesehatan, pencegahan , HIV AIDS
FACTOR ANALYSIS THAT EFFECT UNIVERSITY STUDENT PERCEPTION IN UNTIRTA ABOUT EXISTENCE OF REGION REGULATION IN SERANG CITY Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan; Kuswarno, Engkus
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - July 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.735 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.936

Abstract

This research's purposes are for; (a). To know the influence of internal factors at university student perception about the existence of syari'ah region regulation in serang city (b). To know the influence of exteenal factors at university student perception about the existence of syari'ah region regulation in serang city. This research is designed with positivistic paradigm with survey rapproachement, this research population is all of active university student in Sultan Agung Tirtayasa University. The data anlysis in this research uses doubled linear regretion analysis. The analysis result is known generally as individual internal factors and individual external factors have a real effect to university student perception about the existence of syari'ah region regulation. Internal factors that effect the university student perception about the existence of region regulation are cosmopolitan variable, assessment to syari'ah region regulation, and region regulation exeistence expectation. Internal variable has positive effect and significant to perception. Exeternal factors that effect university student perception about the existence of region regulation are syari'ah region regulation characteristic variable and environment characteristic. This external variable has an positive effect and significant to perception. Keywords : perception, policy, syari'ah region regulation.  Penelitian ini bertujuan untuk; (a).  Untuk mengetahui pengaruh faktor faktor internal terhadap persepsi mahasiswa tentang keberadaan perda syariah di Kota Serang (b). Untuk mengetahui pengaruh faktor faktor eksternal terhadap persepsi mahasiswa tentang keberadaan perda syariah di Kota Serang.  Penelitian ini di desain dengan paradigma positivistik dengan pendekatan survey, populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa aktif di Universitas Sultan agung Tirtayasa. Analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis diketahui secara umum faktor faktor internal dan ekternal individu memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi mahsiswa akan keberdaaan perda syariah. faktor Internal yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keberadaan perda antara lain variabel  kosmopolitan,  penilaian  terhadap perda syariah, serta harapan/ekspektasi keberadaan perda. Variabel internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi. Faktor eksternal  yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keberdaan perda antara lain variabel  karakteristik Perda syariah dan  karakteristik Lingkungan. Variabel eksternal  ini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi.  Kata kunci: persepsi, kebijakan, perda syariah   
SOSIALISASI SANITASI DIRI DAN LINGKUNGAN DI PESANTREN SALAFI MELALUI POS KESEHATAN PESANTREN (POSKESTREN) DALAM MEMBENTUK SIKAP SANTRI TERHADAP SANITASI Wahyudin, Uud; Arifin, Hadi Suprapto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.58 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7405

Abstract

Berbagai perilaku hidup yang tidak bersih dan tidak sehat masih dapat dijumpai di pesantren-pesantren salafi/ tradisional di perdesaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa budaya hidup sehat di pondok pesantren salafi tidak memenuhi pola hidup sehat. Hal ini dapat dilihat pada indikasi kesehatan yaitu santri dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar kurang sehat karena masih banyak kekurangan seperti terlalu banyak jumlah santri yang menyebabkan kumuh dan berdesakan dan masih kurangnya ventilasi dalam kamar yang menyebabkan lembab. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sosialisasi sanitasi diri dan lingkungan melalui poskestren berkaitan dengan inovasi, waktu, saluran, dan sistem sosial memberikan pengetahuan dan mengubah perilaku santri untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, membuat ventilasi yang cukup dalam kamar atau tempat tinggal, membudayakan pola perilaku hidup sehat dengan ditambah olahraga senam, jogging dan lainnya, mengkonsumsi air yang matang, istirahat dengan cukup dan gunakan alas tidur dengan kasur atau karpet. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di pesantren salafi di perdesaan yang dilakukan secara terus menerus dengan cara mendekatkan akses pelayanan kesehatan berhubungan dengan upaya memberdayakan santri dalam bidang kesehatan diri dan lingkungannya. Kesimpulan penelitian bahwa poskestren di pesantren salafi yang terletak di kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi merupakan langkah pendekatan edukatif untuk mendampingi (memfasilitasi) santri di pesantren untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses perubahan sikap positif dalam pemecahan masalah-masalah kesehatan (sanitasi diri dan lingkungan) yang dihadapinya.
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PARTISIPATIF SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN HUTAN WISATA DI KAWASAN BANDUNG UTARA OCTAVIANTI, MERIA; ARIFIN, HADI SUPRAPTO
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.98 KB)

Abstract

Perum Perhutani, selain berperan dalam sistem perekonomian nasional, juga berperan dalam mendukung sistem kelestarian lingkungan dan sistem sosial budaya, khususnya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar hutan, agar mereka bisa merasakan manfaat dari keberadaan hutan. Masyarakat diajak untuk merasa memiliki hutan di sekitar tempat tinggalnya, sehingga mereka dapat terlibat dalan pengelolaan dan pengamanan hutan dari masalah penjarahan. Masyarakat pun diajak untuk turut andil dalam pengembangan wilayah hutan sebagai sebuah tempat wisata dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana upaya yang dilakukan Perum Perhutani khususnya Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara dalam memberdayakan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengembangan hutan wisata di wilayah Bandung Utara. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatitif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini bersifat multisources, sehingga peneliti berusaha mengumpulkan data dari berbagai sumber yang terkait dengan topik yang dikaji. Observasi pada sejumlah kegiatan Perum Perhutani dan masyarakat di beberapa lokasi hutan wisata di wilayah Bandung Utara, wawancara kepada ADM dan Humas Perum Perhutani KPH Bandung Utara serta masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah hutan wisata dan pengunjung yang datang ke hutan wisata di Bandung Utara menjadi dua teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur yang dilakukan penulis pada berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembangunan partisipatif menjadi dasar dalam upaya pelestarian dan pengembangan hutan wisata di Kawasan Bandung Utara. “Konsep berbagi” dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), yang dicanangkan oleh Perhutani KPH Bandung Utara mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat desa hutan dalam membangun dan mengelola hutan wisata di sekitar tepat tinggalnya. Berbagi peran, berbagi waktu, berbagi ruang, dan berbagi hasil menjadi dasar kolaborasi antara pihak Perhutani KPH Bandung Utara dengan masyarakat desa hutan dalam menyusun, merencanakan dan memutuskan pengelolaan yang tepat untuk sebuah hutan wisata dengan tetap berpendirian teguh pada upaya pelestarian lingkungan. Kata Kunci : Komunikasi Partisipatif, Komunikasi Lingkungan, Hutan Wisata, Kesadaran Lingkungan, Pelestarian Lingkungan
The Knowledge related to Mental Health of the People around the Coastal Areas Hernawaty, Taty; Arifin, Hadi Suprapto; Widianti, Efri
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 3 (2020): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i3.1234

Abstract

Mental health is one of Indonesia’s public health development goals. The Pangandaran District Administration of West Java is an expanded district that actively carries out various development programs, including mental health programs. This study aimed to identify public knowledge about mental health in Pangandaran District using quantitative descriptive method. The research population comprised residents of the Pangandaran District, and a sample was collected via cluster multistage sampling technique. The sample was gradually determined in the order of subdistricts, villages, subvillages, community units, and neighborhood units. The total sample was composed of 113 respondents. The questionnaire was developed based on theories and concepts on public mental health and distributed to participants after validity and reliability tests were conducted. The construct validity test result was between 0.303 and 0.764, which meant that all items were valid. The Kuder-Richardson 20 formula was used to test reliability, and the reliability coefficient was 0.887. Mathematical calculations were used for data analysis; data are presented as frequency distributions. In this study, 61.10% of the respondents had “less” knowledge, 33.59% had “good” knowledge, and the remaining 5.30% had “enough” knowledge of mental health. The results suggest that the local government should provide mental health education for the residents. For educational institutions, mental health programs should be a fundamental offering in Indonesian society. Abstrak Pengetahuan tentang Kesehatan Mental Warga di Sekitar Wilayah Pesisir. Sehat secara mental merupakan bagian dari tujuan pembangunan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pangandaran merupakan kabupaten pemekaran yang sedang menggalakkan berbagai program pembangunan termasuk program kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan masyarakat Kabupaten Pangandaran mengenai kesehatan jiwa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran dan sampel diambil menggunakan tehnik cluster multistage sampling. Tahapan penetapan sampel dilakukan bertahap mulai dari kecamatan, desa, dusun, rukun warga, sampai rukun tetangga dan didapat sebanyak 113 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dan dibagikan pada seluruh responden. Kuisioner dikembangkan dari teori dan konsep kesehatan jiwa masyarakat dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas konstrak didapatkan hasil berkisar antara 0,303 sampai 0,764 sehingga semua item dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan uji Kuder Richardson 20 dan diperoleh koefisien reliabilitas KR-20 sebesar 0,887. Analisa data menggunakan perhitungan matematis dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,10% responden kurang memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa, 33,59% responden memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa yang baik, dan sisanya 5,30% responden memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa yang cukup. Saran, bagi pemerintah setempat agar memberikan pendidikan kesehatan jiwa bagi masyarakat. Bagi instansi pendidikan, diharapkan menjadi data dasar dalam membuat program kesehatan jiwa di masyarakat.  Kata Kunci: Jawa Barat, kesehatan masyarakat, program kesehatan jiwa, wilayah pesisir
Komunikasi Sosial dalam Mendorong Penetapan Kebijakan Publik HIV/AIDS Arifin, Hadi Suprapto; Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2738.593 KB) | DOI: 10.24002/jik.v15i2.1269

Abstract

This research studies about the use of social communication process in encouraging public policy on HIV/AIDS prevention in Pangandaran, West Java, Indonesia. It is a qualitative research with action research as the method. The result indicates the existence of social communication form such as direct social communication, social communication using mass media, and functional social communication involving elements of social communication. The social communication process is seen through the coordination of local government with several related agencies and foundations who care about HIV/AIDS. This encourages Local Government of Pangandaran in determining local regulation on HIV/AIDS prevention in Pangandaran tourism area.
Pendidikan Kesehatan Jiwa Bagi Kader Kesehatan Di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya Hernawaty, Taty; Arifin, Hadi Suprapto; Rafiyah, Imas
Faletehan Health Journal Vol 5 No 1 (2018): Faletehan Health Journal, Maret 2018
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.672 KB) | DOI: 10.33746/fhj.v5i1.8

Abstract

Pada umumnya penderita gangguan jiwa tinggal bersama keluarga sehingga keberadaan kader di masyarakat sangat membantu pemerintah dalam menggerakkan masyarakat agar aktif dalam berbagai program kesehatan yang digalakkan pemerintah. Kader perlu memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jiwa. Pendidikan kesehatan jiwa merupakan upaya langsung untuk meningkatkan pengetahuan kader. Kader di Kecamatan Cikatomas belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan jiwa secara khusus sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan jiwa agar pemahamannya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pendidikan kesehatan jiwa di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental pre-post test. Populasinya adalah seluruh kader kesehatan yang berada di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya sebanyak 32 kader. Pemilihan sampel menggunakan sampling jenuh, yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Lokasi penelitian di Kecamatan Cikatomas Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup dan telah dilakukan uji validitas-reliabilitas. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader meningkat, sebelum diberi pendidikan kesehatan jiwa menunjukan rerata nilai sebesar 29,34 dan setelahnya menjadi 35,20 dengan selisih 5,86. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak Puskesmas agar mengembangkan materi dan metoda yang diberikan pada kader dalam rangka mengoptimalkan program kesehatan jiwa.
LITERASI INFORMASI KESEHATAN: PENYULUHAN INFORMASI DALAM PENCEGAHAN HIV AIDS BAGI MASYARAKAT DI KAWASAN WISATA PANGANDARAN Fuady, Ikhsan; Arifin, Hadi Suprapto; Prasanti, Ditha
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.425 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14808

Abstract

Pangandaran merupakan kabupaten di Jawabarat dengan PAD dominasi dari sektor pariwisata. Perkembangan pariwisata dipangandaran memiliki dampak terhadap penyebaran HIV AIDS. Pengabdian ini dilakakan bertujuan untuk meningkatkan leiterasi infomrasi kesehatan masyarakat pangandaran dalam pencegahan HIV AIDS bagi masyakat. Metode pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan, workshop, dan pendampingan bagi masyarakat. Sasaran pengabdian ini adalah masyarakat umum yang beresiko tinggi terakses atau terpapar HIV AIDS. Kampanye dan sosialisasi merupakan kegiatan yang cukup efektif untuk meingkatkan pengetahuan dan literasi masyakat.  Kampanye dan sosialisasi merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara berkesinamanbungan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan liteasi masyarakatKeywords: literasi, kesehatan, pencegahan , HIV AIDS