Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ASRO JOURNAL - STTAL

ANALISA RISIKO DAN IMPLEMENTASI METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) PADA SATUAN PENYELAM DI DISLAMBAIR KOARMATIM Suharjo, Bambang; Arifin, Mohamad
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 1 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.185 KB)

Abstract

Dislambair Koarmatim adalah satuan khusus penyelaman TNI AL yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyelaman dan penyelamatan bawah permukaan air. Penyelaman di dislambair Koaarmatim terdiri dari penyelaman kapal/KRI (Ship Diver), pengapungan dan penyelamatan dalam (Salvage and Deep Sea Diver), Under Water Demolition Divers, dan Quick Response Diving Team. Pada penyelaman kapal/KRI terdiri dari 3 aktifitas pekerjaan penyelaman yang utama yaitu Predive/sebelum penyelaman, Water Entry/Descent/pelaksanaan penyelaman, dan Postdive/setelah penyelaman.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HIRARC. HIRARC adalah suatu metode identifikasi bahaya , penilaian risiko, dan tindakan pengendalian risiko yang biasanya digunakan karena metode ini dianggap lebih tepat dan lebih teliti dimana bahaya yang timbul dijelaskan dari setiap aktifitas kerja. Pada metode ini juga memberikan tindakan pengendalian yang sesuai untuk tiap bahaya. Pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang dapat merugikan satuan.Berdasar hasil analisa HIRARC ini, pada setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan yaitu pada saat sebelum penyelaman (Predive) dan setelah penyelaman(Postdive) menunjukkan pekerjaan penyelaman yang berisiko sedang (Medium Risk). Sedangkan setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan pada saat pelaksanaan penyelaman (Water Entry/Descent), mempunyai risiko tinggi (High Risk). Kemudian rekomendasi yang dihasilkan untuk meminimalkan kecelakaan kerja penyelaman pada saat Water Entry/Descent (pelaksanaan penyelaman) dengan cara elimination, Engineering Control, Administration Control dan Use of PPE (Personal Protective Equipment).