This Author published in this journals
All Journal AKSEN
Yusuf Ariyanto
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI JENIS KOMERSIAL PADA LAHAN ASET DINAS PERHUTANI YANG BERKONTUR Ariyanto, Yusuf
AKSEN Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.902 KB)

Abstract

Kegiatan wisata di era masyarakat milenial sekarang ini merupakan kebutuhan hidup yang rutin dilakukan. Faktor yang berpengaruh dalam peningkatan sektor pariwisata tersebut adalah kondisi fisik yang tersaji di setiap kawasan wisata, seperti panorama alam, kondisi alam, suasana yang tercipta dari kondisi alam, bahkan kualitas fasilitas pendukung lingkungan wisata. Tak terkecuali pemerintah yang sudah mulai sadar akan pentingnya kerjasama untuk mengembangkan aset-aset pemerintah yang tidur, seperti halnya aset tanah Dinas Perhutani yang relatif luas dan terletak di area pegunungan namun belum ada tindakan signifikan untuk mengembangkan aset tersebut. Kondisi lahan wisata di pegunungan yang berkontur dengan kemiringan lereng tertentu umumnya memerlukan biaya yang cukup besar untuk membuatnya menjadi area wisata. Masalah yang muncul adalah bagaimana penentuan jenis area komersial yang tepat pada kondisi lahan berkontur sehingga dapat menjadi rencana bagi pemerintah untuk menarik investor dan sebagai studi kasus bagi arsitek. Melalui metode penelitian terapan yang digunakan utamanya adalah tahapan eksplorasi obyek lahan dan solusi desain berupa pengumpulan data baik berupa kajian literatur, wawancara dan observasi lokasi menghasilkan beberapa identifikasi potensi. Identifikasi area komersial yang sesuai dengan karakter lahan berkontur adalah lahan parkir, restaurant atau cafe yang menyajikan keunikan hasil bumi lahan maupun sekitarnya, wisata alam seperti outbound, area menginap yang atraktif seperti rumah pohon maupun glam camp dan wisata edukasi.