Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

K-Modes Clustering untuk Mengetahui Jenis Masakan Daerah yang Populer pada Website Resep Online (Studi Kasus: Masakan Banjar di cookpad.com) Indriani, Fatma; Budiman, Irwan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4, No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.909 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744548

Abstract

AbstrakPada makalah ini dipaparkan clustering pada data resep masakan daerah Banjar untuk mengetahui jenis makanan yang paling banyak di-post secara online oleh pengguna website recipe sharing. Pertama-tama data resep sebanyak 355 dikumpulkan dari suatu website resep, untuk selanjutnya dilakukan ekstraksi data bahan dan pembersihan. Metode clustering yang dipilih adalah k-modes karena cocok digunakan pada data kategorikal. Berdasar metode Elbow, jumlah cluster yang ideal adalah k=4 dan k=8. Jumlah cluster k=4 menghasilkan kelompok yang lebih umum, sedangkan k=8 menghasilkan kelompok yang lebih spesifik. Adapun kelompok yang berhasil diidentifikasi untuk k=4 adalah sayur asam, soto banjar, masakan gurih lain-lain, kue dan bubur manis. Sedangkan kelompok dengan jumlah cluster k=8 adalah sayur asam, soto banjar, kue basah, masakan gurih lain-lain, masak habang, bubur manis, kuah ketupat, dan masakan gurih asam. Evaluasi nilai purity menunjukkan nilai masing-masing 0,825 untuk k=4 dan 0,831 untuk k=8.Kata kunci: data mining, clustering, k-modes, resep masakan, bahanAbstractIn this paper, we cluster user-submitted recipes of Banjar regional cuisine to find out which type of cuisine are popular according to its ingredients. 355 recipes are collected from a recipe sharing website, then the ingredients extracted and cleaned. The clustering method chosen is k-modes because it is suitable for categorical data. Based on the Elbow method, the ideal number of clusters is k = 4 and k = 8. The number of clusters k = 4 produces more general cuisines group, whereas k = 8 produces more specific groups. The groups identified for k = 4 are (1) “sayur asam” (sour soup), (2)“soto banjar” (Banjar chicken soup), (3) savory dishes, and (4) sweet dishes. While the group with the number of clusters k = 8 consists of (1)“sayur asam” (sour soup)  (2) “soto banjar”, (3) Banjar sweet puddings, (4) various savory dishes, (5) “masak habang” (Banjar sweet chili dishes), (6) sweet porridge, (7) “kuah ketupat” (spicy coconut soup) and (8) various savory sour dishes. The purity of clusters are shown to be 0.825 for k=4 and 0.831 for k=8.Keywords: clustering, k-modes, data mining, recipe, ingredient
RANCANG BANGUN APLIKASI PERMAINAN (GAMES) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI DAN BUDAYA BANJAR Alam, Sutan Takdir; Nugroho, Radityo Adi; Budiman, Irwan
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v1i1.13

Abstract

Kurangnya pengenalan seni dan budaya Banjar pada saat ini merupakan penyebab utama kurangnya pengetahuan anak tentang seni dan budaya Banjar. Proses penyampaian informasi dengan cara penyampaian lisan juga mempengaruhi minat anak untuk belajar. Penggunaan media permainan dan pembelajaran dalam penyampaian informasi dapat menambah minat anak untuk belajar dan meningkatkan hasil belajar seni dan budaya Banjar pada anak. Aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman flash dan mengangkat materi seni dan budaya Banjar pada mata pelajaran SBK kelas VII SMP IT – ANIC. Pengujian untuk mengetahui apakah aplikasi berhasil memberikan pengaruh pada nilai anak dilakukan pada murid kelas VII di SMP IT – ANIC. Setelah didapatkan nilai – nilai yang diperlukan, maka nilai tersebut dihitung menggunakan metode statistika t-test. Hasil perhitungan dengan menggunakan t-test menunjukkan bahwa aplikasi permainan dan pembelajaran yang dibuat, berhasil dalam memberikan pengaruh positif pada pengetahuan seni dan budaya Banjar murid dan meningkatkan nilai mata pelajaran SBK pada murid yang menjadi sampel uji dalam penelitian.
FUZZY DAN DEMPSTER-SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN CABAI Muliadi, Muliadi; Budiman, Irwan; Pratama, Muhammad Adhitya; Sofyan, Antar
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v4i2.116

Abstract

Expert systems are usually used only to help get the results of a diagnosis faster. In the expert system, a method usually used to support a diagnosis process. In this research using the method of Fuzzy and Dempster-Shafer. Fuzzy methods used to find the scale of values belief (trust) a fact with fuzzyficationt process, while the Dempster-Shafer method used to combine pieces of the facts to calculate the likelihood of an event. The purpose of this study was to determine whether the method of Fuzzy and Dempster-Shafer can be applied to the expert system to provide disease diagnosis chili. Where the results of the expert system will produce a presentation about the likelihood of diagnosis of plant diseases chili.Keywords : Fuzzy Logic, Dempster-Shafer, Expert System, Chili PlantsSistem pakar biasanya digunakan hanya untuk membantu memperoleh hasil suatu diagnosa dengan lebih cepat. Pada sistem pakar, biasanya digunakan suatu metode untuk mendukung proses suatu diagnosa. Pada penelitian ini menggunakan bantuan metode Fuzzy dan Dempster-Shafer. Metode Fuzzy digunakan untuk mencari bobot nilai belief (kepercayaan) suatu fakta dengan proses fuzzyfikasi, sedangkan metode Dempster-Shafer digunakan untuk menggabungkan potongan fakta untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode Fuzzy dan Dempster-Shafer dapat diterapkan pada sistem pakar dalam memberikan diagnosa penyakit cabai. Dimana hasil dari sistem pakar ini akan menghasilkan presentasi besarnya kemungkinan terdiagnosanya penyakit tanaman cabai.Kata kunci : Logika Fuzzy, Dempster-Shafer, Sistem Pakar, Tanaman Cabai
PENENTUAN FITUR WEBSITE BIDANG PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DENGAN METODE FEATURE-ORIENTED DOMAIN ANALYSIS (FODA) Iqbal, Muhammad; Faisal, Muhammad Reza; Budiman, Irwan
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v3i2.53

Abstract

Abstract Determination of  the features in creating a tourism and cultures websites is required to find out which features are can be implemented. To help determination of the feature, we can use a domain analysis method Feature-Oriented Domain Analysis (FODA). The method has some step, starting with application review to three sample websites to take on the features. The next step are the context analysis to gain a structure diagram and a context diagram. The next step are the modeling domain which divided into two steps, first, features analysis to get the features of the web application through the features diagram with an explanation through domain terminology dictionary. The next step is the entity-relationship modeling by making entity-relationship diagrams for database creation. The final step are architecture modelings to create a domain architecture for application development that only focus on the features. The results from the feature analysis get 38 mandatory features which be implemented on a web application for tourism and culture.Keywords: Tourism, Culture, Website, Features, Feature-Oriented Domain Analysis Abstrak Penentuan fitur dalam membuat website bidang pariwisata dan kebudayaan dibutuhkan untuk mengetahui fitur yang bisa diimplementasikan. Untuk membantu menentukan fitur tersebut, digunakan analisis domain dengan metode Feature-Oriented Domain Analysis (FODA). Metode tersebut mempunyai tahapan dimulai dari tinjauan aplikasi terhadap ketiga website sebagai sampel untuk mengambil fitur. Selanjutnya tahapan analisis konteks yang mendapatkan diagram struktur dan diagram konteks. Berikutnya tahapan pemodelan domain yang dibagi dua langkah yaitu analisis fitur untuk mendapatkan fitur-fitur pada aplikasi web melalui diagram fitur dengan penjelasan melalui kamus terminologi domain. Langkah berikutnya adalah pemodelan entity-relationship dengan membuat diagram entity-relationship untuk pembuatan database. Terakhir, pemodelan arsitektur dengan membuat arsitektur domain untuk pengembangan aplikasi yang hanya fokus pada fitur.  Hasil dari analisis fitur adalah didapatkan sebanyak 38 fitur mandatory yang berarti fitur tersebut wajib diimplementasikan dalam aplikasi web untuk pariwisata dan kebudayaan. Kata kunci: Pariwisata, Kebudayaan, Website, Fitur, Feature-Oriented Domain Analysis
Data Clustering Menggunakan Metodologi CRISP-DM Untuk Pengenalan Pola Proporsi Pelaksanaan Tridharma Budiman, Irwan; Prahasto, Toni; Christyono, Yuli
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 1, No 3 (2011): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2011
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.898 KB) | DOI: 10.21456/vol1iss3pp129-134

Abstract

Quality of human resources faculty can be reflected from the implementation of productivity and quality Tridharma (education, research, community service  and  supporting  field  activities).  Lecturer  Workload  and Evaluation of  Higher Education  Tridharma  (BKD  and theEPT-PT)  aims  to  ensure  the  implementation  of  the  faculty  task  runs  according  to  the  criteria  set  out  in  legislation.  Data  clusteringTridharma  implementation is needed to  get  some  knowledge  of the  pattern of Tridharma  implementation  at  college.  Clustering  as a  data mining  technique  should be  scalable, reliable  and  meet  an  agreed  standard.  CRISP-DM is the standardization of  data mining  is  used  in this study. The results of data clustering found the pattern of proportion of Tridharma  into 3 clusters representing patterns: professionals, managers and teachers.Keywords : Clustering, CRISP-DM, K-Means, Tridharma
PENERAPAN K-OPTIMAL PADA ALGORITMA KNN UNTUK PREDIKSI KELULUSAN TEPAT WAKTU MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER FMIPA UNLAM BERDASARKAN IP SAMPAI DENGAN SEMESTER 4 Banjarsari, Mutiara Ayu; Budiman, Irwan; Farmadi, Andi
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i2.26

Abstract

The data pile on a database of academic information systems at Computer Science Program of Mathematic and Natural Science Faculty of Lambung Mangkurat University is not fully utilized, although it can provide new information that has not been known before. Data mining techniques can be used to predict the timely graduation of students. The k-Nearest Nieghbor, a method to classify objects based on training data located closest to the object, was used in this study. Selection of the value of k in kNN algorithm became important because it would affect the performance of the algorithm kNN, therefore it was necessary to know how the value of k and the level of accuracy. The k-Fold Cross Validation method and Accuracy Test was used to determine the value of k-Optimal. The result showed that the value of k = 5 was defined as k-Optimal which was then be applied in the kNN algorithm for prediction of timely graduation of students based on the Grade Point Average up to 4th semester. Keywords: kNN, k-Optimal, Classification, Data mining, k-Fold Cross Validation method Tumpukan data pada database sistem informasi akademik Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Unlam belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal dari data tersebut dapat memberikan sebuah informasi baru yang belum diketahui sebelumnya. Teknik data mining dapat digunakan untuk memprediksi kelulusan tepat waktu mahasiswa. Penelitian menggunakan metode k-Nearest Nieghbor yang merupakan sebuah metode untuk melakukan klasifikasi terhadap objek berdasarkan data training yang jaraknya paling dekat dengan objek tersebut. Pemilihan nilai k pada algoritma kNN menjadi hal yang penting karena akan mempengaruhi kinerja dari algoritma kNN, oleh karena itu perlu diketahui berapa nilai k dan tingkat akurasinya. Metode k-Fold Cross Validation dan Uji Akurasi digunakan untuk mengetahui nilai k-Optimal. Hasil yang didapat adalah nilai k=5 dengan tingkat akurasi sebesar 80.00% yang ditetapkan sebagai k-Optimal. Nilai k=5 diterapkan pada algoritma kNN untuk prediksi kelulusan tepat waktu mahasiswa berdasarkan IP sampai dengan semester 4. Kata Kunci : kNN, k-Optimal, Klasifikasi, Data mining, Sistem Informasi Akademik, Metode k-Fold Cross Validation
EKSTRAKSI FITUR MENGGUNAKAN MODEL WORD2VEC PADA SENTIMENT ANALYSIS KOLOM KOMENTAR KUISIONER EVALUASI DOSEN OLEH MAHASISWA Rusli, Muhammad; Faisal, M. Reza; Budiman, Irwan; Nugroho, Radityo Adi; Farmadi, Andi
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v7i1.296

Abstract

This research is about Sentiment Analysis using the Word2vec model. this research was conducted by Fauzi (2019). But in his research the use of the Word2vec model produces an accuracy of 70%, because the data used is small. In little data Word2vec cannot grasp the similarity of meaning well. So that related research was conducted which used lecturer evaluation comment data and also Wikipedia article data in Indonesian language as Word2vec model. In this study a comparison of average extraction features of Word2vec and Bag of Centroid base Word2vec was done and a combination of the two was then performed using the Support Vector Machine method. The application of Word2vec Average base feature extraction in the lecturer evaluation commentary data resulted in an accuracy of 84,8%. Then using the Bag of Centroid base feature extraction using Word2vec Hierarchy Clustering produces the best accuracy of 81,6% with a total of 75 features. The result of merging the two feature extractions produces an accuracy of 85,3%.Keywords: Sentiment Analysis, Word2vec, Feature extractionPenelitian ini mengenai Sentiment Analysis menggunakan model Word2vec. penelitian ini pernah dilakukan oleh  Fauzi (2019). Namun pada penelitiannya penggunaan model Word2vec menghasilkan akurasi 70%, karena data yang digunakan sedikit. Dalam data yang sedikit Word2vec tidak dapat menangkap kemiripan makna dengan baik. Sehingga dilakukan penelitian terkait yang mana menggunakan data komentar evaluasi dosen dan juga data artikel Wikipedia berbahasa Indonesia  sebagai model Word2vec. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan ekstraksi fitur Average base Word2vec dan Bag of Centroid base Word2vec dan juga dilakukan penggabungan keduanya kemudian dilakukan klasifikasi menggunakan metode Support Vector Machine. Penerapan ekstraksi fitur Average base Word2vec pada data komentar evaluasi dosen menghasilkan akurasi sebesar 84,8%. Kemudian menggunakan ekstraksi fitur Bag of Centroid base Word2vec menggunakan Hirarki Clustering menghasilkan akurasi terbaik sebesar 81,6% dengan jumlah 75 fitur. Hasil penggabungan kedua ekstraksi fitur menghasilkan akurasi sebesar 85,3%.Kata kunci: Sentiment Analysis, Word2vec, Ekstraksi fitur.
ANALISIS BEBAN KERJA DAN JUMLAH OPERATOR PENULANGAN RANGKA BETON UDIT Wahyuni, Dini; Sembiring, Meilita Tryana; Putra, Suryadi; Budiman, Irwan
CANTILEVER Vol 8, No 1 (2019): Cantilever
Publisher : Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.44 KB) | DOI: 10.35139/cantilever.v8i1.72

Abstract

This study was conducted at a factory producing construction and building materials such as ready mix concrete, piles, udit concrete, and ryol.  These products are produced in almost the same process, but on different production lines.  There are 2 operators in the frame reinforcement section for udit concrete production.  It is seen that the two operators have the same task but different results of their work, so that the production target is not achieved.  The workload analysis method is used to determine the operator's actual load.  Observation of activities is carried out by the work sampling method for 5 days.  In work sampling, work and idle activities of workers are observed at randomly selected times and the amount of production during observations is recorded.  From the study, it is known the ideal of actual load of each operator and the number of operators for the concrete frames reinforcement.  The results showed workload of operator 1 was 95.11% while workload of operator 2 was 107%.  The number of operators reinforcing concrete frames remains fixed for 2 people, but wage compensation needs to be given to operators 2 for excess workload refers to the amount of wages and provisions for overtime that are applicable in the company.
PENERAPAN FUZZY INFERENCE SYSTEM TAKAGI-SUGENO-KANG PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI Setiawati, Lutfi Salisa; Budiman, Irwan; Soesanto, Oni
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v3i1.30

Abstract

Generally, expert system only show types of disease after user choose symptoms. In the study is done the addition of disease severity level. The method applied in the calculation of the severity is a method of Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang (Method of Sugeno). This study attempts to know whether method Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang can work for expert system in giving the diagnosis diseases of the teeth. The result of this research or severity for diseases of pulpitis reversible 38,53%, pulpitis irreversible 59,64%, periodontitis 69,62%, acute periodontitis 51,43%, gingivitis 45.5%, acute pericoronitis 53,93%, sub acute pericoronitis 52,14%, chronic pericoronitis 46,05%, caries dentist an early stage 37,61%, caries dentist toward an advanced stage 43,89%, caries dentist an advanced stage 51,76%, gangrene pulpa 42,5%, polyps pulpa 56,43%, and periostitis 58,55%. A conclusion that was obtained from the study that is a method of Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang could be applied to expert system of the teeth. Key Word: Teeth , Expert System , Expert System Teeth , Fuzzy Logic , Fuzzy Inference System , Takagi-Sugeno-Kang , Fuzzy Sugeno Pada umumnya, istem pakar hanya menampilkan jenis penyakit setelah user memilih gejala-gejala. Pada penelitian ini dilakukan penambahan tingkat keparahan penyakit. Metode yang diterapkan dalam perhitungan tingkat keparahan ini yaitu Metode Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang (Metode Sugeno). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang dapat diterapkan pada sistem pakar dalam memberikan diagnosa penyakit gigi. Hasil dari penelitian ini didapatkan tingkat keparahan untuk penyakit Pulpitis Reversibel 38,53%, Pulpitis Irreversibel 59,64%, Periodontitis 69,62%, Periodontitis Akut 51,43%, Gingivitis 45,5%, Perikoronitis Akut 53,93%, Perikoronitis Sub Akut 52,14%, Perikoronitis Kronis 46,05%, Karies Denties Tahap Awal 37,61%, Karies Dentis Menuju Tahap Lanjut 43,89%, Karies Denties Tahap Lanjut 51,76%, Gangren Pulpa 42,5%, Pulpa Polip 56,43%, dan Periostitis 58,55%. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu metode Fuzzy Inference System Takagi-Sugeno-Kang dapat diterapkan pada sistem pakar gigi. Kata Kunci : Gigi, Sistem Pakar, Sistem Pakar Gigi, Logika Fuzzy, Fuzzy Inference System, Takagi-Sugeno-Kang, Fuzzy Sugeno
UJI EFEKTIVITAS WAKTU IMPLEMENTASI ONE CARD PATIENT SEBAGAI BUSINESS PROCESS REENGINEERING SISTEM INFORMASI KLINIK DOKTER GIGI Annahar, Septiadi Marwan; Budiman, Irwan; Nugroho, Radityo A
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v3i2.61

Abstract

AbstractGenerally a dentist practicing in a hospital or clinic, but for now this started many dentists who open private clinics. Currently the service system is used in every place dental clinic still manual. Less effective this system can also be seen from the process of recording patient data, transactions, computation process of goods or drugs, until the process of recording patient medical report. The resulting report was still in the form of paper are easily lost and damaged, so that the process becomes less effective service even slower. It is necessary to test the effectiveness of the time between the old system to the new system created by implementing Patient As One Card Business Process Re-Engineering dental clinics, in order to obtain a level of efficiency that can be saved in dental patient care process. From the test results based on measurement systems test the effectiveness of a comparison between the old system to the new system, the implementation of one patient cards as business process reengineering make dental clinic services to be faster.Keywords : One Card Patient, Reengineering, Dental Clinic. AbstrakPada umumnya dokter gigi membuka praktik di rumah sakit atau poliklinik, tetapi untuk sekarang ini mulai banyak dokter gigi yang membuka klinik pribadi. Saat ini sistem pelayanan yang digunakan di setiap tempat klinik dokter gigi masih bersifat manual. Kurang efektifnya sistem ini juga dapat dilihat mulai dari proses pencatatan data pasien, transaksi-transaksi, proses perhitungan barang atau obat-obatan, sampai pada proses pencatatan laporan kesehatan pasiennya. Laporan yang dihasilkan pun masih berupa kertas yang mudah hilang dan rusak, sehingga proses pelayanan menjadi kurang efektif bahkan lambat. Maka diperlukan uji efektivitas waktu antara sistem lama dengan sistem yang baru dibuat dengan mengimplementasikan One Card Patient Sebagai Rekayasa Ulang Proses Bisnis klinik gigi, demi untuk mendapatkan tingkat efisiensi waktu yang di bisa dihemat pada proses pelayanan pasien gigi. Dari hasil pengujian berdasarkan sistem pengukuran uji efektivitas waktu membandingkan antara sistem lama dengan sistem yang baru, implementasi one card patient sebagai business process reengineering membuat pelayanan klinik gigi menjadi lebih cepat.Kata kunci : One Card Patient, Rekayasa Ulang, Klinik Gigi