Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Stemming Bahasa Tetun Menggunakan Pendekatan Rule Based Guterres, Anita; Gunawan; Santoso, Joan
Teknika Vol 8 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v8i2.224

Abstract

Stemming adalah proses yang sangat penting untuk mencari kata dasar dari sebuah kata derivatif. Inti dari proses stemming adalah menghilangkan imbuhan pada suatu kata. Stemming sangat dibutuhkan untuk proses information retrieval system. Algoritma pada proses stemming bisa berbeda-beda pada setiap bahasa di berbeda negara. Data yang digunakan adalah 176 kata dasar dalam bahasa Tetun yang merupakan bahasa asli warga negara Timor Leste. Penelitian ini bertujuan untuk merancang algoritma baru yang tepat untuk stemming bahasa Tetun. Tahap awal stemming bahasa Tetun adalah proses filterisasi untuk menghilangkan tanda baca, angka, dan kata yang tidak penting. Lalu tahap tokenisasi untuk membuat variabel yang terdiri dari satu kata. Lalu setiap kata melalui proses stemming untuk menghilangkan imbuhan awalan, akhiran, dan konfiks. Analisis dilakukan berdasarkan kasus error stemming seperti overstemming, understemming, unchanged, dan spelling exception. Hasil uji coba yang didapatkan adalah algoritma stemming bahasa Tetun menghasilkan akurasi sebesar 90.52%.
Metode Penemuan Terbimbing (Guide Discovery) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Tekanan Gunawan
Madaniyah Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.633 KB)

Abstract

The many concepts and formulas of pressure that students must master in Science Subjects are very burdensome for students when the learning process only accepts material, notes and memorizes formulas and symbols of magnitude. This results in low mastery of concepts in students, thus encouraging and encouraging teachers to choose the right method in the learning process. One of them is the use of Guided Discovery methods. The results of this study showed that there was an increase in achievement, from 38 students of grade VIIIB in the initial condition who were able to get a KKM score of 17 students or with an achievement of 44.7%, in cycle I there were 24 students or gained 63.2% and in the second cycle were 31 students or achieved 81.6% learning achievement. The conclusion of this research is the use of Guided Discovery method can improve the learning outcomes of the concept of pressure in class VIII B students of SMPN 2 Ampelgading in the academic year 2013/2014.
IMPLEMENTASI KEWENANGAN DESA: DINAMIKA, MASALAH, DAN SOLUSI KEBIJAKAN Gunawan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 12 No 1 (2017): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1897.231 KB)

Abstract

Based on Law No. 6 of 2014 about Village (desa), there are four types of authority in village (desa) administration. In Village Administration implementation, there's always interpretation distortion that causes contradiction with other stakeholders. This study aim to discover how far does the implementation and implication of Village Administration authorities, specialy authorities that come from local village administration rights of orign. The Study use qualitative-descriptive approach. Main study locus is on 6 district (desa) and 3 nagari (similar to desa) that purposively chosen and located in three regencies in three provinces. This study conclude that the regulation of Village Authorities as stated in The Village, Rural Area Development and Transmigration Minister Decree 1, 2015 hasn't reach and/or implemented in the Village level. Currently, there's still perception differences in interpreting the Village Authorities, and also dispute between Regencies and Village Authorities and between Village and private sectors authorities. It is highly recommended to review the Village Authorities regulations and to intensively socialize the regulation to the village officials through village stakeholders and societies participation. Abstrak Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa memiliki 4 (empat) jenis kewenangan. Namun dalam implementasi kewenangan desa tersebut, seringkali terjadi distorsi yaitu berupa  perbedaan pemahaman dan penafsiran, sehingga menimbulkan gesekan ataupunsengketa dengan pihak lain. Studi ini bertujuan mengevaluasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa serta mengetahui sejauhmana implementasi beserta implikasi kewenangan desa, khususnya kewenangan desa yang berasal dari hak asal usul dan kewenangan desa berskala lokal desa. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Lokus studi adalah 6 (enam) desa dan 3 (tiga) nagari yang dipilih secara purposif dan tersebar di 3 (tiga) kabupaten pada 3 (tiga) provinsi.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sosialiasi regulasi tentang kewenangan desa sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 belum diselenggarakan sampai pada tataran desa.Sampai saat ini, masih terdapat perbedaan persepsi dalam menafsirkan kewenangan desa, seringnya terjadi sengketa antara kewenangan kabupaten dengan kewenangan desa serta kewenangan desa dengan pihak swasta. Direkomendasikan untuk mereviu regulasi/kebijakan tentang kewenangan desa dan melakukan sosialisasi secara intensif sampai ke tataran pelaksana dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan dan masyarakat di desa. Abstrak Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa memiliki 4 (empat) jenis kewenangan. Namun dalam implementasi kewenangan desa tersebut, seringkali terjadi distorsi yaitu berupa  perbedaan pemahaman dan penafsiran, sehingga menimbulkan gesekan ataupunsengketa dengan pihak lain. Studi ini bertujuan mengevaluasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa serta mengetahui sejauhmana implementasi beserta implikasi kewenangan desa, khususnya kewenangan desa yang berasal dari hak asal usul dan kewenangan desa berskala lokal desa. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Lokus studi adalah 6 (enam) desa dan 3 (tiga) nagari yang dipilih secara purposif dan tersebar di 3 (tiga) kabupaten pada 3 (tiga) provinsi.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sosialiasi regulasi tentang kewenangan desa sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 belum diselenggarakan sampai pada tataran desa.Sampai saat ini, masih terdapat perbedaan persepsi dalam menafsirkan kewenangan desa, seringnya terjadi sengketa antara kewenangan kabupaten dengan kewenangan desa serta kewenangan desa dengan pihak swasta. Direkomendasikan untuk mereviu regulasi/kebijakan tentang kewenangan desa dan melakukan sosialisasi secara intensif sampai ke tataran pelaksana dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan dan masyarakat di desa.
EVALUASI PROFIL DESA DI TIGA DESA PROVINSI JAWA BARAT Gunawan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 12 No 2 (2017): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.202 KB)

Abstract

Since the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 12 of 2007 on Guidelines for the Preparation and Utilization of Village Profile Data runs for 10 (ten) Years but the results achieved in the completion of attachments 1, 2 and 3 data Village Village Profile (prodeskel) through the website of the Ministry of Interior 2018/2017 is still low around 55.14%, on the basis of these problems so this study aims to determine the factors-fator causes low level of filling village profile, with the aim of the research then descriptive research method with qualitative approach, as well as data retrieval techniques through interview , quesioner and literature study, then the results of the data are analyzed descriptively qualitative, the sampling technique is based on case study on the uniqueness of the area and the level of filling the village profile through the website with 3 (three) criteria ie the lowest, medium and high, informant of study location determined as a source of information that is each 1 Working Group in West Java, Bandung Regency and also 3 Informant Pokja and village secretary, from the informant found the result that commitment of head of village not yet optimal, Human Resources handling village profile still less, Infrastructure Facility the number of questions and techniques of analyzing the data is still long. From the findings it can be concluded that the village apparatus has not yet committed to making the Working Group (Pokja), the village profile manager is still limited, the reach of the internet is still difficult to access, specifically for the filling of village profiles, there are still some repeated questions, the calculation of village analysis techniques has not included elements of facts in the field. abtrak Sejak Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan DanPendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan berjalan selama 10 (sepuluh) Tahun namun hasil yang dicapaiandalam pengisian lampiran 1, 2 dan 3 data Profil Desa Kelurahan (prodeskel) melalui website KementerianDalam Negeri 2018/2017 masih rendah yaitu sekitar 55,14%, atas dasar permasalahan tersebut makapenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-fator penyebab rendahnya tingkat pengisian profil desa,dengan tujuan penelitian itu maka metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta teknikpengambilan data melalui wawancara, quesioner dan studi pustaka, selanjutnya hasil data dianalisis secaradeskriptif kualitatif, teknik pengambilan sampel didasarkan pada studi kasus pada daerah yang memilikikeunikkan dan tingkat pengisian profil desa melalui website dengan 3 (tiga) kriteria yaitu terendah, sedangdan tinggi, dengan demikian maka pemilihan informan lokasi penelitian ditentukan sebagai sumberinformasi yaitu masing-masing 1 informan Pokja di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung dan serta 3informan Pokja dan sekretaris desa, dari informan tersebut ditemukan hasilnya bahwa komitmen kepala desabelum optimal, Sumber Daya Manusia yang menangani profil desa masih kurang, Sarana Prasarana belummemadai, serta banyaknya jumlah pertanyaan dan teknik menganalisa data masih panjang, dari temuantersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat desa belum berkomitmen membuat Tim Kelompok Kerja(Pokja), petugas pengelola profil desa masih terbatas, jangkauan internet masih sulit diakses, belum adapetugas dan komputer secara khusus untuk pengisian profil desa, masih terdapat beberapa pertanyaan yangberulang ulang, perhitungan teknik analisis desa belum memasukan unsur fakta di lapangan.
PENGAWASAN IMPLEMENTASI DANA DESA DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI, PROVINSI SUMATERA UTARA Gunawan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 14 No 1 (2019): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.079 KB)

Abstract

Penggunaan dana desa masih mengalami masalah, terdapat dua ratus Kepala Desa terkena operasi tangkap tangan. Atas dasar permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana pembinaan dan pengawasan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan dana desa.  Dengan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif, serta teknik pengambilan data, wawancara, kuisioner dan studi pustaka, selanjutnya hasil data dianalisis secara deskriptif kualitatif, teknik pengambilan sampel didasarkan pada studi kasus, informan dipilih berdasarkan purposive sampling, dan hasilnya bahwa dalam Pemenuhan persyaratan pemerintah daerah dalam penetapan peraturan daerah tentang jumlah desa dan rinciannya membutuhkan waktu lama sehingga waktu pencairan tahap pertama menjadi mundur, minimnya pendamping desa dan tenaga ahli pada bidang IT, dan konstruksi gedung,  jembatan, Peraturan bersama belum berjalan efektif, masing-masing kelembagaan dalam melaksanakan pengawasan berjalan sendiri-sendiri, Pemerintah provinsi tidak mengetahui aliran dana desa, Peran APIP kabupaten cukup optimal, Program Padat Karya Tunai belum dapat dilaksanakan oleh pemerintah desa. Kata kunci: Pembinaan, Pengawasan, Dana Desa, Pelaksanaan, infrastruktur  Abstract The use of village funds is still experiencing problems, there were 200 villages affected by the sting operations by the law enforcement, on the basis of these problems. This study aims to determine the extent of the supervision of the Regional Government of Serdang Bedagai in North Sumatra for the implementation of the funds allocated for the villages. This study uses a descriptive qualitative approach with purposive sampling method and using interviews, questionnaires, literature and case studies for the data collection method. The result shows that the stipulation of regional regulations regarding the number of villages and the details required a lenghty of time, resulted in the delay for the fund disbursement, the lack of village assistants and experts in the field of IT, and construction of buildings, bridges. The joint regulations had not been proven effective so far, each institution responsible to carry out supervision runs on its own, the provincial government does not know the flow of village funds, the role of the district APIP is quite optimal, the Cash Employment Solid Program cannot be implemented by the village government. Keywords: Development, Supervision, Village Funds, Implementation, infrastructure
The Development of Smart Campus System in Indonesia Hardi, Richki; Kamalrudin, Massila; Hashim, Ummi Rabah; Yana Hendriana; Gunawan; sumardi; Yustian; Sigit Sigalayan; Jack Febrian Rusdi; Agus Sasmito; Apri Junaidi; Anastasia Lidya Maukar
Mulia International Journal in Science and Technical Vol 2 No 1 (2019): August
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dependence on technology is complicated to avoid and very difficult to separate in the digital era. It impacts the education system, especially in Indonesian higher education. Higher education institutions in Indonesia have begun to implement information and communication technology-based systems within the campus environment. Encouraged from all academic communities in higher education who expect comfort so that the importance of the role of technology. Smart Campus comes as a result of a system that uses technology and the internet as an intermediary. Smart Campus is expected to be a campus that can educate students with IT-managed methods. The smart campus is a campus that combines, combines, combines, and implements teaching and learning processes using information technology. So that all systems that support the teaching and learning process also use technology. The smart campus system can be implemented starting from the new student admission system, campus academic system, online examination system, library information system, and tuition payment system. With the smart campus, the system will reduce errors in doing work. Of course, it will also reduce the costs to be incurred by the campus.
TRAFFIC LIGHT AUTOMATION BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN RF TRANSCEIVER UNTUK KENDARAAN PRIORITAS Jelif Intan; Gunawan; Isa Rosita
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Administrasi [SEMINASTIKA] Vol 2 No 1 (2019): 2nd SEMINASTIKA 2019
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan lalu lintas menjadi masalah yang sering dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Pada umumnya kepadatan lalu lintas terjadi di persimpangan lalu lintas dikarenakan antrian dari setiap arah persimpangan. Keadaan tersebut bisa sangat berbahaya bagi beberapa jenis kendaraan seperti mobil Ambukance dan pemadam kebakaran. Mobil ambulance dan pemadam kebakaran sering sekali terjebak kepadatan lalu lintas karena pengguna jalan kerap tidak peduli terhadap tata tertib lalu lintas. Pengguna jalan sering menutupi zona-zona yang tidak boleh ditempati pada persimpangan lalu lintas dan juga tidak memberi jalan kepada mobil yang sudah menyalakan sirine. Dalam permasalahan ini, penulis menggagas sebuah sistem otomasi untuk lampu-lampu lalu lintas. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan survei lapangan dan wawancara. Setelah semua data pendukung terpenuhi dilanjutkan dengan perakitan sistem otomasi menggunakan Arduino dan modul nRF24L01+ sebagai alat komunikasi antar persimpangan Untuk setiap kendaraan prioritas akan dipasang modul nRF24L01+ yang berfungsi sebagai transmitter untuk berkomunikasi dengan station sebagai receiver yang ditempatkan di setiap jalan sebelum persimpangan lalu lintas untuk mengirim informasi kepada lampu lalu lintas.
PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR BERBASIS ANDROID PADA MATERI TATA SURYA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Khosiyah, Miftianul; Gunawan
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.222 KB) | DOI: 10.33654/pgsd.v1i2.765

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media belajar berbasis android pada materi tata surya untuk siswa Sekolah Dasar, khususnya siswa kelas 6. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974) dengan 4 tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan) dan Dissemination (penyebarluasan). Hasil pengembangan media belajar berupa aplikasi android dengan format APK. Hasil penilaian dari ahli materi mencapai rata-rata 4,38 dengan kriteria ?Sangat Baik?. Hasil penilaian dari ahli media mencapai rata-rata 4,45 dengan kriteria ?Sangat Baik?. Hasil uji perorangan mencapai rata-rata 4,72 dengan kriteria ?Sangat Baik?, sedangkan hasil uji coba lapangan mencapai rata-rata 4,84 dengan kriteria ?Sangat Baik?.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa Pada Materi Besaran dan Pengukuran Yulianci, Syahriani; Gunawan; Aris Doyan; Fenny Febriyanti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : LPPM STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v9i2.236

Abstract

Gaya belajar merupakan salah salah satu cara yang biasa digunakan siswa dalam menerima atau mengolah informasi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh gaya belajar terhadap penguasaan konsep fisika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 68 siswa yang diperoleh secara purposive sampling. Subjek penelitian dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan gaya belajar masing-masing yaitu kelompok visual, kelompok auditrori, dan kelompok kinestetik. Terdapat dua data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data gaya belajar dan data penguasaan konsep fisika pada materi besaran dan pengukuran. Data gaya belajar diperoleh melalui instrument gaya belajar dengan jenis pilihan ganda berjumalah 20 butir soal. Instrumen penguasaan konsep fisika sebanyak 22 butir soal berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Anava Dua Jalur. Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa gaya belajar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penguasaan konsep fisika siswa. Hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata posttest penguasaan konsep fisika ketiga jenis gaya belajar memiliki nilai yang hampir sama.
Dampak Covid-19 Buku Sekolah beralih ke e-books di SMKN 1 Kurun Gunawan
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 3z (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 is a disease outbreak that originated in Tinongkok which spread rapidly throughout the world. Covid-19 spread in Indonesia in early March 2020. The spread of this virus caused losses to many countries, especially in the economic sector. In the field of Education, Covid-19 has also changed all school books to turn to online books / e-books so that the teaching and learning process can continue from elementary school to university level. This research is a qualitative descriptive study that describes the impact of Covid-19 from changing school books to e-books at SMKN 1 Kurun. The subjects consisted of 3 students and 2 teachers of SMKN 1 Kurun. Data collection using interviews, based on interviews, learning activities have been effective by using e-books applications as school books, the obstacles experienced are that there are still some students who do not have android-based communication tools.