Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Video Interaktif Bencana Tanah Longsor; Media Sosialisasi Bahaya Tanah Longsor untuk Remaja Hayati, Rahma; Amalia, Nadya
Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.481 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i2.29625

Abstract

Dusun Wetan Kali Desa Rahtawu merupakan daerah yang rentan terhadap longsor. Dibutuhkan peningkatan pengetahuan  masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana longsor. Sasaran dari penelitian ini adalah remaja dengan usia 13 – 19 tahun di Dusun Wetan Kali Desa Rahtawu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang tanah longsor dan tanggapan remaja tentang sosialisasi tanah longsor dengan video interaktif. Sampel penelitian ini adalah 35 remaja. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi, proses sosialisasi, tes instrumen, dan metode kuesioner. Teknik analisis data adalah teknik analisis persentase deskriptif dan perbandingan rata-rata pengetahuan menggunakan paired t-test. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan tentang bencana tanah longsor pada kelompok remaja berusia 13 – 19 tahun setelah diberikan stimulus. Stimulus yang diberikan berupa video interaktif tentang bencana tanah longsor sebagai media sosialisasi. Kategori respons remaja kelompok 13 – 19 tahun adalah “sangat positif”
MODELAMBANG BATAS FISIK DALAM PERENCANAAN KAPASITAS AREAWISATA BERWAWASAN KONSERVASI DI KOMPLEKS CANDI GEDONG SONGO KABUPATEN SEMARANG Hayati, Rahma
Jurnal Geografi Vol 7, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di area wisata budaya candi sesuai daya dukung fisik. 2. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di area wisata budaya candi sesuai daya dukung ekologis. 3. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di area wisata kemah sesuai daya dukung fisik. 4. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di areawisata kemah sesuai daya dukung ekologis. Nilai ambang batas dihitung dengan metode Douglas (1975) dalamFandeli (2001). Hasil perhitungan nilai ambang batas adalah sebagai berikut; 1. Nilai ambang batas untuk jumlahwisatawan di area wisata budaya sesuai daya dukung fisik adalah 514 orang / ha. 2. Nilai ambang batas untukjumlah wisatawan di area wisata budaya sesuai daya dukung ekologis adalah 9374 orang / ha. 3. Nilai ambang batasuntuk jumlah wisatawan di area wisata kemah sesuai daya dukung fisik adalah 3 orang / ha. 4. Nilai ambang batasuntuk jumlah wisatawan di area wisata kemah sesuai daya dukung ekologis adalah 40 orang / ha. Kata kunci: ambang batas, daya dukung fisik, daya dukung ekologi
APLIKASI PETA TEMATIK UNTUK PARIWISATA (KASUS APLIKASI PETA LOKASI DAN WAKTU TEMPUH BAGI PELAKU JASA WISATA DI KOMPLEKS CANDI GEDONG SONGO KABUPATEN SEMARANG) Hayati, Rahma
Jurnal Geografi Vol 4, No 2 (2007): July 2007
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obyek wisata Candi Gedong Songo merupakan cagar budaya/purbakala berupa candi-candi yang berjumlah 9 (sembilan) unit. Dari sembilan candi tersebut yang masih utuh hanya 5 (lima), sedangkan 4 (empat) candi yang lain berupa pondasi dan reruntuhan bangunan. Kelima kelompok bangunan yang masih berdiri letaknya terpencar, dimulai dari kelompok satu atau Gedong I yang terletak paling bawah dan berakhir dengan kelompok lima atau Gedong V yang terletak paling atas. Terdapat hambatan bagi wisatawan untuk memuaskan kunjungan wisatanya, yaitu informasi letak dan waktu tempuh yang pasti untuk menuju setiap lokasi candi. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) desain peta seperti apa yang bersifat fleksibel? 2) bagaimana cara memberikan pengetahuan mengenai cara membaca peta mengenai lokasi dan jarak tempuh candi di komplek Candi Gedong Songo kepada para pelaku jasa wisata? Tujuan penelitian untuk: 1) membuat desain peta fleksibel untuk para pelaku jasa wisata di Candi Gedong Songo, 2) memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara membaca peta lokasi dan jarak tempuh antar candi di komplek Candi Gedong Songo kepada para pelaku jasa wisata. Hasil penelitian mendapatkan desain peta yang bersifat fleksibel dicetak pada kertas ukuran A4 dengan dilapisi plastik tebal. Pengetahuan dan keterampilan mengenai cara membaca peta lokasi dan jarak tempuh antar candi di komplek Candi Gedong Songo kepada para pelaku jasa wisata dilaksanakan dengan metode ceramah dan pembimbingan. Para peserta merasa mendapat pengetahuan baru dan alat baru yang mendukung pekerjaan mereka. Kata kunci: Peta tematik, peta lokasi dan waktu tempuh
DAMPAK PERKEMBANGAN PERMUKIMAN TERHADAP PERLUASAN BANJIR GENANGAN DI KOTA SEMARANG Putro, Saptono; Hayati, Rahma
Jurnal Geografi Vol 4, No 1 (2007): January 2007
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk perkotaan akibat pertumbuhan alami dan urbanisasi, kota semakin memerlukan fasilitas-fasilitas pendukung terutama perumahan. Pembangunan perumahan selalu memerlukan lahan yang sudah ada, sehingga merubah penggunaan lahan dari non perumahan/perkarangan ke perumahan/ permukiman dan sarana jalan. dirumuskan permasalahan sebagat berikut, apakah terjadinya banjir genangan merupakan dampak dan adanya perubahan fungsi lahan dari daerah penampungan menjadi lahan permukiman?Daerah manakah yang mengalamiperubahan penggunaan lahan menjadi permukiman /terbangun antara tahun 1980 sampai tahun 2000?daerah manakah yang mengalami banjir genangan antara tahun 1980 sampai tahun 2000?. Ada beberapa tujuan penelitian ini adalah: mengetahui dampak dari pembangunan daerah permukiman terhadap perluasan banjir genangan di Kota Semarang, menganalisis penyebaran daerah permukiman dan perluasan daerah yang mengalami banjir genangan selama, periode tahun 1980 sampai tahun 2000. Dalam penelitian ini data yang diolah merupakan data sekunder dari peta peta agihan banjir dan peta-peta tata-guna lahan dari tahun 1980 dan tahun 2000 ( kisaran 20 tahunan), Variabel penelitian meliputi,tata guna lahan, luas area terbangun/Permukiman, luas Area Banjir Genangan. Teknik analisa data perkembangan permukiman dan banjir genangan di buat tabel dan di prosentasekan, selanjutnya dianalisa dengan secara diskripsi dan prosentase. Angka Pertumbuhan permukiman rata-rata dari tahun 1980 sampai 2000 sebesar  3,95 % pertahun. Angka Pertumbuhan Banjir Genangan dari tahun 1980 sampai tahun 1987 sebesar 8,41 % pertahun, sedangkan dari tahun 1987 sampai tahun 2000 sebesar 1,93 % pertahun, dan pertumbuhan rata rata pertahun dari tahun 1987 sampai tahun 2000 sebesar 4,98 %. Perkembangan yang sangat mencolok adalah luasan banjir genangan dari tahun 1980 – 1987 hanya dalam 7 tahun rata-rata pertahun mencapai 8,41%, hal tersebut disebabkan dibangunnya perumahan Tanah Mas di areal pertambakan dan pembuatan Jalan Lingkar Utara yang menghambat laju aliran air ke laut. Kata Kunci : Permukiman, banjir genangan, dampak
SINTESIS NANOPARTIKEL SILIKA DARI PASIR PANTAI PURUS PADANG SUMATERA BARAT DENGAN METODE KOPRESIPITASI Hayati, Rahma; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKSintesis nanopartikel silika telah berhasil dilakukan menggunakan metode kopresipitasi daripasir pantai Purus Padang Sumatera Barat. Hasil karakterisasi XRF menunjukkan bahwa pasir pantai Purus Kota Padang mengandungsilika sebesar 71%. Nanopartikel silika disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi, yaitu dengan cara merendam pasir dengan HCl 10M selama 12 jam, kemudian pasir direaksikan dengan NaOH 5M, 6M dan 7M. Larutan disaring kemudian dititrasi dengan HCl 10M sampai pH akhir mendekati 1. Hasil sintesis dikeringkan pada suhu 80?C selama 5 jam. Berdasarkan hasil XRD ditemukan bahwa sampel yang disintesis dengan NaOH 5M mempunyai fasa amorf, sedangkan fasa kristal ditemukan pada sampel dengan konsentrasi NaOH 6M dan 7M, dengan ukuran kristal lebih kecil dari pada 50 nm. Sampel silika memiliki bentuk dan ukuran partikel yang cukup bervariasidengan ukuran partikel antara 25 nm dan 80 nm. Kata kunci : nanopartikel silika, kristal, amorf,kopresipitasi, XRD, XRF, SEMAbstractSynthesis of silica nanoparticles has been conducted by using the coprecipitation method from Purus coast sand ofPadang West Sumatera. XRF characterization results indicate that the Purus coast sand of Padang contains71%silica. Silica nanoparticles synthesized using coprecipitation method, where the sands are soaked in 10M HCl for 12 hours, then the sands are reacted with NaOH 5M, 6M and 7M. The solution is then filtered and titrated with 10M HCl until pH about 1 is reached. Synthesis results is dried at a temperature of 80 ?C for 5 hours. XRD result show that the samples which were synthesized with NaOH 5M has an amorphous phase, while the crystalline phase was found in the samples with concentrations of 6M and 7M NaOH, with crystalline sizes less than 50 nm. Samples of silica have various particlesshape that are from 25 nm to 80 nm. Keywords: silica nanoparticles, crystalline, amorphous, coprecipitation, XRD, XRF, SEM 
POLA PERJALANAN KERJA PEDAGANG SAYURAN (KASUS PADA WANITA PEDAGANG SAYURAN DI PASAR UNGARAN KABUPATEN SEMARANG) Hayati, Rahma
Forum Ilmu Sosial Vol 35, No 1 (2008): June 2008
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v35i1.1301

Abstract

Women participation at public sectors are more and more large. Those cases are happened at rural andurban area. The public sector which gives much opportunities for women to do is trade sector, because thissector is not too require specifically for skill and the allocation time for this sector is flexible. The questionsin this research are: 1) where are the vegetable women trader come from? 2) where are the vegetablecommodities come from? 3) are side destination by vegetable women trader beside to the market? 4) whatare the facility of transportation used by vegetable women trader? 5) how are the pattern of the work tripsformed? The result of this research are: 1) the area origin from vegetable women trader at Ungaran Marketare Semarang Regency (70.36%), Semarang City ( 25.95%) and Salatiga City (3.70%); 2) the area originfrom vegetable commodities are Semarang Regency (Sumowono, Ambarawa, Ungaran, Getasan), andSemarang City (Gunungpati, Mijen, dan Banyumanik); 3) the transportation infrastructure and facilitiesto service vegetable women trader to do to Ungaran Market are enough; 4) the time allocation from thevegetable women trader’s work trips are 8 – 13 hours; 5) the pattern of vegetable women trader’s worktrips at Ungaran Market are 6 (six) types.Keywords : Women trader, pattern of work trips
MODEL AMBANG BATAS FISIK DALAM PERENCANAAN KAPASITAS AREA WISATA BERWAWASAN KONSERVASI DI KOMPLEKS CANDI GEDONG SONGO KABUPATEN SEMARANG Hayati, Rahma
Jurnal Geografi Vol 10, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study have the following objectives: 1. Knowing the threshold value oftourist numbers in temple cultural tourism area according to physical carryingcapacity, 2. Knowing the threshold value of tourist numbers in temple culturaltourism area according to ecological carrying capacity, 3. Knowing the thresholdvalue of tourist numbers limitation in camp area according to physical carryingcapacity, as well as, 4. Knowing the threshold value of tourist numbers in camparea according to ecological carrying capacity. The threshold values calculatedby the Douglas method (1975) in Fandeli (2001). The results of the thresholdvalues calculation are as follows: 1. The threshold value of tourist numbers incultural tourism area according to physical carrying capacity is 514 people /acres, 2. threshold value of tourist numbers in cultural tourism area according toecological carrying capacity is 9,374 people / acres, 3. threshold value of touristnumbers in camp area according to physical carrying capacity is 3 persons /acres, and 4. threshold value tourist numbers in camp area according toecological carrying capacity is 40 people / acres.
DAYA SAING WILAYAH DAN SEKTOR UNGGULAN SEBAGAI PENENTU PUSAT PERTUMBUHAN BARU ORDE II DI KABUPATEN PURWOREJO Robingatun, Robingatun; Hayati, Rahma; Indrayati, Ariyani
Geo-Image Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan  daya  saing  wilayah  menjadi  salah  satu  faktor  dalam  pengembangan (ekonomi) wilayah.  Daya saing wilayah merupakan kemampuan ekonomi dan masyarakat lokal (setempat) untuk memberikan peningkatan standar hidup bagi warga penduduknya. Dengan sektor unggulan  sebagai  tolak  ukur  untuk  daya  saing  wilayah.  Sektor  unggulan  adalah  sektor  yang memiliki keunggulan dan kemampuan yang tinggi sehingga bisa dijadikan harapan pembangunan ekonomi.  Untuk  menentukan  hirarki  kota  di  Kabupaten  Purworejo.  Penelitian  ini  bertujuan mengetahui  hirarki  kota  dan  tercapainya  fungsi  pusat-pusat  pertumbuhan  baru,  potensi  sektor unggulan  serta  daya  saing  wilayah  dan  menentukan  arahan  pusat-pusat  pertumbuhan  baru  di Kabupaten  Purworejo.  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  analisis  deskriptif  dengan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data sekunder. Dengan menggunakan metode Analisis Hirarki  Pelayanan  menggunakan  teknik Scalograme,  sedangkan  Analisis  Sektor  Unggulan menggunakan teknik Location Quotiont (LQ), Analisis Laju Pertumbuhan menggunakan teknik Shift Share.  Objek  penelitian  ini  adalah  kelengkapan  fasilitas  dan  sektor  unggulan  di  Kabupaten Purworejo.  Populasinya  adalah  semua  wilayah  kecamatan  di  Kabupaten  Purworejo.  Variabel dalam penelitian ini adalah fasilitas pelayanan dan sektor unggulan tiap kecamatan di Kabupaten Purworejo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudah terdapat kesesuaian antara hirarki dan fungsin kota. Arahan untuk  pusat pertumbuhan baru  berorde II di Kabupaten Purworejo ada di empat  kecamatan  yaitu Kecamatan  Banyuurip,  Kecamatan  Pituruh,  Kecamatan  Bruno  dan Kecamatan Bayan. Increasing the  competitiveness  of the  region to  be  one  factor in  the development  of (economic) territory. The competitiveness of the region and the economic capacity of the local community (local) to provide improved living standards for the citizens of its population. With the seed sector as a benchmark for the regions competitiveness. Dominant sector is the sector that has its advantages and capabilities that can be used as a high expectation of  economic  development. To  determine the hierarchy  of cities in Purworejo  Regency This study aims to determine the hierarchy of the city and the achievement of the function of new growth centers , the potential of leading sectors and the competitiveness of the region and determine the direction of new growth centers in Purworejo. The method used is descriptive analysis with a quantitative approach to the processing of secondary data . By using the method Hierarchy Analysis Services using Scalograme techniques , while using techniques Sector Analysis Featured Location Quotiont ( LQ ) , Growth Analysis using shift share techniques . Object of this study is complete facilities and leading sectors  in Purworejo. The population  is all  districts in Purworejo. The variables in this study are superior sector and service facilities in every district Purworejo . The result is an accordance with the hierarchy and function of cities . Referrals to the center of the new growth of order II in Purworejo in four districts , namely Banyuurip , Pituruh , Bayan and Bruno
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN PUBLIK PASCA PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN SRAGI – KECAMATAN SIWALAN KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2001-2012 Dian Maulida, Fadhila; Hayati, Rahma
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan ketersediaan pelayanan dan daya layan fasilitas pelayanan publik di daerah otonom baru Kecamatan Siwalan dengan daerah induk Kecamatan Sragi serta mengkaji tingkat aksesibilitas masyarakat Sragi dan Siwalan terhadap fasilitas pelayanan publik pasca pemekaran kecamatan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survai. Objek dalam penelitian ini yaitu ketersediaan pelayanan publik dan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan tersebut. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Guttman Scalling Methods,  A range of good and threshold dari Christaller dan acuan pembanding SNI 03-1733-2004, rumus Gravitasi, serta aturan Sturgess. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesenjangan ketersediaan fasilitas, daya layan fasilitas, dan aksesibilitas terhadap pelayanan publik, dimana Kecamatan Sragi lebih baik dibandingkan dengan Kecamatan Siwalan  The aim of this research was to compare the service availability and the service ability of public service facilities in the new autonomous area, Siwalan subdistrict, with the main area, Sragi subdistrict, and also to analyze accessibility index of Sragi and Siwalan society focusing on public service facilities after subdistrict expansion. The research approach was descriptive quantitive using survey methods. The object of this research was evaluation of public service availability and society accessibility index toward the facilities. The data analysis technique of this research using Guttman Scalling Methods, A range of good and threshold from Christaller, and reference of comparison SNI 03-1733-2004, Gravity Formula, also Sturgess rule. The research result indicated discrepancies between both of the subdistrict including service availability, service ability, and accessibility toward public service, where Sragi subdistrict is better than Siwalan Subdistrict.  
PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN TEGAL PROVINSI JAWA TENGAH Sollahudin, Yanuar Eka; Hayati, Rahma; Indrayati, Ariyani
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract