Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS KEGAGALAN PROSES INSULASI PADA PRODUKSI AUTOMOTIVE WIRES (AW) DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA PT JLC Hasbullah, Hasbullah; Kholil, Muhammad; Santoso, Dwi Aji
SINERGI Vol 21, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.434 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2017.3.006

Abstract

FMEA (Failure Mode Effect Analysis)  adalah metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kemungkinan  kegagalan  pada proses, fungsi  dan design produk  sehingga diketahui penyebab dan  akibatnya  untuk meningkatkan mutu dan reliabilitas produk. Kegagalan proses insulasi pada proses produksi AW (Automotive Wire) mengganggu kinerja produksi PT JLC.  FMEA  digunakan untuk mengidentifikasi dan mencegah potensi kegagalan proses insulasi pada produksi produk AW (Automotive Wire) di PT JLC . FMEA diulas oleh banyak riset sebagai metode efektif dan dijadikan format standar yang digunakan oleh industri otomotif dalam membuat daftar potensi kegagalan sehingga dapat mengetahui penyebab, dampak dan tindakan pencegahan dalam mengatasinya. FMEA menyediakan metode dalam membuat daftar potensi kegagalan produk AW (Automotive Ware) melalui penilaian kuantitatif dengan kriteria  tiga aspek yaitu Tingkat kemungkinan frekwensi terjadi kegagalan (O=Occurence), Tingkat resiko akibat kegagalan (S=Severity) dan Tingkat kemungkinan bisa dideteksi (D=Detection). Dari hasil perhitungan dan analisis FMEA maka dihasilkan daftar urutan prioritas potensi kegagalan  proses insulasi melalui perhitungan pada tiga aspek Occurence (O), Severity (S) dan Detection (D) disertai kemungkinan penyebab, dampak dan solusinya. Dua potensi kegagalan terbesar adalah Ketidaksesuaian warna (terlau tua atau muda), marking tidak tercetak jelas dan permukaan insulasi yang kasar. FMEA  mampu mengidentifikasi penyebab, dampak dan  pencegahan untuk mengantisipasi kegagalan tersebut.
FORMULASI STRATEGI PEMASARAN MARCKS’ VENUS DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PRODUK KOSMETIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT, IE DAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM) Nurzanah, Dwi Anggrayana; Rimawan, Erry; Kholil, Muhammad
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 2, No 2 (2015): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.2.2.29-38

Abstract

Industri kosmetik merupakan salah satu industri yang memiliki prospek yang cerah dan memberikan peluang pasar yang cukup luas dan besar. Terbukti dengan semakin tumbuh dan berkembangnya industri kosmetik sejalan dengan peningkatan kebutuhan dan keinginan terhadap kecantikan diri serta perubahan gaya hidup masyarakat sekarang ini. Ketatnya persaingan dalam industri kosmetik mengharuskan perusahaan mampu menyusun strategi dalam bersaing untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu memformulasikan strategi pemasaran yang tepat yang dapat digunakan oleh perusahaan agar produk Marcks’ VENUS semakin kuat dalam menghadapi persaingan bisnis dan mampu unggul dalam persaingan dan memberikan saran/rekomendasi alternatif strategi yang tepat untuk perusahaan. Penelitian ini menggunakan matriks Internal Eksternal (IE), Matriks Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Matrik IE dan SWOT digunakan untuk perencanaan alternatif strategi sedangkan matrik QSPM digunakan untuk penentuan strategi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat diterapkan yaitu penetrasi pasar, pengembangan produk dan integrasi horizontal. Prioritas strategi dengan nilai Total Attractive Score tertinggi adalah mempertahankan kualitas, mutu, dan kehalalan kosmetik bahan-bahan yang digunakan dan meningkatkan kualitas produk Marcks’ VENUS.
ANALISIS INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN TERMINAL LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG) DI LABUAN MARINGGAI BERDASARKAN ANALISA BEBAN MODAL Sinaga, Lebinner; Kholil, Muhammad
SINERGI Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.813 KB)

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan energi gas bumi tidak terlepas dari kondisi makro ekonomi di Indonesia. Dampak yang paling besar adalah dengan semakin berkembangnya sektor industri dalam negeri terutama di wilayah Jawa Barat dan Lampung, maka kebutuhan gas di wilayah ini meningkat untuk masa mendatang.Kondisi ini oleh PGN harus disikapi dengan serius dikarenakan kemampuan supply untuk gas saat ini tidak bisa untuk memenuhi kenaikan gas di masa mendatang yaitu sekitar 44% kenaikan kebutuhan gas. Saat ini PGN untuk wilayah Jawa Barat dan Lampung hanya mampu untuk mensupply sekitar 590 MMscfd, dengan target PGN untuk sepuluh tahun mendatang yaitu 1000 MMscfd, maka terjadi defisit supply gas sekitar 410 MMscfd. Dalam mencapai target supply gas yang telah ditetapkan yaitu 1000 Mmscfd dikarenakan terbatasnya pasokan gas dari sumber gas, maka PGN akan melakukan terobosan baru dengan keluar dari konsep supplay gas konvesional yakni dengan menggunakan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas  (LNG). Dengan konsep ini, maka pasokan gas menjadi tidak terbatas, karena dapat didatangkan dari berbagai tempat ataupun dari negara lain. Dalam mendatangkan gas alam cair ini, dibutuhkan suatu stasiun penerima gas yang biasa disebut LNG Receiving yang penempatannya dengan berbagai pertimbangan dipilih di darat (onshore). Pembangunan terminal LNG ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan supply gas PGN. Pembangunan terminal LNG ini diperlukan satu arahan secara economical value. Dengan menggunakan metode Nilai Sekarang Bersih (NSB), Nilai Tahunan Bersih (NTB), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) maka proyek Pembangunan Terminal LNG ini layak untuk dilaksanakan.
ANALISA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PENENTUAN CAIRAN ANTISEPTIK TANGAN YANG TERBAIK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus: Laboratorium Mikrobiologi PT. Sandoz Indonesia) Hariwan, Peggy; Kholil, Muhammad; Gadissa, Ade Arviani Nurul
Jurnal PASTI Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antiseptik merupakan zat yang biasa digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme yang hidup di permukaan tubuh. Umumnya cuci tangan yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi menggunakan sabun cair tangan lalu dilanjutkan dengan cairan antiseptik yang terpisah. Selama ini tidak ada standar khusus penggunaan sabun cuci tangan dan bahan antiseptik apa saja yang digunakan. Penentuan alternatif penggunaan bahan antiseptik dilakukan secara instan, hanya berdasarkan teknik coba-coba dan intuisi dari pengguna sehingga hasilnya bukan merupakan suatu penyelesaian yang terbaik. Hingga saat inii perusahaan sulit untuk  menentukan jenis produk antiseptik tangan mana yang terbaik yang beredar di pasaran yang dapat digunakan di laboratorium mikrobiologi. Untuk mengatasi masalah pengambilan keputusan terutama masalah penentuan prioritas ini penulis memutuskan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai salah satu metode pengambilan keputusan yang memiliki potensi pengembangan dan metode yang dapat mengetahui kinerja dari produk alternatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gel antiseptik yang terbaik dilihat dari segi efektifitas antimikroba, kekentalan, harga, ketersediaan serta wangi dan kelembutan yang di miliki oleh masing-masing antiseptik adalah antiseptik C.Kata kunci: Pengambilan Keputusan, AHP, Alternatif, Antiseptik gel
PERENCANAAN PERAWATAN MESIN OKUMA HJ 28 DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA BAGIAN SERVICE ENGINEER Nurato, Nurato; Kholil, Muhammad; Joko S., Joko
Jurnal PASTI Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Okuma HJ 28 merupakan jenis mesin bubut (CNC Lathes). Permasalahan yang ada saat ini terdapat downtime penyebab berhentinya proses produksi serta pembengkakan biaya perawatan sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan serta belum adanya perencanaan perawatan dengan sistem preventive maintenance. Pada penelitian ini diarahkan pada mengetahui penyebab kegagalan fungi sistem pada mesin Okuma HJ 28 dan mengetahui bagaimana sistem pemeliharaan mesin Okuma bekerja. Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan proses yang digunakan untuk memutuskan jenis perawatan serta pengetesan apa yang dibutuhkan oleh suatu sistem agar sistem tersebut dapat terus berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh pengguna untuk bekerja sesuai dengan konteks operasinya. RCM yang digunakan pada penelitian ini memiliki 3 alat pengambilan keputusan utama yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), diagram pengambilan keputusan RCM dan tabel pengambilan keputusan RCM.Hasil yang didapatkan dari penerapan metode penelitian ini berupa interval perawatan shiftly maintenance, monthly maintenance dan three months maintenance. Jenis perawatan yang dilakukan adalah perawatan pencegahan, perawatan prediksi serta tidak ada perawatan (no scheduled maintenance). Perawatan pencegahan dilakukan untuk kegagalan sistem yang telah diketahui metode penyelesainnya, sedangkan predictive maintenance dilakukan untuk sistem yang telah diketahui metode untuk memprediksi kegagalan sistem dan no scheduled maintenance dilakukan pada kegagalan sistem yang belum diketahui metode penyelesaiannya.Kata kunci: CNC Lathes, RCM, FMEA, Predictive Maintenance
IMPLEMENTASI LEAN SIX SIGMA DALAM PENINGKATAN KUALITAS DENGAN MENGURANGI PRODUK CACAT NG DROP DI MESIN FINAL TEST PRODUK HL 4.8 DI PT. SSI Kholil, Muhammad; Pambudi, Tri
Jurnal PASTI Vol 8, No 1 (2014): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini persaingan di industri elektronik termasuk industri manufakturing sangat ketat. Tingginya pertumbuhan di industri ini adalah salah satu alasan mengapa persaingan begitu ketat. Biaya murah adalah kunci sebagai salah satu keunggulan bersaing untuk memenangkan kompetisi. PT. Sharp Semiconductor Indonesia sebagai salah satu perusahaan global Jepang juga terus meningkatkan keunggulan bersaing dengan melakukan perbaikan terus menerus. Metode yang dipergunakan adalah lean six sigma. Metode Lean Six Sigma mencoba menggabungkan antara konsep Lean Manucaturing dengan Six Sigma. Six Sigma sendiri menggunakan urutan proses define, measurement, analisis, improvement dan control (DMAIC) dalam menyelesaiakan masalah. Konsep Lean Manufacturing dimasukkan dalam tahap define. Hologram Laser 4.8 (HL 4.8) adalah salah satu produk komponen elektronik yang umum di pakai secara luas di produk elektronik, seperti pembaca CD/DVD, Blue ray, pembaca barcode, serat optic, dan sebagainya. Di PT SSI, produktifitas produk ini adalah salah satu yang tidak bisa memenuhi target manajemen perusahaan. Yield produksi hanya 92.17% dari target manajemen 98.8%. Level nilai sigma juga hanya pada level 1,4482 dan prosentase NG Drop hanya 0,62% sepanjang Januari-Desember 2013. Perbaikan dilakukan dengan Lean Six Sigma, yield produksi naik dari 92,17% ke 99,88%. Level Sigma naik dari 1,4482 to 2,9730. Prosentase produk cacat NG Drop turun dari 0,62% to 0,036%. Kata kunci: DMAIC, Lean Six Sigma, NG Drop, Yield
ANALISA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PENENTUAN CAIRAN ANTISEPTIK TANGAN YANG TERBAIK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus: Laboratorium Mikrobiologi PT. Sandoz Indonesia) Hariwan, Peggy; Kholil, Muhammad; Gadissa, Ade Arviani Nurul
Jurnal PASTI Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antiseptik merupakan zat yang biasa digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme yang hidup di permukaan tubuh. Umumnya cuci tangan yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi menggunakan sabun cair tangan lalu dilanjutkan dengan cairan antiseptik yang terpisah. Selama ini tidak ada standar khusus penggunaan sabun cuci tangan dan bahan antiseptik apa saja yang digunakan. Penentuan alternatif penggunaan bahan antiseptik dilakukan secara instan, hanya berdasarkan teknik coba-coba dan intuisi dari pengguna sehingga hasilnya bukan merupakan suatu penyelesaian yang terbaik. Hingga saat inii perusahaan sulit untuk  menentukan jenis produk antiseptik tangan mana yang terbaik yang beredar di pasaran yang dapat digunakan di laboratorium mikrobiologi. Untuk mengatasi masalah pengambilan keputusan terutama masalah penentuan prioritas ini penulis memutuskan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai salah satu metode pengambilan keputusan yang memiliki potensi pengembangan dan metode yang dapat mengetahui kinerja dari produk alternatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gel antiseptik yang terbaik dilihat dari segi efektifitas antimikroba, kekentalan, harga, ketersediaan serta wangi dan kelembutan yang di miliki oleh masing-masing antiseptik adalah antiseptik C.Kata kunci: Pengambilan Keputusan, AHP, Alternatif, Antiseptik gel
MINIMASI WASTE DAN USULAN PENINGKATAN EFISIENSI PROSES PRODUKSI MCB (MINI CIRCUIT BREAKER) DENGAN PENDEKATAN SISTEM LEAN MANUFACTURING (DI PT SCHNEIDER ELECTRIC INDONESIA) Kholil, Muhammad; Mulya, Rudini
Jurnal PASTI Vol 8, No 1 (2014): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Schneider Electric Indonesia adalah sebuah perusahaan manufacturing yang berhubungan dengan produksi peralatan elektronik contohnya seperti MCB, MCCB, dan ACB. Kesempatan untuk meningkatkan performa produksinya dalam rangka meningkatkan profit perusahaan dapat dilakukan dengan usaha mengurangi biaya, meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu pengiriman ke konsumen. Untuk mencapai objektif tersebut, maka perusahaan wajib mengetahui aktivitas mana yang memungkinkan peningkatan value-added pada produk (produk/jasa), pengurngan akyivitas yang tidak perlu (waste), dan pemangkasan waktu produksi. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu pendekatan Lean Manufacturing. Tujuan dari penelitian ini adalah PT Schneider Electric Indonesia memperkirakan kenaikan rasio value added terhadap waste apabila diterapkan lean strategy. Pemahaman mengenai kondisi perusahaan dijelaskan secara umum melalui pemetaan Big Picture Mapping, Seven Waste Tool, yang nantinya juga akan dijelaskan alur kerja menggunakan Value Stream Analysis Tool. Saran perbaikan akan dilakukan menggunakan FMEA (Failure Mode Effectand and Analysis) untuk mengurangi waste pada proses produksi Refrigerator. Berdasarkan data yang diperoleh, ada tiga waste terbesar yang mengurangi prdouktivitas yaitu transportasi 18%, waiting process (16,5%), dan inventory (15,3%).  Ketika nilai rata-rata waste dikalikan dengan factor of mapping, maka akan didapatkan detil mengenai dominant Mapping Tools Process Activity Mapping (31.2%), Supply Chain Response Matrix (21.0%), Production Variety Funnel (18, 2%), Quality Filter Mapping (5.6%), Demand Amplification Mapping (3.7%), Decision Point Analysis (11.5%) dan Physical Structure (3.7%). Setelah dibuat pemetaan future state, maka perhitungan value added activity 46%, Non Value Added tapi merupakan aktivitas yang dibutuhkan Necessary adalah 49%, Non Value Added adalah 5% dan Value Added to waste Ratio adalah 75%.Kata Kunci: Lean Manufacturing, Seven Waste, Value Stream Analysis Tool, FMEA
PERENCANAAN PERAWATAN MESIN OKUMA HJ 28 DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA BAGIAN SERVICE ENGINEER Nurato, Nurato; Kholil, Muhammad; Joko S., Joko
Jurnal PASTI Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Okuma HJ 28 merupakan jenis mesin bubut (CNC Lathes). Permasalahan yang ada saat ini terdapat downtime penyebab berhentinya proses produksi serta pembengkakan biaya perawatan sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan serta belum adanya perencanaan perawatan dengan sistem preventive maintenance. Pada penelitian ini diarahkan pada mengetahui penyebab kegagalan fungi sistem pada mesin Okuma HJ 28 dan mengetahui bagaimana sistem pemeliharaan mesin Okuma bekerja. Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan proses yang digunakan untuk memutuskan jenis perawatan serta pengetesan apa yang dibutuhkan oleh suatu sistem agar sistem tersebut dapat terus berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh pengguna untuk bekerja sesuai dengan konteks operasinya. RCM yang digunakan pada penelitian ini memiliki 3 alat pengambilan keputusan utama yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), diagram pengambilan keputusan RCM dan tabel pengambilan keputusan RCM.Hasil yang didapatkan dari penerapan metode penelitian ini berupa interval perawatan shiftly maintenance, monthly maintenance dan three months maintenance. Jenis perawatan yang dilakukan adalah perawatan pencegahan, perawatan prediksi serta tidak ada perawatan (no scheduled maintenance). Perawatan pencegahan dilakukan untuk kegagalan sistem yang telah diketahui metode penyelesainnya, sedangkan predictive maintenance dilakukan untuk sistem yang telah diketahui metode untuk memprediksi kegagalan sistem dan no scheduled maintenance dilakukan pada kegagalan sistem yang belum diketahui metode penyelesaiannya.Kata kunci: CNC Lathes, RCM, FMEA, Predictive Maintenance
ANALISIS SYISTEM METODOLOGI DAN FILSAFAT HUKUM ISLAM (Analisis Terhadap Pemikiran Jasser Auda) Kholil, Muhammad
AL ULUM : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Keislaman Vol 5 No 1 (2018): Jurnal pendidikan, penelitian dan pemikiran keislaman
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.775 KB)

Abstract

The development and changes of social society is increasingly complex, ranging from social problems, humanities and even legal issues often appear and sometimes make it difficult for the community in determining its status. Therefore, the issue needs intelligence and sharpness of sensitivity or high and sensitive to the situationand conditions, then it be able to reduce the problem of conflict. It takesthinkers and scholars contemporary who are able to provide insight to solve a problem. The maqasid al-syariah described abstract although there are already Islamic thinkers who try to explain maqasud al-syariah in terms of theory and methodology, but still "grope". This is natural,maqasid al-syariah seeks to change the way of thinking of the classical scholars and still includedthe norms of the basic philosophical values. it is need for further Muslim thinkers to contribute their thoughts of a more systematic maqasid al-syriah creation, is a shift paradigm from the old maqasid to the new maqasid. The old maqasid emphasizes on protection (protection) more and perservation.New maqasid emphasizes more on devolopment (development) and righ (right). Welfareof the childs soul protection (hifdzu al-nafs).