I Made Kirna
Universitas Pendidikan Ganesha, Jl. Udayana Singaraja

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN KONTEN ONLINE UNTUK MENDUKUNG BLENDED LEARNING PADA PERKULIAHAN KIMIA KUANTUM DASAR Kirna, I Made
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN JUNI 2014, TH. XXXIII, NO. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.95 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.2146

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji karakteristik konten online yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan karakteristik kajian Kimia Kuantum Dasar; dan (2) mengembangkan konten online yang valid dan memenuhi persyaratan practicality untuk mendukung Blended Learning (BL) di Jurusan Pendidikan Kimia UNDIKSHA. Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurdik Kimia Semester 3 dan 5 serta dosen Jurusan Pendidikan Kimia UNDIKSHA. Data yang dibutuhkan adalah gaya belajar, respons mahasiswa, masukan mahasiswa dan dosen terhadap karakteristik konten online dan pengelolaan BL. Berdasarkan hasil kajian karakteristik mahasiswa dan kajian Kimia Kuantum Dasar dikembangkan konten online yang telah memenuhi persyaratan validitas dan practicality untuk mendukung BL. Kata Kunci: konten online, blended learning, pembelajaran kimia
DETERMINASI PROPOSISI PEMBELAJARAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SINKRONISASI KAJIAN MAKROSKOPIS DAN SUBMIKROSKOPIS Kirna, I Made
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43, No 3 (2010): Oktober 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.429 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i3.120

Abstract

Tujuanpenelitian adalah mengkaji proposisi atau prinsip-prinsip pembelajaran pengembanganpemahaman konsep kimia bagi pemelajar pemula yang dilandaskan pada hakikat kajian kimia danhakikat sains. Dua model pembelajaran sinkronisasi makroskopis dan submikroskopismenggunakan pendekatan inkuiri (inkuiri terstruktur dan siklus belajar) diimplementasikan dandikomparasikan dengan pembelajaran konvensional pada kompetensi dasar kimia di SMP. Implemetasipembelajaran di atas juga mencermati pengaruh gaya belajar siswa terhadap efektivitaspembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa SMPN 6 Singaraja kelas VII tahun akademik 2009/2010 sebanyak 115 orang. Objek penelitian adalah aktivitas siswa dan pemahaman konsep. Hasiluji ANOVA faktorial menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kelompok model dangaya belajar verbal-visual terhadap skor pemahaman konsep kimia. Hasil uji juga menunjukkanada interaksi antara model dan gaya belajar verbal-visual. Elaborasi hasil penelitian menemukanenam proposisi yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam merancang pembelajaran pengembanganpemahaman konsep bagi pemelajar kimia pemula.Kata-kata kunci: pendekatan inkuiri, pemahaman konsep, visualisasi, multimedia interaktif,gaya belajar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE PENELITIAN PENDIDIKAN DENGAN ADDIE MODEL Tegeh, I Made; Kirna, I Made
Jurnal IKA Vol 11, No 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v11i1.1145

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) langkah-langkah pengembangan bahan ajar metode penelitian pendidikan dengan model ADDIE, dan (2) hasil uji coba bahan ajar metode penelitian pengembangan pendidikan. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE Model (analyze, design, development, implementation, evaluation). Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil uji ahli isi mata kuliah menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kualifikasi cukup baik. Ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran menilai bahan ajar berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan bahan ajar berada pada kualifikasi cukup. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar berkualifikasi baik.Kata-kata kunci: bahan ajar, pengembangan, ADDIE Model
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Dewi, Luh Putu Purnama; Santyasa, I Wayan; Kirna, I Made
Thinking Skills and Creativity Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.688 KB) | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20331

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perbedaan kemampuan berpikir kritis (KBK) dan sikap ilmiah (SI) antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model pembelajaran langsung (PL) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan berpikir kritis  (KBKA) awal dan sikap ilmiah awal (SIA), (2) perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, (3) perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasinya adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 252 orang. Sampel penelitian dipilih secara simple random untuk menentukan 2 kelas, yang selanjutnya dirandom kembali untuk menentukan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran STM dan yang lain pembelajaran PL. Data KBK dikumpulkan dengan tes dan data SI dengan kuesioner baik di awal maupun di akhir eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANCOVA. Setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan KBK dan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK dan SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (2) Terdapat perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (3) Terdapat perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan siswa yang belajar dengan model. SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. Kata kunci: Model Sains Teknologi Masyarakat, Kemampuan Berpikir Kritis, Sikap Imiah
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF KIMIA KOLOID BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK SISWA SMA Padmanaba, I Ketut Gede; Kirna, I Made; Sudria, I.B. Nyoman
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v2i1.14126

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif kimia koloid berbantuan komputer untuk siswa SMA. Penelitian pengembangan ini terdiri dari dua tahap pokok, yaitu 1) tahap pembuatan prototipe multimedia pembelajaran interaktif (tahap I), serta 2) tahap validasi dan uji coba produk (tahap II). Tahap pembuatan prototipe multimedia pembelajaran interaktif menggunakan model pengembangan menurut Luther yang terdiri dari tahap concept, design, meterial collecting, assembly, testing dan distribution. Validasi dan uji coba produk merujuk pada evaluasi formatif yang terdapat pada model pengembangan Dick and Carey. Subjek pada tahap validasi meliputi 1 orang dosen sebagai ahli isi, 1 orang dosen sebagai ahli media, 1 orang guru selaku praktisi, serta 3 orang siswa untuk uji coba perorangan dan 20 orang siswa untuk uji kelompok kecil. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli isi, media pembelajaran interaktif sistem koloid mendapat skor rata-rata 4,76 atau tergolong ke dalam kriteria sangat baik. Sementara itu, hasil validasi oleh ahli media dan praktisi masing-masing memperoleh skor rata-rata 4,19 dan 3,82 dimana tergolong ke dalam kriteria baik. Berdasarkan hasil uji coba produk yang dilakukan, baik uji perorangan maupun uji kelompok kecil dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran kimia interaktif sistem koloid mendapat dukungan positif dari siswa.
Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Multimedia untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kimia Muthoharoh, Munifatun; Kirna, I Made; Indrawati, Gusti ayu
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12805

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar kimia siswa kelas X MIA 3 SMA N 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Masalah lain yang muncul berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti adalah kurangnya motivasi siswa dalam pembelajaran kimia. Salah satu penyebab rendahnya motivasi siswa adalah keterbatasan penggunaan media dalam proses kegiatan belajar mengajar. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa melalui penerapan LKPD berbasis mutimedia. Guna mencapai tujuan tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart. Sbjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 3 SMAN 4 Singaraja. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, tes dan observasi. Instrumen penelitian berupa lembar angket motivasi dan lembar observasi yang dianalisis dengan teknik kualitatif dan dari hasil tes penguasaan konsep yang dianalisis dengan teknik kuantitatif yang dipresentasekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan LKPD berbasis multimedia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa kelas X MIA 3  SMAN 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Peningkatan tersebut dapat diketahui dari hasil rata-rata pretest sebelum tindakan dilakukan adalah 45,77 dengan jumlah siswa yang mencapai nilai batas ketuntasan minimal  adalah 7,69%, mengalami peningkatan pada siklus I yakni hasil rata-rata tes penguasaan konsep pada siklus I adalah 85,38 dengan jumlah siswa yang mencapai nilai batas ketuntasan minimal  adalah 87,18%. Pada siklus II, hasil rata-rata penguasaan konsep meningkat menjadi 90,38 dengan persentase jumlah siswa yang nilanya diatas kriteria ketuntasan minimal sebesar 92,31%.
Model Demonstrasi Interaktif Berbantuan Multimedia dan Hasil Belajar IPA Aspek Kimia Siswa SMP Wijaya, I Komang Wisnu Budi; Kirna, I Made; Suardana, I Nyoman
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 45, No 1 (2012): April, 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.17 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v45i1.1788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengaruh penggunaan model demonstrasi interaktif terhadap hasil belajar siswa dan (2) mendeskripsikan profil pemahaman konsep kimia siswa. Jenis penelitian ini termasuk penelitian semu (Quasi Experiment). Penelitian ini didesain dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa SMP kelas VII SMP N 2 Singaraja tahun ajaran 2011/2012. Objek penelitian adalah hasil belajar siswa dan profil pemahaman konsep kimia. Siswa kelompok eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran demonstrasi interaktif berbantuan multimedia sedangkan siswa kelompok kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan teknik analisis ANAKOVA satu jalur dan data profil pemahaman konsep siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan Model Demonstrasi Interaktif berbantuan multimedia lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Langsung dan (2) profil pemahaman konsep kimia untuk aspek submikroskopis dan simbolik pada siswa kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa di kelompok kontrol. Kata-kata Kunci: demonstrasi interaktif, multimedia, hasil belajar kimia siswa pemula
PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL KIMIA BAGI PEBELAJAR PEMULA Kirna, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pemahaman konseptual kimia merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran kimia, lebih-lebih bagi pebelajar kimia pemula. Artikel ini merupakan gagasan untuk mengembangkan pemahaman konseptual kimia yang berlandaskan pada karakteristik kajian kimia yang terdiri dari tiga aspek, yaitu makroskopis, submikroskopis, dan simbol. Refleksi historis perkembangan ilmu kimia, karakteristik kajian kimia, dan elaborasi temuan-temuan penelitian pembelajaran kimia dijadikan basis kajian untuk memperoleh suatu gagasan desain pembelajaran kimia bagi pebelajar pemula yang dapat memfasilitasi belajar bermakna dan mendorong pemahaman yang dapat diaplikasikan. Hasil kajian medorong pada suatu desain pembelajaran spesifik kimia menggunakan pendekatan inkuiri yang mensikronisasi kajian makroskopis, submikroskopis, dan simbol. Pembelajaran pengembangan pemahaman konseptual kimia semestinya menggunakan fenomena nyata yang bervariasi yang dijadikan konteks untuk memahami esensi kajian kimia yang sifatnya submikroskopis.
PEMANFAATAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL SIKLUS BELAJAR PADA TOPIK ASAM-BASA Kirna, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini betujuan mengkaji perbedaan hasil belajar kimia pada topik asam-basa pada pembelajaran menggunakan model siklus belajar antara yang berbantuan multimedia dan non-multimedia. Multimedia yang digunakan dalam pembelajaran adalah multimedia interaktif yang mengandung kajian kimia, baik aspek makroskopis, submikroskopis dan simbol. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IA 1 dan XI IA 3 SMA Negeri 1 Gianyar tahun akademik 2011/2012. Data utama penelitian adalah hasil belajar siswa dan data pendukung adalah aktivitas siswa dalam pembelajaran dan respon siswa. Data hasil belajar dianalisis menggunakan statistik ANAKOVA, sementara data aktivitas dan respon siswa dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar berbantuan multimedia dan tanpa berbantuan multimedia. Integrasi multimedia interaktif dalam model siklus belajar lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada topik asam-basa daripada menggunakan praktikum laboaratorium (nonmultimedia). Keunggulan pemanfaatan multimedia dalam model siklus belajar didukung oleh aktivitas siswa dalam pembelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran kimia yang memanfaatkan teknologi ini.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL HASIL PENELITIAN BAGI GURU-GURU DI KABUPATEN KLUNGKUNG DAN KARANGASEM Kirna, I Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.369 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i1.9149

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan  guru-guru SMP dan  SMA di Kabupaten Klungkung dan Karangasem menulis artikel hasil penelitiannya sesuai dengan gaya selingkung jurnal nasional terakreditasi, dan (2) membantu guru-guru di Kabupaten Klungkung dan Karangasem mempublikasikan artikel hasil penelitiannya jurnal ilmiah, khususnya Jurnal Pendidikan dan Pengajaran  (JPP) Undiksha. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan  yang dilakukan  secara tatap muka dan online. Kegiatan pelatihan dan pendampingan  ini dilaksanakan  pada tanggal 30 Agustus 2013. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru-guru SMAN di Kabupaten Klungkung dan Karangasem sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) peserta memiliki wawasan tentang  jurnal dan cara penulisan artikel hasil penelitian sesuai dengan standar kualitas artikel; (2) empat peserta memiliki naskah yang siap diproses lebih lanjut di JPP Undiksha