Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN VAGINAL DOUCHING DENGAN KEJADIAN IMS Kumalasari, Kumalasari
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 3 No 1 (2019): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.489 KB)

Abstract

Peningkatan insidens IMS dan penyebarannya diseluruh dunia tidakdapat diperkirakan secara tepat. IMS yang tidak terlepas dari faktor dasar yaitu adanya penularan penyakit dengan berganti-ganti pasangan seksual, melakukan hubungan seks bebas yang tidak aman, adanya faktor sosial seperti mobilitas penduduk , prostitusi, dan ketidaktahuan tentang pentingnya kebersihan alat kelamin, serta faktor dinamis yang terjadi di masyarakat, sehingga mengakibatkan masalah kesehatan seksual dan reproduksi yang berdampak kepada kalangan perempuan terutama ibu rumah tangga, anak-anak dan orang-orang miskin. Puskesmas Bandarharjo memiliki angka kejadian IMS yang cukup tinggi 50 kasus di tahun 2014 dan 90% adalah ibu rumah tangga. Penelitian ini ingin membuktikan hubunganvaginal douchingdengan kejadian IMS dengan  desain studi kasus-kontrol, jumlah sampel sebanyak 80 dengan perbandingan 1:1  (40 responden masing-masing kelompok), di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sebagai kasus adalah ibu rumah tangga yang positif IMS dan kontrol adalah ibu rumah tangga yang negatif IMS setelah diperiksa secara fisik dan laboratorium di Puskesmas Bandarharjo. Data di analisis secara univariat, bivariat (chi-square)waktu penelitian bulan Juli- Agustus tahun 2015.  Beberapa faktor yang terbukti berpengaruh terhadap IMS pada Ibu rumah tangga adalah vaginal douching (OR=11; 95% CI 3,8-31,7; p=0,000). Pendapatan keluarga rendah < UMR (OR= 4,0 95%CI :1,6-11 p= 0,004), ada hubungan kejadian IMS pada Ibu rumah tangga yang melakukan dengan vaginal douching, dan ada hubungan kejadian IMS pada Ibu rumah tangga yangpendapatan keluarga rendah < UMR.
Pengaruh Komposisi Kitosan Terhadap Sifat Biodegradasi dan Water Uptake Bioplastik dari Serbuk Tongkol Jagung Alam, Muhammad Nur; Kumalasari, Kumalasari; Nurmalasari, Nurmalasari; Illing, Ilmiati
Al-Kimia Vol 6, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-kimia.v6i1.4778

Abstract

The aim of this research is to obtain the effect of chitosan addition on the properties of biodegradation and water uptake for bioplastics. Bioplastic is made from mixing corncob powder and chitosan using by gliserol as plasticizer. Bioplastic is synthesized for gelatinization temperature of 80oC. Chitosan addition is varied to 2, 4, and 6 g. Based on the analysis, the addition of chitosan can significantly decrease water uptake of bioplastic. The lowest percentage of water uptake was 8.59 % by addition 6 gr chitosan. The highest weight loss percentage of bioplastic was 88,42 % which is obtained by the addition of 2 gr chitosan heaped for 15 days in soil. This indicates that the bioplastic has the high biodegradation properties.  Also, the result of FTIR analysis indicated presence of O-H and N-H groups of bioplastics due to the addition of chitosan and glyserol, but their instensity experienced falling down and shifting at the wave numbers after stockpiled.
Higiene Genetalia sebagai Faktor Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Ibu Rumah Tangga di Puskesmas Bandarharjo Semarang Kumalasari, Kumalasari; Setyawan, Henry; Widjanarko, Bagoes; Sofro, Muchlis Achsan Udji
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 1, No 2: Agustus 2016
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.724 KB) | DOI: 10.14710/j.e.k.k.v1i2.3944

Abstract

Background : STI (Sexual Transmission Infection) resulted in sexual and reproductive health issues that affect women, especially among housewives, children and the poor. Factors that may affect the incidence of STIs covers all aspects of epidemiology: age, race, education, occupation, economic status, marital status, knowledge, attitudes and practices in the treatment of genital hygiene. PHC Bandarharjo with the incidence of STI is quite high of 50 cases in 2014 and 90% are housewives. This study aims to prove hygiene genital factors affect the incidence of STI in housewives.Methods : This study used a mixed methods where quantitative was as the main approach with case-control design. Total sample of 80 with a ratio of 1:1 (40 respondents each group), in PHC Bandarharjo. As the case is positive housewife STI and control is negative h ousewife STI after physically examined at the PHC and laboratories Bandarharjo. Data was analyzed by univariate, bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression), followed by in-depth-interviews.Results : The result show the factors are shown to affect the STI on the housewife is not wash the vagina before sexual intercourse (OR = 7.7; 95% CI 2.0 to 29.1; p = 0.002), vaginal douching (OR = 7, 7; 95% CI 2.0 to 29.1; p = 0.002), low family income <UMR (OR = 4.0;95% CI 1.4 to 14.3; p = 0.030).Conclusion : Risk factors influencing STIs to wards housewives are not wash the vagina before sexual intercouse, perform vaginal douching, family income <UMR
HIGIENE GENETALIA SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA IBU RUMAH TANGGA ( Studi Kasus Puskesmas Bandarharjo Semarang) Kumalasari, Kumalasari; Anies, Anies; Setyawan, Henry; Widjanarko, Bagoes; Sofro, Muchlis A.U.
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.263 KB)

Abstract

Latar Belakang : IMS mengakibatkan masalah kesehatan seksual dan reproduksi yang berdampak kepada kalangan perempuan terutama ibu rumah tangga, anak-anak dan orang-orang miskin. Faktor yang dapat mempengaruhi kejadian IMS meliputi semua aspek epidemiologi: umur, ras, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, status perkawinan, pengetahuan, sikap dan praktik dalam perawatan higiene genetalia. Puskesmas Bandarharjo memiliki angka kejadian IMS yang cukup tinggi 50 kasus di tahun 2014 dan 90% adalah ibu rumah tangga. Penelitian ini ingin membuktikan faktor higiene genetalia berpengaruh terhadap kejadian IMS pada ibu rumah tangga.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan desain studi kasus-kontrol, jumlah sampel sebanyak 80 dengan perbandingan 1:1 (40 responden masing-masing kelompok), di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sebagai kasus adalah ibu rumah tangga yang positif IMS dan kontrol adalah ibu rumah tangga yang negatif IMS setelah diperiksa secara fisik dan laboratorium di Puskesmas Bandarharjo. Data di analisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik), dilanjutkan indepth-interview.Hasil : Beberapa faktor yang terbukti berpengaruh terhadap IMS pada Ibu rumah tangga adalah tidak cebok sebelum melakukan hubungan seksual (OR=7,7; 95% CI 2,0-29,1; p=0,002), vaginal douching (OR=7,7; 95% CI 2,0-29,1; p=0,002), Pendapatan keluarga rendah &lt; UMR (OR=4,0; 95% CI 1,4-14,3; p=0,030).Simpulan : Faktor higiene genetalia yang berpengaruh terhadap IMS pada Ibu rumah tangga adalah tidak cebok sebelum HUS, melakukan vaginal douching, pendapatan keluarga &lt; UMR.
Fabrikasi Perancah Berpori Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Tenggiri dengan Alginat Sebagai Binder Alami: Sebuah Kajian Naratif Siswoyo, Siswoyo; Kumalasari, Kumalasari; Wulan, Sari; Afriani, Fitri
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porous scaffolding is an alternative solution developed to assist the bone therapy process. Hydroxyapatite (HAp) is a widely developed material into porous scaffolding because it has good biocompatibility. As a maritime country, Indonesia has high fisheries potential. One potential maritime product waste that could be synthesized into HAp is mackerel bone because it contains high amounts of CaO. This narrative describes a potential method for HAp synthesis from mackerel fish bones and a fabrication method that can be applied to a porous scaffold. Alginate is a natural ingredient from brown algae, which can be used as a porogen to synthesize porous HAp. Because it comes from maritime-based natural materials, algae are relatively safe and easy to produce in Indonesia. It is hoped that from this study, a more comprehensive picture can be obtained related to the development of HAp-based porous scaffolding from mackerel fish bones so that it can be considered for further development.
Analisis Modalitas Dalam Ilmu Semantik Pada Film My Name Is Khan Kumalasari, Kumalasari; derasta, mia ananda; Sakinah, Myrna Nur
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFilm merupakan salah satu media komunikasi yang dapat menyampaikan pesan, film My Name Is Khan menyampaikan pesan melalui sikap-sikap yang ditujukan oleh pembicara (actor) melalui percakapan dalam setiap adegan nya. Melalui teori modalitas semantik penulis menganalisis sikap apa saja yang ditunjkan oleh pembicara(actor) dengan pembagian modalitas epistemik dan deontik. Penelitian ini memiliki tiga masalah: 1) Apa saja unsur-unsur modalitas semantik yang terdapat dalam film My Name Is Khan? 2) Kata-kata modalitas epistemik apa saja yang terdapat dalam film My Name Is Khan? 3) Kata-kata modalitas deontik apa saja yang terdapat dalam film My Name Is Khan? Untuk menjawab dan menganalisis pertanyaan diatas penulis menggunakan metode kualitatif karena penulis menganalisis dengan penjelasan deskriptif. Hasilnya penulis menemukan Film My Name Is Khan memiliki 50 modalitas epistemik dan 10 modalitas deontic di dalamnya. Masing-masing dari modalitas tersebut memiliki makna tersendiri sesuai dengan fungsinya dalam film. 50 modalitas epsitemik yang ditemukan berfungsi untuk menyampaikan perasaan, keharusan, dan kemungkinan. Sedangkan 10 modalitas yang ditemukan befungsi untuk  menyampaikan perizinan atau keperkenan-anKata Kunci: Film, Modalitas, Perasaan. ABSTRACTMovie is one of the communication media that can convey messages, My Name Is Khan film conveys messages through attitudes addressed by the speaker (actor) through conversation in each of his scenes. Through semantic modality theory, the writer analyzes what attitudes the speaker (actor) exhibits by dividing epistemic and deontic modalities. This research has three problems: 1) What are the elements of the semantic modality contained in My Name Is Khan movie? 2) What kind of epistemic modalities are found in My Name Is Khan movie? 3) What deontic modality words are found in the movie My Name Is Khan? To answer and analyze the above questions the author uses qualitative methods because the authors analyze with descriptive explanations. The result is that the writer found My Name Is Khan movie has 50 epistemic modalities and 10 deontic modalities in it. Each of these modalities has its own meaning according to its function in the film. 50 epistemic modalities found function to convey feelings, necessities, and possibilities. Whereas the 10 modalities found functioned to convey licensing or approvalKeywords: Film, Modalities, Feelings.