Engelbert lumowa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBINAAN GENERASI MUDA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA DALAM KONTEKS TORANG SAMUA BASUDARA DI KOTA MANADO Lumowa, Engelbert
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.472 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.495

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pembinaan generasi muda, baik di lingkungan keluarga maupun oleh lembaga-lembaga terkait; dan mengetahui faktor-faktor penyebab potensi kerukunan dan ketidakrukunan umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda oleh keluarga dan lembaga-lembaga terkait ternyata cukup efektif. Hal ini ternyata, selama ini perkelahian antar pemuda yang berbeda suku, agama atau yang berbeda budaya dapat diminimalisasi. Untuk mencegah potensi konflik antar umat beragama/suku, khususnya generasi muda, maka tokoh agama/tokoh Gereja berperan aktif melaksanakan dialog dan kerjasama untuk mendiskusikan masalah-masalah sosial yang berbau SARA. Potensi kerukunan cukup kuat, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dan menghargai nilai kekerabatan dengan semangat semboyan: Torang Samua Basudara. Artinya masyarakat di Kota Manado selalu mengedepankan kebersamaan dan bukan perbedaan, walaupun masyarakat sangat majemuk karena semua agama dan sebagian besar suku, etnik, golongan berada di Kota Manado. Dengan semangat tersebut jika ada konflik sosial dapat diatasi dengan baik oleh pemuka agama dan masyarakat. Namun bukan berarti bahwa tidak ada gejolak sosial, masih ada upaya-upaya kelompok tertentu untuk mengacaukan masyarakat. Jadi potensi ketidakrukunan juga ada dalam masyarakat, yaitu khotbah yang menyinggung pemeluk agama lain, isu-isu selebaran gelap yang berisikan permusuhan, kebencian , kemunafikan karena menganggap kelompoknya yang benar dan yang lain tidak benar, dan lain-lain. Kata Kunci: Pembinaan Generasi Muda, Potensi Kerukunan, Potensi Ketidakrukunan.