Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KEJUTAN SUHU TERHADAP MASA INKUBASI DAN DERAJAT PENETASAN TELUR ABALONE (Haliotis asinina) Nasution, Syafruddin; Machrizal, Rusdi
Berkala Perikanan Terubuk Vol 37, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.279 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.37.1.%p

Abstract

The aims of this study were to understand the effect of thermal shock onthe incubation duration and hatching rate of abalone eggs. Experimental designemployed was the complete randomize design (CRD) with three treatment factorswith three replications. These treatment factors were the thermal shock of thedifferent temperatures namely 20o C, 26oC and 40oC. The result showed thatshock treatment have significant different among treatments on the incubationduration and hatching rate of abalone eggs. The shortest incubation duration foundon the treatment of 40oC (4,9 hours). While the longest incubation duration foundon the treatment of 20oC (6,67 hours). The highest hatching rate of eggs found onthe treatment of (26 oC (98 %), and the lowest hatching rate was on the treatmentof 20oC (87 %).
Distribution and length-weight relationships of Hilsa shad Tenualosa ilisha in the Bilah River, Labuhanbatu Regency, North Sumatera Province, Indonesia Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul; Nasution, Juliana; Dimenta, Rivo H.; Harahap, Arman
Aceh Journal of Animal Science Vol 4, No 1: July 2019
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.993 KB) | DOI: 10.13170/ajas.4.1.13799

Abstract

Hilsa shad Tenualosa ilishais of the indigenous fish species and the icon of the Labuhanbatu Regency, Indonesia. Presently, a very limited study was done in this species. Hence, the purpose of this study was to analyse the distribution and growth patterns based on the length-weight relationship of Hilsa shad T. ilishaon Bilah River, Labuhanbatu District, Sumatera Utara Province, Indonesia. Sampling was carried out for 3 months starting in February-April 2019 with the exploration method. Determination of sampling locations based on information from local fishermen. Analysis of distribution data used the Morisita index and growth patterns used the Linear Allometric Model (LAM). The analysis results of Hilsa shad distribution indicated that these fish were distributed in groups/clustered with the Morisita index value of 2.211-2.314. The growth pattern of the fish was negative allometric with a value of b<3. Correlation analysis showed that DO was closely related to distribution (r2=0.661), meanwhile, light penetration was closely related to growth patterns (r2=0.914). It is concluded that the distribution of Hilsa shad fish in the Bilah River was in groups or clustered, with a negative allometric growth pattern. Keywords: Hilsa Shad, distribution, growth pattern, Tenualosa ilisha
Korelasi Faktor Fisika Kimia Perairan terhadap Densitas Belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara Khairul, Khairul; Siregar, Zunaidy Abdullah; Machrizal, Rusdi
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.6 KB) | DOI: 10.25273/cheesa.v2i1.3850

Abstract

Belangkas merupakan  hewan yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia. Keberadaanya di alam sudah semakin jarang ditemukan.  Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya densitas belangkas di habitatnya. Salah satu penyebabnya karena menurunnya kualitas air yang diakibatkan pencemaran perairan. Kondisi fisika kimia perairan merupakan faktor pembatas bagi belangkas. Kualitas air tentunya mencakup faktor fisika kimia, dimana harus sesuai dengan baku mutu dipersyaratkan.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi faktor fiisika kimia perairan dan korelasinya terhadap densitas belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, dimana penentuan titik stasiun pengamatan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan korelasi faktor fisika kimia perairan terhadap densitas belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara mempunyai hubungan yang positif (+). Nilai korelasi tertinggi diperoleh pada suhu (0,936), kecerahan (0,702), salinitas (0,603), Hg (0,578), Cd (0,545), Pb (0,508), pH (0.405), kecepatan arus (0,148), dan DO (0,045).
HUBUNGAN KEPADATAN KIJING (Glauconome virens) DENGAN FAKTOR FISIK KIMIA PERAIRAN DI EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Machrizal, Rusdi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v3i2.1119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor fisik kimia perairan dengan kepadatan populasi kijing (Glauconome virens) di ekosistem mangrove Belawan pada Maret-Mei 2017. Pengambilan sampel kerang dilakukan pada 3 stasiun dengan metode transek garis dengan panjang 30 meter dan interval 10 m, setiap transek terdapat 15 plot berukuran 1 x 1 meter dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan kijing sebesar 2,77 (stasiun 1), 1,19 (stasiun 2), dan 2,96 individu/m2(stasiun 3). Hasil pengukuran terkait faktor fisika kimia perairan diperoleh suhu berkisar antara 27,8-28,5oC, salinitas 5-20
STUDI KEANEKARAGAMAN PLANKTON SEBAGAI PAKAN ALAMI UDANG PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Khairul, Khairul; Machrizal, Rusdi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v4i2.1501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman plankton yang menjadi pakan alami dari udang kelong (P. indicus). Penelitian telah dilakukan selama 2 bulan di sekitar perairan muara sungai yang memiliki ekosistem mangrove Belawan, pada bulan Mei hingga Juni 2017. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi sampling untuk pengambilan sampel plankton adalah ”Purposive Sampling” pada 5 (lima) stasiun pengamatan dengan 2 kategori zona yaitu zona alami dan zona pemanfaatan, dilakukan 3 (tiga) kali ulangan setiap stasiun. sampel plankton diambil dengan menggunakan Plankton Net. Analisa data Kelimpahan Plankton menggunakan persamaan (APHA, 1998), untuk indeks keanekaragaman Plankton dengan persamaan Indeks Shannon-Wiener (H’), dan Analisa Korelasi Kelimpahan Terhadap Parameter Biologi (udang dan mangrove) menggunakan analisis korelasi Pearson dari perangkat lunak SPSS versi 20. Hasil penelitian diperoleh Kelimpahan plankton tertinggi dijumpai pada stasiun 1 dan 3 yang didominasi oleh kelompok fitoplankton dari genus Melosira, Gonatozygon, Skeletonema, Asterionellopsis, Ceratium, Thalassionema, Odontella, Nitzchia, dan Coscinodiscus, serta Kelompok zooplankton dari genus Brachionus dan Cyclops. Sedangkan Kelimpahan plankton terendah dijumpai pada stasiun 2 dan 5. Nilai indeks keanekaragaman (H’) plankton tertinggi ditemukan pada stasiun 1 (2,26) yang merupakan kawasan alami dengan minim aktivitas manusia dan memiliki ragam jenis mangrove, serta merupakan area pasang-surut yang baik. Sedangkan nilai indeks keanekaragaman (H’) plankton terendah pada stasiun 2 (0,97) yang berlokasi paling jauh dari muara sungai Belawan. Hasil analisis korelasi pearson antara kelimpahan plankton terhadap faktor biologi lingkungan (kerapatan mangrove dan populasi udang kelong P. indicus) menunjukkan korelasi positif/searah yang sangat kuat dengan nilai masing-masing sebesar 0.91 dan 0.94
FAKTOR KONDISI DAN POLA PERTUMBUHAN UDANG KELONG (PENAEUS INDICUS) PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi
JURNAL EDUSCIENCE Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FKIP ULB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v4i2.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kondisi (K) dan Pola Pertumbuhan udang kelong (P. indicus) telah dilakukan di sekitar perairan muara yang memiliki ekosistem mangrove Belawan selama 3 bulan, sejak bulan Juni - Agustus 2016. Metode penelitian yang digunakan yang dalam menentukan 4 titik stasiun sampling adalah purposive random sampling dengan 2 kategori zona yaitu zona alami dan zona pemanfaatan. Pengambilan sampel udang kelong (P. indicus) dilakukan dengan menggunakan jaring ambai berbentuk kerucut yang terbuat dari bahan nilon. Pada tiap stasiun ditentukan 3 unit jaring tangkap sebagai ulangan (total jaring 12 unit/bulan). Analisa data pola pertumbuhan udang menggunakan rumus persamaan hubungan panjang dan bobot Effendie (2002) dan analisa faktor kondisi relatif (K) menggunakan rumus Rypel dan Ritcher (2008). Hasil penelitian diperoleh bahwa Pola pertumbuhan udang (P. indicus) di perairan mangrove Belawan seluruhnya kategori allometrik negatif (b < 3) dimana nilai b tertinggi pada stasiun I sebesar 2.82, dan terendah berada pada stasiun III sebesar 1.26. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh letak lokasi stasiun I yang hampir mendekati daratan, sehingga diduga kondisi substrat sesuai bagi kebutuhan perkembangan udang kelong. Nilai faktor kondisi (K) P. Indicus  tertinggi berada pada stasiun II sebesar 1,71 dan nilai yang terendah pada stasiun III sebesar 1,20. Sehingga dapat disimpulkan udang kelong (P. Indicus) pada seluruh stasiun tergolong dalam kondisi pipih atau tidak gemuk.
POLA PERTUMBUHAN DAN KONDISI HABITAT LABI-LABI (AMYDA CARTILAGINEA BODDAERT 1770) DI DESA SABABANGUNAN KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Siregar, Siti Fatimah
Konservasi Hayati Vol 16, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v16i1.11563

Abstract

This research was done to know the information about the Population of softshell turtle (A.cartilaginea) in Sababangunan Village-North of Padang Lawas District. The purpose of this study was to find out the growth pattern and the quality of physical-chemical water factor (environment parameters) whos showed river condition supporting life of A.cartilaginea in Sababangunan village-Padang Lawas Utara District. Determination of research location conducted by purposive sampling methode and sampling activity taken by using handsortir method. The analysis of data collect include measurement of morphometric (the range of length carapace, weight of body), the relationship of length-weight , growth pattern, and description of quality of physical-chemical water factor. Results showed the measurements of morphometric A.cartilaginea in range of carapace length were 10.5 - 28.5 cm with the weight of body were 190-1800 gr. The relationship models of carapace length-weights of A.cartilaginea in Sababangunan village were 0,016L2,234174, it?s describe the pattern of growth is allometric negative (b<3). The average value of river water quality conditions is still classified as within the range of tolerance in A.cartilaginea life.
KUALITAS SUNGAI BILAH BERDASARKAN BIODIVERSITAS FITOPLANKTON KABUPATEN LABUHANBATU, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Agustina, Riska; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.065 KB) | DOI: 10.20956/jal.v11i2.10183

Abstract

Phytoplankton is the most important organism for aquatic ecosystem life that make up organic substances from inorganic substances in the process of photosynthesis and the largest oxygen producer for the life of living creatures. Research on the diversity of phytoplankton in river blades has never been done . The purpose of this study is to determine the biodiversity of phytoplankton in Bilah river and analyze the relationship of physical-chemical factors of the water to the diversity of phytoplankton. The study was conducted from April to June 2019. This research is an exploratory descriptive study with the selection of sampling locations using purposive sampling method. Analysis of data includes density of phytoplankton, measurement of physical-chemical factor of aquatic biology and the Correlation analysis between phytoplankton and value of physical-chemical factor. The results showed Nostoc sp.were the highest density of phytoplankton found on the first (1st) station, while the lowest abundance value is found on stations 2nd and 3rd were found genus Rhizosolenia sp. and Euglena sp. The Highest Shanon-Wiener index (H?) value on the first (1st) station (2.26) dan the lowest value on stasiun 3rd (1.24). The summary from this research were DO, temperature, and light intensity as physical factor of water had the highest correlation againts of biodiversity of phytoplanton.
KEPADATAN DAN POLA DISTRIBUSI KIJING (Glauconome virens, LINNAEUS 1767) DI EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Machrizal, Rusdi; Wahyuningsih, Hesti; Jumilawaty, Erni
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.639 KB) | DOI: 10.31258/jpk.19.2.50-55

Abstract

The aims of this study were to determine density and distribution pattern of ki-jing (G. virens) in Belawan Mangrove Ecosystem. Sample were collected with a smallsquares 1x1 m 2 as much as 45 with interval 1 m. The results of this study showed thehighest value of the density was found in station III 2.93 Ind /m 2 , while at the station I2.80 Ind / m 2 . The lowest one was found in station II 1.16 Ind / m 2 . Distribution patternof Kijing on station I and II was uniform with id value 0.645 and 0.958, on the contra-vy on station III was clumped with id value 1.421.
Biologi reproduksi udang mantis Cloridopsis scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul; Hasibuan, Rosmidah; Manurung, Aini Qomariah; Ihsan, Mahya
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.2.15188

Abstract

Anthropogenic activities that tend to be exploitative in the mangrove ecosystem of Belawan are thought to have an impact on the biota associated with the ecosystem. One of the impacts is thought to be implied by mantis shrimp Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). The reproductive biology of the shrimp is the main object that needs to be studied in relation to the impacts. This study aims to determine the distribution of gonad maturity stage, gonad somatic index, and the length of the first mature of C. scorpio in the Mangrove Ecosystem of Belawan, North Sumatera. The research was conducted on March to May 2019 with a biweekly sampling period. The purposive random sampling was applied to choose three sampling stations in the research location. Mantis shrimp samples were caught using shrimp trawl. The result showed that the gonad maturity stage of males and females were dominated by Stage I. The gonad somatic index (GSI) range of males were 7.00-10.93 and female were 7.40-11.15. The GSI value of C. scorpio is closely related to its gonad maturity development. The length of the first mature (L50) of males were 205.50±10.65 mmBL and females were 186.0±10.48 mmBL.Keywords: Cloridopsis scorpio, Gonad maturity stage, Gonad somatic indeks, Length of the first mature ABSTRAKAktivitas antropogenik yang cenderung eksploitatif di kawasan ekosistem mangrove Belawan diduga telah berdampak terhadap biota-biota yang berasosiasi dengan ekosistem tersebut. Salah satu dampaknya dialami oleh udang mantis Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). Aspek reproduksi C. scorpio menjadi salah satu objek yang perlu dikaji berkaitan dengan dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), dan ukuran pertama kali matang gonad (L50) dari C. scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 dengan periode pengambilan sampel dua mingguan. Metode purposive random sampling digunakan untuk menentukan tiga stasiun pengambilan sampel di lokasi penelitian. Sampel C. scorpio ditangkap menggunakan pukat udang. Hasil penelitian menunjukkan distribusi TKG C. scorpio jantan dan betina didominasi oleh TKG I. Nilai IKG C. scorpio jantan berkisar antara 7,00-10,93 dan C. scorpio betina berkisar antara 7,40-11,15. Nilai IKG C. scorpio berkaitan dengan tahap perkembangan gonadnya. C. scorpio jantan mengalami pertama kali matang gonad (L50) pada ukuran 205,50±10,65 mmBL dan C. scorpio betina pada ukuran 186,00±10,48 mmBL.Kata kunci: Cloridopsis scorpio, TKG, IKG, Ukuran pertama kali matang gonad