Masmuni Mahatma
Jurusan Tarbiyah STAIN SAS Bangka Belitung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN PEMUDA (OKP) DI WILAYAH BANDUNG DALAM MEMELIHARA RASA NASIONALISME Doweng Bolo, Andreas; Mahatma, Masmuni
Research Report - Humanities and Social Science Vol 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.111 KB)

Abstract

Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) merupakan salah satu sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia pada umumnya juga Kota dan Kabupaten Bandung pada khususnya. Penelitian ini ingin mengkaji peran OKP di Bandung (Kota, Kabupaten dan KNPI kota dan Provinsi) untuk menelusuri berbagai kegiatan yang dilakukan OKP. Penelitian ini mendasarkan diri pada metode dokumentasi tertulis (written document) dimana peneliti mengumpulkan berbagai data dari berbagai media online yang berkaitan dengan OKP sepanjang tahun 2015. Pengumpulan data ini dilakukan terutama di website Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai wadah bersama OKP juga dari berbagai berita di website Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota dan Kabupaten Bandung. Selain itu peneliti juga mendasarkan diri pada website dalam Koran online yang ada di Bandung. Informasi yang dikumpulkan berkaitan dengan kegiatan OKP dari bulan Januari-November 2015.Dari berbagai informasi yang diuraikan secara naratif tersebut penulis mengkaji dua hal utama dalam kegiatan OKP di Bandung. Kedua, analisis itu mendasarkan diri pada teori sentripetal dan sentrifugal. Berdasarkan teori ini, penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan dan kerja OKP di Bandung masih kuat terkait ketarikan sentripetal.Dengan demikian di bagian akhir penelitian, ada beberapa rekomendasi konkret. Inti rekomendasi ini adalah bahwa OKP perlu kembali pada politik kesejahteraan bersama sebagai bangsa dalam keberagaman sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh para pemuda pejuang kemerdekaan.
Membaca Semangat Hermeneutika Hanafi Mahatma, Masmuni
MELINTAS Vol 31, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.323 KB) | DOI: 10.26593/mel.v31i1.1456.63-89

Abstract

Alquran cannot be detached from the chain of history accompanying it. Alquran has always been associated with sacred values it contains. That is it’s fitrah. Hasan Hanafi, born in Cairo, develops a unique hermeneutics to view Alquran as revelation. In safeguarding the originality of the Scripture as much as possible, the potential of reason and thought cannot be avoided as well. For the Scripture is an ideal ‘mirror’ of the expressions of the reality in life together with all the social dynamic continuously approaching the believers. Without the involvement of reason and thought the Scripture might not be so much different from an ‘inscription’, which is passive, cold, and barely engendering things characterised as dialogical and productive. Viewed in its process of descent to human beings, the scriptural revelation is not something suddenly flying and drifting without reason. The revelation is closely related with the reality (of the past) tied up together by Allah. Each verse or set of verses in the Scripture has mirrored solution to particular problem in the banality of individual and communal life. The Scripture is not simply a ‘text’, for it is always breathing ‘context’. By having context, the Scripture cannot be uncoupled from the social reality of the believers who put their trust in it. The Scripture is a text merging with context, which in turn illuminates the believers all around the world.
PERAN FILSAFAT ISLAM DALAM DINAMIKA PENDIDIKAN MODERN DI INDONESIA Mahatma, Masmuni
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu kelemahan mendasar dari perguruan tinggi Islam adalah problem dikotomik ilmu-ilmu agama dan umum. Di ranah lain, juga masih lebih terbebani dengan misi keaga­maan yang bersifat memi­hak, subjektif dan romantis, sehingga kadar kritisisme tidak begitu tampak. Dari kondisi tersebut, mesti ada landasan paradigmatik sebagai pijakan filosofis dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam. Karena itu, keberadaan filsafat Islam di perguruan tinggi Islam menjadi sangat penting untuk direak­tualisasikan untuk menumbuhkan telaah kritis terhadap teori dan konsep ilmu pengetahuan yang dipandang menyimpang dari pan­dangan Islam. Di luar itu, bisa juga menawarkan konsep alternatif dalam perspektif Islam dan bagaimana kaum muslimin menyikapi pengetahuan modern se­cara lebih kritis dan konstruktif.
Paradigma Politik Nahdlatul Ulama (NU) dalam Bernegara Mahatma, Masmuni
MAWA'IZH: JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 1 (2017): MAWAI'IZH JUNI
Publisher : IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NU selalu terlihat politis. Latar sejarahnya sendiri sebagai gejala politis, minimal, dalam perspektif politik Islam, baik di level nasional maupun internasional. Spirit lahirnya sebagai jam’iyyah berbasis simbol dan kekuatan ulama (kiai), senantiasa mengundang banyak tanya dan keterkaguman. Ibarat pedang, NU memiliki dua mata yang jernih dan tajam serta sangat berbahaya kalau dibiarkan menusuk sesuatu, termasuk menyangkut perpolitikan tanah air. Paradigma politik NU serba unik, cair, tapi menggetarkan.