Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Daun Babadotan Sebagai Green Antiseptic untuk Pencelup Puting Sapi Perah Mahpudin, Mahpudin; Wahyono, Fajar; Harjanti, Dian Wahyu
Jurnal Agripet Vol 17, No 1 (2017): Volume 17, No. 1, April 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.839 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v17i1.6927

Abstract

ABSTRAK. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun babadotan sebagai bahan aktif cairan pencelup puting (teat dipping) untuk menghambat masuknya bakteri melalui puting, serta membandingkan efektifitasnya dengan povidone iodine. Dua belas ekor sapi perah laktasi penderita mastitis subklinis digunakan dalam rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan berupa teat dipping menggunakan ekstrak daun babadotan 5%, 10%, 15% dan povidone iodine 10% selama 14 hari. Tingkat peradangan kelenjar ambing diketahui dari penjumlahan skor California mastitis test (CMT) dari keempat puting sapi. Hasil penelitian menunjukan penurunan rata-rata total koloni bakteri dalam susu yang sangat signifikan (P 0.01) dari 6,1-7,3 log cfu/ml sebelum pencelupan menjadi 4,4-6,0 log cfu/ml sesudah pencelupan. Tidak ada perbedaan efektifitas sebagai antibakteri antara ekstrak daun babadotan dan povidone iodine dalam menurunkan total koloni bakteri dalam susu. Terjadi penurunan tingkat peradangan kelenjar ambing (P 0.01) dari rata-rata 6,9 sebelum teat dipping menjadi 4,2 sesudah teat dipping. Persentase penurunan tingkat peradangan ambing ekstrak daun babadotan lebih tinggi (P 0.05) dari povidone iodine. pH susu setelah dipping lebih rendah (P 0,05) dari pH susu sebelum dipping. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan ekstrak daun babadotan dapat digunakan sebagai alternative antiseptik yang bertindak sebagai anti bakteri dan anti inflamasi dengan konsentrasi terbaik 5% ekstrak. (Effectiveness of Ageratum conyzoides leaves extract as green antiseptic for teat dipping practices in dairy cow) ABSTRACT. The research was conducted to determine the effectiveness babadotan leaf extract (BLE) as an active ingredient of antiseptic teat dip for inhibiting the entry of bacteria through the nipple, and to compare its effectiveness with synthetic antiseptic povidone iodine(PI). Twelve lactating dairycows suffering from subclinical mastitis were used in a completely randomized design. Teat dipping use 5%, 10% and 15% of BLE and PI 10% for 14 days. The result show average total bacterial colonies in milk was reduced significantly (P 0.01) from 6,1-7,3log cfu/ml at before dipping to 4,4-6,0 log cfu/ml after dipping. There are no differences between BLE and PI in reducing total bacterial colonies. A decline in the level of the mammary glands inflammation (P 0.01) from an average at before teat dipping 6.9 to 4.2 after teat dipping. Compared with PI, the percentage decrease in the level of mammary gland’s inflammation of cows using BLE antiseptic is significantly higher (P 0.05). Milk pH at after teat dipping practices is lower (P 0.05) than before dipping. In conclusion, BLE can be used as an alternativeantiseptic due to its effectiveness as antibacterial and anti-inflammatory. The recommendation concentration of the babadotan antiseptic is 5% of extract.
ANALISIS SK DAN KD PADA STANDAR ISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD BERDASARKAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN (Analisis isi SK dan KD Mendengarkan, Berbicara, Membaca, dan Menulis) Sugiantomas, Aan; Mahpudin, Mahpudin
Jurnal Fon Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standard contents is government job result for education unit and then developed by each education unit. in standard contents consist of standard competence and competence base that include listening, speaking, reading, and writing skill with linguistic science that include about fonology, morphology, syntax, and semantic, also literature science that include about, poetry, fiction prose, and drama. Begining from that, the author want to analyze how far matter scope between language skill, linguistic science, and literature science. Based on research result about SK and KD in standard indonesian subject contents at SD seen from know-how speaks, obvious that has sequence highest know-how speaks, seen from linguistic science, obvious that has sequence highest science semantic linguistic, and seen from literature science, obvious that has sequence highest science poetry literature. Keywords: analysis, Indonesian, skills, literature, content standards.
ARANG AKTIF SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI BAHAN ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Pari, Gustan; Tohir, Dudi; Mahpudin, Mahpudin; Ferry, Januar
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.822 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.4.309-322

Abstract

Tulisan ini mengemukakan hasil penelitian pembuatan arang aktif  dari serbuk gergaji kayu dengan proses aktivasi kombinasi antara cara kimia dan fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Pengaruh konsentrasi asam fosfat sebagai bahan pengaktif kimia, 2) Pengaruh suhu dan lama waktu aktivasi terhadap mutu arang aktif dan 3) Pengaruh penambahan arang aktif terhadap mutu minyak goreng bekas. Sebelum dibuat arang aktif, terlebih dahulu serbuk gergaji kayu dibuat arang dengan menggunakan tungku semi kontinyu pada suhu 300OC. Arang yang dihasilkan selanjutnya direndam dalam larutan asam fosfat dengan konsentrasi 5,0 dan 10% selama 24 jam. Proses aktivasi dilakukan di dalam retort yang terbuat dari besi tahan karat pada suhu 800, 850, 900OC dengan lama waktu aktivasi masing-masing 30, 60 dan 90 menit. Dalam penelitian ini digunakan larutan (NH4)2CO30,20% sebagai gas pengoksid.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif serbuk gergaji kayu yang terbaik adalah arang aktif yang direndam asam fosfat 5% pada suhu 900oC selama 30 menit. Pada proses aktivasi tersebut diperoleh rendemen arang aktif sebesar 72,71%, dan arang aktif yang dihasilkan mengandung kadar air 4,23%, kadar zat terbang 5,84%, kadar abu 42,53%, kadar karbon terikat 52,25%, daya serap terhadap kloroform 24,86%, benzena 16,97% dan daya serap terhadap yodium sebesar 668,63 mg/g. Nilai daya serap ini memenuhi syarat Standar Amerika dan arang aktif yang dihasilkan permukaannya lebih bersifat polar sehingga dapat digunakan untuk menyerap polutan yang juga bersifat polar seperti aldehida. Kualitas minyak goreng bekas menjadi lebih baik setelah ditambahkan  dengan arang aktif sebanyak 2,5% yang ditunjukkan dengan menurunnya kandungan asam lemak bebas dan bilangan peroksida masing-masing dari 0,27% menjadi 0,17% dan dari 18,87 menjadi 10,96 meq O2/kg. Sedangkan untuk kecerahan warna mengalami peningkatan dari 13,98 menjadi 16,02%. Mutu minyak goreng ini terutama asam lemak bebas dan bilangan perokisda memenuhi syarat minyak goreng yang ditetapkan SNI.
KUALITAS ARANG 6 JENIS KAYU ASAL JAWA BARAT SEBAGAI PRODUK DESTILASI KERING Hastuti, Novitri; Pari, Gustan; Setiawan, Dadang; Mahpudin, Mahpudin; Saepuloh, Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.337-346

Abstract

Enam jenis kayu asal Jawa Barat yaitu ki hiur (Castanopsis acuminatissima A.DC.), tunggeureuk (Castanopsis tunggurut), huru pedes (Cinnamomum iners Reinw.Ex Bl.), huru koja (Litsea angulata Bl.), ki kanteh (Ficus nervosa Heyne)  dan kelapa ciung(Horsfieldia glabra Warb) di destilasi kering pada suhu 450°C -500°C selama 5 jam di retort destilasi. Destilat dari destilasi kering berupa arang, ter dan asap cair dihitung rendemennya. Hasil penelitian menunjukkan kualitas arang dari 6 jenis kayu memenuhi standar Indonesia tentang arang kayu dan briket arang kayu dengan nilai kalor berkisar 6743-6795 kal/g, kadar karbon terikat berkisar 79,42%-82,37%. Rendemen arang berkisar 27,43%-33.55%.  Hasil analisis korelasi Pearson atas kadar lignin dan berat jenis kayu terhadap nilai kalor arang menunjukkan bahwa kadar lignin memiliki korelasi yang signifikan terhadap nilai kalor arang. 
KUALITAS ARANG 6 JENIS KAYU ASAL JAWA BARAT SEBAGAI PRODUK DESTILASI KERING Hastuti, Novitri; Pari, Gustan; Setiawan, Dadang; Mahpudin, Mahpudin; Saepuloh, Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.337-346

Abstract

Enam jenis kayu asal Jawa Barat yaitu ki hiur (Castanopsis acuminatissima A.DC.), tunggeureuk (Castanopsis tunggurut), huru pedes (Cinnamomum iners Reinw.Ex Bl.), huru koja (Litsea angulata Bl.), ki kanteh (Ficus nervosa Heyne)  dan kelapa ciung(Horsfieldia glabra Warb) di destilasi kering pada suhu 450°C -500°C selama 5 jam di retort destilasi. Destilat dari destilasi kering berupa arang, ter dan asap cair dihitung rendemennya. Hasil penelitian menunjukkan kualitas arang dari 6 jenis kayu memenuhi standar Indonesia tentang arang kayu dan briket arang kayu dengan nilai kalor berkisar 6743-6795 kal/g, kadar karbon terikat berkisar 79,42%-82,37%. Rendemen arang berkisar 27,43%-33.55%.  Hasil analisis korelasi Pearson atas kadar lignin dan berat jenis kayu terhadap nilai kalor arang menunjukkan bahwa kadar lignin memiliki korelasi yang signifikan terhadap nilai kalor arang. 
HASIL DESTILASI KERING 10 JENIS KAYU DARI NUSA TENGGARA BARAT Pari, Gustan; Setiawan, Dadang; Mahpudin, Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2766.76 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.9.382-387

Abstract

Dalam tulisan ini dikemukakan hasil destilasi kering 10 jenis kayu dari Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan retor listrik.Hasilnya memperlihatkan bahwa rendemen arang berkisar antara 28,84 - 34,82 %, ter 6,15 -  11,57 %, cairan destilat 57, 79 - 87,85 %, berat jenis kayu 0,35 - 0,90 g/cm3, nilai kalor kayu dan arang 4115,49 - 4682,34 kal/g dan 5874,39 - 7418,04 kal/g, kadar air 2,15 - 4,20 %, kadar abu 1,24 - 3,41 %, kadar zat terbang 19,65 - 22,29 % dan kadar karbon terikat 71,04 - 75,76 %.Berdasarkan kadar zat terbang dan kadar abu, maka 10 jenis kayu dari Nusa Tenggara Barat cukup baik untuk bahan peleburan logam dan arang aktif.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPSMELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL DI SD NEGERI MAKMURJAYA IV KARAWANG mahpudin, mahpudin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Cakrawala Pendas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel didasarkan pada hasil penelitian yang dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar IPS di sekolah dasar. Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh proses belajar mengajar yang kurang efektif, pada saat menyampaikan materi ajar, guru terlalu banyak menggunakan metode ceramah sehingga timbul verbalisme pada diri siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah alternatif yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran IPS di SDN Makmurjaya IV. Penggunaan media audio-visual menjadi alternatif yang ditawarkan untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan desain Kemmis Mc. Taggart yang terdiri dari tiga siklus dengan setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah terjadinya peningkatan hasil belajar siswa pada materi kegiatan ekonomi di Indonesia setelah menggunakan media audio-visual. dengan menggunakan media audio-visual, materi yang diajarkan menjadi lebih konkrit dan memberikan pengalaman yang mendekati pengalaman nyata pada diri siswa sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi pelajaran.Kata Kunci: Media audio-visual, Hasil Belajar, IPS
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw mahpudin, mahpudin
Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.726 KB)

Abstract

Abstrak—Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih belum optimalnya hasil belajar matematika siswa khususnya pada materi sifat-sifat bangun datar di SD Negeri Cicenang 1 Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan temuan-temuan hasil pengamatan awal, permasalahan tersebut muncul disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya adalah kurang sesuainya model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalalm kegiatan pembelajaran sehingga menyebabkan hasil belajar siswa masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan berbagai kriteria merupakan  salah satu usaha dalam perbaikan kualitas pembelajaran di kelas sehingga model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan rencana awal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat bangun datar. Pada siklus satu dari 25 siswa hanya 13 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan pada siklus dua yang mencapai KKM sebanyak 23 siswa atau 92% tuntas dengan KKM 70. Kata kunci: Hasil Belajar, Kooperatif Tipe Jigsaw.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR mahpudin, mahpudin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang muncul pada siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, sehingga menyebabkan proses pembelajaran terkesan monoton dan menimbulkan rasa jenuh dan bosan pada diri siswa serta tidak ada pengalaman belajar yang bermakna, sehingga hasil belajar siswa yang kurang baik. Maka perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen agar proses pembelajaran lebih bermakna dan meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode eksperimen. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian Kemmis & Tagart. Hasil penelitian menunjukan metode eksperimen sangat efektif dalam meningkatkan  hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil belajar mengalami peningkatan dan mengalami ketuntasan belajar sebesar 100%.Kata Kunci : Metode eksperimen, Hasil Belajar
BEBERAPA SIFAT DAN PEMANFAATAN ARANG DARI SERASAH DAN KULIT KAYU PINUS Komarayati, Sri; Setiawan, Dadang; Mahpudin, Mahpudin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3403.295 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2004.22.1.17-22

Abstract

This paper deals with a study on the properties, quality and uses of charcoal made from pine litter and bark. The study was intended to see the possibility of using pine litter and bark for compost, mixture of compost charcoal manufacturing, and growing media. The abundance of pine litter and bark left on the forest floor initiated this study. Only some of the pine bark was used for fuel.The results revealed that the charcoal made from pine litter and bark showed the following properties: moisture content at 5.23 - 7.81 percent ; ash content 1.88 - 13. 76 percent ; volatile matter 26.19- 32.60 percent; fixed carbon 53.63 - 71.93 percent, and colorivic value 7192 cal/gr. The macro-nutrient content of pine bark was categorized as moderate for N-total, P205, K20 and water-based pH, as high for C organic and C/N ratio, and as low for CaO and MgO. The quality of compost and compost charcoal made from pine litter and bark met the related standard, among others. Pat 1.12- 1.24 percent; K 1.47- 1,62 percent ; Mg 0.67- 1.05 percent; moisture content 55.81 - 56.21 percent; pH 6.8- 7.2 and C/N ratio 18.89- 20.10.