Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERBAIKAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALAT PANEN BUAH KELAPA SAWIT (EGREK DAN DODOS) PRODUK LOKAL Herman, Herman; Syakura, Abdan; Mizhar, Susri
Jurnal Dinamis No 11 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.985 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat fisis dan mekanis dari material yang digunakan untuk membuat alat pemanen buah kelapa sawit (egrek dan dodos) buatan lokaldengan produk import serta perbaikan sifat fisis dan mekanisnya. Untuk mendapatkan data sifatfisis dan mekanis egrek maka dilakukan pemotongan pada bagian ujung (gagang) dan bagiantengah egrek pada sisi yang tajam. Sedangkan pada dodos pengujian kekerasan danpengamatan struktur mikro dilakukan hanya pada bagian sisi yang tajam. Pengujian sifat fisisdan mekanis bahan meliputi pengujian komposisi kimia, pengamatan struktur mikro dankekerasan (hardness) metode Rockwell. Hasil pengujian komposisi kimia dengan spektrometer analisis menunjukkan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat egrek dan dodos, baikproduk lokal maupun produk import hampir sama yaitu termasuk golongan baja karbon sedang(AISI 1045). Nilai kekerasan material pada bagian tengah egrek produk import lebih keras biladibanding dengan produk lokal yaitu masing masing 29 dan 22 HRC. Pengamatan strukturmikro bahan dengan menggunakan Mikroskop optik menunjukkan bahwa struktur mikro padaegrek produk lokal maupun produk lokal didominasi oleh struktur ferit dan perlit kasar (coarsepearlite).  Struktur mikro dari dodos produk import didominasi oleh struktur bainite bawah (lowerbainite) dengan nilai kekerasan sebesar 57 HRC sedangkan pada dodos produk lokal nilaikekerasannya hanya mencapai 25 HRC dengan stuktur ferit dan pearlit. Untuk memperbaikisifat mekanis kedua produk maka dilakukan proses hardening dengan memanaskan baja padatemperatur 800oC dengan waktu tahan 30 menit sehingga menghasilkan peningkatan sifatmekanisnya.Key word:, alat panen sawit, baja karbon sedang, egrek, dodos, heat treatment
PENGARUH MASUKAN PANAS TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN PADA PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) DARI PIPA BAJA DIAMETER 2,5 INCHI Mizhar, Susri; Hamonangan Pandiangan, Ivan
Jurnal Dinamis Vol 2, No 14 (2014)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.578 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadapketangguhan, kekerasan dan struktur mikro las pada pengelasan SMAW denganelektroda E7016. Bahan pipa baja karbon rendah dengan diameter 2,5 inchi danketebalan 12 mm dilas dengan variasi arus 100 Amper,110A dan 120 Amper denganmenggunakan las SMAW DC polaritas terbalik dengan elektroda E7016 diameter 3,2 mmdan menggunakan kampuh V tunggal dengan sudut 600. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ketangguhan impak tertinggi diperoleh pada arus 120 Amper dengan nilai 1,6Joule/mm2 . Hal ini karena masukan panas yang tinggi, maka laju pendinginan setelahpengelasan akan menjadi lebih lambat, sehingga struktur ferrite acicular yang terbentukakan lebih banyak.Kata Kunci : Pengelasan SMAW, ketangguhan, struktur mikro
PENGARUH PERBEDAAN KONDISI TEMPERING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN DARI BAJA AISI 4140 Mizhar, Susri; Suherman, Suherman
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.527 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat mekanis dan struktur mikro dari baja karbon menengahpaduan rendah (Low Alloy Medium Carbon Steel) AISI 4140 dengan perbedaan kondisi tempering. Padapenelitian ini, material terlebih dahulu dikeraskan (Hardening) dengan cara pemanasan material sampaitemperatur 900oC dan ditahan selama 3 jam lalu didinginkan dengan cepat (quencing) pada mediapendingin polimer sampai mencapai temperatur kamar. Tempering dilakukan dengan variasi holding time0.5 jam, 1 jam dan 2 jam pada temperatur 600oC.Hasil menunjukkan bahwa sifat mekanis dan struktur mikro sangat dipengaruhi oleh temperatur temperingdan waktu penahanaan. Nilai rata-rata kekerasan as bar meningkat drastis setelah proses quench sebelumdikeraskan (before hardening) 26.6 HRC dan setelah dikeraskan (after hardening) naik 104 % menjadi54.3 HRC. Setelah proses temper pada temperatur 600oC nilai rata-rata kekerasan menurun selamapeningkatan waktu penahanaan pada kondisi temper. Nilai kekerasan turun hingga 44.1% sebesar 30.4HRC, pada penahanan selama 2 jam. Pengamatan mikrostruktur menampakkan bahwa temper martensitlebih seragam dengan pertambahan waktu penahanan ( hold time) pada saat temper.Keywords : AISI 4140, Holding Time, Tempering
PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN ALUMINIUM PADUAN AL-Si-Cu PADA CYLINDER HEAD SEPEDA MOTOR Suherman, Suherman; Mizhar, Susri; Winoto, Agung
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin "MEKANIK" Vol 2 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.573 KB)

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh Solution Treatment dan aging pada Aluminium paduan Al-Si-Cu hasil coran cylinder head sepeda motor 2 Tak yang dicor dengan metode lost foam casting (LFC). Penelitian ini mempelajari pengaruh Solution Treatment dan aging (T6) terhadap eutectic silicon dan kekerasan Aluminium paduan Al-Si-Cu sebelum dan sesudah Solution Treatment (T6). Proses perlakuan panas solution treatment diterapkan dengan pada temperatur 520 C dengan waktu tahan selama 2 jam dan selanjutnya dilakukan proses Age Hardening dengan temperatur 200 oC dengan holding time masing-masing 2,3 dan 4 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan waktu tahan (holding time) pada proses heat treatment meningkatkan nilai kekerasan serta merubah stuktur particle eutectic silicon.
ANALISA KEKERASA DAN STRUKTUR MIKRO TERHADAP VARIASI TEMPERATUR TEMPERING PADA BAJA AISI 4140 Mizhar, Susri; Tampubolon, Gerhana Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin "MEKANIK" Vol 1 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.493 KB)

Abstract

Pada penelitian ini material terlebih dahuludibentuk menjadi spesimen impak kemudian di normalizing pada suhu 850oC untuk menyeragamkan butiran , lalu dikeraskan (Hardening) pada temperatur 850oC ditahan selama 3 jam dan didinginkan dengan cepat (quencing) pada media pendingin oli mesran SAE 40 sampai mencapai temperatur kamar. Spesimen setelah proses quenching dipanaskan kembali pada temperatur tempering yang divariasikan yaitu 200°C, 300°C, 400°C, 500°C dan 600°C dengan waktu tahan 2 jam. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa material AISI 4140 yang telah mengalami proses normalizing mimiliki nilai kekerasan 38,2 HRC, kemudian nilai kekerasan naik drastis setelah di hardening menjadi 52 HRC kenaikannya sekitar 26%. Pada proses tempering dengan temperatur 200°C nilai kekerasannya tidak terjadi penurunan malah sebaliknya, kembali naik tetapi kenaikan dianggap tidak terjadi karena sangat kecil sekali sekitar 0,5% , pada temper 300°C nilai kekerasan terjadi penurunan sekitar 3% menjadi 50 HRC, kekerasan terus menurun pada temper 400°C nilai kekerasannya menurun sekitar 8% menjadi 47,4 HRC, temper 500°C nilai kekerasannya kembali menurun sekitar 23% menjadi 40 HRC dan pada temper 600°C nilai kekerasannya terjadi penurunan drastis sekitar 33% menjadi 34,5HRC. Setelah proses quench struktur mikro yang terbentuk adalah martensit dan bainit lalu setelahproses temper struktur mikro manjadi temper martensit serta struktur lain yang terbentuk adalah austenit sisa.
PENGARUHVARIASI KONSENTRASI POLIMER DARI MEDIA PENDINGIN PADA PROSES QUENCH –TEMPER TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KETANGGUHAN IMPAK DARI BAJA AISI 4140 Mizhar, Susri; Simatupang, Sugianto
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin "MEKANIK" Vol 2 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.356 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketangguhan(toughness) dan struktur mikro dari baja karbon menengah paduan rendah (low alloy medium carbon steel) AISI 4140 setelah proses Quench-Temperdengan variasi konsentrasipolimer dari media pendingin dan variasi temperatur tempering. Pada penelitian ini material terlebih dahulu di bentuk menjadi spesimen impak dan kemudian di panaskan (heat treatment) pada temperatur 860°C dan di tahan selama 1 jam lalu didingin dengan cepat (quench) pada media pendingin polimer dengan variasi konsentrasi 20%, 30% dan 40% sampai mencapai temperatur kamar. Kemudian di Tempering dengan variasi temperatur 400°C dan temperatur 500°C dengan waktu penahanan ( hold time ) selama 1 jam. Hasil pengujian impak tertinggi setelah proses tempering pada temperatur 500°C pada konsentrasi 40% polimer yaitu 1J/mm2. Pengamatan struktur mikro memperlihatkan fasa martensite setelah proses quench dan perubahan fasa temper martensite terlihat setelah proses temper pada temperatur 400°C dan temperatur 500°C.
PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM TERHADAP KEKERASAN, KEKUATAN IMPAK DAN STRUKTUR MIKRO PADA ALUMINIUM PADUAN (AL-SI) DENGAN METODE LOST FOAM CASTING Mizhar, Susri; suherman, suherman; Fauzi, Rahmad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin "MEKANIK" Vol 2 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.314 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Mg sebesar 4,11 % pada paduan Al-Si berbasis material velg mobil bekas terhadap kekerasan, kekuatan impak dan struktur mikro pada hasil coran prototype kepala silinder (head cylinder) yang dicor dengan metode lost foam casting (LFC). Aluminium padual Al-Si sebelum dan sesudah penambahan Mg dilebur dengan menggunakan dapur krusible pada temperatur 750 oC dan selanjutnya dituangkan kedalam pola styrofoam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Untuk mengamati sifat fisis dan mekanis hasil penambahan Mg pada Al-Si berbasis material velg mobil bekas hasil coran dipotong pada beberapa bagian seperti pada bagian alas bawah dan saluran masuk kepala silinder. Benda cor sebelum dan sesudah penambahan Mg di uji nilai kekerasan dan kekuatan impak dengan mesin uji kekerasan metode Rockwell dan Charpy sedangkan struktur mikro diamati dengan menggunakan mikroskop optik, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Mg sebesar 4,11 % pada paduan Al-Si berbasis material velg mobil bekas menaikkan nilai kekerasan dan kekuatan impak, kenaikan kekerasan setelah penambahan Mg sebesar 9,9% dan kenaikan harga impak pada penambahan Mg sebesar 100%. Hasil dari penambahan Mg juga mempengaruhi mikrostruktur Al-Si terdapat perubahan strukturnya menjadi merata dan terbentuknya senyawa intermetalik Mg2Si yang menyebabkan sifat mekaniknya meningkat
KAJIAN PERUBAHAN DISTRIBUSI KEKERASAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR MIKRO PADA PROSES QUENCH TERHADAP VARIASI DIAMETER DALAM DARI BAJA KARBON SEDANG TIPE SAE 1040 Romania, Romania; Mizhar, Susri; Yulfitra, Yulfitra; Suherman, Suherman
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin "MEKANIK" Vol 3 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.153 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the mechanical and microstructure properties of medium carbon steel (carbon steel), namely carbon steel with carbon content (0.30% - 0.60% C); SAE 1040 steel is used as a shaft in a component of a machine. In this study Heatreatment was carried out at a temperature of 850 ° C with a hold time of 2 hours and then cooled quenched on the water cooling medium until it reached room temperature. Then the hardness and microstructure tests were carried out. In this study there were 3 specimens with the highest price of hardness found in specimens with an inner diameter of 30 and a thickness of 20 mm with an average value inside 275.9 HVN, Center 215.06 HVN, and Outside 732.9 HVN. From the observation of the microstructure showed that the SAE 1040 steel that had been in the heatreatment contained ferrite, pearlite, and martensite phases. The results show that the mechanical properties and microstructure are strongly influenced by temperature and holding time.
ANALISA HASIL PENGELASAN BAJA SA333 Grade 6 UNTUK APLIKASI PLTN Suherman, Suherman; Kuncoro, Herbanu Dwi; Abdullah, Ilmi; Mizhar, Susri
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.1.5945

Abstract

ANALISA HASIL PENGELASAN BAJA SA333 Grade 6 UNTUK APLIKASI PLTN. Baja SA333 Gr-6 merupakan baja karbon rendah (C-Mn) yang sering digunakan dalam struktur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena memiliki sifat yang menguntungkan seperti konduktivitas termal yang lebih tinggi dan ekspansi termal yang lebih rendah. Baja ini digunakan sebagai pipa utama pengangkutan panas (primary heat transport) untuk reaktor air berpendingin gas (Heavy Water Gas Cooled Reactor, HWGCR) dan pipa pada reactor pressure vessels (RPv) dalam sistem PLTN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kekuatan mekanis pada hasil lasan pada baja SA A333 grade 6 menggunakan metode SMAW. Baja yang telah dilas diuji merusak (uji tarik dan bending) dan tidak merusak (mikrostruktur) untuk mengetahui kualitas hasil sambungan las. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya retak pada sambungan las terutama pada permukaan las akibat beban bending. Disimpulkan bahwa baja SA 333 Gr 6 yang dilas dengan metode SMAW belum memenuhi kriteria penerimaan uji menurut ASME IX dan ASME III sehingga belum bisa diterapkan di pembangkit listrik tenaga nuklir.