Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS POKOK TIM PENGELOLA/PELAKSANA KEGIATAN (TPK) DALAM PENGADAAN BARANG/JASA DESA DI DESA BINOTIK KECAMATAN MANTOH KABUPATEN BANGGAI Sandung, Yasman; Ogotan, Arianti A; Muksin, Muksin
Jurnal Yustisiabel Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.496 KB) | DOI: 10.32529/yustisiabel.v2i2.231

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada pelaksanaan tugas pokok Tim Pengelola/Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam pengadaan barang/jasa desa di Desa Binotik Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas pokok Tim Pengelola/Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam pengadaan barang/jasa desa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian adalah yuridis empiris dengan menggunakan metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Pelaksanaan tugas pokok TPK dalam pengadaan Barang/jasa di Desa Binotik Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai telah dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Bupati Banggai Nomor 40 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pengadaan Barang/jasa di Desa. Dimana pelaksanaan pengadaan barang/jasa tersebut meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, pengawasan, penyerahan, pelaporan dan pertangungjawaban hasil pekerjaan. Sedangkan dalam pelaksanaan Tugas Pokok Tim Pengelola/Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam Pengadaan Barang/Jasa Desa Di Desa Binotik Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas pokok tersebut, yaitu faktor pendukung adalah faktor peraturan perundang-undangan dan pembinaan rutin, sedangkan faktor penghambat adalah kurangya komunikasi. Kata Kunci : Pengadaan Barang/Jasa Desa ABSTRACT This research focuses on the implementation of the basic tasks of the Team Managers/Implementers activities (TPK) in the procurement of goods/services at the village Binotik village sub district of Banggai Regency, Mantoh as well as the factors that affect the implementation of the basic tasks of the team Manager/Managing activities (TPK) in the procurement of goods/services of the village. This research uses this type of research is empirical juridical method by using the analysis used was qualitative, descriptive methods of analysis. The implementation of the basic tasks TPK in procurement of goods/services in the village of Binotik sub-district of Banggai Regency Mantoh have been implemented based on the regulations of the Banggai Regent Number 40 of the year 2015 On The procurement of goods/services in the village. Where implementation of the procurement of goods/services include the preparation, implementation, monitoring, reporting, submission and pertangungjawaban the results of the work. Whereas in the implementation of the basic tasks of the Team Managers/Implementers activities (TPK) in the procurement of goods/services in the Village De. Keywords : Procurement Of Goods/Services Of The Village
Kualifikasi Pemuda Tani Perdesaan di Jawa Timur Muksin, Muksin; Slamet, Margono; Susanto, Djoko
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.194 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i1.9792

Abstract

This research objectives are: (1) to analyze characteristics and qualification of the farmer youth, (2) to explain the implication of famer youth qualification. The research population are all youth in East Java. The technique of data collecting was cluster sampling. The number of respondents are 251 of youth. The descriptive and correspondency data analysis was used to analyse the data. The research results were: (1) The degree of farmer youth education is low category (2) The qualification of farmer youth that have activity in agricultural sector is lower than rural youth that have activity in non agricultural sector, (3) Farmer youth need facilitation to grow and develop their competencies.
HUBUNGAN KEMANDIRIAN DENGAN KEMAMPUAN TEKNIS BEKERJA PEMUDA TANI PEDESAAN Muksin, Muksin; Jahi, Amri; Slamet, Margono; Susanto, Djoko
Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.84 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v4i1.2163

Abstract

This research objectives are: (1) to describe characteristics of work autonomy of the farmer youth, (2) to describe technical ability of work, and (3) to analyze relation of work autonomy and technical ability of work. The technique of data collection is using cluster sampling. The number respondent are 251 of youths. The data analysis used descreptive and Chi square analysis. The research results were: The technical ability of farmer youth are lower than youth group that have non agricultural’s job. There are importance to develop Farmer youth technical ability with sistematically process, facilitation and support from the government. Hence, it is suggested to have sound planning and action in agricultural extension program to motivate and enhance the farmer’s youth to get involve in agricultural activities development.
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN AGROINDUSTRI KERUPUK TEPUNG TAPIOKA DI KELURAHAN MANGLI KECAMATAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER Eka, Efie Fadjrijah; Rizal, Rizal; muksin, muksin
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 8, No 2 (2015): JSEP
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.857 KB)

Abstract

Jember economy has supported by two agricultural sectors which are food processing agrindustry and agriculture. One of raw materials agriculture processing product industries in Jember is crackers agroindustry. The production centre of this agroindustry is located at Mangli, Kaliwates sub district Jember. This research is analytic quantitative and qualitative analytic descriptive using SEM-PLS approach and helped by R Program that used to formulate factors model that having an effect on the income also using SWOT analysis to formulate the strategy. The results of this research showed that variables that having an effect on the level of income and cost efficiency of production at Mangli, Kaliwates sub district Jember are social factors, economy and the business strategy. Economically, the crackers industry at Mangli, Kaliwates sub-district, Jember is profitable with Rp. 112.560,47 per day and the efficient production fee with value R/C 1,06. The enhancement strategies of crackers industry are include : developing the strong partnership with raw materials supplier, the efficiency of crackers production, technology production adoption, market segment extension, the enhancement of capital access, enhancement of crackers product quality, and diversification of processed crackers product. Key words : crackers agroindustry,income, SEM-PLS, SWOT analysis
MENCETAK SARJANA MUSLIM KAFFAH LEWAT PENDIDIKAN PESANTREN KAMPUS Muksin, Muksin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.836 KB)

Abstract

Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia merupakan lembaga pendidikan untuk mengkaji agama (at-tafaqquh fi ad-din). Artinya, pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mengkaji ilmu-ilmu keagamaan yang disertai penanaman moralitas kehidupan (akhlaq) kepada santri-santrinya. Dalam perkembangannya, pesantren ternyata tetap eksis dan bertahan dengan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan keislaman meskipun banyak mengalami tekanan dan cobaan di zaman era globalisasi ini. Karena itulah, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tidak pernah luntur bahkan dianggap mampu untuk menjadi solusi alternatif bagi pendidikan para siswa saat ini ditengah semakin tergerusnya moral spritual mereka. Untuk menghadapi tantangan-tantangan di era ini, perguruan tinggi Islam khususnya, perlu menerapkan sistem pesantren kampus sebagai salah satu solusi meminimalisir segala kemungkinan yang berbau negatif yang selama ini melekat pada pendidikan perguruan tinggi, disamping sebagai upaya untuk memaksimalisasi segala kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan output berupa sarjana muslim yang kaffah (sarjana yang mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni dan profesional yang multiterampil). Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, bisa dilakukan lewat pesantren kampus program intensif.  Dengan adanya pendidikan perguruan tinggi berbasis pesantren kampus ini, akan lahir generasi penerus bangsa yang benar-benar mumpuni serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman
MARKETING STRATEGIES FOR DEVELOPING AGROTOURISM IN JEMBER REGENCY Wijayanti, Tantri; Hubeis, Musa; Muksin, Muksin
Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Vol. 1 No. 3 (2015): IJBE, Vol. 1 No. 3, September 2015
Publisher : School of Business, IPB University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/ijbe.1.3.148

Abstract

This research was aimed to identify the agrotourism potential in Jember Regency, to identify the condition of internal and external environment of Sukorambi Botanic Garden. The research used the Importance Performance Analysis (IPA) method to find out the level of the visitors’ interest and satisfaction. For the internal and external analyses, the Internal Factor Evaluation (IFE) method, the External Factor Evaluation (EFE) method,  Strength Weakness Opportunity and Threat (SWOT) and the Analytic Hierarchy Process (AHP) were used to determine the strategies for marketing Sukorambi Botanic Garden. Three resource persons were used by purposive sampling technique. Thirty respondents were used for analytical level of interest by distributing questionnaires to visitors. The results of the research showed that the priorities of marketing Sukorambi Botanic Garden were 1) the strategy to maximize the concept of recreation while studying  such as crop cultivation and animal farming, 2) the strategy to increase the number of outbound games, 3) the strategy to coordinate intensively with stakeholders for improvement and sustainable development, 4) the strategy to get a loan from  a financial institution to increase capital, 5) the strategy to optimize promotion activities, (6)  the strategy to improve the quality of community services through improved performance and transportation facilities, 7) the strategy to improve the quality of services through trainings for the employees to improve the company’s management system, 8) the strategy to realize facility development on the remainder of the land  accompanied by improvement of existing facilities, and 9) the strategy to optimize online promotion activities.    Keywords: Agrotourism, marketing development strategy, Sukorambi Botanic Garden, AHP, SWOTAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi agrowisata di Kabupaten Jember,  mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal Taman Botani Sukorambi dan menentukan prioritas strategi pengembangan pemasaran agrowisata Taman Botani Sukorambi. Penelitian ini menggunakan  metode Importance Performance Analisys (IPA), untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan pengunjung, analisis internal dan eksternal menggunakan metode analisis Internal Factor Evaluation (IFE), Eksternal Factor Evaluation (EFE), Strenght Weakness Opportunity and Threat  (SWOT) dan Analytic Hierarchy Process (AHP)  untuk menentukan strategi pemasaran Taman Botani Sukorambi. Narasumber ahli yang digunakan sebanyak tiga orang dengan teknik penarikan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Responden yang digunakan untuk analisis tingkat kepentingan adalah sebanyak 30 orang dengan menyebarkan kuisioner kepada pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas strategi pemasaran Taman Botani Sukorambi adalah 1) strategi memaksimalkan konsep rekreasi sambil belajar  seperti budidaya tanaman  dan beternak, 2) strategi penambahan jumlah permainan outbond, 3) strategi koordinasi yang intensif dengan stakeholders untuk perbaikan dan pengembangan berkelanjutan, 4) strategi melakukan peminjaman kepada lembaga keuangan untuk meningkatkan modal, 5) strategi optimalisasi kegiatan promosi 6) peningkatan kualitas pelayanan melalui peningkatan kinerja, dan kemudahan akses transportasi, 7) strategi peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan bagi karyawan, memperbaiki sistem manajemen perusahaan, 8) merealisasikan pengembangan fasilitas pada lahan tersisa disertai dengan pembenahan fasilitas yang sudah ada dan (9) strategi optimalisasi kegiatan promosi secara online.    Kata kunci: Agrowista, strategi pengembangan pemasaran, Taman Botani Sukorambi, AHP, SWOTABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi agrowisata di Kabupaten Jember,  mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal Taman Botani Sukorambi dan menentukan prioritas strategi pengembangan pemasaran agrowisata Taman Botani Sukorambi. Penelitian ini menggunakan  metode Importance Performance Analisys (IPA), untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan pengunjung, analisis internal dan eksternal menggunakan metode analisis Internal Factor Evaluation (IFE), Eksternal Factor Evaluation (EFE), Strenght Weakness Opportunity and Threat  (SWOT) dan Analytic Hierarchy Process (AHP)  untuk menentukan strategi pemasaran Taman Botani Sukorambi. Narasumber ahli yang digunakan sebanyak tiga orang dengan teknik penarikan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Responden yang digunakan untuk analisis tingkat kepentingan adalah sebanyak 30 orang dengan menyebarkan kuisioner kepada pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas strategi pemasaran Taman Botani Sukorambi adalah 1) strategi memaksimalkan konsep rekreasi sambil belajar  seperti budidaya tanaman  dan beternak, 2) strategi penambahan jumlah permainan outbond, 3) strategi koordinasi yang intensif dengan stakeholders untuk perbaikan dan pengembangan berkelanjutan, 4) strategi melakukan peminjaman kepada lembaga keuangan untuk meningkatkan modal, 5) strategi optimalisasi kegiatan promosi 6) peningkatan kualitas pelayanan melalui peningkatan kinerja, dan kemudahan akses transportasi, 7) strategi peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan bagi karyawan, memperbaiki sistem manajemen perusahaan, 8) merealisasikan pengembangan fasilitas pada lahan tersisa disertai dengan pembenahan fasilitas yang sudah ada dan (9) strategi optimalisasi kegiatan promosi secara online.    Kata kunci: Agrowista, strategi pengembangan pemasaran, Taman Botani Sukorambi, AHP, SWOT
Kajian Transitivitas Teks Terjemahan Takepan Serat Menak Yunan Dan Kontribusinya Terhadap Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Di Smp: Analisis Berdasarkan Linguistik Fungsional Sistemik Muksin, Muksin
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 2 (2016): October 2016
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.2.2.60.253-270

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan: (1) tipe proses transitivitas dalam teks terjemahan Takepan Serat Menak Yunan (TSMY;. (2) tipe proses transitivitas yang mendominasi dalam TSMY; dan (3) kontribusi TSMY pada materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) dengan pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan wawancara. Data dianalisis dengan mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods).Analisis data dan pembahasan menyimpulkan tiga hal, yaitu: (1) Tipe proses transitivitas dalam TSMY meliputi: proses material, mental, tingkah laku, relasional, verbal, dan ekstensial. Sirkumstan dalam TSMY meliputi sirkumstan rentang, lokasi, sebab, lingkungan, penyerta, peran, masalah, pandangan, cara, dan kualitas. (2) Tipe proses transitivitas yang mendominasi dalam TSMY adalah proses material yang berjumlah 127 (36,10%). Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa TSMY lebih condong menggunakan kata-kata yang mengisyaratkan adanya tindakan, kegiatan, dan aktivitas fisik pelibat teks (partisipan). Tipe proses lainnya yang mendominasi adalah proses verbal yang berarti bahwa aktivitas fisik maupun mental selalu didahului dengan informasi dan dialog antarsemua elemen sehingga roda pemerintahan berjalan dengan baik. (3) hasil penelitian terhadap TSMY berkontribusi positif pada materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di SMP, yakni dapat digunakan sebagai bahan ajar terutama yang terkait dengan teks. Kata kunci: transitivitas, takepan serat menak yunan (TSMY), linguistik fungsional sistemik (LFS) 
OPTIMIZATION ASSIGNMENT OF WESTERN PATROL UNIT (KRI) ELEMENT IN SEA SECURITY OPERATIONS IN RIAU ISLANDS WATER AREAS USING SET COVERING MODEL Setiadji, Agus; Herdiawan, Didit; Sukandari, Benny; Muksin, Muksin
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 11 No 1 (2020): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.298 KB)

Abstract

The territorial waters of Riau Islands are one of the locations with a high level of vulnerability to violations in thesea in Indonesia, because this region is directly adjacent to neighboring countries and is an international tradeand shipping route. One of the roles of the Indonesian Navy is to maintain the security of national jurisdictions,including in the territorial waters of Riau Islands, which are then realized in Operation Sea Security, where theimplementation still has several constraints, namely budget constraints, technical capabilities, number of ships,limited information, and limitations supporting facilities, so that the implementation of Marine SecurityOperations is not optimal. The main reason is the placement of patrol boats during operations is not wellorganized. With these problems, a study was conducted using the set covering method to get the most optimallocation for patrol boat placement with as few ships as possible but still be able to reach the entire waters of theRiau Islands and minimize operational costs. In this study a discrete approach was taken, namely thedetermination of the critical points, which numbered 37 vulnerable points. All these points must be affordable bythe ship on duty.Keywords: Set Covering, Location Selection, Marine Security Operations, Riau Islands Waters Region
Pengembangan Agrowisata di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember Saputra, Geri Barnas; Muksin, Muksin; Muspita, Merry
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.877 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.04.7

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan potensi di pedesaan melalui kegiatan pertanian dengan kegiatan pariwisata (agrowisata). Agrowisata didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi, dan  hubungan  usaha dibidang pertanian. Ledokombo memiliki Potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata agro, dan sekaligus menjadi salah satu alternatif wisata yang berada di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Selain itu, pengembangan wisata agro ini merupakan  bagian dari pemberdayaan  masyarakat untuk meningkatkan kehidupan sosial masyarakat dan pemerataan pembangunan infrastruktur desa. penelitian ini untuk mencari elemen kunci dan sub-elemen pendukung dalam upaya mengembangkan ledokombo menjadi kawasan agrowisata. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Interpretative Struktur Modeling (ISM). Hasil brainstorming dengan tiga pakar menghasilkan empat elemen kunci 1) Elemen tujuan program, 2) Elemen kebutuhan, 3) Elemen lembaga yang terlibat dan 4) Elemen masyarakat yang terpengaruhi pada masing-masing elemen utama terdapat sub-elemen dengan jumlah yang bervariasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dalam upaya mengembangkan ledokombo menjadi kawasan agrowisata sub-elemen yang memiliki kekuatan sebagai pendorong yaitu pembentukan kelompok sadar wisata (POKDARWIS). Pembentukan kelompok sadar wisata dilakukan dengan memberikan langkah-langkah seperti 1) memberikan akses informasi yang seluas-luasnya akan potensi wisata, 2) memberikan kegiatan pelatihan dan 3) memberikan dukungan financial yang dalam hal ini di inisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.
PENGEMBANGAN MODEL PKB (PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN) GURU SMK DI PROVINSI DKI JAKARTA muksin, muksin
Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Vol 8, No 2 (2016): JURNAL AUTOTECH
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.199 KB)

Abstract

Saat ini pemerintah telah memiliki program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil penilaian kinerja guru dan didukung dengan hasil evaluasi diri. Orientasi PKB  tersebut memiliki tujuan dan pencapaian standar kompetensi dan pengembagan kompetensi untuk memenuhi layanan pembelajaran berkualitas dan peningkatan karir guru. Dilihat dari ruang lingkup pembinaan dan pengembangan guru pada program PKB tersebut masih pada tataran pembinaan dan pengembangan guru secara umum. Sehingga  perlu model khusus yang terarah kepada guru SMK. Oleh karena itu, dalam memenuhi pembinaan dan pengembangan guru SMK, terutama yang berkaitan dengan pengembangan keprofesian guru SMK sangat perlu untuk dilakukan pengembangan pembinaan dan pengembangan profesi guru SMK secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan guru SMK secara bertahap dan berkelanjutan. Sehingga, pembinaan dan pengembangan profesi guru SMK dapat dilakukan dengan pengembangan model keprofesian guru SMK berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik pendidikan kejuruan. Kata kunci: Guru profesional, Kinerja Guru, Pengembangan keprofesian berkelanjutan.