Claim Missing Document
Check
Articles

Amperometric biosensor for glucose detection based-on immobilisation of glucose oxidase in acetic cellulose membrane using ferrocene as mediator Asnawati, Asnawati; Indarti, Dwi; Mulyono, Tri; Kesuma B, Gembong
Jurnal ILMU DASAR Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.725 KB) | DOI: 10.19184/jid.v14i1.481

Abstract

The study reported the development of glucose ampherometric biosensor based on immobilization of glucose oxidase on cellulose acetate membrane with ferrocene as a mediator. Biosensor was designed with model Fc, GOx, CP / GOx / CA where ferrocene and the enzyme glucose oxidase on carbon paste in immobilizatin on the electrode body in the form of glass tubes and in other parts of the enzyme glucose oxidase in immobilizatin on cellulose acetate membrane with adsorption techniques are placed in electrode tip by using the o-ring. The presence of enzymes immobilization was determined quantitatively by enzyme immobilization was Km value. The results showed the composition of acetone-water in the optimum coagulation bath is 0:100% and 0,0008 g of Optimum ferrocene. Biosensor for measuring glucose in the area amperometri 0,1 to 3 mM with regression coefficient of 0,996, the detection limit of 0,01 mM, sensitivity of 0,989 μA / mM, the reproducibility of 0,07 to 0,3% and lifetime of 1 day. Keywords : Biosensor; glucose oxidase ; acetic cellulose; Ferrocene: Ampherometric.
The Use of Nata de Coco Membrane as Biosensor Material Mulyono, Tri; Asnawati, Asnawati; Noviandri, Indra; Buchari, Buchari
Jurnal ILMU DASAR Vol 8 No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.254 KB)

Abstract

Nata de coco has been characterized as filter toward glucose solutions. Standard nata de coco membrane can not be used as membrane because of variations of thickness. It has unequal weight if it was made thinner. Based on its character, nata de coco had been made in various incubation times. Three days incubation time membrane have passed up 76.84 % glucose, 61.15  Lm -2hr -1 flux/permeability. In Low concentration, it’s produced permeate 87% and decrease in increasing concentration. Structures of membrane morphology showed that existence of bovine serum albumin (BSA) in glucose solution possibility didn't influence determination of glucose in blood.
KAPUR SEBAGAI BAHAN TAMBAH UNTUK BETON NORMAL Mulyono, Tri
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.954 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i1.7875

Abstract

Penelitian ini berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI 03-2834-1993) “Tata CaraPembuatan Rencana Campuran Beton Normal”, proporsi kapur sebagai bahan tambah yangdisubstitusikan dalam semen untuk beton normal dimulai dari prosentase 10% kapur sampai70% kapur dalam berat. Hasil uji tekan dilakukan untuk beton menggunakan silinder umur28 hari. Data di analisis menggunakan silinder dan untuk kubus dilakukan konversi menjadisilinder. Hasil uji dan analisa penelitian dengan data yang terdistribusi normal dan homogenmemberikan hal sebagai berikut: (a) hasil uji untuk variasi kapur yang berbeda akanmenghasilkan dan berpengaruh terhadap kemudahan pekerjaan, dimana semakin besarpenambahan kapur akan menurunkan tingkat kemudahan pekerjaan. (b) penambahankapur tidak berpengaruh terhadap berat isi beton keras (c) rata-rata berat jenis yangdihasilkan sebesar 2330 kg/m3. (d) Komposisi optimal dari kapur sebesar 19% ditambahkansebagai substitusi semen menghasilkan nilai kekuatan tekan sebesar 22.3 Mpa.
ANALISIS LIMBAH CETAKAN LOGAM SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PENGGANTI AGREGAT HALUS DALAM UPAYA PERBAIKAN KUAT TEKAN BETON S, Mujahidin; Mulyono, Tri; Nasution, Nira
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.036 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v4i1.7906

Abstract

dalam beton yang menggunakan limbah cetakan logam sebagai agregat halus sebesar 0%,25%, 50%, 75% dan komposisi 100% terhadap berat pasir dan wheithertekanan dengan komposisi 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap berat pasirlebih besar dari standar beton ketahanan tekanan dengan komposisi logam 0%cetakan sampah menuju berat pasir. Penelitian ini dilakukan di MaterialJurusan Sains FMIPA Pasca Sarjana Program Laboratorium UniversitasIndonesia pada bulan Desember 2003 di bidang Teknik Material ScienceLaboratorium DKI Jakarta di Jalan Let.Jend. Soeprapto Center Jakarta diPebruari hingga Mei 2004.Metodologi yang digunakan untuk penelitian ini adalahmetodologi penelitian eksperimental. Populasi penelitian adalah beton eubiktes materi sebanyak 60 kubus untuk lima ancaman. Hipotesis pertamates dengan varians menganalisis satu arah dan hipotesis kedua dengan T-Test.Analisis tes yang digunakan adalah uji normalitas dan uji homogenitasmenghasilkan distribusi normal dan data homogen.Hipotesis pertama untuk mendapatkan Fhitung  Ftabel atau 269,59  2,51, H0 ditolakdan H1 diterima. Hipotesis kedua (a) H0: B = A diperoleh Fhitung Ftabel atau 7.907  2,68; jadi H0 dan H1 ditolak, hipotesis kedua (b) H0: C =A A diperoleh Fhitung  Ftabel atau 17,41  2,68; jadi H0 dan H1 ditolak,hipotesis kedua (c) H0: D = A diperoleh Fhitung  Ftabel atau 25,08  2,68;sehingga H0 dan H1 ditolak dan hipotesis kedua (d) H0: E = A diperolehFhitung  Ftabel atau 22,41  2,68; jadi H0 dan H1 ditolak.Hasil dari penelitian ini adalah (1) ada perbedaan ketahanan tekananbeton yang menggunakan limbah cetakan logam sebagai agregat halus dengan 0%, 25%, 50%,75% dan 100% komposisi sampah cetakan logam terhadap berat pasir, (2)ketahanan tekanan yang menggunakan limbah cetakan logam sebagai agregat halus dengan 25%,50%, 75% dan 100% komposisi sampah cetakan logam terhadap berat pasirlebih rendah dari standar beton ketahanan tekanan dengan komposisi logam 0%cetakan sampah menuju berat pasir.
PEMANFAATAN BATU-BATUAN KECIL ( KERIKIL JAGUNG ) SEBAGAI BAHAN TAMBAH PEMBUATAN PAVING BLOCK Wardani, Sri; ST, Prihantono; Mulyono, Tri
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.13 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7929

Abstract

Kebutuhan akan bahan bangunan, setiap tahun selalu meningkat. Salah satunya adalahPaving Block. Untuk mendapatkan Paving Block yang berkualitas baik adalah dengan caramenambah bahan lain untuk menyusun komposisi campurannya.Salah satu bahan yang memberi kemungkinan sebagai bahan pembuatan Paving Blockadalah batu-batuan kecil (Kerikil Jagung). Batu-batuan ini dapat diperoleh dari penyaringanpasir batu (sirtu) / dari penyaringan pasir kasar yang mengandung batu-batuan kecil.Berdasarkan analisis ayakan (besar butiran) batu-batuan kecil (Kerikil Jagung) tertahanpada ayakan 4,75 mm. Sehingga dapat digolongkan kedalam kerikil halus dengan ukuranbutiran 5 mm ≤ 10 mm.Kerikil jagung digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan paving block, denganperbandingan berat pada komposisi campuran semen : pasir : kerikil jagung untuk bagianatas / kepala masing-masing A (1:1:0) / sebagai kontrol, B (1:1:1), C (1:1:1,5) dan D (1:1:2).Hal ini untuk mengetahui adanya perbedaan penggunaan kerikil jagung terhadap kuattekan bata beton (paving block) sesuai dengan Standar Nasional Indonesia
KAJIAN LABORATORIUM PARAMETER MARSHALL DENGAN PASIR PANTAI CARITA SEBAGAI AGREGAT HALUS DALAM HRS-WC Nastiti, Ayu; Mulyono, Tri; Purnomo, Adhi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.616 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang nomor 4 di dunia yaitu 106.000 km memiliki potensi luas lahan pasir pantai sebesar 1.060.000 hektar. Berdasarkan kajian dan penelitian, pemanfaatan secara ekonomis pasir pantai belum optimal dalam bidang konstruksi termasuk lapis perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter Marshall dalam HRS-WC yang menggunakan pasir pantai sebagai agregat halusnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Jalan Balai Irigasi BekasiData agregat halus dari Pasir Pantai Carita yang diambil pada jarak 30 meter dari bibir pantai saat ketinggian muka air laut rendah. Penelitian menggunakan 5 variasi kadar aspal yaitu 2%; 3%; 4%; 5%; dan 6% dengan sampel uji masing-masing kadar sebanyak 6 (enam) buah. Dengan perlakuan yang sama menghasilkan (1) kadar aspal optimum sebesar 3 % dengan nilai stabilitas 110,39 kg, nilai kelelehan 2,9 mm, nilai VMA 15,53 %, nilai VFB 53,12 %, nilai VIM 7,28 %, nilai MQ 383,06 kg/mm, dan kepadatan 2,95 gr/cc; (2) Parameter marshall yang didapatkan dengan menggunakan pasir pantai memenuhi Spesifikasi Umum 2011-DPU kecuali nilai VMA. Nilai VMA akan memenuhi persyaratan jika dipakai kadar aspal 8% (hasil perpanjang persamaan hubungan kadar aspal dan VMA untuk VMA>18% dicapai dengan Kadar Aspal 8%); (3) Hubungan antara kadar aspal dengan Flow, VMA, VFB, dan kepadatan membentuk kecenderungan positif secara liner atau dengan kenaikan kadar aspal akan meningkatkan nilai Flow, VMA, VFB, dan kepadatan serta sebaliknya, akan menurunkan nilai VIM secara linier dan MQ secara polinomial. Meningkatnya kepadatan secara linier akan meningkatkan VMA dan VFB serta menurunkan VIM. Berdasarkan hasil ini dapat dinyatakan (1) Pasir Pantai Carita tidak dapat dimanfaatkan sebagai agregat halus pada HRS-WC pada lalu-lintas sedang karena nilai VMA tidak memenuhi persyaratan; (2) Pasir Pantai Carita kemungkinan dapat digunakan sebagai agregat halus pada campuran HRS-WC dengan kadar sekitar 8% untuk lalu lintas sedang; (3) Pasir pantai Carita sebaiknya digunakan untuk HRS-WC dengan lalu lintas ringan.
INDONESIAN CHILDREN POETRY AS THE LEARNING MEDIUM OF ENGLISH SUBJECT IN ELEMENTARY SCHOOL Mulyono, Tri; Nuryatin, Agus; Asayuti, Suminto; Rustono, Mr
Jurnal Bahasa Inggris Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.858 KB) | DOI: 10.24905/efj.v1i1.10

Abstract

Learning will be effective when it is conducted with fun. In line with this, by using Indonesian children poetry as the medium of learning, English learning can be done in a fun way. Moreover, Indonesian children poetry is a poetry written intentionally for children, that is those whose ages range from 2 up to 12 years old. With this underlying idea, this paper was written with the aim of describing English learning with the medium of Indonesian children poetry. The result shows that English learning is possible to be done by using Indonesian children poetry as the medium.
SISTEM PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE EIGENFACE DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) Mulyono, Tri; Adi, Kusworo; Gernowo, Rahmat
BERKALA FISIKA Vol 15, No 1 (2012): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.796 KB)

Abstract

The development of security systems led to the development of face recognition system using image processing techniques.Research was conducted to identify a face image automatically with theeigenface method. The method used is a normalization, eigenface, neural network training and testing.Eigenface is used to reduce the dimension vector face becomes much simpler (eigen vector). Eigen vectorsobtained are used by back propagation neural network training process and recognition. Then do thetesting process using the image of a face that has not been used in the training process.The results showed the use of neural networks and eigenface to face recognition can give a goodaccuracy. The system is able to produce an acuracy of 84.6% with a FAR (False Acceptance Rate) =16.2%, FRR (False Rejection Rate) = 20% and EER (Equal Error Rate) = 0.3.Keywords : face recognition, eigenface, eigen vector, neural network
Disain Viskometer Kapiler Terkomputerisasi (The Design of Computerized Capillary Viscometer) Mulyono, Tri; Putra, Ardian Syah; -, Neran
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain viskometer jenis kapiler yang dapat digunakan untuk pengukuran viskositas cairan dengan volume kecil, sebesar 1,8 mL. Laju alir dari cairan ditentukan menggunakan dua pasang sensor optik (fotodioda IR dan IR LED) yang diproses menggunakan komputer. Serangkaian uji alat dilakukan menggunakan beragam larutan polar dan nonpolar. Dari hasil pengujian,  didapatkan  bahwa  viskometer  hasil  disain  mempunyai  nilai  presisi lebih baik dari viskometer Ostwald. Simpangan bernilai kurang dari 5 % pada larutan uji yang bersifat nonpolar dengan viskositas di bawah 5,28 mPa.s, sedangkan pada larutan uji yang bersifat polar hanya pada viskositas di bawah 1.44 mPa.s.Kata kunci: LED, fotodioda, viskometer kapiler, viskositas
Design of Multi Syringe Pump for Flow System Analysis Mulyono, Tri; Asnawati, Asnawati; Faruq, Umarul
Jurnal ILMU DASAR Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.372 KB) | DOI: 10.19184/jid.v14i1.477

Abstract

The aims of this work were to research: design of the multi syringe pumps, volume consistency of ISAB and the correlation of the PWM to the flow rate of carrier. Pump speed was set by PWM. Controlling the pump speed and time were performed with a computer using Labview software. It was found that based on the time variation of time then the volume of ISAB has a consistency of the injected volume with Kv 0.25% to 2.53% and the rate of carrier based on multi syringe velocity have a good correlation with the regression value of 0.998 and the value of Kv 0.27% to 1.2%. Keywords : Multi syringe pump, MSFIA methods, PWM