Nurul Khoirun Nisa
Prodi D-III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD JOMBANG Nisa, Nurul Khoirun; Mawarti, Herin
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDiantara semua faktor resiko kardiovaskuler, dua faktor yang muncul saat ini dan akan menjadi pembunuh yang sangat kejam pada abad 21, faktor itu antara lain obesitas dan hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Indeks massa tubuh secara signifikan berhubungan dengan kadar lemak tubuh total sehingga dapat dengan mudah mewakili kadar lemak tubuh. Saat ini, indeks massa tubuh secara internasional diterima sebagai alat untuk mengidentifikasi kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan indeks massa tubuh dengan hipertensi. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode diskripsi analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Penentuan sampel dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 43 Responden, sedangkan variabel yang diteliti adalah indeks massa tubuh dan hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada Pasien di Poli Penyakit Dalam RSUD Jombang. Metode pengumpulan data dengan lembar observasi dan data yang didapatkan dianalisa dengan uji Spearman’s correlation dengan tingkat kemaknaan r = 0 sampai +1. Sedangkan dari hasil SPSS didapatkan r= 0,142 yang berarti hubungan antara indeks massa tubuh dengan hipertensi sangat lemah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa indeks massa tubuh bukanlah suatu indikator pengukuran obesitas.Kata kunci : hipertensi, indeks massa tubuh, Pasien di Poli Penyakit Dalam. ABSTRACTAmong all cardiovascular risk factors, the two factors that emerged at this time and will be very ruthless killer in the 21st century, that factors include obesity and hypertension. Body mass index was significantly associated with total body fat content so it can easily represent levels of body fat. At present, the body mass index is internationally accepted as a tool for identifying overweight and obesity. This study aimed to analyze the relationship of body mass index with hypertension. Research design in this study using analytic description, the cross-sectional approach. The samples by using purposive sampling, a sample of 43 respondents, while the variables studied were body mass index and hypertension. The research was conducted on patients in hospitals Jombang Poly Medicine. Methods of data collection with the observation sheet and the data obtained were analyzed with Spearmans correlation test with a significance level r = 0 to 1. While the results obtained SPSS r = 0.142, which means the relationship between body mass index with hypertension is very weak.Key words: hypertension, body mass index, patients in Poly Medicine.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD JOMBANG Nisa, Nurul Khoirun; Mawarti, Herin
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDiantara semua faktor resiko kardiovaskuler, dua faktor yang muncul saat ini dan akan menjadi pembunuh yang sangat kejam pada abad 21, faktor itu antara lain obesitas dan hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Indeks massa tubuh secara signifikan berhubungan dengan kadar lemak tubuh total sehingga dapat dengan mudah mewakili kadar lemak tubuh. Saat ini, indeks massa tubuh secara internasional diterima sebagai alat untuk mengidentifikasi kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan indeks massa tubuh dengan hipertensi. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode diskripsi analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Penentuan sampel dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 43 Responden, sedangkan variabel yang diteliti adalah indeks massa tubuh dan hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada Pasien di Poli Penyakit Dalam RSUD Jombang. Metode pengumpulan data dengan lembar observasi dan data yang didapatkan dianalisa dengan uji Spearman’s correlation dengan tingkat kemaknaan r = 0 sampai +1. Sedangkan dari hasil SPSS didapatkan r= 0,142 yang berarti hubungan antara indeks massa tubuh dengan hipertensi sangat lemah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa indeks massa tubuh bukanlah suatu indikator pengukuran obesitas.Kata kunci : hipertensi, indeks massa tubuh, Pasien di Poli Penyakit Dalam. ABSTRACTAmong all cardiovascular risk factors, the two factors that emerged at this time and will be very ruthless killer in the 21st century, that factors include obesity and hypertension. Body mass index was significantly associated with total body fat content so it can easily represent levels of body fat. At present, the body mass index is internationally accepted as a tool for identifying overweight and obesity. This study aimed to analyze the relationship of body mass index with hypertension. Research design in this study using analytic description, the cross-sectional approach. The samples by using purposive sampling, a sample of 43 respondents, while the variables studied were body mass index and hypertension. The research was conducted on patients in hospitals Jombang Poly Medicine. Methods of data collection with the observation sheet and the data obtained were analyzed with Spearman's correlation test with a significance level r = 0 to 1. While the results obtained SPSS r = 0.142, which means the relationship between body mass index with hypertension is very weak.Key words: hypertension, body mass index, patients in Poly Medicine.
Perbandingan Pengukuran Tekanan Darah Pada Lengan Normal Dan Lumpuh Pada Penderita Stroke Zuliani, Zuliani; Rajin, Mukhammad; Nisa, Nurul Khoirun; Nurmalisyah, Fitri Firranda
Bahasa Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.009 KB)

Abstract

Tekanan darah terdiri dari tekanan sistol dan diastole. Stroke adalah gangguan otak yang disebabkan oleh proses patologis dalam sistem pembuluh darah otak. Stroke dapat menyebabkan berbagai defisit neurologis. Tujuan dari penelitian ini untuk Perbandingan Pengukuran Tekanan Darah di Lengan Kiri dan Lengan Lumpuh pada Pasien Stroke.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah pasien stroke yang memiliki parese di Rumah Sakit Mojowarno yang terdiri dari 45 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling dan instrumen menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh Responden Gender sebagian besar laki-laki 30 orang (66%) dan berusia 61-70 tahun sebanyak 25 orang (56%) dan hampir setengah dari responden tingkat sekolah dasar sebanyak 22 orang (49%) dan sebagian besar pekerjaannya adalah pribadi sebanyak 27 orang (61%). Sedangkan pengukuran tekanan darah responden dengan rerata hand systole dengan nilai 145 dan rerata diastole dengan nilai 92, sedangkan rerata ekstremitas sistol dengan nilai 147 dan rerata diastole dengan nilai 94. Tidak ada perbedaan dalam hal ini. hasil pengukuran tekanan darah. antara sisi tangan normal dengan sisi parese tangan. Baik sisi normal dan sisi tangan yang parese memiliki peluang atau kemungkinan yang sama untuk menghasilkan hasil yang lebih tinggi atau lebih rendah. Hasil ini juga digunakan untuk membuktikan bahwa pengukuran tekanan darah di satu sisi tangan tidak dapat mewakili pengukuran di kedua tangan karena kelainan pembuluh darah dapat terjadi di mana saja baik di tangan kanan dan kiri, sehingga pemeriksaan hanya pada satu sisi tangan dapat menyebabkan buruk interpretasi hasil yang benar.    
IMPROVEMENT OF PSYCHOLOGICAL HEALTH ASPECT OF TUBERCULOSIS CLIENT THROUGH PSYCHOEDUCATION Nisa, Nurul Khoirun
Babali Nursing Research Vol 1 No 2 (2020): July
Publisher : Babali Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.123 KB) | DOI: 10.37363/bnr.2020.1224

Abstract

Introduction: Tuberculosis is well known as an infectious disease on lungs system caused by Mycobacterium tuberculosis in physical, social and mental health conditions. Methods: This research applied quasi-experiment and consisted of pre and post-test on non-equivalent control group. The subjects were divided into two groups, control group (35) and treatment group (35) by using simple random sampling technique based on inclusion criteria. The research was conducted at Health Center, Jombang. The variables involved in this research were psycho-education psychological aspects. Results: The results of the research showed that physical and psychological aspects on both treatment and control groups is with p = 0.000 (<0.05) which means that there is significant difference on psychological aspect between treatment and control groups. Psycho-education significantly influenced psychological among the patients with tuberculosis. Conclusion: This change occurred due to the increase of health on the patient with tuberculosis in psychological aspects and also it followed by the decrease of symptoms on the patient.