Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH LAMA PERIODE SIMPAN STEK DAN IBA (Indolebutyric Acid) TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN ARA (Ficus carica L.) Noval, Noval
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Penelitian lama periode simpan stek penting dilakukan untuk mengetahui ketahanan stek bertahan hidup selama masa penyimpanan karena sering ditemukan bahwa stek yang disimpan mengalami penurunan viabilitas dan vigor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lama periode simpan yaitu tanpa penyimpanan, 2 minggu, dan 4 minggu dan IBA (Indolebutyric Acid) pada konsentrasi 0 mg L-1, 50 mg L-1, 75 mg L-1, 100 mg L-1, dan 125 mg L-1 yang tepat terhadap pertumbuhan stek tanaman ara kv. Green Jordan. Percobaan dilakukan di Laboratorium Kultur Terkendali Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Maret 2014 sampai dengan bulan Mei 2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental deskriptif yang terdiri 15 kombinasi perlakuan dan tiga ulangan, setiap ulangan terdiri dari tiga stek serta pengujian hipotesis dilakukan dengan uji T sampel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan variabel yang diamati yaitu jumlah tunas, jumlah daun, panjang akar, kerapatan akar, dan persentase stek hidup, stek tanpa penyimpanan memberikan pengaruh lebih baik dibandingkan stek yang disimpan selama 2 minggu dan 4 minggu sehingga penyimpanan stek tanaman ara selama 2 minggu dan 4 minggu dengan metode yang telah dilakukan tidak dapat mempertahankan viabilitas dan vigor stek, sedangkan konsentrasi IBA tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata karena kondisi stek yang tidak baik menyebabkan stek tidak dapat merespon IBA yang diberikan.
STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI BERBASIS EVALUASI AKREDITASI MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO) RUMAH SAKIT Noval, Noval; Oetari, R.A.; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.344

Abstract

Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang dan merupakan pendapatan utama rumah sakit, dengan kontribusi 90% pelayanan kesehatan merupakan perbekalan farmasi. Banyaknya kesalahan dalam pemberian obat menyebabkan kejadian tidak diharapkan, rumah sakit perlu memperhatikan akreditasi instalasi farmasi dari segi manajemen penggunaan obat (MPO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan farmasi terhadap tujuh standar akreditasi MPO dan strategi pengembangannya dengan metode hanlon berdasarkan standar akreditasi rumah sakit tentang MPO di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian non eksperimental, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan februari sampai bulan maret tahun 2016. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner penilaian diri sendiri dan wawancara kepada staf instalasi farmasi rumah sakit yang terlibat berdasarkan tujuh standar MPO. Strategi pengembangan untuk penyelesaian masalah elemen penilaian menggunakan analisis prioritas masalah dengan metode Hanlon. Hasil penelitian tingkat kesesuaian pelayanan farmasi terhadap standar akreditasi MPO adalah MPO1 organisasi dan manajemen sebesar 98,71%, MPO2 seleksi dan pengadaan 98,26%, MPO3 penyimpanan 98,37%, MPO4 pemesanan dan pencatatan 97,83%, MPO5 persiapan dan penyaluran 96,37%, MPO6 pemberian 98,82%, dan MPO7 pemantauan 94,10%. Dari 24 elemen penilaian standar MPO yang dilakukan ada 7 yang belum memenuhi standar maksimal dan memiliki kekurangan. Analisis prioritas masalah elemen penilaian menggunakan metode Hanlon, prioritas secara berturut-turut pertama elemen penilaian MPO6.P3 identifikasi petugas untuk memberikan obat, MPO7.P2 monitoring efek obat, MPO4.P2 identifikasi petugas kompeten, MPO1.P4 pelayanan penggunaan informasi obat, MPO3.P1 penyimpanan produk nutrisi, MPO5.P3 penyiapan produk steril, dan terakhir MPO7.P3 pencatatan atau pelaporan obat yang tidak diharapkan dalam status pasien.
STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI BERBASIS EVALUASI AKREDITASI MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO) RUMAH SAKIT Noval, Noval; Oetari, R.A.; Widodo, Gunawan Pamudji
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.162 KB) | DOI: 10.22146/jmpf.344

Abstract

Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang dan merupakan pendapatan utama rumah sakit, dengan kontribusi 90% pelayanan kesehatan merupakan perbekalan farmasi. Banyaknya kesalahan dalam pemberian obat menyebabkan kejadian tidak diharapkan, rumah sakit perlu memperhatikan akreditasi instalasi farmasi dari segi manajemen penggunaan obat (MPO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan farmasi terhadap tujuh standar akreditasi MPO dan strategi pengembangannya dengan metode hanlon berdasarkan standar akreditasi rumah sakit tentang MPO di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian non eksperimental, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan februari sampai bulan maret tahun 2016. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner penilaian diri sendiri dan wawancara kepada staf instalasi farmasi rumah sakit yang terlibat berdasarkan tujuh standar MPO. Strategi pengembangan untuk penyelesaian masalah elemen penilaian menggunakan analisis prioritas masalah dengan metode Hanlon. Hasil penelitian tingkat kesesuaian pelayanan farmasi terhadap standar akreditasi MPO adalah MPO1 organisasi dan manajemen sebesar 98,71%, MPO2 seleksi dan pengadaan 98,26%, MPO3 penyimpanan 98,37%, MPO4 pemesanan dan pencatatan 97,83%, MPO5 persiapan dan penyaluran 96,37%, MPO6 pemberian 98,82%, dan MPO7 pemantauan 94,10%. Dari 24 elemen penilaian standar MPO yang dilakukan ada 7 yang belum memenuhi standar maksimal dan memiliki kekurangan. Analisis prioritas masalah elemen penilaian menggunakan metode Hanlon, prioritas secara berturut-turut pertama elemen penilaian MPO6.P3 identifikasi petugas untuk memberikan obat, MPO7.P2 monitoring efek obat, MPO4.P2 identifikasi petugas kompeten, MPO1.P4 pelayanan penggunaan informasi obat, MPO3.P1 penyimpanan produk nutrisi, MPO5.P3 penyiapan produk steril, dan terakhir MPO7.P3 pencatatan atau pelaporan obat yang tidak diharapkan dalam status pasien.
Efek Ekstrak Etanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia, Jack) terhadap Ekspresi HRAS pada Organ Hati Tikus Galur Sprague Dawley pada Pemberian Doxorubicin Noval, Noval; Raihana, Raihana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.766 KB) | DOI: 10.33084/jsm.v5i1.952

Abstract

Doxorubicin chemotherapy agents cause serious side effects in normal cells, especially in the liver and heart caused by free radicals. RAS is an important component of the signal transduction pathway that controls cell proliferation, differentiation and survival. The pasak bumi root (Eurycoma longifolia, Jack) has been reported to have acted as an antioxidant and hepatoprotector. This study aims to determine the effect of giving ethanol extract of pasak bumi root on HRAS expression in healthy mice given doxorubicin. This research was conducted by dividing the test animals into 7 groups, namely doxorubicin control group 4.67 mg / kgBB, group II control ethanol extract of pasak bumi roots 200 mg / kgBB, group III, IV and V were the treatment groups given doxorubicin 4.67 mg / kgBW with ethanol extract of the pasak bumi root, each 50 mg / kgBB; 100 mg / kgBB; 200 mg / kgBW, group VI solvent control and group VII healthy control. The study was continued by painting using an immunohistochemical method to see the expression of HRAS in each experimental group. Data analysis was performed by calculating per cent expressions, then proceed with statistical tests using SPSS. The results of statistical tests showed that there were significant differences between the doxorubicin control group (18.56 ± 1.85) and the treatment of group 5 (10.43 ± 1.71) and there were no significant differences between the doxorubicin control group (18.56 ± 1, 85) with group 3 treatment (17.80 ± 4.23) and group 4 treatment (16.70 ± 1.97). From the results of the study concluded that the ethanol extract of pasak bumi roots at a dose of 200 mg / KgBB can reduce the expression of HRAS in the administration of doxorubicin
Phytochemical Screening and Antimicrobial Activity of Bundung Plants Extract by Dilution Method Noval, Noval; Yuwindry, Iwan; Syahrina, Dahlia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.204 KB) | DOI: 10.33084/jsm.v5i1.954

Abstract

Bundung plants (Actinuscirpus Grossus) are widely spread in Borneo and used by society empirically as antimicrobials. Nevertheless, the use of Bundung plants as traditional medicine has not been equipped with convincing data, because there is no research that is related to the plants. In order to the use of the plants accountable, it is necessary to conduct research about phytochemical screening studies and tests the antimicrobial activity of ethanol extract of Bundung plants to staphylococcus aureusandEschericia Coli bacteria. Moreover, extraction does with maceration method. Secondary metabolite groups which are contained in the ethanol extract of Bundung plants were determined qualitatively using several of phytochemical reagents. The result of phytochemical screening test showed that ethanol extract of Bundung plants contains a group of secondary metabolites; namely flavonoid, tannin, saponin, phenolic, steroid and terpenoid. The method that was used to test antimicrobial activity to Staphylococcus aureusandEschericia Coli bacteria was a liquid dilution method with variations in extract concentration of 0,5%, 1%, 2%, 4% and 8% by considering at the clarity of each sample. The result of antimicrobial activity of liquid dilution to bacteria had inhibition at all concentrations and the biggest inhibitory activity was shown at concentration 8% with the clearest level and the MIC grade of the test is at a concentration of 1%. Based on the findings, it can be concluded that ethanol extract of Bundung plants has the potential of activities of an antimicrobial, especially from secondary flavonoid metabolites.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Obat Kumur (Mouthwash) Dari Ekstrak Etanol Tanaman Bundung (Actinoscirpus Grossus) Sebagai Antiseptik Mulut Noval, Noval; Melviani, Melviani; Novia, Novia; Syahrina, Dahlia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v6i1.1626

Abstract

Research of mouthwash formulation and evaluation of bundung plants extract (Actinoscirpus grossus) as an oral antiseptic also has been tested in Streptococcus mutants bacteria by variation in the concentration of extract 2%, 2,5%, 3% and 3,5%, which aims to determine the most ideal formula in physical quality and has the highest antibacterial activity based on an inhibition zone of Streptococcus mutants bacteria in mouthwash formula. The methods used include the step of extraction of Bundung plants, preparation of mouthwash with 4 formula F1 (2%), F2 (2,5%), F3 (3%) and F4 (3,5%) followed by an evaluation that includes organoleptic, pH test, viscosity test and the test of inhibition zone bacteria. The test of inhibition zone bacteria used MHA media with diffusion method. Stability performed on weeks 1, 2, 3, 4, 5, and 6. The result showed variation in the concentration of extract bundung plants in a mouthwash formula has and effect on the diameter of the inhibition zone. But did not have a significant effect on the physical stability properties of the mouthwash formula. Mouthwash formula which has the highest antibacterial activity based on inhibition zone of Streptococcus mutants that is 3,5% contained in formula IV.
Peran Bank Rakyat Indonesia Syariah KC Palu Wolter Monginsidi Dalam Penghimpunan Dana Zakat Infak dan Shadaqah di Kota Palu Muhtadin, Fikriyah; Noval, Noval; Haekal, Ahmad; Zainuddin, Moh. Anwar
Jurnal Ilmu Perbankan dan Keuangan Syariah Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jipsya.v1i2.8.1-21

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran BRI Syariah cabang Mongonsidi Palu dalam menghimpun Zakat, Infaqa, dan Sadaqah (ZIS) di kota Palu. Penelitian ini menggunakan metide kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan melalui dokumen tertulis yang diperoleh di lokasi penelitian yang berkaitan dengan penghimpunan ZIS. Wawancara dilakukan dengan pimpinan bank, bagian promosi, dan karyawan yang terlibat dalam penghimpunan ZIS. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah penghimpunan dana ZIS di BRI Syariah yaitu dengan cara melakukan pembukaan rekening tabungan, sesuai dengan pilihan nasabah yang ingin melakukan zakat, infak dan sedekah. Kemudian BRI Syariah juga aktif mempromosikan penghimpunan ZIS melalui berbagai media social, spanduk, dan media massa lainnya.
Pengaruh Inflasi Terhadap Jakarta Islamic Index (JII) Dengan BI 7 Day Repo Rate Sebagai Variabel Moderating Dan Nilai Tukar (IDR/USD) Sebagai Variabel Intervening Noval, Noval; Nadia, Nadia
Jurnal Ilmu Perbankan dan Keuangan Syariah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jipsya.v2i1.20.1-23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, BI 7 Day Repo Rate dan Nilai Tukar (IDR/USD) terhadap Jakarta Islamic Index (JII) melalui BI 7 Day Repo Rate sebagai variabel moderating dan dan nilai tukar (IDR/USD) sebagai variabel intervening. Populasi penelitian ini adalah seluruh data bulanan Jakarta Islamic Index (JII) periode 2008-2018. Sampel penelitian berjumlah 100 ditentukan dengan rumus Slovin serta diperoleh berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis), moderate regression analisys (MRA) dan Bootstraping bias corelated dengan bantuan program AMOS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan BI 7 Day Repo Rate berpengaruh signifikan negatif terhadap Nilai Tukar (IDR/USD) namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Jakarta Islamic Index (JII). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa BI 7 Day Repo Rate tidak berperan sebagai variabel moderating terhadap hubungan antara inflasi dan nilai tukar (IDR/USD) begitupun pada hubungan antara inflasi dan Jakarta Islamic Index (JII) serta hubungan nilai tukar (IDR/USD) dan Jakarta Islamic Index (JII). Sementara nilai tukar (IDR/USD) berperan murni sebagai variabel intervening terhadap hubungan inflasi dan Jakarta Islamic Index (JII) serta hubungan BI 7 Day Repo Rate dan Jakarta Islamic Index (JII) dengan arah negatif dan bersifat full mediation karena inflasi dan BI 7 Day Repo Rate yang tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Jakarta Islamic Index (JII).