Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK KHAS KALIMANTAN TIMUR Noviana, Mafazah; Hastanto, Sujoko
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.2, Mei 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.799 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.2.87-92

Abstract

Seni membatik di atas kain dengan corak yang khas dari setiap daerah di Indonesia hampir tenggelam ditelan perkembangan jaman.  Padahal, seni membatik merupakan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mencerminkan penghargaan terhadap alam  dan disuguhkan dengan dorongan penuh atas kecintaan dan apresiasi tinggi Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan desain motif-motif batik khas Kalimantan Timur yang akan memperkaya khasanah budaya batik Kalimantan Timur, disesuaikan dengan selera atau keinginan konsumen; meningkatkan minat khususnya masyarakat Kalimantan Timur dan umumnya masyarakat Indonesia untuk menggunakan batik sebagai identitas kultural suku bangsa Indonesia; dan meningkatkan potensi pengembangan desain motif-motif batik khas Kalimantan Timur dengan mengaplikasikannya pada produk-produk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Quality Function Deployment (QFD) untuk pengembangan desain motif batik khas Kalimantan Timur. Objek yang diteliti adalah batik khas Kalimantan Timur. Dengan menganalisis motif-motif batik khas Kalimantan Timur yang sesuai dengan keinginan pasar guna pengembangan produk. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pengembangan desain-desain baru motif batik khas Kalimantan Timur yang dapat diaplikasikan pada produk-produk kebutuhan masyarakat sehari-hari yang menunjang identitas kultural suku bangsa, seperti busana (seragam dinas dan sekolah), asesoris, souvenir. Kata kunci:  QFD; pengembangan; motif; batik; kalimantan timur   Abstract Development of batik design is one of effort to strengthening identity and advantage of Indonesia creative industry and also to preserving batik as cultural nation heritage. The purpose of the research is to develop batik motif design East Kalimantan that will enrich culture of East Kalimantan batik.adapted by appetite or desire of consume,. increasing interest especially people of East Kalimantan and the Indonesian people in general to use batik as an Indonesian cultural identity of ethnic groups , and increasing the potency  for the development of batik motifs design typical of East Kalimantan by applying the products .This research use Quality Function Deployment (QFD) method to development batik motif design typical East Kalimantan. By analyzing the batik motifs typical East Kalimantan conform with the market demands for product development . The result of this research is development of new batik motif design typical East Kalimantan can be applied to the products of the daily people needs who support the cultural identity of ethnic groups , such as clothing (uniforms), accessories, souvenirs. Keywords: QFD; development; motif; batik; east kalimantan
PENANGANAN PREVENTIF TERHADAP ANCAMAN TANAH LONGSOR DI PERMUKIMAN BUKIT SELILI - SAMARINDA Hidayati, Zakiah; Noviana, Mafazah
Tesa Arsitektur, Journal of Architectural Discourses Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tes.v14i2.730

Abstract

Ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan semakin mengepung kawasan-kawasan permukiman di hampir seluruh Indonesia. Pun demikian yang terjadi pada masyarakat Samarinda di Bukit Selili Samarinda. Setelah mengalami longsor untuk ketiga kalinya, masyarakat Bukit Selili semakin waspada terhadap bencana longsor yang dapat terjadi sewaktu. Waktu Masyarakat Bukit Selili harus memikirkan tindakan untuk menghadapi ancaman bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi area rawan longsor dan menganalisis pola permukiman, pola vegetasi, pola jalan, utilitas bangunan & lingkungan di kawasan Bukit Selili untuk menghasilkan konsep preventif terhadap ancaman tanah longsor Metode yang diterapkan adalah studi kasus. Metode studi kasus mempelajari secara intensif kondisi permukiman Bukit Selili sekarang dengan bencana rawan longsor. Hal pertama yang diteliti adalah identifikasi area rawan longsor berdasar kejadian beberapa bencana longsor terakhir. Berdasar identifikasi area rawan longsor,kemudian dianalisis menggunakan kriteria pencegahan bencana, identifikasi tanah longsor, dan komponen permukiman. Penelitian difokuskan pada komponen permukiman (pola permukiman, pola vegetasi, pola jalan dan utilitas). Setiap komponen dari kriteriapermukiman dikerucutkan menjadi elemen-elemen indikator. Tahapan analisis menghasilkan konsep preventif berupa panduan-panduan struktur bangunan, utilitas, jalan, dan penanaman vegetasi. Diharapkan permukiman yang telah berumur lebih dari 100 tahun ini bisa dipertahankan terutama di area longsor rendah
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Visual Kawasan Loa Buah, Samarinda Noviana, Mafazah; Thamrin, Nur Husniah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3386

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas visual sebuah kawasan adalah dengan seni mural. Selain dianggap memperindah tampilan kawasan, keberadaan gambar-gambar dan warna ini juga dapat memperkuat karakter sebuah kawasan. Panti Asuhan Baitul Walad merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di Kelurahan Loa Buah. Panti asuhan ini mempunyai misi menolong anak-anak yatim atau yang tidak mampu yang berpotensi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan, anak-anak asuh panti harus banyak memperoleh bekal keterampilan salah satunya adalah pelatihan dan pendampingan membuat mural. Khalayak sasaran program ini adalah anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad.  Metode yang dilakukan adalah dengan metode ceramah, praktik dengan bimbingan, serta evaluasi. Dalam kegiatan pelatihan dan ini tahap-tahap yang lakukan adalah memberi materi pendahuluan, tahap persiapan pembuatan mural, tahap melukis dan tahap finishing. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, peserta antusias mengikuti kegiatan dan memberi respon yang positif. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan mural ini memberi keterampilan baru bagi peserta yaitu anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad sekaligus secara umum memperbaiki aspek estetika visual Kawasan Loa Buah Kota Samarinda.
Kajian Implementasi Desain Universal Pada Taman Samarendah Noviana, Mafazah; Hidayati, Zakiah
ARSITEKTURA Vol 18, No 1 (2020): ARSITEKTURA : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.243 KB) | DOI: 10.20961/arst.v18i1.37343

Abstract

City Parks in terms of social functions can be used as a place for social interaction, a means for sports, play and recreation. As a public facility, city parks must accommodate all groups of people, ranging from normal people, children, disabled people and the elderly. One way to provide facilities for all visitors is to apply universal design principles. Universal design aims to facilitate everyone's life through the creation of products, the built environment and communication to be used by as many people as possible and provide added value for everyone. The purpose of this study is to examine the implementation of universal design principles in Taman Samarendah.The location of the study was in Taman Samarendah, using a descriptive qualitative research method. Seven principles of universal design and Permen PUPR No.14/PRT/2017 becomes the guideline and standardization in this study. The results of this study indicate that Samarendah Park has not fully applied the universal design principles and accessibility standards. The most universal principles of design that are not applied are the principle of tolerance for error and the principle of low physical effort. The principle that is most widely applied is the size and space for approach.
PERENCANAAN KLINIK GIZI DI SAMARINDA PENEKANAN PADA FASAD BANGUNAN Fatimah, Nani; Hakim, Bhanu Rizfa; HS, Cisyulia Oktavia; Noviana, Mafazah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 7 No 1 (2019): Volume 7, No. 1, Oktober 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i1.16

Abstract

ABSTRACT Nutritional problems in Samarinda occur because they are related to poverty, diet, health, and also cleanliness. So that a nutrition clinic is needed which is a health facility that provides complete basic medical services, namely good and complete services. This building will be specifically designed to serve nutrition with modern architectural styles and linear space organizations. The facade of the building that will be applied to this nutrition clinic is by using a modern style. At this clinic will use the temple's black natural stone and glass riben on the facade of the building. The facade of this building also uses secondary wood skin to reduce the entry of afternoon sunlight into the building. Linear organizations are used to make it easier for visitors to enter the building and also to separate zones so that when visitors enter the building, they will immediately enter the semi-public, private, and service zones. Semi-public zones, such as lobby, reception, and administration. Private zone is consultation rooms. Service zones such as lavatories and prayer rooms. Kata Kunci: Facade, Nutritional, Nutrition clinic, Modern Architecture ABSTRAK Masalah gizi di Samarinda terjadi karena berkaitan dengan kemiskinan, pola makan, kesehatan, dan juga kebersihan. Sehingga dibutuhkan klinik gizi yang merupakan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan medik dasar yang paripurna yaitu pelayanan yang baik dan lengkap. Bangunan ini akan dirancang khusus untuk melayani gizi dengan gaya arsitektur modern dan organisasi ruang linier. Fasad bangunan yang akan diterapkan pada klinik gizi ini yaitu dengan menggunakan gaya modern. Pada klinik ini akan menggunakan batu alam candi berwarna hitam dan kaca riben pada fasad bangunannya. Fasad bangunan ini juga menggunakan secondary skin kayu untuk mengurangi masuknya sinar matahari sore ke dalam bangunan. Organisasi linier digunakan agar mempermudah pengunjung memasuki bangunan dan juga pemisahan zona sehingga ketika pengunjung memasuki bangunan akan langsung berurutan memasuki zona semi publik, privat, dan servis. Zona semi publik yaitu seperti lobby, resepsionis, dan administrasi. Zona privat yaitu ruang-ruang konsultasi. Zona servis seperti wc dan musholla. Kata Kunci:Fasad, Gizi, Klinik Gizi, Arsitektur Modern
PENERAPAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN DI SAMARINDA Kamban, Jumikha; Noviana, Mafazah; Hidayati, Zakiah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Oktober 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v8i1.76

Abstract

ABSTRAK Kekerasan merupakan tindakan yang sangat agresif dan pelanggaran seperti contohnya penyiksaan, pemukulan, pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan atau di maksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah penanganan yang lebih kepada korban kekerasan terlebih kepada anak-anak juga kepada perempuan, hal ini disebabkan karena mental terhadap korban cenderung dapat menyebabkan trauma akibat tindakan kekerasan yang bersifat secara fisik maupun psikis yang mereka alami. Maka dari itu dibutuhkan sebuah pusat rehabilitasi dengan konsep healing environment untuk korban kekerasan pada anak dan perempuan, yang dapat membantu proses penyembuhan baik secara fisik maupun psikis. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan konsep healing environment pada perancangan pusat rehabilitasi korban kekerasan anak dan peempuan di Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (applied research) yang menggunakan metode perancangan arsitektur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan perancangan fasilitas kesehatan dengan menggunakan pendekatan healing environment. Untuk memberikan rasa aman sebaiknya tempat rehabilitasi juga mendukung dari aspek-aspek lingkungan seperti media taman atau healing garden dan konsep bangunan yang berkaitan dengan alam sehingga dapat menjadi terciptanya sebuah healing environment, agar dapat membantu proses penyembuhan bagi pasien melalui indra manusia yang secara langsung dapat juga mempengaruhi psikologis pasien. ABSTRACT Violence is a very aggressive act and violations such as torture, beatings, rape and domestic violence that cause or are intended to cause suffering or hurt others. In this case, more handling is needed for victims of violence, especially for children as well as for women, this is because mentally towards victims tends to cause trauma due to physical and psychological violence that they experience. Therefore, we need a rehabilitation center with the concept of healing environment for victims of violence against children and women, who can help the healing process both physically and psychologically. The purpose of this study is to apply the concept of healing environment in the design of rehabilitation centers for victims of violence against children and women in Samarinda. This research is an applied research (applied research) that uses architectural design methods. The results of this study are expected to be a reference in planning and designing health facilities using a healing environment approach. To provide a sense of security, a rehabilitation place should also support aspects of the environment such as garden media or healing gardens and building concepts related to nature so that a healing environment can be created, so that it can help the healing process for patients through the human senses which can directly also affect the psychological of the patient.
EVALUASI KENYAMANAN TERMAL RUANG PERKULIAHAN GEDUNG ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA Noviana, Mafazah; Hidayati, Zakiah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 3 No 1 (2015): Volume 3, No.1, Oktober 2015
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan lingkungan termal yang nyaman bagi manusia yang berada di dalamnya merupakan hal yang penting, karena dapat mempengaruhi sikap dan kinerja dari individu bahkan keselaman individu tersebut. Oleh karena itu studi terhadap kenyamanan termal dengan objek ruang perkuliahan dan penggunanya ini sangat penting dilakukan, untuk mengetahui tingkat kenyamanan sebagian besar pengguna dalam hal ini mahasiswa yang berada dalam ruangan, sehingga dapat diperoleh rekomendasi perbaikan ruang perkuliahan yang nyaman dalam mendukung proses belajar yang lebih baik. Program Studi Arsitektur merupakan salah satu program studi yang ada di Jurusan Desain Politeknik Negeri Samarinda. Sejak tahun 2014 Program Studi Arsitektur telah melaksanakan kegiatan belajarmengajar di gedung sendiri, yang terdiri dari 3 lantai. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Metode kualitatif yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek sesuai dengan kenyataan melalui pengamatan (observasi). Metode kuantitatif yang digunakan berupa pendekatan dengan menggunakan alatukur dan mengolah hasil pengukuran tersebut ke dalam grafik untuk mengetahui kenyamanan termal ruang. Lokasi penelitian yaitu 6 ruang perkuliahan di Gedung Arsitektur POLNES. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi termal di beberapa ruang kuliah belum memenuhi standar kenyamanan sehingga perlu dilakukan upaya pengkondisian udara.
KONSEP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN ARSITEKTUR VERNAKULAR RUMAH LAMIN SUKU DAYAK KENYAH Noviana, Mafazah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 1 (2013): Volume 1, No.1, Oktober 2013
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dayak Kenyah tribe is one of the most original Kalimantan spread all over the territory. Dayak Kenyah people call their house with Lamin or Amin. The concept of vernacular architecture is the development of folk architecture, characterize ecological architecture, architectonic and natural. This concept is in line with the concept of sustainable architecture. Similarly Lamin Dayak Kenyah, what is sustainable architecture concepts are applied in the building. One of the Dayak Kenyah settlement that is still awake in East Kalimantan is Pampang Village which is located in Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Sungai Siring, Samarinda. The method used to find the concept of sustainable architecture Lamin Dayak Kenyah is qualitative research method with rationalistic paradigm. The data obtained by field observations in Dayak Kenyah village, the Village Pampang and from other sources such as the internet, books, magazins, and news paper. Suku dayak kenyah merupakan salah satu suku asli kalimantan yang paling banyak menyebar keseluruh pelosok wilayah. Orang Dayak Kenyah menyebut rumah tinggalnya dengan Lamin atau Amin. Konsep arsitektur vernakular merupakan pengembangan dari arsitektur rakyat, mencirikan arsitektur ekologis, arsitektonis dan alami. Konsep ini sejalan dengan konsep arsitektur berkelanjutan. Begitu pula dengan Lamin Suku Dayak Kenyah konsep-konsep arsitektur berkelanjutan apa sajakah yang diterapkan dalam bangunannya. Salah satu permukiman Suku Dayak Kenyah yang masih terjaga di Kalimantan Timur adalah Desa Pampang Samarinda yang terletak di Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Sungai Siring. Metode yang digunakan untuk melihat konsep arsitektur berkelanjutan pada rumah Lamin Suku Dayak Kenyah yaitu Metode penelitian kualitatif dengan paradigma rasionalistik. Data-data diperoleh dengan observasi lapangan di desa suku Dayak Kenyah, yaitu Desa Pampang dan dari sumber-sumber lain seperti internet dan media cetak.
KORELASI AKSES PERUMAHAN DAN KRIMINALITAS DI PERUMAHAN KOTA SAMARINDA Hidayati, Zakiah; Noviana, Mafazah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 1 (2013): Volume 1, No.1, Oktober 2013
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research proposes to examine the correlation between access of housing and crime in Samarinda. The findings of this research: the most associated with access of housing to crime was form of access (direct and indirect access from main entrance of housing to a house) and the depths of space (topological distance). Direct access and shorter distance increased crime. While form of access(direct/indirect access) from main street to a house didn’t influenced crime significantly. Less correlated factors were open access (mostly found on housing and zones access). Keywords: access, crime, housingPenelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara faktor akses dengan kriminalitas di perumahan di kota Samarinda. Hasil penelitian adalah faktor akses yang paling berhubungan dengan kriminalitas adalah bentuk hubungan akses dan kedalaman ruang. Hubungan akses langsung dari rumah menuju entrance keluar masuk perumnas akan meningkatkan kerawanan kriminalitas dibandingkan dengan akses tidak langsung. Semakin dangkal kedalaman ruang dari akses keluar masuk perumnas menuju rumah maka semakin meningkatkan angka kriminalitas.Sedangkanbentuk pencapaian (langsung/tidak langsung) antara rumah dengan jalan utama (bukan akses utama) adalah faktor yang sedikit berhubungan dengan kriminalitas (pencurian). Artinya bahwa rumah berpagar tertutup atau tidak berpagar memiliki sedikit hubungan dengan faktor kriminalitas. Hal yang tidak berhubungan mengenai variabel akses adalah bentuk akses yang terbuka ke Perumnas Air Putih dan zona 1-4. Tidak ditemukan kaitan antara keseragaman bentuk akses ini dengan pola sebaran kriminalitas.