IKA NURFARIDA
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Potensi Fraud dalam Penerapan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Mutu Layanan di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang Nurfarida, Ika
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.329 KB) | DOI: 10.22146/jkki.36385

Abstract

Latar belakang: Sistem Jaminan Kesehatan Nasional diselenggarakan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu, tak terkecuali layanan kesehatan jiwa. Dalam pelaksanaannya diduga terdapat potensi fraud yang dapat merugikan banyak pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengawasan terhadap potensi fraud di sektor kesehatan sudah mulai ditargetkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, karena potensi kerugian yang diakibatkan cukup besar. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh potensi fraud dalam penerapan sistem jaminan kesehatan nasional terhadap mutu layanan di rumah sakit jiwa. Metode: Disain penelitian cross-sectional dengan sampel pasien skizofrenia rawat inap di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang selama penerapan sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Hasil: Potensi fraud yang mungkin terjadi di rumah sakit jiwa antara lain upaya memperpanjang atau memperpendek lama perawatan (AvLOS), melakukan tagihan fiktif atas pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan, dan pemondokan pasien atas indikasi yang tidak jelas. Hal ini didukung oleh data yang didapatkan bahwa terdapat penurunan AvLOS pada saat penerapan sistem jaminan kesehatan dengan sistem pembayaran per paket diagnosis, namun disertai peningkatan angka re-hospitalisasi sebesar lima kali lipat. Hal tersebut menunjukkan indikasi bahwa potensi fraud berpengaruh terhadap mutu luaran pasien rumah sakit jiwa. Kesimpulan: Terdapat potensi fraud dalam penerapan sistem jaminan kesehatan nasional yang mempengaruhi mutu layanan di rumah sakit jiwa. Background: The National Health Insurance System organized by the government as an effort to provide affordable and excellent health care, including for mental health services. In practice there is a potential of fraud that allegedly could be detrimental either directly or indirectly. Supervision of the potential fraud in the health sector has begun to catch the attention of the Corruption Eradication Commission, because the potential losses caused could be enormous. Aim: To determine the effect of potential fraud in the implementation of the national health insurance system versus quality services in The Mental Hospital. Methods: This study was cross-sectional design. The sample of this study were schizophrenia patients in the inward services in dr. Radjiman Wediodiningrat Mental Hospital Lawang during implementation of the National Health Insurance system. Result: The potential fraud that may occur in mental hospitals include attempts to extend or shorten the average length of stay (AvLOS), fictitious invoice on medical anamneses and proceeding treatment, and hospitalization inpatients without clear indication. This is supported by initial data obtained that AvLOS is decrease when the health insurance system apply packaged payment system, nevertheless there is increased rates up to five times of re-hospitalization. This shows that the indication of potential fraud could affect the output quality of mental hospital. Conclussion: There is a potential fraud in the implementation of the national health insurance system that affects the quality of services in a mental hospital.
TINDAK TUTUR DAN FUNGSI KATA BI DAN BA DALAM PROSES KOMUNIKASI BAHASA DAYAK STUDI KASUS PADA MASYARAKAT RIAM DURIAN Hartuti, Sri; Nurfarida, Ika
ETNOLINGUAL Vol 1, No 1 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.58 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i1.7393

Abstract

AbstrakMasing-masing kata dalam bahasa daerah memiliki fungsi yang berbeda dengan daerah lainnya. Oleh sebab itu, pemahaman tentang fungsi kata sangat penting. Fungsi kata hanya bisa dipahami jika konteks kalimat jelas, apakah kalimat termasuk termasuk kalimat imperatif, deklaratif, atau interogatif. Salah satu fenomena yang berkaitan dengan fungsi kata yakni kata bi dan ba dalam bahasa Dayak di desa Riam Durian, kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data yang dianalisis, kata bi hanya digunakan apabila seseorang ingin membuat kalimat interogatif atau kalimat tanya, sedangkan kata ba hanya digunakan apabila seseorang ingin membuat kalimat imperatif atau kalimat perintah. Selain itu, kata bi jika dikaitkan dengan teori tindak tutur ternyata memenuhi unsur sebagai bagian dari tindak tutur direktif, sedangkan kata ba memenuhi unsur sebagai bagian dari tindak tutur komisif. Meskipun demikian, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kedua kata tersebut memiliki makna apabila digunakan dalam kalimat dan tidak bisa berdiri sendiri.
PEMAKNAAN ADJEKTIVA DALAM TRAGEDI BOM PARIS DI MEDIA ONLINE THE JAKARTA POST DAN NEW YORK TIMES Prabowo, Bimo Herdianto; Nurfarida, Ika
ETNOLINGUAL Vol 1, No 2 (2017): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1982.294 KB) | DOI: 10.20473/etno.v1i2.7399

Abstract

AbstrakTeknologi internet memudahkan masyarakat untuk mengakses setiap informasi, tidak terkecuali berita. Akses internet memudahkan masyarakat membaca informasi berita baik dari dalam maupun luar negeri. Adapun sumber berita berasal dari The Jakarta Post dan The New York Times dari tanggal 14-18 November 2015. Tragedi pengeboman yang merenggut nyawa ratusan korban membuat kedua media online tersebut mengarang berita dengan sebaik mungkin. Penulis ingin melihat bagaimana sudut pandang yang diberikan kepada pembaca mengenai pemberitaan tersebut melalui pilihan kelas kata adjektiva. Data sebanyak 10 (sepuluh) berita diambil dari halaman web masing ? masing media online tersebut, kemudian melihat konkordansi adjektiva memakai aplikasi AntConc. Dalam penelitian ini penulis menemukan adanya perbedaan sudut pandang pemberitaan: The Jakarta Post lebih memilih netral sedangkan The New York Times membuat berita seakan ? akan memihak kepada salah satu golongan. Penelitian ini diharapkan mampu mengamati citra media online, tidak hanya dalam The Jakarta Post ataupun The New York Times.