Estu Hari Prabawanti
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATERI POKOK DIMENSI TIGA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA KELAS X DI KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Prabawanti, Estu Hari
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1 (2013): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The aims of this research were to know: (1) which one has a better learning achievement between cooperative learning STAD, TGT, and conventional learning, (2) which one has a better learning achievement; the students having high, medium, or low learning activity, (3) which one gives a better learning achievement based on their high, medium, and low learning activity between cooperative learning STAD, TGT and conventional learning. The population of the research was the whole students of tenth grade of senior high school in Magetan. The sampling technique was done withstratified cluster random sampling. Based on the result of data analysis, it can be concluded: (1) The cooperative learning STAD gave a better learning achievement than TGT, TGT gave a better achievement than conventional learning, and STAD gave a better learning than conventional learning. (2) The students with higher learning activity had a better learning achievement than the students with lower learning activity. (3) For studentshaving high learning activity, cooperative learning STAD had a better learning achievement than TGT and conventional learning, and cooperative learning TGT and conventional learning had the same learning achievement.For students having medium learning activity, cooperative learning STAD and TGT had the samelearning achievement and so didTGTand conventional learning, however, cooperative learning STAD had a better learning achievement than conventional learning. For students havinglow learning activity, cooperative learning STAD, TGT, and conventional learning had the same learning achievement.Keywords: Student Teams Achievement Division, Team Games Tournament,conventional , activity.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATERI POKOK DIMENSI TIGA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA KELAS X DI KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Prabawanti, Estu Hari
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1 (2013): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.113 KB)

Abstract

Abstract : The aims of this research were to know: (1) which one has a better learning achievement between cooperative learning STAD, TGT, and conventional learning, (2) which one has a better learning achievement; the students having high, medium, or low learning activity, (3) which one gives a better learning achievement based on their high, medium, and low learning activity between cooperative learning STAD, TGT and conventional learning. The population of the research was the whole students of tenth grade of senior high school in Magetan. The sampling technique was done withstratified cluster random sampling. Based on the result of data analysis, it can be concluded: (1) The cooperative learning STAD gave a better learning achievement than TGT, TGT gave a better achievement than conventional learning, and STAD gave a better learning than conventional learning. (2) The students with higher learning activity had a better learning achievement than the students with lower learning activity. (3) For studentshaving high learning activity, cooperative learning STAD had a better learning achievement than TGT and conventional learning, and cooperative learning TGT and conventional learning had the same learning achievement.For students having medium learning activity, cooperative learning STAD and TGT had the samelearning achievement and so didTGTand conventional learning, however, cooperative learning STAD had a better learning achievement than conventional learning. For students havinglow learning activity, cooperative learning STAD, TGT, and conventional learning had the same learning achievement.Keywords: Student Teams Achievement Division, Team Games Tournament,conventional , activity.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN METODE DISKUSI BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BENTUK PANGKAT DAN AKAR PADA SISWA KELAS X.6 SEMESTER I SMA NEGERI 2 MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2013/201 Prabawanti, Estu Hari
JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah hasil belajar untuk materi bentuk pangkat dan  akar belum memuaskan karena belum mencapai KKM. Adapun rumusan masalah ini adalah “Apakah melalui model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar pada materi pokok bentuk pangkat dan akar siswa kelas X.6?”Desain penelitian yang digunakan adalah PTK. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa dan guru matematika kelas X, dengan kelas X.5 sebagai kelas uji coba dan kelas X.6 sebagai kelas penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh meningkatnya kinerja guru dalam proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 62,5% meningkat menjadi 79,17%. Keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 67,5% meningkat menjadi 75,63%. Hasil pengamatan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran ditunjukkan dengan angket yang terdiri dari 20 item memperolehprosentase 79,38% yang artinya tanggapan siswa sangat setuju. Siswa yang mendapat nilai ≥ 77 atau tuntas belajar ada 23 siswa sedangkan yang tidak tuntas belajar ada 9 siswa dengan skor rata-rata 77 dan prosentase banyaknya siswa yang tuntas belajar 71,88%.  Hasil tes evaluasi siklus II, siswa yang mendapat nilai ≥ 77atau tuntas belajar ada 28 siswa dan yang tidak tuntas belajar ada 4 siswa dengan skor rata-rata 79,75 prosentase banyaknya siswa yang tuntas belajar 87,5% sehingga sudah memenuhi indikator keberhasilan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS dapat meningkatkan hasilbelajar siswa kelas X.6.  Kata kunci : Quantum Teaching, Hasil Belajar.
390 Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3 No. 2 Februari 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN METODE DISKUSI BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BENTUK PANGKAT DAN AKAR PADA SISWA KELAS X.6 SEMESTER I SMA NEGERI 2 MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Prabawanti, Estu Hari
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.255 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v3i2.508

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah hasil belajar untuk materi bentuk pangkat dan akar belum memuaskan karena belum mencapai KKM. Adapun rumusan masalah ini adalah “Apakah melalui model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar pada materi pokok bentuk pangkat dan akar siswa kelas X.6?”Desain penelitian yang digunakan adalah PTK. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru matematika kelas X, dengan kelas X.5 sebagai kelas uji coba dan kelas X.6 sebagai kelas penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh meningkatnya kinerja guru dalam proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 62,5% meningkat menjadi 79,17%. Keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 67,5% meningkat menjadi 75,63%. Hasil pengamatan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran ditunjukkan dengan angket yang terdiri dari 20 item memperoleh prosentase 79,38% yang artinya tanggapan siswa sangat setuju. Siswa yang mendapat nilai ≥ 77 atau tuntas belajar ada 23 siswa sedangkan yang tidak tuntas belajar ada 9 siswa dengan skor rata-rata 77 dan prosentase banyaknya siswa yang tuntas belajar 71,88%. Hasil tes evaluasi siklus II, siswa yang mendapat nilai ≥ 77atau tuntas belajar ada 28 siswa dan yang tidak tuntas belajar ada 4 siswa dengan skor rata-rata 79,75 prosentase banyaknya siswa yang tuntas belajar 87,5% sehingga sudah memenuhi indikator keberhasilan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.6.