Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perception of Post Graduate Accounting Students on Semar Spiritual Philosophy in Building Accounting Knowledge Prasetyo, Whedy
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Perception of Post Graduate Accounting Students on Semar Spiritual Philosophy in Building Accounting Knowledge. The study explains the description of and the meaning attribution to spiritual philosophy of Semar character from wayang, as perceived by students of post graduate program of accounting, Brawijaya University. The existence of spiritual characterization of Semar will provide spiritual value that transforms accounting into knowledge in which God is perceived as base of soul. Consequently, accountants will generate value of truthfulness in accounting analysis and can reduce the corrupting practice and violation to reach the value serenity of fi nancial report that shows values such as honest, responsible, discipline, fast and accurate, fairness, visionary, empathy and gratitude. Abstrak: Persepsi Mahasiswa Pasca Sarjana Akuntansi tentang Filosofi Spiritual Semar dalam Membangun Ilmu Akuntansi. Studi ini menjelaskan pemahaman dan pemaknaan atas fi losofi spiritual Semar dari karakter wayang sebagaimana dipersepsikan oleh mahasiswa pasca sarjana akuntansi Universitas Brawijaya. Keberadaan eksistensi karakterisasi Semar akan menyediakan nilai spiritual yang dapat mentransformasi akuntansi menjadi pengetahuan di mana Tuhan menjadi landasannya. Sebagai konsekuensi, akuntan akan menghasilkan analisis akuntansi yang memiliki nilai kebenaran, serta mengurangi praktik korupsi, untuk mencapai kedamaian dalam laporan keuangan yang menunjukkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kecepatan dan keakuratan, kewajaran, memiliki visi, empati dan syukur.
MEMBONGKAR AKUNTANSI DOUBLE ENTRY SYSTEMS Prasetyo, Whedy
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.488 KB)

Abstract

Abstract: Dismantling Accounting Double Entry Systems. Double entry isa process of recording transactions that always involve at least two accounts ofwhich changes (increases or decreases) have consequences to maintain a balance equation. This is a simple basic accounting, that the use of the funds must alwaysbe equal to the acquisition of funds. The equation is not able to include some business events that are responses to the development of business environment. A proposed view is based on the interaction of researcher (New Bond)  with accountant (Mrs M) to dismantle the double entry accounting through Maurice Merleau Pontys approach (1906-1961). The results prove that physical aspects of knowledge willcontinue to evolve according to environmental interactions.Abstrak: Membongkar Akuntansi Double Entry Systems. Double entry merupakan pencatatan transaksi dengan selalu melibatkan minimal dua akun yang masing-masing berubah(bertambah atau berkurang), konsekuensi untuk menjaga keseimbangan persamaan dasar sederhana akuntansi, yaitu penggunaan dana harus selalu sama dengan pemerolehan dana. Persamaan yang ternyata tidak dapat mencakup beberapa peristiwa bisnis yang merupakan respon atas kejadian perkembangan lingkungan usaha. Respon ini didasarkan pada interaksi Peneliti (Bond Baru) dalam diskusi dengan Akuntan (Mrs M) untuk membongkar akuntansi double entry melalui pendekatan Maurice Merleau Ponty (1906-1961). Hasilnya membuktikan bahwa aspek fisik pengetahuan akan terus berkembangsesuai dengan interaksi lingkungan.
KAJIAN KARAKTER AKUNTANSI SYARI’AH: DULU, KINI, DAN ESOK Prasetyo, Whedy
JURNAL AKUNTANSI UNIVERSITAS JEMBER Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : JURNAL AKUNTANSI UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syari’ah accounting based syari’ah paradigm is Al-Qur’an, Hadis and Fiqh (Qias, Ijtihad, Ijma) to become obedient, right, dan responsibility to tauhid al-ibadah purpose for three relationship dimention, that is; (1) find willing of Allah SWT as main purpose to appoint social-economic fair, (2) benefit realization for society, to gives a obligation for societys, and (3) personal desire, to gives the require self. Syari‘ah accounting development based two factors, First, apart of society concept to hold on syariat accomplishment according to general, and especially how the society to hold commitment for accounting implementation based on syari’ah. In the second, the syari’ah accounting practices not only just to philosophy level, but from beliefing of philosophy that discanded in the real practices. To become development next periode of syari’ah accounting: (1) growth open minded reflection, (2) adjust the true perspektif about Islam, (3) growth the institutions of syari’ah implementation, (4) gives caring to development of syari’ah implementation, and (5) doing together trade with entiring of component. Keywords: Syari’ah accounting, and syari’ah paradigm
PEMERIKSAAN PAJAK DAN PERANANNYA PADA KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN PETUGAS PAJAK Prasetyo, Whedy
JURNAL EKONOMI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self assessment system is considered as effective, if the transparency and law enforcement are becoming essential issues. The law enforcement may be operated through the examination of tax. This examination represents an instrument to determine the compliance, formal or material, main goal of this examination is to investigate and to improve tax compliance. Taxpayers must realize that tax examination is not a form of threat, the understanding of tax regulation and voluntary compliance may reduce this sense of fear. Moreover, tax examination is such desirable assessment to acknowledge whether the tax obligation has been met appropriately and in punctual based on the tax regulations. The objective of this article is to provide knowledge to the taxpayers such that the process or procedure, and also the type, of examination, can be well understood. Taxpayers can able to deal with the tax examination by showing appropriately cooperative attitude and giving the availability or willingness to be examined and to provide the data or particulars required in the tax examination. Indeed, tax examination is an interaction between tax examiner and taxpayers. Some important things should also be discussed during tax examination such as open-case management, re-examination and reconciliation of tax in the audit finance report, and the review of death and tax. Keywords: Tax examination, self assessment, tax compliance, and law enforcement.
TERJADIKAH UNDERPRICING HARGA PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM? (Studi atas Harga Penawaran Umum Perdana Saham PT Krakatau Steel) Prasetyo, Whedy
JURNAL EKONOMI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Initial Public Offering PT. Krakatau Steel(KARS) stock prices at government decision for Initial Public Offering determine to price under boundary Rp. 850,00per stock stringindicationinformationconfer underpricing, at matter with three indication. This paper is explane at underpricing phenomenon Initial Public Offering, and Initial Public Offering process to PT. Krakatau Steel, with support for research Rock (1986) and, Ritter and Welch (2002). The process writing objective paper is idea suggest at prices determine per stock principal be based on study at PT. Krakatau SteelInitial Public Offering prices should didn’t based for number calculate, however moment for intangible advantage calculate. Finally this paper to answer the question what the Initial Public Offering underpricing stock prices can be happened? Keywords: Initial Public Offering (IPO), and underpricing.
SOCIETY 5.0 MILENIAL GENERATION: DIGITAL TALENTS FORMULA OF GLOBAL OPEN GOVERNMENT AND SMART CITIES Prasetyo, Whedy
Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Airlangga Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/jraba.v4i2.176

Abstract

Society 5.0 adalah peran generasi milenial memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang. Pemanfaatan untuk mewujudkan global open government dan smart cities sebagai tujuan penelitian ini. Pemanfaatan digital pada Kelompok Harmonis Digital Kota Batu dengan menggunakan etnometodologi. Hasil penelitian diperoleh informasi yang aktual dan faktual dalam mendorong terwujudnya pemerintahan Kota Batu yang baik, bersih dan transparan serta dapat menjawab berbagai tuntutan. Hasil ini memberikan akses dan pengelolaan serta penggunaan informasi secara tepat dan akurat. Proses sebagai bagian tanggung jawab untuk mewujudkan pemerintahan aspiratif dan partisipatif, yang didasarkan pada empat peran generasi milenial; penyediaan informasi, konsultasi, keterlibatan aktif, dan kebersaman.
IMPLEMENTASI KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI SPIRITUALITAS PRIBADI Prasetyo, Whedy
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 16, No 3 (2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2012.v16.i3.352

Abstract

Pengembangan kinerja keuangan pada pengaplikasian kinerja perusahaan dan tanggung jawab sosial yang berpengaruh pada nilai-nilai kejujuran individu-individu pribadi, sehingga mampu menjalankan akuntabilitas, value for money, kejujuran dalam mengelola keuangan, transparansi, pengendalian, dan bebas konflik kepentingan (independence). Perhatian utama dalam penelitian ini difokuskan pada pencapaian nilai spiritualitas pribadi melalui kinerja keuangan dan kemampuan Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam memoderasi hubungan kinerja keuangan dengan nilai spiritualitas pribadi. Penelitian ini adalah deskriptif verifikatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah 15 perusahaan di Indonesia dengan konsep kebijakan yang telah diterapkan sejak Januari 2008 sampai sekarang, dengan dukungan laporan tahunan (annual report) perusahaan, laporan keuangan perusahaan, laporan perusahaan yang melakukan pengungkapan Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam laporan tahunan. Keseluruhan laporan yang diterbitkan secara berturut-turut selama tahun 2008–2011. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja keuangan mempengaruhi nilai spiritualitas pribadi, dan untuk variabel GCG hasil yang diperoleh dapat memoderasi hubungan kinerja keuangan dengan nilai spiritualitas pribadi. Namun untuk variabel pengungkapan CSR hasil yang diperoleh tidak dapat memoderasi hubungan kinerja keuangan dengan nilai spiritualitas pribadi.
Paradoks Ganda Kos Produksi Petani Tembakau (Studi Fenomenologi pada Petani Tembakau di Kabupaten Jember) Prasetyo, Whedy
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.604 KB) | DOI: 10.24914/jeb.v20i1.611

Abstract

This study focuses on the dual paradox of production cost phenomenon as a consequence of the tobacco market characteristics. More specifically, we motivate our study by emphasizing the oligopsonic price transaction and farmers’ lack of direct access to factories. The paradox causes production costs to be determined by mediating actors between farmers and tobaccos. More specifically, tengkulak (middlemen) powerfully mediate business transactions between farmers and factories so that price fluctuation harms farmers. Using the phenomenology study, this research harmonizes the production costs determination from the planting time to harvesting time. The production cost harmonization shows that farmers and factories initiate intensive and open communication about their own production costs. It is therefore expected that this practice could eliminate the oligopsonic market and the one-sided price determination by tengkulak who mainly act for cigarette industry. Eventually, it is also expected that the dual paradox of production cost determination could be eliminated.Abstrak Fenomena paradoks ganda kos produksi akibat pasar tembakau merupakan kajian penelitian ini. Kajian ini merujuk akibat transaksi harga yang bersifat oligopsoni dan petani tidak memiliki akses langsung ke pabrik. Paradoks seperti ini membuat kondisi antara petani dan pabrik menentukan beban produksi. Beban produksi yang terjadi akibat proses jual-beli diperantarai oleh tengkulak, sehingga fluktuasi harga tembakau merugikan petani. Penelitian ini mengunakan studi fenomena. Hasil penelitian mewujudkan harmonisasi penentuan kos produksi dari awal masa tanam sampai panen. Harmonisasi kos produksi seperti ini menunjukkan pabrik dan petani membuka wahana komunikasi intensif dan terbuka beban produksi yang harus dikeluarkan masing-masing. Hasil ini diharapkan mengakhir fenomena oligopsoni dan penetapan harga tembakau secara sepihak oleh tengkulak yang menjadi kaki tangan industri rokok. Oleh karena itu, sudah waktunya cerita paradoks ganda penentuan kos produksi diakhiri.
Akuntansi 4.0: Belajar Transdisipliner Momong, Among, Ngemong Prasetyo, Whedy
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.561 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengupdate kapabilitas terkait perkembangan peraturan dan teknologi 4.0 sebagai tujuan capaian pembelajaran akuntansi. Capaian yang lebih terbuka dan meluas, sistem jaringan belajar lintas disiplin, dan manajemen sumber belajar yang fleksibel dan terintegrasi.  Paradigma belajar yang menumbuhkan heutagogis dengan memberi pilihan dan peluang mendesain proses pembelajaran. Metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif melalui wawancara mendalam digunakan dalam penelitian ini. Hasil menjelaskan desain pendidikan akuntansi 4.0 yang menumbuhkan konvergensi ilmu pengetahuan akuntansi dan teknologi. Konvergensi yang  membuat pengembangan akuntansi adaptif Proses ini memberi keleluasaan secara berkelanjutan pada belajar akuntansi transdisipliner yang dijiwai oleh momong, among dan ngemong. Mengapa demikian? Karena konsep momong, among dan ngemong mengedepankan pedagogi egalitarian yang dinamis dan fleksibel untuk mengeksplorasi mahasiswa secara kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Bukankah ini wujud integrasi cyber dan physical sistem sebagai ciri yang bernama 4.0?
METODOLOGI TRADISI AJARAN KEJAWEN PANCA EKA LUMAKSANA: MODEL PENENTUAN HARGA JUAL HARMONI Prasetyo, Whedy
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 4, NOMOR 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.25 KB)

Abstract

This study builds Kejawen tradition teaching of Panca Eka Lumaksana to determine harmony sale pricing. This study is a qualitative research that defines the value of being honorable based on Kejawen Panca Eka Lumaksana norm. This point of view represents Tatanan Paugeraning Urip, Kejawen tradition based on Java cultural life. The data of this study is obtained through participant observation. The results show that concept of sale pricing is not only based on measurable economic value (material) but also based on immeasurable economic values (immaterial). Non-economic value is the result of behavior based on noble characters as a result of the research findings. The concept of harmony sale pricing model is based on theseller intention.Keywords:Kejawen tradition of Panca Eka Lumaksana, economic and immeasurable value, harmony sale pricing, Tatanan Paugeraning Urip