Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KAJIAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM RANGKA PEMBENTUKAN HUTAN KOTA DI BANJARBARU Ruslan, Muhammad; Rahmad, Basuki
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Hutan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target of this research is to analyses wide and spreading of Green Open Space of Banjarbaru based on land cover condition, area wide, amount of residence, and CO2 that have been produced: making simulation of green open space requirement until year 2030. Based on result analysis of land cover, estimate of green open space wide of Banjarbaru achieve 26.577,54 hectare or about 71,56 percent of Banjarbaru total wide (37.138 hectare) and the rest is non vegetation area for the width of 10.560,47 hectare or about  28,44 %. Based on land cover existing condition in year 2010, in Banjarbaru needn´t be increased of Green Open Space wide because still sufficient. While for recommendation to increasing of Green Open Space wide for the North Banjarbaru District, in the year 2020 is 3.74 hectare. For year 2030, South Banjarbaru district is 104.05 hectare, North Banjarbaru district for the width of 331.20 hectare and Liang Anggang district for the width of 138.24 hectare, even though, Cempaka district and Landasan Ulin district needn´t be increased of Green Open Space wide. Trembesi/ Ki Hujan (Samanea saman), Angsana (Pterocarpus indicus) and Tanjung (Mimusops elengi) recommended recommended for Green Open Space plants. Keywords: Green Open Space, emission CO2 , absorption CO2
Depositional Cycles of Muara Wahau Coals, Kutai Basin, East Kalimantan Anggayana, Komang; Rahmad, Basuki; Widayat, Agus Haris
Indonesian Journal on Geoscience Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.555 KB) | DOI: 10.17014/ijog.v1i2.183

Abstract

http://dx.doi.org/10.17014/ijog.v1i2.183Fifteen samples were taken ply by ply from a 33 m thick drill core of Muara Wahau coal seams for interpretation of depositional environments. Generally, lithotype variation in the bottom part of the coal seams has a lower frequency than in the upper part. Petrographical analysis was performed to determine the maceral composition, groundwater index (GWI), and gelification index (GI). The samples from lower sections show much higher GWI-GI values and lower variation frequency than from the upper section. This characteristic is interpreted as the result of development of mesotrophic to ombrotrophic peats during the deposition of lower to upper parts of the section, respectively. During the development of the mesotrophic peat, water was more abundant and relatively stable in budget. However, during the development of ombrotrophic peat, water was less abundant and relatively not stable in budget. The latter is related to the water supply depending only on rain, resulted in the more sensitive water table in the om- brotrophic peat. The unstable water table is thought as the reason of higher variation frequency of lithotype, GWI, GI, as well as maceral composition in the upper part of the core. Unstable water table would lead to moist condition in the uppermost layer of the ombrotrophic peat, favoring fungi to grow. This is confirmed by the higher abundance of sclerotinite maceral in samples from the upper part of the coal core.
Rancangan Pembangunan Web E-Library Pada Perpustakaan Aptikom Indonesia Berbasis Web Rahmad, Basuki; Purnama, Bambang Eka
Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer Seruni 2013 - Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer
Publisher : Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.287 KB)

Abstract

ABSTRAKSI: Di Era globalisasi saat ini, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin pesat. Fenomena ini perlu dipahami dengan adanya usaha untuk mengejar ketinggalan dengan cara mengikuti perkembangan teknologi informasi seperti mendirikan sebuah Perpustakaan. Perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar dan mengajar pada perguruan tinggi. Teknologi informasi diharapkan mampu memberikan solusi untuk lebih memaksimalkan kinerja Perpustakaan APTIKOM Indonesia, sebagai solusinya adalah dibangunnya sebuah Perpustakaan on-line (e-library). Dalam makalah ini, penulis mengembangkan hubungan menajemen pelanggan berbasis e-library yang berkembang dengan menggunkan metodelogi pengembangan terstruktur Integrated Sistem pada APTIKOM Indonesia yang bertujuan untuk memberikan keputusan kepada pengguna Perpustakaan. E–library atau Perpustakaan elektronik merupakan penyimpanan informasi, dokumen yang tersimpan dalam berbagai jenis media. Dalam sistem yang dibuat, media yang diberikan adalah berupa buku digital. Sistem ini bisa digunakan tidak hanya terpaku pada satu tempat (Perpustakaan), tetapi bisa diakses pada lingkup sekolah. Dalam perancangan E-Library ini ditunjang oleh aplikasi-aplikasi pengolah informasi atau data yaitu PHP, MySQL, Web server. Dalam pengembangan selanjutnya dapat dilakukan beberapa hal untuk kesempurnaan alat yang berkaitan dengan Perpustakaan model E-Library, yaitu: (1) Sebaiknya dilakukan penambahan beberapa fitur yang bertujuan agar para pengguna Perpustakaan lebih tertarik dalam menggunakan fasilitas E-Library. (2) untuk mengetahui sejauh mana minat baca pengunjung terhadap buku yang telah disediakan perlu ditambahkan rating buku. Keywords: E-Library Aptikom Indonesia
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE E-COMMERCE PADA BAGIAN SHIPPING DI PT XYZ MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM Christini, Chintamy; Okdinawati, Liane; Rahmad, Basuki
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 2 No 03 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.425 KB) | DOI: 10.25124/jrsi.v2i03.63

Abstract

PT XYZ adalah salah satu enterprise terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis baru yaitu e-commerce yang bernama PQR. Saat ini, PQR belum dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi PT XYZ. Oleh karena itu, dibutuhkan aktivitas front-end dan back-end dapat mendukung jalannya PQR dengan baik. Pada penelitian ini, bagian yang dibahas adalah shipping yang merupakan back-end dari PQR yang masih memiliki masalah berupa kurangnya integrasi antar bagian sehingga menyebabkan munculnya dua masalah bagian shipping. Untuk membangun layanan shipping yang baik, maka dibutuhkan Enterprise Architecture (EA) sebagai konsep yang dapat mengintegrasikan teknologi dan bisnis yang sedang berjalan. Perancangan EA membutuhkan sebuah tool dalam bentuk framework agar dapat memberikan gambaran yang jelas dari konsep bisnis dan teknologi yang dirancang. Framework yang digunakan adalah TOGAF ADM dimana memiliki kelebihan bahwa arsitek EA dapat memilih aktivitas yang  dikerjakan secara bebas. Fase yang dirancang pada penelitian ini mulai dari fase A (Architecture Vision) hingga D (Technology Architecture) yang menghasilkan artifak-artifak yang dapat menjadi dasar pengembangan dan integrasi antar fungsi bisnis pada PQR bagian shipping.
STUDI KOMPARATIF TERHADAP ALTERNATIF TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN UNTUK MENJAMIN KEBERLANGSUNGAN JARINGAN KOMPUTER DI PERGURUAN TINGGI Syafrudin, Rani Auliya; Rahmad, Basuki; Hediyanto, Umar unan Kurnia Septo
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.939 KB)

Abstract

Jaringan komputer dalam suatu perusahaan merupakan aspek kritis yang mendukung berlangsungnya kegiatan operasional perusahaan terutama dalam hal pertukaran data. Hal ini dianggap kritis karena saat ini data dan informasi merupakan faktor pendukung utama untuk pengembangan dan keberlangsungan bisnis suatu perusahaan. Hal ini menyebabkan pertukaran data dan informasi dalam internal perusahaan menjadi proses yang sangat mendukung kegiatan operasional perusahaan dan dengan pemanfaatan jaringan pertukaran data dapat dilakukan dengan cepat dan aman. Oleh karena itu, keberlangsungan jaringan computer (network continuity) dianggap salah satu aspek penting dalam menjamin keberlangsungan bisnis pada suatu perusahaan. Terdapat banyak teknologi yang dapat digunakan untuk network continuity. Dalam makalah ini, kami akan memberikan perbandingan antara beberapa teknologi tersebut. Perbandingan tersebut didapatkan dengan literatur pembelajaran terhadap beberapa sumber. Dengan adanya perbandingan untuk setiap teknologi, maka akan dapat diketahui teknologi mana yang cocok untuk diterapkan di perguruan tinggi.  
PENGARUH HUTANG LUAR NEGERI, PENANAMAN MODAL ASING, DAN TABUNGAN DOMESTIK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA (1976 - 2000) Rahmad, Basuki; Utomo, Yuni Prihadi
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 6, No 1 (2005) : JEP Juni 2005
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jep.v6i1.4005

Abstract

Indonesian economic development along with economic growth needs sustainable development funding sources. This research examines the effect of developmental funding sources such as international debt, foreign investment, and domestic saving toward the development of Indonesian economy.The analysis instrument of the research is double linier regression with ECM model (Error Correction Model). ECM model is an econometric model that can be used to search for regression equations of short term and long-term balance. The data employed are data time series gathered with annual method starting from 1976 to 2000. These data are a secondary data obtained from the financial reports of Indonesian Bank and Statistics Center Agency. Furthermore, to reveal whether the estimation result can be trusted, the researcher performs classical assumption test and statistical test. The analysis result shows that the three factors of funding source for economic development above have significant effect toward the growth of Indonesian economy.
Identifikasi Biomarker Fraksi Aromatik Batubara Muara Wahau, Kalimantan Timur 2016 Rahmad, Basuki; Anggayana, Komang; Widodo, Sri; Widayat, Agus Haris
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research location in Wahau Muara District, East Kutai Regency, East Kalimantan Province. Geological setting of Muara Wahau located in the Kutai Basin Upper included in the Early Miocene Formations Wahau. Coal of Muara Wahau has a unique characteristic that inertinite abundant content with an average value of 20.1% with a low maturity (immature) with Rv (random) 0.40 to 0.44 including lignite rank.Coal samples taken from Seam-1 directly from drill core which drill hole GT-02. Intake of sample done by coring method with the preparation ply by ply based on lithotype appearance. Laboratory analysis of coal samples for organic geochemical analyzes conducted by Soxhlet extraction and then using column chromatography to obtain aromatic fractions.Picene derivatives such as 1,2,4a, 9-tetramethyl-1,2,3,4,4a, 5,6,14b-octahydropicene dominate with the highest concentration of 6509 mg / g TOC than other pentacyclic compounds in the aromatic hydrocarbon fraction Muara Wahau coal.The presence amyrin resulting from microbial degradation or the result of oxidative degradation in tropical climates and several derivatives amyrin typical of Muara Wahau coal one of which is a non-aromatic fraction hopanoid pentacyclic triterpenoids (picene) indicating Angiosperm plant origin. Picene presence implies that the formation of Muara Wahau coal still in the initial transformation during the first stage of diagenesis (early diagenetic) with the maturity level is low (immature). Keywords: picene; amyrin; oxidative degradation; tropis; angiosperm; immature. ABSTRAKLokasi penelitian terletak di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur. Tatanan geologi daerah Muara Wahau berada di Cekungan Kutai Bagian Atas termasuk dalam Formasi Wahau berumur Miosen Awal. Batubara Muara Wahau memiliki keunikan yang khas yaitu kandungan inertinite yang berlimpah  dengan nilai rata-rata 20,1% dengan kematangan yang rendah (immature) dengan Rv (random) 0,40-0,44 termasuk peringkat lignite.Conto batubara diambil dari Seam-1 langsung dari inti bor yaitu lubang bor GT-02.  Pengambilan conto dilakukan dengan metode coring dengan preparasi ply by ply berdasarkan kenampakan lithotype. Analisa laboratorium conto batubara untuk analisis geokimia organik dilakukan dengan cara ekstraksi soxhlet kemudian menggunakan column chromatography untuk memperoleh fraksi aromatik.Turunan picene seperti 1,2,4a,9-tetramethyl-1,2,3,4,4a,5,6,14b-octahydropicene mendominasi dengan konsentrasi paling tinggi 6509 µg/g TOC dibanding senyawa-senyawa pentasiklik lainnya dalam fraksi hidrokarbon aromatik batubara Muara Wahau.Kehadiran amyrin yang dihasilkan dari microbial degradation atau akibat dari oxidative degradation di iklim tropis dan beberapa turunan amyrin yang khas dari batubara Muara Wahau salah satunya adalah fraksi aromatik non-hopanoid pentacyclic triterpenoid (picene) yang mengindikasikan tumbuhan asal angiosperm. Kehadiran picene mengimplikasikan bahwa pembentukan batubara Muara Wahau masih dalam transformasi awal selama tahap pertama diagenesis (early diagenetic) dengan tingkat kematangan yang masih rendah (immature). Kata kunci: picene; amyrin; oxidative degradation; tropis; angiosperm; immature.
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE FUNGSI PEMASARAN DAN CRM PADA INDUSTRI PARIWISATA DI PERUM PERHUTANI UNIT III DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF Purba, Fitri Febriana; Saedudin, RD Rohmat; Rahmad, Basuki
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 3 No 04 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2016
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.455 KB) | DOI: 10.25124/jrsi.v3i04.167

Abstract

Abstrak—Perum Perhutani Unit III merupakan salah satu penyedia sektor pariwisata alam yang mengelola sumberdaya hutan di kawasan Jawa Barat dan Banten. Perkembangan industri pariwisata menuntut Perum Perhutani Unit III untuk memilih strategi pemasaran terbaik dan mengelola hubungan dengan pelanggan untuk menghasilkan keunggulan wisata yang kompetitif. Oleh karena itu, Perum Perhutani Unit III membutuhkan perancangan enterprise architecture yang dapat meningkatkan kinerja pemasaran dan manajemen hubungan pelanggan melalui pemanfaatan dan penyelarasan teknologi informasi. Perancangan enterprise architecture menggunakan framework TOGAF yang mempunyai beberapa fase, diantaranya preliminary phase, architecture vision, architecture business, information system architecture, dan technology architecture. Hasil perancangan ini berupa model bisnis target dan artifak. Kata Kunci: Enterprise Architecture, TOGAF, Pariwisata, Perum Perhutani, Pemasaran, Manajemen Hubungan Pelanggan   Abstract—Perum Perhutani Unit III is one of the providers of natural tourism sector that manages forest resources in West Java and Banten. The development of tourism industry demands Perum Perhutani Unit III to choose the best marketing strategy and manage customer relationship to produce competitive tourism advantage. Therefore, Perum Perhutani Unit III requires the design of enterprise architecture that can improve the performance of marketing and customer relationship management through the utilization and alignment of information technology. The design of enterprise architecture use TOGAF framework that has several phases, including preliminary phase, architecture vision, architecture business, information system architecture, and technology architecture. The results of this design are target business models and artifacts. Keywords: Enterprise Architecture, TOGAF, Tourism, Perum Perhutani, Marketing, Customer Relationship Management
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE E-COMMERCE PADA BAGIAN PAYMENT DI PT XYZ MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM Setyaningsih, Rini; Darmawan, Irfan; Rahmad, Basuki
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 2 No 04 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.973 KB) | DOI: 10.25124/jrsi.v2i04.47

Abstract

Perkembangan bisnis yang disertai dengan adanya teknologi informasi merupakan suatu hal penting bagi perusahaan untuk membuka peluang bisnis yang baru. PQR merupakan salah satu situs yang bergerak pada peluang bisnis E-Commerce, PQR berada dibawah kepemilikan PT. XYZ. Sesuai dengan motto PQR yaitu memberikan layanan E-Commerce dengan menawarkan kenyamanan, kemudahan, serta keamanan dalam berbelanja produk-produk yang dijual secara elektronik. PQR memiliki aktivitas front-end dan back-end yang mendukung berjalannya suatu E-Commerce. Salah satu aktivitas back-end yang membantu menghasilkan pendapatan terbesar PQR adalah payment. Payment merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai pada saat customer melakukan pembayaran sampai hasil pembayaran tersebut diterima oleh PQR dan pengiriman pembayaran produk kepada merchant (settlement). Untuk meningkatkan pelayanan payment terhadap customer, PQR mengembangkan sistem payment sebagai pendukung utama proses bisnis, serta membidik peluang sumber pendapatan baru bagi PQR. Sebelum melakukan pengembangan sistem payment yang tepat, perlu dilakukan perencanaan dan perancangan enterprise architecture. Enterprise architecture merupakan kegiatan perancangan arsitektur untuk mendukung proses bisnis PQR dengan memanfaatkan pengorganisasian berbagai arsitektur. Kerangka kerja yang digunakan dalam melakukan perancangan enterprise architecture pada penelitian ini adalah TOGAF ADM, dengan fokus perancangan pada fase persiapan, arsitektur visi, arsitektur bisnis, arsitektur informasi, dan arsitektur teknologi.
IDENTIFYING EA PRINCIPLES USING SWOT ANALYSIS (CASE STUDY OF E-COMMERCE PT. XYZ) Setyaningsih, Rini; Rahmad, Basuki
Jurnal Sistem Informasi Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.654 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v11i2.422

Abstract

In current business practice, an integration between business and IT is important. Enterprise Architecture (EA) is one of the study that synergize IT and business. The principle will be use as the main base to designing appropriate EA. Before describing these principles, it is necessary to understand the real state of a company. It aims to make the situation as one as of benchmarks to describing state of the target. After designing state of the target, it will make processes of designing EA for a company is easier. This paper will use the SWOT analysis method to recognize their core competencies in order to determine the direction of an organization by analysing and positioning the organization’s resource and environment on four regions : Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats. After an SWOT assessment, a mapping obtained wich that determines which quadrant position of the company. Every quadrant position will describe different strategies each other. From the obtained strategy, it will be describing target principles according to the position of a company based on the SWOT analysis. So the design EA for a company can start with a precise principles foundations.