Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS LAJU KOROSI BAJA ST 60 PASCA PROSES LAS GTAW DENGAN VARIASI ARUS LAS 80, 100, 120 A DAN DIRENDAM PADA LARUTAN HCL BERSUHU 40̊ CELCIUS Yudi, Gabriyel Aditya; Respati, Sri Mulyo Bondan; Syafa’at, Imam
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan suatu proses dimana proses ini menimbulkan suatu masalah karena dapat menghambat sebuah pekerjaan. Dalam hal ini korosi juga dapat menyerang besi baja ST60, baja yang dalam kehidupan sehari hari sangat mudah untuk diaplikasikan. Salah satu pengaplikasiannya adalah pembuatan pipa. Pipa digunakan sebagai sarana transportasi pengalir cairan, karena dianggap lebih murah dan effisien, slah satunya aliran HCl. Untuk mendapat panjang pipa yang diinginkan dapat digunakan proses pengelasan sebagai penyambung. Dalam tulisan ini dilakukan pengujian laju korosi serta pengaruh korosi terhadapt baja ST60 dengan variasi arus las 80, 100, 120 A dan tanpa proses pengelasan yang direndam dalam larutan HCl selama 72 jam. Hasilnya Dengan hasil selisih rata rata tanpa pengelasan 17,07 gram dan dengan las-an 120A didapat 15,48 gram.Serta laju korosi tertinggi pada proses tanpa pengelasan yaitu 13,6.102MPY, setelah itu turun 1,4% yaitu di pengelasan 80A dengan hasil 13,43.102MPY, kemudian turun kembali 4,8% menjadi 12,8.102MPY dan terakhir laju korosi terendah dengan pengelasan 120A, turun 9,3% menjadi 12,35.102MPY. Serta uji kekerasan 80A yang semula 61,3 naik menjadi 61,53 dengan menggunakan metode HRB. Hal tersebebut terjadi di semua spesimen termasuk 100A, 120A dan tanpa proses pengelasan. Dapat diketahui semakin tinggi amper semakin tinggi kekerasan karena semakin tinggi temperaturnya, dan berbanding terbalik dengan laju korosinya yang semakin rendah.Kata kunci: korosi, laju korosi, baja st60, GTAW
PENGEMBANGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SEPATU KAMPAS REM KENDARAAN BERMOTOR BERBAHAN ALUMUINUM DAUR ULANG Darmanto, Darmanto; Purwanto, Helmy; Respati, Sri Mulyo Bondan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu kampas rem merupakan salah satu  komponen  kendaraan bermotor yang umur pemakaiannya relatif pendek. Karateristik fisis dan mekanis diperlukan pada sepatu kampas rem yang berbahan aluminium dalam proses pengecoran dan produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendisain dan membuat proses pengecoran squeeze dalam produksi sepatu kampas rem dan  mengetahui perbedaan kualitas produksi menggunakan pengecoran squeeze berbahan aluminium daur ulang dengan produk yang beredar dipasaran terhadap struktur mikro dan kekerasan. Paduan di tuang pada temperatur 600 dan 700 oC pada cetakan yang dipanaskan pada temperatur 400oC dan ditekan pada tekanan 125,71 MPa.  Hasil menunjukan bahwa  produksi sepatu kampas rem dapat dibuat secara sederhana dengan menggunakan sistem pengecoran squeeze dan metode ini dapat menghasilkan coran  dengan sedikit porositas  yaitu pada tekanan 125,71 MPa porositas  rata-ratanya adalah 2,04% dan  kekerasan pada  temperatur tuang 600oC sebesar 72,80 BHN,   pada temperatur tuang 700oC adalah 68,53 BH, sedangkan sepatu kampas rem yang beredar di pasaran mempunyai porositas 14,66% dengan kekerasan 90,90 BHN. Sehingga metode ini dapat digunakan oleh industri kecil pengecoran daur ulang untuk membuat sepatu kampas rem.  Kata kunci : sepatu kampas rem, squeeze, industri kecil, alumunium daur ulang
PENGARUH PERSENTASE ZEOLIT ALAM TERHADAP SHRINKAGE MATRIK ALUMINA ZEOLIT ALAM KERAMIK KOMPOSIT Respati, Sri Mulyo Bondan; Soenoko, Rudy; Irawan, Yudy Surya; Suprapto, Wahyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang shrinkage pada alumin zeolit alam komposit telah dilakukan. Pengukuran volume green part dan volume keramik serta berat spesimen berbentuk tangkai spesimen pullout dilakukan berdasarkan hasil dari sintering menggunakan burner furnace. Penelitian ini bertujuan untuk mencari berat jenis dari spesimen green part dan spesimen keramik serta menghitung shrinkage yang terjadi akibat sintering pada suhu 1250OC. Penelitian ini menggunakan bahan alumina A12 dan zeolit alam produksi Batu Malang dengan campuran 10, 20, 30, dan 40 % berat zeolit yang dikompaksi pada 90 Mpa untuk menghasilkan green part. Penelitian ini menghasilkan berat jenis green part 1,21-1,36 gr/cm3, berat jenis keramik 1,20-1,33 gr/cm3 dan shrinkage 2,31-6,55 %. Hasil penelitian diharapkan dapat untuk menghitung dalam perencanaan pembuatan spesimen uji pullout dengan penambahan serat kontinyu stainless steel. Kata Kunci: alumina, natural zeolite, ceramic, matrix composite, sintering, burner furnace
PENGEMBANGAN MEKANISME DAN KUALITAS PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM BERBAHAN ALUMUNIUM DAUR ULANG DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE Darmanto, Darmanto; Respati, Sri Mulyo Bondan; Purwanto, Helmy
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu kampas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang diproduksi melalui proses pengecoran umur pemakaiannya relatif pendek dan dapat mengalami kegagalan. Pengembangan mekanisme pengecoran dilakukan dengan menggunakan sistem hidrolis dua arah untuk sistem penutupan dan pembukaan cetakan maupun pengeluaran coran dari dalam cetakan. Temperatur cetakan dan tekanan squeeze divariasikan untuk mendapatkan kapasitas produksi, spesimen metalografi dan kekerasan dari bahan paduan alumunium silikon daur ulang. Pengamatan dan analisa hasil penelitian menunjukkan mekanisme yang dikembangkan dapat bekerja secara optimal mulai dari penutupan cetakan, pembukaan cetakan dan pelepasan coran dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sistem hidrolis. Kecepatan produksi sangat tergantung dari pemanasan cetakan, semakin panas cetakan yang diberikan semakin rendah kecepatan produksi. Pada temperatur cetakan lebih tinggi jumlah porositas menurun, SDAS semakin halus, kekerasan menurun. Penambahanm tekanan squeeze menghasilkan porositas menurun, SDAS semakin halus dan kekerasan meningkat. Kata kunci: mekanisme pengecoran squeeze, alumunium daur ulang, sifat fisis dan mekanis
PERLAKUAN PEMANASAN AWAL ELEKTRODA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK PADA DAERAH HAZ HASIL PENGELASAN BAJA KARBON ST 41 Habibi, Fauzan; Respati, Sri Mulyo Bondan; Syafa’at, Imam
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dari pengelasan karena mempunyai peranan penting dalam rekayasa dan reparasi logam. Pembangunan konstruksi dengan logam pada masa sekarang ini banyak melibatkan unsur pengelasan khususnya bidang rancang bangun karena sambungan las merupakan salah satu pembuatan sambungan yang secara teknis memerlukan ketrampilan yang tinggi bagi pengelasnya agar diperoleh sambungan dengan kualitas baik maka harus ada beberapa hal yang harus diperhatikan  salah satunya adalah elektroda  yang digunakan dalam proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan kondisi elektroda terbungkus terhadap pengelasan SMAW pada baja karbon rendah ST 41 berbentuk plat, dengan elektroda E7016. Pada  jenis elektroda yang digunakan terlebih dahulu dipanaskan dengan temperatur 100°C,120°C,140°C,160°C,180°C dan pemanasan di bawah sinar matahari. Setelah itu plat dilas menggunakan elektroda tersebut. Kemudian plat yang sudah dilas dibuat sepesimen uji tarik dan diuji tarik, Pada daerah haz difoto mikro. Hasil pengujian tarik yang paling baik adalah pada temperatur 180°C. Semakin tinggi suhu pemanasan elektroda maka strukturnya  lebih halus. Kata kunci : Pegelasan, Pemanasan Elektroda, Sifat Mekanik
Analysis Impact Test and Hardness Test on Construction Steel with Quenching Oil SAE 40 Cooling Media at Heat Treatment Temperature Variation 700, 800 and 900 ºC Respati, Sri Mulyo Bondan; Mujiyono, Mujiyono; Purwanto, Helmy
Proceeding Of The International Seminar and Conference 2015 Vol 1, No 1 (2015): Proceeding of The International Seminar and Conference 2015
Publisher : Proceeding Of The International Seminar and Conference 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the market construction steel was heat treatment with oil quenching has been done.The purpose of this experiment to increase the strength of the steel construction.The method was started from the construction steel, heated at a temperature of 700, 800, 900 °C with a holding time of 60 minutes and then cooled rapidly using SAE 40 oil medium at room temperature.Results achieved higher heating temperature the increase the hardness, but the toughness decrease.This shows that the quenching treatment with oil medium will increase the hardness and create brittle.Keywords: Heat treatment, Hardening, Holding Time, Quenching.
PENGARUH TEMPERATUR BAHAN TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PROSES SEMI SOLID CASTING PADUAN ALUMINIUM DAUR ULANG Chambali, M.; Purwanto, H.; Respati, S. M. Bondan
MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengecoran logam kental atau semi solid casting merupakan bagian dari pengecoran bertekanan, dimana logam ditekan kedalam cetakan dalam kondisi hampir membeku. Banyak industri pengecoran aluminium terutama industri kecil menengah dalam pembuatan produk atau komponen menggunakan material daur ulang dengan metode pengecoran tuang, sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan sifat materialnya. Dengan metode semi solid diharapkan mampu meningkatkan sifat fisis dan mekanisnya. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui hasil struktur mikro dan kekerasan dengan melakukan variasi temperatur tuang 200 oC,  250 oC,dan 300 oC dengan tekanan  35,7 MPa  pada cetakan berbentuk die  punch dengan mekanisme hidrolis, pada proses semi solid casting. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan pada variasi temperatur  200 oC cacat porositasnya lebih sedikit dan struktur silikonnya lebih rapat dibandingkan variasi temperatur  250 oC  dan 300 oC. Kekerasan menunjukkan bahwa kekerasan pada spesimen variasi temperatur  200 oC  mempunyai kekerasan paling tinggi yaitu 91,2 BHN Kata kunci:  pengecoran semi solid,  al-si daur ulang, struktur mikro, kekerasan.
ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TUANG PADA PENGECORAN SQUEEZE TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PRODUK SEPATU KAMPAS REM DENGAN BAHAN ALUMINIUM (Al) SILIKON (Si) DAUR ULANG Hermawan, Parwening Sabdo; Purwanto, Helmy; Respati, Sri M. Bondan
MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegecoran squeeze adalah pengecoran dengan pengaruh tekanan pada saat pembekuan logam cair dan merupakan  pengabungan antara  proses  pengecoran dan penempaan. Penelitian ini bertujuan  untuk  mempelajari  pengaruh  temperatur  tuang  terhadap  struktur  mikro  dan kekerasan  hasil  pengecoran  squeeze  (squeeze  casting)  pada  aluminium  daur  ulang  sepatu kampas rem  yang beredar di pasaran. Paduan dilebur pada tungku peleburan  kemudian  pada temperatur  600,  700,  dan  800°C  dituang  ke  dalam  cetakan.  Cetakan  dikondisikan    pada temperatur  300°C  dan  spesimen  ditekan  pada  tekanan  squeeze  66,58  MPa.  Sebagai pembanding  dilakukan  pengecoran  tuang tanpa tekanan.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengecoran  squeeze  mampu  mengurangi  cacat  porositas  sebesar  30,  5%,  struktur  silikon semakin  halus,  meningkatkan  dan  meratakan  distribusi  kekerasan  Brinell.  Penambahan temperatur tuang tidak signifikan terhadap kenaikan nilai kekerasan.Kata kunci: pengecoran squeeze, temperatur tuang, struktruk mikro, kekerasan
ANALISA PENGARUH VARIASI TEKANAN PADA PENGECORAN SQUEEZE TERHADAP KEKERASAN PRODUK SEPATU KAMPAS REM DENGAN BAHAN ALUMINIUM (Al) SILIKON (Si) DAUR ULANG Nurkholiq, Muhammad Syaiful; Purwanto, Helmy; Respati, Sri M. Bondan
MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengecoran  squeeze  adalah  proses  pengecoran  dimana  logam cair  dibekukan  dibawah tekanan  tinggi  dengan  menggunakan  tenaga  hidrolik,  proses  ini  pada  dasarnya mengkombinasikan keuntungan dari proses tempa dan pengecoran. Tujuan  dari penelitian ini adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  tekanan  terhadap  struktur  mikro  dan  kekerasan  pada proses  pengecoran  squeeze  pada  paduan aluminium  daur  ulang  pada  produksi  kampas  rem sepeda  motor.  Paduan  dilebur  pada  tungku  peleburan  dan  dituang  pada  temperatur  700°C pada cetakan yang dipanaskan pada temperatur 400°C, kemudian diberikan variasi tekanan 125,71  MPa,  188,57  MPa  dan  251,43  MPa.  Hasil  pengujian  menunjukkan  bahwa  semakin tinggi  tekanan  yang  diberikan  dapat  mengurangi  cacat  penyusutan,  struktur  silikon  makin halus, dan meningkatkan nilai kekerasan.Kata kunci: kekerasan, pengecoran squeeze, struktur mikro, tekanan
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN TITANIUM (Ti) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM DAUR ULANG BERBAHAN ALUMINIUM (Aℓ) SILIKON (Si) DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE Habibiy, M. N.; Purwanto, Helmy; Respati, Sri Mulyo Bondan
MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengecoran squeeze adalah pengecoran yang dilakukan dengan memberikan pengaruh tekanan kedalam rongga cetakan pada saat pembekuan logam cair. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam proses pengecoran adalah material aluminium (Aℓ). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan unsur titanium (Ti) terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran squeeze (squeeze casting) pada aluminium (Aℓ) daur ulang sepatu kampas rem. Paduan tanpa penambahan unsur titanium (Ti), paduan dengan penambahan Ti 0,02%, 0,05% dan 0,07% dilebur pada tungku peleburan dan dituang dengan temperatur 700°C, pada cetakan yang telah dipanaskan pada temperatur 300⁰C serta diberi tekanan hidrolis sebesar 194 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan unsur Ti 0,07% memiliki porositas paling sedikit, yaitu 3,678%, harga SDAS yang paling halus, yaitu 7,30µm dan memiliki harga kekerasan paling tinggi, yaitu 51,93 HRB. Pengecoran squeeze dan penambahan unsur Ti mampu mengurangi cacat porositas, menghaluskan SDAS, serta meningkatkan kekerasan. Kata kunci: squeeze casting, SDAS, variasi penambahan unsur Titanium.