Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

RESPON PADI LOKAL KABUPATEN KETAPANG TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA FASE PERKECAMBAHAN SAWITRI, IBNI; PALUPI, TANTRI; RULIYANSYAH, AGUS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Terdapat 4 varietas padi lokal di Kabupaten Ketapang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon padi lokal Kabupaten Ketapang terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan parameter pengamatan daya berkecambah (%), indeks vigor (%), kecepatan tumbuh (%/etmal), panjang akar (cm), panjang plumula (cm) dan berat kering kecambah normal (g). Polyethylen glycol (PEG) 6000 20% digunakan untuk simulasi cekaman kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon terhadap cekaman kekeringan hanya pada panjang akar, dengan rerata  panjang akar hanya berkisar 0,2 cm (varietas lokal) sampai 1,4 cm (varietas nasional).
PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM DAN SEGMEN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR UNGU PADA TANAH ALUVIAL odotian, angelo; susana, rini; ruliyansyah, agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu jenis ubi jalar yang banyak ditanam di Indonesia dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan dan sumber zat pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pupuk kotoran ayam dan segmen setek terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot dengan rancangan lingkungannya Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kotoran ayam (K) dan segmen setek (S), terdapat 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan 3 tanaman sempel pada setiap petak. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: K1S1= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K1S2= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K1S3= 3,2 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang, K2S1= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K2S2= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K2S3= 6,4 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang, K3S1= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian ujung batang, K3S2= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian tengah batang, K3S3= 9,6 kg/petak pupuk kotoran ayam dan setek bagian pangkal batang. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, dimulai pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam dan segmen setek berpengaruh nyata pada jumlah umbi pertanaman. Dosis 3,2 kg atau 10 ton/ha dan segmen setek bagian pucuk batang merupakan perlakuan efektif untuk meningkatkan hasil ubi jalar ungu pada tanah aluvial.Kata kunci : Pupuk Kotoran Ayam, Segmen Setek, Tanah Aluvial, Ubi Jalar Ungu
RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Linda, Linda -; Surachman, Surachman; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 2 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan satu faktor perlakuan abu tandan kosong kelapa sawit, yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu A1 (7,05 gr/polybag), A2 (1,031 gr/polybag), A3 (1,355 rg/polybag), A4 (1,681 gr/polybag), A5 (2,008 gr/polybag). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 100 unit tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah klorofil daun, berat kering tanaman (gr), berat segar tanaman (gr), berat segar umbi (gr), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu tandan kosong kelapa sawit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman lobak (klorofil dan berat kering tanaman) dan berpengaruh nyata dengan hasil tanaman lobak (berat segar tanaman, berat segar umbi, diameter umbi, dan panjang umbi). Pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1.035 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap hasil tanaman lobak pada tanah gambut.
PENGARUH PUPUK KOTORAN KAMBING DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL Kahar, Muhammad; Anggorowati, Dini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kotoran kambing dan abu sekam padi serta interaksi keduanya yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola faktorialterdiri dari 2 faktor yaitu faktor kotoran kambing dan faktor abu sekam padi. Penggunaan pupuk kotoran kambing terdiri dari 3 taraf dan abu sekam padi terdiri dari 3 taraf dengan  masing-masing 3 ulangan, setiap unit percobaan diambil 4 sampel tanaman.Perlakuan dalam penelitian ini yaitu :Faktor dosis pupuk kotoran kambing dengan kode (K) terdiri dari k1= 500 g/polybag atau setara 20 ton/ha, k2= 625 g/polybag atau setara 25 ton/ha, k3= 750 g/polybag atau setara 30 ton/ha, Faktor dosis abu sekam padi kode (S) terdiri dari :s1= 140 g/polybag, s2= 196 g/polybag, s3= 233 g/polybag. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat kering tanaman, volume akar, berat segar tanaman, diameter umbi tanaman, dan panjang umbi tanaman.Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi interaksi antara perlakuanpupuk kotoran kambing dan abu sekam padi pada semua variabel pengamatan. Perlakuan pupuk kotoran kambing berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, berat kering tanaman, volume akar, berat segar tanaman, diameter umbi dan panjang umbi tanaman, sedangkan perlakuan abu sekam padi berpengaruh nyata terhadap volume akar tanaman lobak.
Upaya Peningkatan Viabilitas Benih Cabai Menggunakan Matriconditioning plus ekstrak touge kacang hijau JOKO, JANG; PALUPI, TANTRI; RULIYANSYAH, AGUS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak touge kacang hijau terhadap peningkatan viabilitas benih cabai serta mencari konsentrasi ekstrak touge kacang hijau terbaik yang digunakan terhadap peningkatan viabilitas benih cabai. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agroklimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak pada bulan Maret-April 2015. Penelitian ini menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan faktor perlakuan yaitu matriconditioning+larutan eksrak touge yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0, P1, P2, P3, P4, P5, P6, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, tiap ulangan terdiri dari 2 sampel. Banyaknya benih yang dikecambahkan tiap sampel adalah 50 benih. Adapun perlakuan yg dimaksud yaitu P0 =  kontrol (tanpa matric), P1= matriconditioning abu gosok+aquades,P2=matriconditioning abu gosok+larutan ekstrak touge 10%, P3= matriconditioning abu gosok+larutan ekstrak touge 20%, P4=  matriconditioning abu gosok + larutan ekstrak touge 30%, P5=matriconditioning abu gosok + larutan ekstrak touge 40%, P6=  matriconditioning abu gosok + larutan ekstrak touge 50%. Variabel pengamatan terdiri dari daya berkecambah benih, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak touge kacang hijau dengan konsentrasi 40% memberikan hasil terbaik terhadap viabilitas benih cabai. Kata kunci : benih cabai, viabilitas, matriconditioning dan ekstrak touge
Evaluasi kualitas estetika dan daya dukung Taman Bukit Bougenville Kota Singkawang Chandra, Chandra; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Jurnal Arsitektur Lansekap Vol.4, No.2, Oktober 2018
Publisher : Prodi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2419.76 KB) | DOI: 10.24843/JAL.2018.v04.i02.p12

Abstract

Evaluation of Aesthetical Quality and Carrying Capacity Bougenville Hill Park City of Singkawang. Bougenville Hill Park is part of the Green Open Space of the city that has ecological, social, economic and aesthetic functions. Aesthetic function is related to the value of beauty and becomes the main attraction for visitors. The purpose of this research is to determine and assess the quality of the park, determine the level of beauty based on respondents' perceptions, park carrying capacity analysis and evaluate the quality of the landscape based on the estimates of the beauty and carrying capacity of Bougenville Hill Park. This research used Scenic Beauty Estimation (SBE) method for evaluation of landscape aesthetic quality and Cifuentes (1992) method with physical carrying capacity for calculation of carrying capacity. The results show the landscape with the lowest SBE value based on the assessment of student and visitor respondents are in landscape 1. Landscapes with the highest SBE score based on students' SBE ratings are in landscape 12. While based on the assessment of visitor SBE, landscape with the highest SBE value is found in landscape 20. Based on the calculation of carrying capacity, the threshold of visitors of Bougenville Hill Park that can be done in 1 day is 72 people who move within the 6 ha area. Some management recommendations are proposed to maintain and improve the aesthetic quality and carrying capacity of Bougenville Hill Park such as maintenance and conservation measures.
Salam Sejahtera ruliyansyah, agus
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 4, No 2 (2014): PERKEBUNAN DAN LAHAN TROPIKA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v4i2.9377

Abstract

Selain kelapa sawit dan karet, hasil perkebunan lada, kelapa dan kakao juga merupakan komoditas perkebunan utama bagi  Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Namun demikian, berbeda dengan kelapa sawit yang sebagian besar dikelola oleh perusahaan besar, lada dan kakao hampir semuanya dikelola oleh petani kecil dan bermodal terbatas. Salah satu faktor pembatas produksi lada dan kakao adalah keberadaan patogen. Penyakit Hawar beludru (velvet blight) , saat ini merupakan pembatas utama dalam mempertahankan produksi. Mengingat di daerah lain penyakit ini bukan merupakan penyakit penting, diperlukan kajian komprehensif untuk mengungkap mengapa di Kalbar penyakit ini berkembang luas dan dalam upaya  menemukan metode pengendaliannya. Demikian juga dengan penyakit busuk buah karena Phythopthora pada tanaman kakao. Dari tahun ke tahun,  penyakit tersebut merupakan faktor penghambat penting dalam peningkatan produksi sehingga tetap memerlukan berbagai kajian dalam pengendaliannya. Penemuan metode dan bahan yang murah serta praktis dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman pada dua komoditas perkebunan utama Kalbar tersebut akan merupakan sumbangan besar dalam upaya peningkatan produksi. Dalam Volume 4 Nomor 2 ini, kami terbitkan artikel yang berupa laporan penelitian tentang upaya pengendalian penyakit hawar beludru pada lada  dan  busuk buah kakao serta  pengendalian hayati hama  Brontispa pada kelapa. Sebagai artikel tambahan kami terbitkan hasil penelitian terbaru tentang pembibitan karet. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada para kontributor dan semua mitra bestari yang telah meluangkan waktu untuk penerbitan  edisi ini. Redaksi selalu menunggu hasil-hasil penelitian dan telaah terbaru tentang komoditas-komoditas perkebunan lainnya. Semoga bermanfaat.
Pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan rumput gajah mini variegata (Axonopus compressus) Sinaga, Putra Diangga; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Jurnal Arsitektur Lansekap Vol.4, No.1, April 2018
Publisher : Prodi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.708 KB) | DOI: 10.24843/JAL.2018.v04.i01.p15

Abstract

Effect of the composition of planting media on the growth of pearl grass variagated (Axonopus Compresuss). Pearl grass variagated (Axonopus compresuss), is a kind of ornamental grass used as landscape grass or carpet grass. Planting pearl grass variegated at this time, just plowing land, only ultisol. These conditions cause the growth of slow grass, easy soil erosion, then it takes quite a long time to cover the land. Because Ultisol is poor for nutrients and has a solid soil structure, it requires a mixture of organic composition to add nutrients and improve soil structure to loose. Therefore Organic materials used such as sawdust and cow dung manure. The objective of the research is knowing the composition of planting media consists of, Ultisol (PMK), sawdust (SG) and cow‘s manure (KS) on planting of pearl grass variegated. Planting is done on the map with size 0.5 m x 0.5 m. This research used Completely Randomized Design () with 6 treatments, 5 replicates, each replication consist 25 plant and sampling 20%. Treatment for compositions such as m0 (PMK 100%), m1 (PMK 75%: SG 25%), m2 (PMK 75%: PS 25%), m3 (PMK 50%: SG50%), m4 (PMK 50%: PS 50%), m5 (PMK 50%, PS 25%, SG 25%). The research was done for approximately 3 months from mid August to November 2017 in experimental garden Faculty of Agriculture UNTAN. The Research shows that the composition of planting media have significant effect on observation variables, such as number of tillers, stolon length, cover area, root length and dry weight. The result of this research shows, the treatmen of m4(PMK 50% : PS 50%) has higher value among of other treatment.
Peningkatan Performansi Benih Kacangan dengan Perlakuan Invigorasi ruliyansyah, agus
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 1, No 1 (2011): Perkebunan dan Lahan Tropika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.373 KB) | DOI: 10.26418/plt.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media perlakuan invigorasi yang terbaik terhadap peningkatan performansi benih kedelai. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu pelaksanaan penelitian selama delapan minggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan yaitu: kontrol, abu gosok, serbuk gergaji, larutan KNO3 2% dan larutan NaCl 2%. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan invigorasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah. Invigorasi yang menggunakan serbuk gergaji merupakan perlakuan terbaik dari perlakuan lainnya dilihat dari kamampuan benih untuk memulihkan integritas membran sehingga dapat memulihkan atau mengurangi kebocoran sel ketika proses imbibisi berlangsung dan mengurangi perubahan metabolik selama perkecambahan. Perlakuan serbuk gergaji telah mampu menghasilkan rerata daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Performance Behavior of Corn Smallholders for Sustainable Cooperative Change in West Kalimantan Nurliza, Nurliza; Ruliyansyah, Agus; Hazriani, Rini
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol 6, No 1: January-June 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agr.6186

Abstract

The production of corn as the second most important cereal crops after rice is dominated by smallholders, particularly in West Kalimantan. However, smallholders in farmer cooperatives are unsustainable because of the lack of decision-making power at the grassroots level; limited access to land, capital, technologies, information and financial services; low market competitiveness; weak management; and limited policy and socio-cultural norms. This research aims to construct the behavior model for performance change of cooperative farmers in Rasau Jaya, Kubu Raya district, West Kalimantan. It involved 75 smallholders recruited using purposive sampling technique. In-depth interviews using the structural equation modeling/SEM based on the new institutional approach and the theory of planned behavior were used in the study. The findings proved that intentions and past behaviors have positive and negative influence on farmers' cooperative behavior, but contradicted with control. Therefore, there are several efforts for changing the behavior in corn farmers’cooperatives, i.e. the perceived behavioral control can stimulate the motivation to be long-lived performing based on the resources and opportunities; pro-environmental behavior needs to engage a supportive injunctive norm and a supportive descriptive norm; a subjective norm for motivation to exhibitthe positive experiential attitude; and the confidence to perform and control their performance.