Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

SPENSER AUTOMATIS BERBASIS DT-BASIC MINI SYSTEM Samsiana, Seta; Mustakim, Huda
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 1, No 1 (2012): JREC (Journal of Electrical and electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita membutuhkan alat yang dapat mempermudah pekerjaan kita, itu mungkin sudah menjadi watak kita sebagai manusia yang selalu ingin serba dimudahkan. SPENSER OTOMATIS merupakan bentuk nyata dari pengembangan peralatan rumah tangga dengan Mikrokontroller Basic Mini System spenser ini di buat menjadi lebih mudah dalam pengambilan air minum. Dilengkapi dengan fhotosensor sebagai system kerja otomatis spenser ini memiliki kelebihan dari spenser biasa yang sifatnya masih manual. System kerja pada alat ini ada 3 bagian, sistem otomatis dengan memakai sensor photoelektrik, semi manual dengan puss buton, dan anual untuk antisipasi jika aliran listrik mati. Struktur kerja dan kontruksi alat disesuaikan dengan kebutuhan operasionalnya.
ANALISIS OPTIMASI MENARA SELULER DI KOTA BEKASI Studi Kasus Wilayah Kecamatan Rawalumbu Paronda, Abdul Hafid; Samsiana, Seta
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 1, No 2 (2013): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah pengguna telekomunikasi bergerak seluler yang semakin tinggi berimplikasi pada kian banyaknya menara seluler di berbagai wilayah. Upaya setiap operator untuk meningkatkan kualitas layanan BTS (Base Transceiver Station) mensyaratkan penempatan antenna secara strategis sesuai karakteristik sinyal dan propagasi telekomunikasi. Kecenderungan perlombaan operator untuk mengamankan daerah layanan dan pelanggan mereka berakibat pada munculnya fenomena ’hutan menara’ di wilayah yang bersangkutan. Pada gilirannya, optimasi menara seluler merupakan solusi yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model optimasi menara seluler yang berkaitan dengan jumlah menara , radius layanan komunikasi, dan banyaknya operator yang dapat memfungsikan sebuah menara bersama secara efektif. Penelitian ini akan dilakukan dengan mendata jumlah dan sebaran pengguna di sekitar menara , mengukur kualitas sinyal komunikasi melalui survei lapangan dan eksperimentasi. Hasil yang diperoleh akan menjadi pengayaan dalam kajian dan pengembangan aplikasi teknik telekomunikasi seluler pada umumnya. Namun secara khusus diharapkan sebagai rujukan aktual bagi para operator telekomunikasi seluler dan pemerintah daerah (kota dan kabupaten) untuk menopang pengembangan bisnis telekomunikasi dan penataan pembangunan wilayah secara terpadu dan sinergis. Kata Kunci : Optimasi menara, Penataan menara seluler bersama, Telekomunikasi bergerak.
Motor Stepper pada Mesin Labelling Lidemar, Lidemar; Samsiana, Seta
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 1, No 2 (2013): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan tingkat keakuratan yang tinggi serta sudut putar yang tepat maka digunakanlah motor stepper sebagai penggerak untuk mesin labeling. Mesin labeling adalah mesin industri yang berfungsi memberi label pada kemasan produk yang diinginkan. enggunaan motor stepper memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan motor DC biasa. Keunggulannya antara lain sudut rotasi motor proporsional dengan pulsa masukan sehingga lebih mudah diatur., motor dapat langsung memberikan torsi penuh pada saat mulai bergerak, posisi dan pergerakan repetisinya dapat ditentukan secara presisi, memiliki respon yang sangat baik terhadap mulai, stop dan berbalik (perputaran),sangat realibel karena tidak adanya sikat yang bersentuhan dengan rotor seperti pada motor DC,dapat menghasilkan perputaran yang lambat sehingga beban dapat dikopel langsung ke porosnya, frekuensi perputaran dapat ditentukan secara bebas dan mudah pada range yang luas. Kata Kunci : Motor Stepper, Sensor Photo Elektrik, PLC, Mesin Labelling
ANALISIS PENGARUH BENTUK PERMUKAAN PISTON MODEL KONTUR RADIUS GELOMBANG SINUS TERHADAP KINERJA MOTOR BENSIN Samsiana, Seta; Sikki, Muhammad Ilyas
JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): JITM (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin)
Publisher : JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.205 KB)

Abstract

Secara garis besar motor bensin tersusun oleh beberapa komponen utama meliputi : blok silinder (cylinderblock), kepala silinder (cylinder head), poros engkol (crank shaft), torak (piston), batang piston (connectingrod), roda penerus (fly wheel), poros cam (cam shaft) dan mekanik katup (valve mechanic). Berdasarkandiskripsi dari sistem kerja, karakteristik dan bagian komponen mekanik motor bakar torak (piston), adalahmemungkinkan modifikasi khususnya pada torak (piston) pada motor bakar torak. Pada penelitian inimaka kita akan memodifikasi permukaan piston menjadi permukaan piston bergelombang sinus. Hasilpenelitian ini untuk mencari perbandingan model-model profil permukaan torak (piston face) gunamendapatkan model yang optimal dan dapat mengasilkan kerja maksimal. Model permukaan torak dapatdilakukan dengan modifikasi desain permukaan torak dengan kontur radius gelombang sinus. Pelaksanaanidentifikasi penelitian ini pada modifikasi permukaan torak dengan kontur radius gelombang sinus, maka akandiperoleh hasil yaitu desain modifikasi dan karakteristik permukaan torak dengan kontur radius. Dan penelitidapat mengetahui pengaruh terhadap daya pengisapan dan perbandingan kompresi pada mesin tersebut, sertahasil tenaga atau daya motor. Selain analisis secara matematis, penelti juga mensimulasikan laju aliran fluidayang terjadi pada silinder tersebut dengan menggunakan program solidworks.Kata kunci : Permukaan piston, kontur radius, dan daya motor
APLIKASI METODE NEURO FUZZY PADA SISTEM PENGENDALI TEKANAN GAS METERING STATION Samsiana, Seta
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 1, No 3 (2013): JREC (Jurnal Of Electrical and Electronics
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk kondisi operasi yang tidak stabil pada gas metering adalah kondisi dimana terjadiketidakstabilan tekanan yang dapat menyebabkan off spec. Oleh karena itu akan dirancang suatupengendalian pada Gas Metering Station. Perancangan dilakukan dengan pengendali neurofuzzy,yang menggabungkan kemampuan belajar Neural Network dengan kemampuan pengambilankeputusan pada fuzzy. Berdasarkan uji sinusoidal pengendali neuro-fuzzy menunjukkan performansiyang lebih baik daripada pengendali PID , hal ini dinyatakan melalui indeks performansi keduapengendali yang mana secara kuantitatif nilai masing masing indek untuk pengendali neuro fuzzy jauhlebih kecil bila dibandingkan dengan pengendali konvensional PID.Kata kunci: gas metering station, pengendalian tekanan, simulasi, neuro-fuzzy
KALIBRASI TERMOMETER DIGITAL METODE SENSOR PLUS INDIKATOR Samsiana, Seta; Ramdani, Fitra
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 2, No 1 (2014): JREC (Journal of Electrical and electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalibrasi pada termometer digital menggunakan sensor PT 100 dan Thermocouplemenggunakan metode sensor plus indikator. Metode kalibrasi ini dimaksudkan untukmenentukan hubungan antara suhu yang ditunjukkan oleh sensor plus indikator (test) dengansensor plus indikator (standard) yang digunakan AOIP TM 6630. Data pengukuran suhu padaalat dihitung melalui ketidakpastian bersumber dari Repeatability, Readability, SertifikatStandar, Media Kalibrasi, Inhomogenity Ice Point, Inhomogenity Probe, Drift dan Regresiserta mengacu ke JIS Z 8710. Hasil data pengukuran dibuat Simulasi dengan data padaDigital Thermometer untuk menentukan nilai nominal temperatur standar dan alat.Kata kunci: Kalibrasi, Sensor, Simulasi, JIS Z 8710
PERBANDINGAN PENGATURAN GAS METERING STATION MENGGUNAKAN PID DAN NEURO FUZZY Samsiana, Seta
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 2, No 1 (2014): JREC (Journal of Electrical and electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PID dan Neuro Fuzzy merupakan dua metode yang sering digunakan untuk melak ukanperancangan pengendalian pada suatu plant. Kedua komponen dari metode ini bukanlahmerupakan pesaing satu dengan yang lainnya, karena masing-masing memiliki kelebihan dankekurangan yang berbeda. Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan pengendaliantekanan dengan metode PID dan Neuro Fuzzy untuk mengetahui perbandingan akurasi darikedua metode tersebut dalam melakukan pengendalian tekanan pada Gas Metering Stationberdasarkan parameter-parameter yang mempengaruhi. Selanjutnya akan dilakukan simulasidan pembandingan antara PID dan Logika Fuzzy untuk mendapatkan optimasi dankeakurasian dalam pengendalian tekanan.Kata Kunci: PID, Neuro Fuzzy, Gas metering station
ANALISIS OPTIMASI MENARA SELULER DI KOTA BEKASI Paronda, Abdul Hafid; Samsiana, Seta
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 1, No 2 (2013): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah pengguna telekomunikasi bergerak seluler yang semakin tinggiberimplikasi pada kian banyaknya menara seluler di berbagai wilayah. Upaya setiap operator untukmeningkatkan kualitas layanan BTS (Base Transceiver Station) mensyaratkan penempatan antennasecara strategis sesuai karakteristik sinyal dan propagasi telekomunikasi. Kecenderungan pe rlombaanoperator untuk mengamankan daerah layanan dan pelanggan mereka berakibat pada munculnyafenomena ’hutan menara’ di wilayah yang bersangkutan. Pada gilirannya, optimasi menara selulermerupakan solusi yang dibutuhkan.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model optimasi menara seluler yang berkaitan denganjumlah menara , radius layanan komunikasi, dan banyaknya operator yang dapat memfungsikan sebuahmenara bersama secara efektif. Penelitian ini akan dilakukan dengan mendata jumlah dan sebaranpengguna di sekitar menara , mengukur kualitas sinyal komunikasi melalui survei lapangan daneksperimentasi. Hasil yang diperoleh akan menjadi pengayaan dalam kajian dan pengembangan aplikasiteknik telekomunikasi seluler pada umumnya. Namun secara khusus diharapkan sebagai rujukan aktualbagi para operator telekomunikasi seluler dan pemerintah daerah (kota dan kabupaten) untukmenopang pengembangan bisnis telekomunikasi dan penataan pembangunan wilayah secara terpadudan sinergis.Kata Kunci : Optimasi menara, Penataan menara seluler bersama, Telekomunikasi bergerak.
Motor Stepper pada Mesin Labelling Lidemar, Lidemar; Samsiana, Seta; Marini, Sri
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 1, No 2 (2013): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendapatkan tingkat keakuratan yang tinggi serta sudut putar yang tepat maka digunakanlahmotor stepper sebagai penggerak untuk mesin labeling. Mesin labeling adalah mesin industri yangberfungsi memberi label pada kemasan produk yang diinginkan. enggunaan motor stepper memilikibeberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan motor DC biasa. Keunggulannya antara lainsudut rotasi motor proporsional dengan pulsa masukan sehingga lebih mudah diatur., motor dapatlangsung memberikan torsi penuh pada saat mulai bergerak, posisi dan pergerakan repetisinya dapatditentukan secara presisi, memiliki respon yang sangat baik terhadap mulai, stop dan berbalik(perputaran),sangat realibel karena tidak adanya sikat yang bersentuhan dengan rotor seperti padamotor DC,dapat menghasilkan perputaran yang lambat sehingga beban dapat dikopel langsung keporosnya, frekuensi perputaran dapat ditentukan secara bebas dan mudah pada range yang luas.Kata Kunci : Motor Stepper, Sensor Photo Elektrik, PLC, Mesin Labelling
ANALISIS DETEKSI WARNA MARKING PADA CAMSHAFT SEBAGAI IDENTIFIKASI TYPE BENDA KERJA Adirin, Adirin; Samsiana, Seta; Sugeng, Sugeng
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol 2, No 2 (2014): JREC (Journal of Electrical and electronics)
Publisher : JREC (Journal of Electrical and Electronics)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu cara untuk mempermudah mengenali jenis produk yaitu dengan cara menggunakan marking. Marking warna adalah satu contoh dalam melakukan pengenalan dan pemisahan jenis produk. Marking dengan warna mempunyai kelebihan yaitu mudah untuk dilihat dan diingat oleh setiap orang. Pengolahan citra digital banyak digunakan untuk melakukan proses mengenali berbagai karakteristik suatu obyek dan sangat bermanfaat untuk kebutuhan manusia untuk kemajuan teknologi. Penelitian ini menggunakan obyek warna marking yang tertera di camshaft. Warna yang diteliti yaitu warna merah, kuning, hijau, dan biru. Citra yang digunakan dalam proses deteksi warna yaitu citra dengan ruang warna HSV. Proses yang dilakukan dalam pengolahan citra digital di penelitian ini yaitu pengambilan citra marking warna sebagai obyek, menyimpan citra, konversi citra ruang warna RGB ke citra ruang warna HSV, segmentasi citra HSV, menghitung luas citra biner. Hasil dari penelitian didapatkan nilai ambang dari elemen piksel citra HSV sebagai batas area segmentasi, Nilai Ambang batas marking warna merah yaitu (0.00 ≤ hue ≤ 0.03 dan 0.98 ≤ hue ≤ 1.00, saturation ≥ 0.30 dan value ≥ 0.34), marking warna kuning (0.10 ≤ hue ≤ 0.16, saturation ≥ 0.34, value ≥ 0.54), marking warna hijau (0.31 ≤ hue ≤ 0.50, saturation ≥ 0.21, value ≥ 0.31 ), dan marking warna biru ( 0.57 ≤ hue ≤ 0.65, Saturation ≥ 0.30, value ≥ 0.31). Hasil dari proses segmentasi adalah citra biner yang hanya memiliki 2 nilai piksel yaitu 0 dan 1. Luas citra biner dari hasil segmentasi digunakan dalam menentukan nilai threshold untuk memberikan range/batasan luas marking yang diijinkan. Penentuan prosentasi deteksi yaitu dengan membandingkan bentuk luas area marking pada citra biner hasil segmentasi dengan bentuk asli luas area marking pada citra RGB, dan yang bentuknya sama atau mirip dengan luas area marking aslinya adalah hasil pendeteksian dengan prosentasi 100%. Berdasarkan hasil analisis deteksi citra warna marking didapatkan bahwa pendeteksian warna dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Hasil penelitian didapatkan bahwa pencahayaan yang baik untuk proses pengambilan citra yaitu intensitas 200 lux sampai dengan 400 lux, dengan akurasi pendeteksian 80% ~ 100%. Pengujian aplikasi sistem deteksi warna marking keempat jenis warna tersebut diatas dengan menggunakan intensitas pencahayaan 350 lux, dan batas ambang luas citra biner menggunakan batas toleransi 20% dari luas citra biner 100% yang telah ditetapkan berdasarkan kesamaan bentuk, sistem telah berhasil berfungsi dengan baik yaitu dengan akurasi keberhasilan 100%. Kata kunci : Pengolahan Citra Digital, Segmentasi, Nilai Ambang Batas, Citra HSV, Citra Biner