Sariyatun Sariyatun
Prodi Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KITAB KUNTARA RAJA NITI Utami, Andika Dian Ifti; Warto, Warto; Sariyatun, Sariyatun
-
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to strengthen the character of the students so that they have a national identity. Strengthening of character in society can be built through the utilization of local history which have moral values. Historical sources such as Kitab Kuntara Raja Niti contains values that are believed to create an attitude of peace, friendship, responsibility, tolerance, the spirit of nationalism, care for the environment, social care, religious, recognize excellence, independence and discipline. The importance of this study is based on the assumption that cultural heritage is an educational component that can foster a sense of belonging and respect their own cultural history. Kitab Kuntara Raja Niti consist of ideas and guidance of mankind's relationship with God, the community and the natural environment that can be a filter to face of global cultural transformation and playa role in strengthening national identity. So that these values are very relevant to be taken in history as character education for students. This study uses a qualitative method, by collecting documents related to the Kitab Kuntara Raja Niti either Indigenous Book, Journal, Manuscripts-Manuscripts or other documents relating to the object, and then analyzed through descriptive approach.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i12018063
IMPLEMENTASI NILAI LOCAL WISDOM PELA GANDONG DALAM PENDIDIKAN PASCA REKONSILIASI KONFLIK AMBON Hasudungan, Anju Nofarof; Sariyatun, Sariyatun; Sutiyah, Sutiyah
-
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Collective memory masyarakat Ambon Maluku terhadap konflik yang terjadi tahun 1999-2003 telah menyadarkan bahwa nilai local wisdom Pela Gandong yang dimiliki ratusan tahun lamanya sangat penting dipertahankan. Bahkan, mengoptimalkan fungsinya guna mempertahankan rekonsiliasi konflik Ambon Maluku yang telah tercapai. Masyarakat Ambon Maluku mendefinisikan Pela Gandong sebagai model persahabatan, sistem persaudaraan, atau sistem persekutuan yang di kembangkan antar seluruh penduduk asli dari dua negeri atau lebih bahkan sebelum kedatangan kolonial. Saat konflik Ambon terjadi Pela Gandong menjadi bagian dari resolusi konflik. Dewasa ini, masyarakat Ambon Maluku telah memperluas fungsi Pela Gandong diberbagai bidang termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana implementasi nilai local wisdom Pela Gandong dalam pendidikan. Penelitian dilakukan pada Januari 2018 di SMPN 9 Ambon dengan 98 % siswanya beragama Kristen/Katolik dan SMPN 4 Salahutu Liang beragama 100 % Islam. Guna mendapatkan jawaban peneliti, dipergunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui metode studi kepustakaan, wawancara, dan observasi-partisipatoris. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi nilai-nilai multikultural Pela Gandong dapat terlaksana dengan baik dalam institusi pendidikan formal.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i22019p179
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN NILAI-NILAI BUDAYA DI SMP BERBASIS TRADISI SENI BATIK KLASIK SURAKARTA Sariyatun, Sariyatun
Paramita: Historical Studies Journal Vol 23, No 2 (2013): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v23i2.2672

Abstract

The objective of the study is to develop the educational model of cultural values based on the classical batik’s Surakarta arts tradition in order to strengthen the nation characters and national identity. The research was done by using the research and development method. In collecting the data, the researcher conducted several ways, as follow: interview, library research, forum group discussion and classroom action research. The qualitative analysis was used for conducting the need analysis as the first step of research and development activity and the quantitative analysis and the quasi-experiment were done to get the validation model. The result of this study showed that cultural values taught in junior high school were same as the character building education as a whole. The implementation of each character buildings stood on its own of each subjects and could be inserted into the guidance and counseling subject and the civics subject. Moreover, it was, then, defined that the educational model of cultural values based on the classical batik’s Surakarta arts tradition was integrated to the social science subject as the model development of the character building. Keywords: model, education, cultural values, classical batik Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan nilai-nilai budaya  di SMP  berbasis Tradisi  Seni Batik  Klasik  Surakarta sebagai Upaya Penguatan Karakter Bangsa dan Identitas  Nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian dilakukan dengan Research and Development. Data dikumpulkan melalui wawancara, metode simak, FGD, observasi, dan Penelitian Tindakan Kelas. Pada tahap penelitian pendahuluan dan pengembangan model digunakan  analisis Kualitatif. Tahap validasi model digunakan eksperimen semu dan analisis Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan nilai di SMP implementasinya sama dengan pendidikan budi pekerti. Implementasi pendidikan budi pekerti pada masing-masing satuan pendidikan (SMP) belum ada kesamaan yakni berdiri sendiri sebagai mata pelajaran dan digabungkan dengan Bimbingan dan Konseling atau PKN. Untuk itu, di rumuskan Draf strategi dan model PNBBTBK (Pendidikan Nilai Budaya berbasis Tradisi Seni Batik Klasik) melalui Integrasi dalam pembelajaran IPS sebagai pengembangan model Pendidikan Budi Nilai Budaya. Kata Kunci: model, pendidikan, nilai budaya, batik klasik    
REKONRTRUKSI PEMIKIRAN KIAI IBRAHIM TUNGGUL WULUNG SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN LOGIKA BERPIKIR POSTKOLONIAL UNTUK OPTIMALISASI JATI DIRI BANGSA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH HUMANIS Dikawati, Reni; Sariyatun, Sariyatun; Warto, Warto
HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v7i1.1511

Abstract

Pembelajaran sejarah humanis menjadi upaya meneguhkan sisi kemanusiaan dengan pengembangan pengalaman dan kemampuan alamiah baik fisik maupun nonfisik. Penelitian ini mengembangkan pengalaman belajar dengan rekontruksi pemikiran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung pada mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Negeri Yogyakarta di mata kuliah sejarah kolonial. Logika berpikir postkolonial mahasiswa untuk optimalisasi jati diri bangsa menjadi corpus penelitian. Temuan penting dari penelitian adalah kontruksi logika postkolonial digunakan sebagai dasar epistemologi menarasikan wacana jati diri bangsa. Analisis menunjukkan intepretasi mahasiswa terhadap narasi jati diri bangsa mampu mengidentifikasi tingkat ketercapaian sikap mahasiswa dalam taksonomi Bloom hasil revisi Peggy Dettmer (2006) di ranah afektif. Dalam perspektif peneliti, logika berpikir postkolonial merupakan sikap yang berkontribusi membentuk mentalitas penghayatan keberagaman sebagai akumulasi karakter jati diri bangsa, memberi peluang borderline menjadi frontline (negosiasi), sehingga memperkuat kebhinekaan sebagai identitas.
Reaktualisasi Ajaran Kepemimpinan dalam Serat Wedhatama Sariyatun, Sariyatun
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.327 KB)

Abstract

AbstrakKepemimpinan merupakan komponen yang sangat penting bagi eksistensi suatu bangsa dan masyarakat. Realitasnya bangsa Indonesia sedang mengalami krisis kepemimipinan. Di satu sisi pemimpin mengalami kegamangan dalam memilih tipe kepemimpinan yang tepat untuk memimpin negeri ini. Di sisi lain semua orang mendambakan figur kepemimpinan yang dapat diandalkan, dipercaya, dan dapat mengaktualisasikan perubahan-perubahan konstruktif. Krisis kepemimpinan disebabkan antara lain; pertama, persoalan kepemimpinan yang dihadapi bangsa ini adalah karena model pemimpin yang sudah dibangun dimasyarakat adalah sesuatu yang salah. Proses untuk menghasilkan pemimpin tidak mendukung untuk menghasilkan produk pemimpin yang benar. Kedua, situasi Indonesia sekarang karena konsep kita belum terbangun menyiapkan pemimpin, sehingga muncul politisi aktor dadakan atau kepemimpinan transaksional. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan  menggali nilai-nilai kearifan lokal berupa kepemimpinan dan kebijakan hidup untuk dijadikan pegangan para pemimpin. Salah satu karya sastra Jawa yang mengandung ajaran kepemimpinan yaitu Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV. Dengan demikian perlu dilakukan reaktualisasi terhadap ajaran kepemimpinan dalam Serat Wedhatama. Ajaran kepemimpinan dalam Serat Wedhatama diharuskan untuk memegang teguh, aturan dan kewajiban hidup warisan leluhur, yaitu wirya-arta-winasis. Wirya adalah keluhuran atau kekuasaan, arta adalahharta, dan winasis merupakan ilmu pengetahuan. Ketiga pedoman hidup ini haruslah dicapai semuanya, apabila satu hal dari tiga hal itu tidak dapat diraih, maka habislah harga diri manusia, lebih berharga dari daun jati kering, akhirnya hanya mendapatkan derita, jadi pengemis dan terlunta-lunta.Kata kunci: Reaktualisasi; Kepemimpinan; Serat Wedhatama
PANTULAN BUDAYA LOKAL “MAKNA FILOSOFIS DAN SIMBOLISME MOTIF BATIK KLASIK” UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Sariyatun, Sariyatun
-
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan Lokal menjadi salah satu prinsip pengembangan dan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Hal ini didasari bahwa  salah satu  pengaruh dominan dari globalisasi adalah ?imperialism  kultural? atau "homogenitas budaya", yang berdampak pada hilangnya pengalaman dan pemahaman generasi muda terhadap keragaman budaya local. Kearifan lokal secara proaktif akan mengubah produk global menjadi bermakna dan sesuai dengan kehidupan sosial budaya setempat. Kearifan local, sebagai  ?tradisi yang ditemukan? menunjukkan bahwa kebudayaan masa lalu tidak benar-benar ditinggalkan meskipun zaman sudah berubah. Konstruksi budaya batik telah tumbuh dalam kesadaran masyarakat dengan segala kekhasan yang dimiliki. Batik mampu bertahan melintasi zaman dan akhirnya menjadi warisan pusaka.  Pemaknaan ulang secara dinamis atas core values  makna filosofis dan  simbolisme motif batik klasik dilakukan dengan konteks kekinian untuk penguatan  pendidikan Karakter.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i12018023
HUMANISME DALAM SERAT JANGKA JAYABAYA PERSPEKTIF JAVANESE WORDVIEW Sasmita, Gusti Garnis; Joebagio, Hermanu; Sariyatun, Sariyatun
Religió: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 8 No. 1 (2018): March
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.051 KB) | DOI: 10.15642/religió.v8i1.751

Abstract

Serat Jangka Jayabaya is a literary work that can be used as a source of historical learning. The local genius of Javanese worldview is reflected in humanism values in the manuscript. Which is much misunderstood by most people even historians. This study uses qualitative research methods that reveal the value of Jayabaya humanism based on content, authorship and axiological manuscripts through interviews and literature studies. The results show that the concept of "jangka" is the guidance as well as the control of Java society in viewing various social phenomena. The guidelines are summarized in the concept of humanism values reflected as knowledge, equity, equality, dignity, and moral ethics.
SERAT JANGKA JAYABAYA RELASI SASTRA, SEJARAH DAN NASIONALISME Sasmita, Gusti Garnis; Joebagio, Hermanu; Sariyatun, Sariyatun
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1447

Abstract

Rendahnya minat sejarawan terhadap serat Jangka Jayabaya dipengaruhi oleh faktor konten mitologi dalam serat ini. Disisi lain popularitas Jangka Jayabaya justru tinggi dikalangan masyarakat awam. Hal yang menarik dalam fokus penelitian ini yaitu mengkaji Serat Jangka Jayabaya berdasarkan ontologis, epistemologis dan aksiologis serta sumbang silihnya terhadap resistensi terhadap kolonialisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif historis dengan tehnik pengumpulan data studi literatur, observasi, wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa popularitas Serat Jangka Jayabaya melalui proses panjang dalam sejarah Indonesia merupakan awal benih nasionalisme. Sastra yang ditinjau berdasarkan intertektual kepengarangan nyatanya dapat digunakan sumber sejarah primer terkait mentalitas mayarakat sezaman.     
IMPLIKASI DISKURSUS KRISTIANITAS DALAM SERAT DHARMOGANDHUL DAN PEMIKIRAN KIAI IBRAHIM TUNGGUL WULUNG TERHADAP KOMUNITAS KRISTEN TEGALOMBO PATI dikawati, reni; Sariyatun, Sariyatun; Warto, Warto
Religió: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 7 No. 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.908 KB) | DOI: 10.15642/religió.v7i2.748

Abstract

Javanese Christianity construction is not only built on the basis of biblical interpretation. Discourse and knowledge contained in literary texts show the existence of acceptance capacity, communication patterns and adjustments to the cultural context, as well as the important role of the agency. Dharmogandul manuscript is a text that is part of the construction of ideas, values, ideas, about Christianity that is understood by Javanese people. This study aims to examine the dynamics of the Dharmogandul fiber texts and discourses with genealogy approaches, connect and compare with the thoughts of Kiai Ibrahim Tunggul Wulung as a real life context, as well as psychological figures that provide worldview to the Christian community in Tegalombo, Pati. Exploring Dharmogandul fiber genealogy shows that the text originated from the concept of religiosity, in the historical development there was a shift in the meaning of Dharmogandul fiber in syncretic direction, until it became attached and became part of the comparison of formalistic religion. The results of the study showed some contradictions and comparisons in accommodating the discourse of meeting several religions in the Dharmogandul fiber with the real conditions of the Tegalombo Christian community. [Kontruksi Kristen Kejawen tidak hanya dibangun atas dasar penafsiran kitabiah. Wacana dan pengetahuan yang termuat dalam teks sastra menunjukkan adanya kapasitas penerimaan, pola komunikasi, dan penyesuaian konteks kultur, serta peran penting agency. Serat Dharmogandul merupakan salah satu teks yang menjadi bagian dari kontruksi ide, nilai dan gagasan mengenai kekristenan yang dipahami masyarakat Jawa.  Penelitian  ini bertujuan  menelaah dinamika teks dan wacana serat Dharmogandul dengan pendekatan geneologi serta menghubungkan dan membandingkannya dengan pemikiran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung sebagai real life context, sekaligus figur psikologis yang memberikan worldview terhadap komunitas Kristen di Tegalombo, Pati. Jelajah geneologi serat Dharmogandul menunjukkan bahwa teks berawal dari konsep religiusitas kemudian bergesr ke arah sinkretis lalu menjadi bagian dari perbandingan agama formal. Hasil penelitian menujukkan pertentangan dan perbandingan dalam mengakomodasi wacana perjumpaan beberapa agama dalam serat Dharmogandul dengan kondisi riil komunitas Kristen Tegalombo.]
Implikasi Diskursus Kristianitas dalam Serat Dharmogandhul dan Pemikiran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung terhadap Komunitas Kristen Tegalombo Pati dikawati, reni; Sariyatun, Sariyatun; Warto, Warto
Religió: Jurnal Studi Agama-agama Vol 7 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.908 KB)

Abstract

Javanese Christianity construction is not only built on the basis of biblical interpretation. Discourse and knowledge contained in literary texts show the existence of acceptance capacity, communication patterns and adjustments to the cultural context, as well as the important role of the agency. Dharmogandul manuscript is a text that is part of the construction of ideas, values, ideas, about Christianity that is understood by Javanese people. This study aims to examine the dynamics of the Dharmogandul fiber texts and discourses with genealogy approaches, connect and compare with the thoughts of Kiai Ibrahim Tunggul Wulung as a real life context, as well as psychological figures that provide worldview to the Christian community in Tegalombo, Pati. Exploring Dharmogandul fiber genealogy shows that the text originated from the concept of religiosity, in the historical development there was a shift in the meaning of Dharmogandul fiber in syncretic direction, until it became attached and became part of the comparison of formalistic religion. The results of the study showed some contradictions and comparisons in accommodating the discourse of meeting several religions in the Dharmogandul fiber with the real conditions of the Tegalombo Christian community. [Kontruksi Kristen Kejawen tidak hanya dibangun atas dasar penafsiran kitabiah. Wacana dan pengetahuan yang termuat dalam teks sastra menunjukkan adanya kapasitas penerimaan, pola komunikasi, dan penyesuaian konteks kultur, serta peran penting agency. Serat Dharmogandul merupakan salah satu teks yang menjadi bagian dari kontruksi ide, nilai dan gagasan mengenai kekristenan yang dipahami masyarakat Jawa.  Penelitian  ini bertujuan  menelaah dinamika teks dan wacana serat Dharmogandul dengan pendekatan geneologi serta menghubungkan dan membandingkannya dengan pemikiran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung sebagai real life context, sekaligus figur psikologis yang memberikan worldview terhadap komunitas Kristen di Tegalombo, Pati. Jelajah geneologi serat Dharmogandul menunjukkan bahwa teks berawal dari konsep religiusitas kemudian bergesr ke arah sinkretis lalu menjadi bagian dari perbandingan agama formal. Hasil penelitian menujukkan pertentangan dan perbandingan dalam mengakomodasi wacana perjumpaan beberapa agama dalam serat Dharmogandul dengan kondisi riil komunitas Kristen Tegalombo.]