Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH MEDIA TANAM DAN PUPUK DAUN TERHADAP AKLIMATISASI ANGGREK DENDROBIUM (DENDROBIUM SP) Wardani, Sri; Setiado, Hot; Ilyas, Syafruddin
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tumbuh aklimatisasi dan jenis pupuk daun terhadap pertumbuhan pada proses aklimitasiasi anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan yang dimulai dari bulan Januari sampai dengan Maret 2009. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis media tumbuh aklimatisasi (arang sekam, cocopeat, dan campuran antara arang sekam dan cocopeat). Faktor yang kedua adalah jenis pupuk daun (pupuk majemuk foliar I dan pupuk majemuk foliar II). Parameter yang diamati adalah persentase hidup, pertambahan tinggi planlet, pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun, pertambahan berat total, saat muncul tunas, jumlah tunas, berat akar, volume akar dan jumlah klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis media tumbuh aklimatisasi dengan jenis pupuk daun berpengaruh nyata terhadap parameter saat muncul tunas dan jumlah tunas. Kata kunci: acclimitazation, orchid, Dendrobium sp
GROWTH RESPONSE AND PRODUCTION KIND OF SWEET POTATO VARIETIES (IPOMOEA BATATAS (L.) LAM) BY GIVING RICE STRAW COMPOST SYAHPUTRA, ANDI; Rahmawati, Nini; Setiado, Hot
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.548 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14066

Abstract

The research was carried out at public land Desa Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan(±25 m dpl) on April to November 2015. The research used factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors and three replications.The first factor was sweet potato varietieswith 3 kinds (Antin-1; Beta-1; and Sari)and the second factorwas rice straw compost with 4 levels(0; 5; 10; and 15 ton/ha). Data were analized with Analysis of Variance and continued with Duncan?s Multiple Range Test (DMRT). The variables observed weight biomass of plant, tuber weight per plot, and harvest index. The result of research showed that the best interaction of sweet potato varieties and rice straw compost was combination of Sari and rice straw compost 2 kg on weight biomass, tuber weight per plot, and harvest index.
PENERAPAN TEKNIK FERMENTASI DAN PENGERINGAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIJI KAKAO GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA GUNUNG SERAWAN KECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN Kardhinata, Emmy Harso; Setiado, Hot
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.102 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4153

Abstract

Desa Gunung Serawan, Kecamatan Bandar Masilam terletak sekitar 145 km dari kota Medan. Sebagian masyarakat yang memiliki ladang dan lahan pekarangan telah memanfaatkan dengan menanami kakao. Kualitas biji kakao yang dihasilkan masih rendah sehingga nilai jualnya juga rendah. Akibatnya pendapatan petani dari kebun kakao juga masih rendah. Rendahnya kualitas biji kakao antara lain bersumber dari proses fermentasi yang kurang sempurna serta proses pengeringan yang kurang baik. Proses fermentasi masih menggunakan karungkarung bekas sehingga banyak biji yang busuk. Pengeringan biji kakao dilakukan di halaman rumah dan masih mengandalkan panas dari sumber matahari sehingga permasalahan muncul pada kondisi cuaca kurang baik. Proses pengeringan seperti ini menyebabkan biji kakao masih mengandung kadar air yang tinggi sehingga dapat menyebabkan busuk terserang cendawan atau jamur. Kelompok tani Sri Gunung dan Serawan Jaya telah mencoba mengatasi hambatan-hambatan ini. Faktor kurangnya modal dan pengetahuuan menyebabkan program kelompok tani tersebut mengalami kendala. Tim pengabdian pada masyarakat USU memberikan solusi dengan cara pembuatan peralatan fermentasi dan pengeringan biji kakao yang dirakit bersama-sama dengan masyarakat agar selain mereka akan memiiki peraatan yang mereka butuhkan juga terjadi transfer ilmu dan teknologi yang dapat mereka kembangkan kelak ke depan.
PENERAPAN TEKNIK FERMENTASI DAN PENGERINGAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIJI KAKAO GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA GUNUNG SERAWAN KECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN Kardhinata, Emmy Harso; Setiado, Hot
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.102 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4153

Abstract

Desa Gunung Serawan, Kecamatan Bandar Masilam terletak sekitar 145 km dari kota Medan. Sebagian masyarakat yang memiliki ladang dan lahan pekarangan telah memanfaatkan dengan menanami kakao. Kualitas biji kakao yang dihasilkan masih rendah sehingga nilai jualnya juga rendah. Akibatnya pendapatan petani dari kebun kakao juga masih rendah. Rendahnya kualitas biji kakao antara lain bersumber dari proses fermentasi yang kurang sempurna serta proses pengeringan yang kurang baik. Proses fermentasi masih menggunakan karungkarung bekas sehingga banyak biji yang busuk. Pengeringan biji kakao dilakukan di halaman rumah dan masih mengandalkan panas dari sumber matahari sehingga permasalahan muncul pada kondisi cuaca kurang baik. Proses pengeringan seperti ini menyebabkan biji kakao masih mengandung kadar air yang tinggi sehingga dapat menyebabkan busuk terserang cendawan atau jamur. Kelompok tani Sri Gunung dan Serawan Jaya telah mencoba mengatasi hambatan-hambatan ini. Faktor kurangnya modal dan pengetahuuan menyebabkan program kelompok tani tersebut mengalami kendala. Tim pengabdian pada masyarakat USU memberikan solusi dengan cara pembuatan peralatan fermentasi dan pengeringan biji kakao yang dirakit bersama-sama dengan masyarakat agar selain mereka akan memiiki peraatan yang mereka butuhkan juga terjadi transfer ilmu dan teknologi yang dapat mereka kembangkan kelak ke depan.
PENERAPAN SISTEM TUMPANG SARI PADA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO DI DESA BANDAR MASILAM I KECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA Setiado, Hot; Kardhinata, Emmy Harso; Putri, Lollie Agustina P.
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.741 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4166

Abstract

Tim Universitas Sumatera Utara (USU) mengusulkan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini di Desa Bandar Masilam I atas dasar keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya. Desa ini terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara, sekitar 145 km dari kota Medan dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan roda 4. Kondisi jalan ke desa yang kurang baik menyebabkan waktu tempuh dari Medan dapat mencapai 4 jam. Letak desa diantara perkebunan kelapa sawit milik pemerintah maupun swasta. Masyarakat desa Bandar Masilam I sebagian besar petani dan sebagai buruh di perkebunan yang ada di sekitarnya. Sebagian masyarakat yang memiliki ladang dan lahan pekarangan telah memanfaatkan dengan menanami kelapa sawit. Kualitas sawit yang kurang baik menyebabkan harga jual menjadi tidak menentu, sehingga sebagian masyarakat sudah mencoba beralih ke komoditi kakao. Gapoktan Serumpun, kelompok tani Mandiri, Lestari dan Mekar Sari telah mencoba menanam kakao dengan bibit yang bersertifikat dan berkualitas. Sebagian bibit kakao bersertifikat berasal dari pengabdian pada masyarakat Universitas Sumatera Utara tahun 2017. Pendapatan masyarakat yang masih rendah sebagai salah satu kendala dalam budidaya kakao karena harus menunggu waktu panen yang cukup lama. Perlu dilakukan langkah untuk menambah pendapatan masyarakat dari lahan kakao yang mereka miliki. Tim pengabdian pada masyarakat USU mencoba memberikan solusi dengan cara memberikan bantuan bibit tanaman tumpangsari yang berkualitas dan bersertifikat untuk meningkatkan pendapatan petani/pekebun. Selain itu juga diberikan teknologi perawatan terhadap tanaman tumpangsari dan tanaman utama yang tepat kepada kelompok tani. Dari usaha yang dilakukan ini diharapkan kelompok tani yang menjadi mitra tim dari USU ini akan menjadi pelopor dalam menghasilkan produksi kakao yang berkualitas dan juga memperoleh pendapatan sampingan dari tanaman tumpangsari.
PENERAPAN SISTEM TUMPANG SARI PADA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO DI DESA BANDAR MASILAM I KECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA Setiado, Hot; Kardhinata, Emmy Harso; Putri, Lollie Agustina P.
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.741 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4166

Abstract

Tim Universitas Sumatera Utara (USU) mengusulkan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini di Desa Bandar Masilam I atas dasar keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya. Desa ini terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara, sekitar 145 km dari kota Medan dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan roda 4. Kondisi jalan ke desa yang kurang baik menyebabkan waktu tempuh dari Medan dapat mencapai 4 jam. Letak desa diantara perkebunan kelapa sawit milik pemerintah maupun swasta. Masyarakat desa Bandar Masilam I sebagian besar petani dan sebagai buruh di perkebunan yang ada di sekitarnya. Sebagian masyarakat yang memiliki ladang dan lahan pekarangan telah memanfaatkan dengan menanami kelapa sawit. Kualitas sawit yang kurang baik menyebabkan harga jual menjadi tidak menentu, sehingga sebagian masyarakat sudah mencoba beralih ke komoditi kakao. Gapoktan Serumpun, kelompok tani Mandiri, Lestari dan Mekar Sari telah mencoba menanam kakao dengan bibit yang bersertifikat dan berkualitas. Sebagian bibit kakao bersertifikat berasal dari pengabdian pada masyarakat Universitas Sumatera Utara tahun 2017. Pendapatan masyarakat yang masih rendah sebagai salah satu kendala dalam budidaya kakao karena harus menunggu waktu panen yang cukup lama. Perlu dilakukan langkah untuk menambah pendapatan masyarakat dari lahan kakao yang mereka miliki. Tim pengabdian pada masyarakat USU mencoba memberikan solusi dengan cara memberikan bantuan bibit tanaman tumpangsari yang berkualitas dan bersertifikat untuk meningkatkan pendapatan petani/pekebun. Selain itu juga diberikan teknologi perawatan terhadap tanaman tumpangsari dan tanaman utama yang tepat kepada kelompok tani. Dari usaha yang dilakukan ini diharapkan kelompok tani yang menjadi mitra tim dari USU ini akan menjadi pelopor dalam menghasilkan produksi kakao yang berkualitas dan juga memperoleh pendapatan sampingan dari tanaman tumpangsari.