Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Imbangan Hijauan Dan Konsentrat Pakan Komplit Terhadap Konsumsi, Pertambahan Bobot Badan dan Konversi Pakan Domba (Effect of Balance Complete Forage and Feed Concentrate on Consumption, Increse of Body Weight and Sheep Feed Conversion) Supratman, Hery; Setiyatwan, Hendi; Cipto Budinuryanto, Dwi; Fitriani, Anita; Ramdani, Diky
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.514 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9822

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan bulan April sampai Agustus 2015 di Kandang Laboratorium Produksi Ternak Potong, Fakultas Peternakan Unpad.  Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan imbangan hijauan dan konsentrat dalam ransum komplit terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan (PBB), dan konversi pakan domba.  Domba yang digunakan adalah dombalokal dan priangan jantan muda (± 8 bulan) sebanyak 30 ekor dengan bobot badan awal rata-rata21,7±3,25 kg kedalam rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan diulang lima kali dalam kandang individual. Ransum perlakuan adalah: P1 (Ransum dengan kandungan 10% PK; 59,7% TDN; Domba Priangan), P2 (10% PK; 59,7% TDN; Domba Lokal), P3 (12% PK; 63,0% TDN; DombaPriangan), P4 (12% PK; 63% TDN; Domba Lokal), P5 (14% PK; 66,2% TDN; Domba Priangan), dan P6 (14% PK; 66,2% TDN; Domba Lokal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum domba yang diberi perlakuan P3 yang merupakan pakan komplit awetan (H 42,30% + K 57,70%) berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan dengan P1, P2, dan P4. PBB domba yang diberi perlakuan P3 adalah 88,2 gr/hari tidak berbeda dengan perlakuan lain tetapi nyata lebih tinggi dari P1. Konversi pakan antar perlakuan tidak berbeda nyata , P3 adalah sebesar 8,62.Kata kunci: hijauan, konsentrat, konsumsi pakan, PBB, konversi pakan, domba.
Kandungan Lignin, Selulosa dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen L.Minor Hasil Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum dan Saccharomyces cerevisiae Setiyatwan, Hendi; Harlia, E.; Rusmana, D.
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 18, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v18i2.19504

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: L. minor telah digunakan sebagai pakan ternak, mengandung nutrient sangat lengkap yaitu protein kasar (22,4%), asam amino lisin (6,9%), metionin (1,4%), dan histidin (2,7%) tetapi kandungan serat kasar (10,16%) dan lignin (17,98%) tinggi. Penggunaan L. minor pada unggas dibatasi hingga 5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kandungan lignin, selulosa paling rendah  dan bahan ekstrak tanpa nitrogen paling tinggi L. minor hasil fermentasi dengan menggunakan Trichoderma harzianum (Th) dan Saccharomyces cerevisiae (Sc). Bahan dan Metode: Fermentasi L. minor dibagi menjadi dua tahap: I. Th (3 x 107 spora / 100 gram substrat) dengan menambahkan ZnCO3 (186 ppm) dan dl-methionine (286 ppm); II. Sc (3 x 107 spora / 100 gram substrat). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 20 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas P1 (Fermentasi menggunakan Th selama 1 hari dilanjutkan dengan Sc selama 9 hari), P2 (Th selama 3 hari dilanjutkan dengan Sc selama 7 hari), P3 (Th selama 5 hari dilanjutkan dengan Sc selama 5 hari), P4 ( Th selama 7 hari dilanjutkan dengan Sc selama 3 hari), P5 (Th selama 9 hari dilanjutkan dengan Sc selama 1 hari) diulang empat kali. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Hasil: Fermentasi menggunakan Th dan Sc memiliki efek yang signifikan (P <0,05) pada kandungan lignin, selulosa dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Waktu fermentasi paling baik adalah fermentasi dengan menggunakan Th selama 3 hari dan Sc selama 7 hari (P2) yang meningkatkan BETN (34,42%), dan menurunkan Lignin(1,25%) dan Selulosa (10,62%). Kesimpulan: Fermentasi L. minor dengan kombinasi Th selama 3 hari dan Sc selama 7 hari dengan menambahkan dl-methionine dan Zn telah menghasilkan BETN tertinggi, kandungan lignin dan selulosa terendah.Kata kunci: Kualitas nutrien L. minor,  itik, fermentasi, Trichoderma harzianum, Saccharomyces cerevisiae.
PEMBUATAN BERGER FEED UNTUK PAKAN SAPI PEDAGING, PEMANFAATAN KOTORAN UNTUK BIO GAS DAN PUPUK ORGANIK DI DESA SUKAMULYA DAN DESA KUDANGWANGI, KECAMATAN UJUNG JAYA, KABUPATEN SUMEDANG Setiyatwan, Hendi
Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA
Publisher : DRPM Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.717 KB)

Abstract

Kecamatan Ujung Jaya merupakan salah satu kecamatan yang terletak di sebelah utara Kabupaten Sumedang.Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi merupakan desa berbasis pertanian. Iklim di kedua wilayah tersebutadalah iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 2.550 mm per tahun, suhu udara berkisar antara 18-33o C dengankelembaban 50-70%. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembanganternak sapi pedaging. Ketersediaan hijauan pakan ternak dan limbah pertanian cukup potensial untuk dijadikanpakan sapi pedaging. Berdasarkan hal demikian perlu dilakukan penyuluhan mengenai pembuatan bergerfeed untuk pakan sapi pedaging, pemanfaatan kotoran untuk biogas dan pupuk organik di Desa Sukamulya danDesa Kudangwangi Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang. Pengabdian Kepada Masyarakat telahdilaksanakan selama empat bulan mulai bulan Januari sampai dengan April 2014. Serangkaian program telahdilaksanakan mulai dari pengenalan bahan pakan lokal, pembuatan berger feed, membuat bio gas, dan pembuatanpupuk organik. Penyuluhan dilakukan di Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi. Hasil kegiatan disimpulkanbahwa secara umum masyarakat Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi lebih antusias dalam mengikutiprogram penyuluhan dengan metode pendampingan langsung di lokasi, hal demikian tercermin dari aktifitaspeserta yang lebih responsip dan terarah. 
PEMBUATAN BERGER FEED UNTUK PAKAN SAPI PEDAGING, PEMANFAATAN KOTORAN UNTUK BIO GAS DAN PUPUK ORGANIK DI DESA SUKAMULYA DAN DESA KUDANGWANGI, KECAMATAN UJUNG JAYA, KABUPATEN SUMEDANG Setiyatwan, Hendi
Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.717 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v4i2.10033

Abstract

Kecamatan Ujung Jaya merupakan salah satu kecamatan yang terletak di sebelah utara Kabupaten Sumedang.Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi merupakan desa berbasis pertanian. Iklim di kedua wilayah tersebutadalah iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 2.550 mm per tahun, suhu udara berkisar antara 18-33o C dengankelembaban 50-70%. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembanganternak sapi pedaging. Ketersediaan hijauan pakan ternak dan limbah pertanian cukup potensial untuk dijadikanpakan sapi pedaging. Berdasarkan hal demikian perlu dilakukan penyuluhan mengenai pembuatan bergerfeed untuk pakan sapi pedaging, pemanfaatan kotoran untuk biogas dan pupuk organik di Desa Sukamulya danDesa Kudangwangi Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang. Pengabdian Kepada Masyarakat telahdilaksanakan selama empat bulan mulai bulan Januari sampai dengan April 2014. Serangkaian program telahdilaksanakan mulai dari pengenalan bahan pakan lokal, pembuatan berger feed, membuat bio gas, dan pembuatanpupuk organik. Penyuluhan dilakukan di Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi. Hasil kegiatan disimpulkanbahwa secara umum masyarakat Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi lebih antusias dalam mengikutiprogram penyuluhan dengan metode pendampingan langsung di lokasi, hal demikian tercermin dari aktifitaspeserta yang lebih responsip dan terarah. 
APLIKASI LIMBAH TERNAK SEBAGAI SUMBER MIKROBA UNTUK FERMENTASI SILASE DIKELOMPOK TANI RANCAMULYA SUMEDANG Marlina, Eulis Tanti; Badruzzaman, Deden Zamzam; Setiyatwan, Hendi
Dharmakarya Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.517 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i2.20552

Abstract

Limbah peternakan mengandung beragam mikroba pengurai bahan organik. Mikroba asal limbah ternak dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan silase untuk mempersingkat waktu inkubasi dengan produksi silase yang berkualitas baik. Pada umumnya peternak akan kesulitan mendapatkan hijauan pakan ternak pada musim kemarau. Seringkali ternak diberi pakan seadanya dengan kualitas dan kuantitas yang tidak memadai. Tujuan penyuluhan ini merupakan difusi inovasi pembuatan silase pada masyarakat peternak di kelompok tani Rancamulya dengan memanfaatkan limbah ternak sebagai konsorsium mikroba starter. Melalui difusi inovasi pembuatan silase diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam membuat silase dengan memanfaatkan jumlah hijauan pakan ternak pada saat produksi melimpah. Metode yang digunakan dalam difusi inovasi ini adalah penyuluhan secara langsung (Direct Communication) dan metode demonstrasi melalui demonstrasi plot pembuatan starter dan silase serta pengawetan beberapa bahan pakan. Hasil difusi inovasi silase menggunakan starter mikroba asal limbah ternak pada masyarakat peternak Desa Rancamulya Sumedang menghasilkan peningkatan pengetahuan tentang teknologi pengolahan limbah dan teknologi silase dengan peningkatan pengetahuan mencapai 3,82 % pada materi pengolahan limbah dan 99,42 % pada materi teknologi silase. Peran serta masyarakat dalam proses difusi inovasi cukup responsif. Demikian juga partisipasi aparat desa dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Sumedang Utara cukup baik sehingga diharapkan dapat menularkan semangant transferteknologi tepat guna yang lebih luas.
PENINGKATAN PEMANFAATAN RANSUM PADA AYAM SENTUL YANG DIBERI EKSTRAK BUAH MENGKUDU ( MORINDA CITRIFOLIA) DENGAN SUPLEMENTASI TEMBAGA DAN SENG Azizah, Tyara Rahayuni Nur; Singgih, Dimas Prasetyo; Setiyatwan, Hendi; Widjastuti, Tuti; Asmara, Indrawati Yudha
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i1.26667

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Kandang Test Farm, Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.  Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi mineral tembaga dan seng yang menghasilkan kecernaan protein, bahan kering, bahan organik, nilai energi metabolis, dan retensi nitrogen paling tinggi.  Seratus ekor DOC (Unsexed) yang dipelihara selama 12 minggu, dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap dilanjut Uji Jarak berganda Duncan dengan lima perlakuan dan diulang sebanyak lima kali.  Kombinasi ransum penelitian terdiri atas: ransum basal (P0), P0 + ekstrak mengkudu 50 mg/kg ransum yang disuplementasi mineral CuSO4 dan ZnO (P1), P0 + ekstrak mengkudu 150 mg/kg ransum yang disuplementasi mineral CuSO4 dan ZnO (P2), P0 + ekstrak mengkudu 250 mg/kg ransum yang disuplementasi mineral CuSO4 dan ZnO (P3), P0 + ekstrak mengkudu 350 mg/kg ransum yang disuplementasi mineral CuSO4 dan ZnO (P4).  Hasil analisis statistik menunjukan bahwa penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi mineral tembaga dan seng nyata meningkatkan nilai kecernaan protein, bahan kering, bahan organik, nilai energi metabolis, dan retensi nitrogen pada ayam Sentul.  Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak buah mengkudu 250 mg/kg ransum yang disuplementasi mineral CuSO4 dan ZnO meningkatkan kecernaan dengan nilai kecernaan protein 67,52%, kecernaan bahan kering 70,12%, kecernaan bahan organik 75,14%, nilai energi metabolis 3460,79 kkal/kg, dan retensi nitrogen dengan penambahan ekstrak buah mengkudu 150 mg/kg ransum yang disuplementasi CuSO­4 dan ZnO 81,45%.
STUDI POTENSI EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) YANG DI SUPLEMENTASI MINERAL TEMBAGA DAN SENG TERHADAP PEMANFAATAN RANSUM AYAM SENTUL Abdullah, Maulanan Yusuf; Muhammad, Afif; Asmara, Indrawati Yudha; Widjastuti, Tuti; Setiyatwan, Hendi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i1.26670

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang di suplemetasi mineral tembaga dan seng terhadap imbangan efisiensi protein, kecernaan bahan kering, bahan organik, protein pada ayam Sentul.  Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0 (ransum basal), P1 (P0  + ekstrak kulit manggis (EKM) 60 mg/kg + CuSO4 0,3 mg/kg + ZnO 2,4 mg/kg), P2 (P0 + EKM 120 mg/kg + CuSO4 0,6 mg/kg + ZnO 4,8 mg/kg) P3 (P0 + EKM 180 mg/kg + CuSO4 0,9 mg/kg + ZnO 7,2 mg/kg), dan P4 (P0 + EKM 240 mg/kg + CuSO4 1,2 mg/kg + ZnO 9,6 mg/kg).  Data dianalisis mengunakan Analisis Ragam dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis nyata meningkatkan nilai imbangan efisiensi protein, kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein pada ayam Sentul.  Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis 120 mg/kg ransum yang di suplementasi CuSO4 0,6 mg/kg ransum dan ZnO 4,8 mg/kg ransum menghasilkan nilai imbangan efisiensi protein 1,61, kecernaan bahan kering 75,11% , bahan organik 78,64% dan protein 75,34%.
Pengaruh Suplementasi Fitase, Zing Oksida, dan Cupric Sulfat terhadap Penampilan Ayam Broiler Setiyatwan, Hendi
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi fitase, zinc oksid, dan cupric sulfat yang menghasilkan penampilan ayam broiler paling baik. Dua ratus delapan puluh delapan ekor DOC (Unsexed) yang dipelihara selama 42 hari  dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap  dengan 9 ransum perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali.  Kombinasi ransum perlakuan terdiri atas R1(ransum kontrol positif); R2 (ransum kontrol negatif); R3 (ransum kontrol negatif  +  132,7 ppm ZnO); R4 (ransum kontrol negatif  +  286,16 ppm CuSO4); R5 (ransum kontrol negatif  +  132,7 ppm ZnO  + 286,16 ppm CuSO4 ); R6 (ransum kontrol negatif  +  fitase 1000 FTU/Kg);  R7 (ransum kontrol negatif  +  fitase 1000 FTU/Kg  +  132,7 ppm ZnO);  R8 (ransum kontrol negatif  +  fitase 1000 FTU/Kg  +  286,16 ppm CuSO4);      R9 (ransum kontrol negatif +  fitase 1000 FTU/Kg +  132,7 ppm ZnO  + 286,16 ppm CuSO4 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi enzim fitase, seng, dan tembaga pada ransum tidak mempengaruhi konsumsi. Kombinasi fitase 1000 FTU/kg, ZnO (132,7 ppm), dan CuSO4 (286,16 ppm) efektif dalam meningkatkan pertambahan bobot badan, dan konversi ransum ayam broiler.Kata Kunci : fitase, zinc oksid, cupric sulfat, penampilan ayam broiler
Pengaruh Suplementasi Fitase, Seng Oksida (ZnO) dan Tembaga Sulfat (CuSo4) Terhadap Performans Ayam Broiler (The Effect of Suplementation Phytase, Zinc Oxide and Cupric Sulfate on Broiler Performance) Setiyatwan, Hendi
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi suplemen pakan berupa fitase, seng oksida dan tembaga sulfat yang menghasilkan performans broiler paling baik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap sembilan perlakuan dan empat ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas delapan ekor broiler berumur satu hari (doc). Ransum perlakuan adalah R1(ransum kontrol positif); R2 (ransum kontrol negatif); R3 (R2 + 132,7 ppm ZnO); R4 (R2 + 286,16 ppm CuSO4); R5 (R2 + 132,7 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4 ); R6 (R2 +  Fitase 1000 FTU/kg); R7 (R2 +  Fitase 1000 FTU/kg + 132,7 ppm ZnO); R8 (R2 + Fitase 1000 FTU/kg + 286,16 ppm CuSO4);  R9 (R2 + Fitase 1000 FTU/kg +  132,7 ppm ZnO  + 286,16 ppm CuSO4 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi fitase, seng oksida dan tembaga sulfat pada ransum tidak mempengaruhi konsumsi. Kombinasi fitase 1000 FTU/kg, ZnO (132,7 ppm) dan CuSO4 (286,16 ppm) efektif dalam meningkatkan bobot badan akhir, pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler.Kata Kunci : fitase, ZnO, CuSO4, performans, broiler
Peningkatan Kualitas Nutrisi Duckweed Melalui Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum Setiyatwan, Hendi
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2244

Abstract

Jumlah inokulum dan waktu fermentasi merupakan faktor penentu keberhasilan proses fermentasi dalam memperbaiki  kandungan nutrien duckweed.  Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki kandungan nutrien duckweed melalui penentuan jumlah inokulum dan waktu selama proses fermentasi.  Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial  3x4 dengan ulangan dua kali.  Faktor pertama  jumlah inokulum Trichoderma harzianum (1. 107 ,  2.107 ,dan 3.107  spora per 100 gram substrat) dan faktor kedua waktu fermentasi (24, 48, 72, dan 96  jam).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi dengan jumlah inokulum 3.107 spora per 100 gram substrat dan waktu 24 jam berhasil memperbaiki kandungan nutrien duckweed.  Hal demikian ditunjukkan dengan peningkatan kandungan protein kasar substrat dari 18,19% menjadi 19,07% dan penurunan kandungan serat kasar substrat dari 15,1% menjadi 3,6%. Kata Kunci :   inokulum, waktu fermentasi,  duckweed,  Trichoderma harzianum.