Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KESESUAIAN KONTEKS DAN ILUSTRASI PADA BUKU BERGAMBAR UNTUK MENDIDIK KARAKTER ANAK USIA DINI Gilang, Lalita; Sihombing, Riama Maslan; Sari, Nedina
Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Oktober 2017, TH. VII, No.2
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.649 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.15799

Abstract

AbstrakBuku dapat menjadi media pendidikan karakter pada anak usia dini karena efektif dan efisien. Di sinilah pendidikan karakter dapat diajarkan secara halus dan mudah diterima oleh anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kesesuaian konteks dan ilustrasi buku pendidikan karakter untuk anak usia dini berdasarkan teori desain; dan pendapat ahli tentang buku pendidikan karakter yang sesuai dengan konteks anak usia dini. Metode penelitian adalah metode kualitatif-studi kasus. Observasi dan wawancara digunakan untuk pengambilan data dan validasi menggunakan teknik triangulasi teori. Analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) kesesuaian konteks dan ilustrasi buku pendidikan karakter untuk anak usia dini yang ditemukan meliputi konteks linguistik, konteks emotif, konteks situasional, ilustrasi tokoh yang memberi contoh kebaikan, warna yang cerah; dan (2) jenis buku cerita “Zayn Belajar Disiplin, buku “Aktivitas Pendikar, dan buku aktivitas-komparasi “Aku Anak Baik di Sekolah” merupakan  buku pendidikan karakter yang sesuai dengan konteks anak usia dini sehingga layak digunakan sebagai media untuk mengajarkan karakter bagi anak usia dini. Kata Kunci: konteks-ilustrasi, buku bergambar, pendidikan, karakter  AbstractBooks can be a medium of character education in early childhood because it is effective and efficient. This is where character education can be taught smoothly and easily accepted by young children. The aims of this research were describe and explain the suitability of contexts and illustrations of character education books for early childhood based on design theory; And expert opinion on character education books that fit the context of early childhood. The research method is qualitative method-case study. Observations and interviews are used for data retrieval and validation using triangulation theory techniques. Data analysis using content analysis techniques. The results of the study explain that (1) the suitability of contexts and illustrations of character education books for early childhood were found to include linguistic context, emotive context, situational context, illustration of figures that give examples of goodness, bright colors; and (2) the type of storybook "Zayn Belajar Disiplin, the book"Aktivitas Pendikar”, and the comparative activity book "Aku Anak Baik di Sekolah" are character education book appropriate to the context of early childhood so it is worthy to be used as a medium to teach character to early childhood.Keywords: Context-illustration, picture book, education, character
METODA PEMBELAJARAN MUSIKUNTUK ANAK TUNA RUNGU MELALUI BUKU POP-UP“ADA BUNYI?” Asriani, Priska Nur; Sihombing, Riama Maslan
Visual Communication Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Visual Communication Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Abstrak Cara berkomunikasi yang paling efektif dan paling dominan dipergunakan oleh manusia sebagai makhluk sosial adalah bentuk bahasa yang diucapkan atau diartikulasikan.Namun kenyataannya tidak semua mampu berkomunikasi verbal dengan baik, diantaranya adalah tuna rungu. Berdasarkan penelitian yang telah banyak dilakukan, terapi musik merupakan suatu solusi yang terbukti dapat membantu kehidupan para tuna rungu di tengah lingkungan masyarakat mendengar atau di dalam ‘dunia bunyi/suara’, sehingga memahami bahwa bunyi dan bahasa merupakan bagian dalam hidup mereka.Di sebagian besar SLB tuna rungu Indonesia, terapi musik tersebut telah diterapkan ke dalam program “Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama” atau BKPBI, dan dalam pembelajarannya dibutuhkan media yang inovatif serta memadai agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif, efisien dan juga menyenangkan, terutama melalui media yang bersifat visual.  KataKunci : buku anak, pop-up, tuna rungu, bunyi, musik   Abstract The most effective and dominant way to communicate and connect within a society life of a human as a social being is through a kind of language system that can be spoken or articulated. As a matter of fact, not all of us could do well of the verbal communication due to deafness or impaired hearing for some people. Many researches down in making had proven that music therapy is one of the best solution for helping the way of communication and the lives of many deaf people in the middle of this vast society which were eventually related to the world of sound. As for them who were incapable, this method helped them interpreting sound and language that were part of their life. Most schools for special needs cases of impaired hearing in Indonesia had been adding the music therapyto one of their learning method as it was then called "Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (BKPBI)" which needs the innovative learning so the teaching itself could be sufficient to run effectively, efficiently, and also fun, especially through the module of visual media.
VIDEO “HOW TO LOSE WEIGHT PROPERLY” UNTUK REMAJA PUTRI Aprianinda, Annisa; Sihombing, Riama Maslan
Visual Communication Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Communication Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana pertumbuhan satu individu melonjak dan terjadi perubahan signifikan terhadap tubuhnya. Dengan perubahanbentuk tubuh yang terjadi di masa ini, remaja putri mulai mengkhawatirkan akan bentuk ideal tubuhnya, sehingga rela melakukan berbagai cara untukmengejar tubuh ideal melalui menurunkan berat badan. Namun kebanyakan remaja putri masih kurang paham bagaimana menurunkan berat badandengan sehat dan mengambil cara menurunkan berat badan yang salah sehingga merugikan dirinya sendiri. Oleh sebab itu dibutuhkan media edukasiyang memberikan informasi bagaimana menurunkan berat badan dengan sehat. Maka dirancanglah video motion grafis “How to Lose Your WeightProperly” sebagai media penyampai informasi yang efektif bagi remaja putri
ACTIVITY BOOK PENGENALAN PEMANFANFAATAN PEKARANGAN UNTUK ANAK-ANAK Hikariza, Alif Jannata; Sihombing, Riama Maslan
Visual Communication Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Communication Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Seiring perkembangan pembangunan fisik yang mengurangi jumlah area terbuka hijau, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberdayakan pekarangan rumah sebagai lahan penghijauan. Salah satu perancangan media pengenalan melalui bidang desain grafis adalah activity book pemanfaatan pekarangan yang bersifat edutainment dalam untuk anak usia 5-11 tahun. Perancangan ini ditinjau menggunakan teori desain buku anak, studi literatur mengenai pekarangan, wawancara kepada pakar mengenai berkebun untuk anak, dan kajian buku anak dan activity book sejenis. Setelah dilakukan analisis, diputuskan activity book dirancang dengan memadukan unsur cerita fantasi, interaksi pada buku, dan materi pengetahuan. Activity book ini pun memberikan ruang bagi orangtua atau orang dewasa untuk membimbing pembaca anak.
PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR “KOTAK MAKAN DIMI” UNTUK ANAK USIA 7 – 10 TAHUN Mayandra, Natasha; Sihombing, Riama Maslan
Visual Communication Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Communication Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Sebagai negara maritim, kelautan selalu menjadi salah satu aset yang paling berharga bagi Indonesia. Dengan panjang garis pantai sejauh 80.790 km,Indonesia menempati urutan kedua negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Sumber daya ikan yang terdapat pada lahan tersebut diperkirakandapat mencapai 10 juta ton per tahun. Berdasarkan data Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), walaupun dikelilingi oleh laut yang sangat kaya,sampai dengan tahun 2011, konsumsi ikan di Indonesia hanya sebesar 30 kg per kapita per tahun. Tertinggal jauh dari negara lainnya seperti Malaysiadan Singapura. Penyampaian edukasi akan ikan serta manfaatnya bagi tumbuh kembang, kesehatan, serta kecerdasan individu melalui buku ceritaanak sangat diperlukan sedari dini sehingga anak dapat memahami betul pentingya pola makan bergizi dan kesehatan agar dapat membawanya terushingga dewasa.
Pengaruh Konteks pada Ilustrasi Buku Pendidikan Karakter terhadap Perilaku Disiplin Anak Usia Dini Gilang, Lalita; Sihombing, Riama Maslan; Sari, Nedina
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.236 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2018.v8.i1.p41-50

Abstract

This research aims to describe and explain: (1) the difference of influence in disciplinal behavior of the early ages in learning using character education books containing congeniality between context and illustration in the form of story, activity, and activity-comparative; (2) the strongest influence between story, activity, and activity-comparative books containing congeniality between context and illustration to disciplinal behavior of the early age. This research was conducted in TK Kristen Kalam Kudus Surakarta. This research was done with experimental quantitative method. Before the experiment was carried out, early analysis of character education books containing congeniality between context in illustration was done, continued by determining books that fit the criteria in congeniality between context and illustration based on the early analysis and experts’ opinions. The experts including book authors who are proficient in the psychological development of the early age, and teachers of kindergartens. Data retrieval was done using instruments. Instruments and data have been validated theoretically and contextually. The results conclude that there is a significant influence of congeniality between context and illustration to disciplinal behavior of the early age in kindergartens. The strongest influence among the books containing congeniality between context in illustration is activity-comparative books.
Mother Figure in Indonesian Children Book Illustration in Terms of Attribute, Domestic, and Public Space Sihombing, Riama Maslan
TAWARIKH Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.588 KB)

Abstract

ABSTRACT: A mother is often viewed as someone who is full of love, tender, helpful, nurtured, and loving her children unconditionally. Illustrators picture a mother in a certain worldview, so that cultural constellation can be seen in the illustration of a mother in children books. This paper aims to investigate the identity of a mother in children book’s illustration pictured in personal and public space by descriptively reviewing meanings and codes of a mother on illustration using semiotic theory. This research, then, took ten children book illustration published in the 1980s – 1990s with ten purposive samples and some samples taken from year 2000 as comparison. This research is a preliminary study to find meaning of a mother figure illustrations with the finding that the traditional stereotype of the mother appears with a distinctive attribute of mothers wearing a “kebaya”, a hair bun and present in domestic sphere; and in further development, a mother appears in public space as a consequence to the change of her position as the breadwinner of the family. KEY WORDS: Mother figure, children book’s illustration, stereotype, Indonesian family, and social changes.About the Author: Riama Maslan Sihombing is a Ph.D. Candidate and as a Lecturer at Faculty of Art and Design ITB (Bandung Institute of Technology), Jalan Ganesha No.10 Tamansari, Bandung, West Java, Indonesia. She can be reached at: riamamaslansihombing@gmail.comHow to cite this article? Sihombing, Riama Maslan. (2012). “Mother Figure in Indonesian Children Book Illustration in Terms of Attribute, Domestic, and Public Space” in TAWARIKH: International Journal for Historical Studies, Vol.3(2) April, pp.253-264. Bandung, Indonesia: ASPENSI [Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia] and UVRI [Universitas Veteran Republik Indonesia], ISSN 2085-0980.Chronicle of the article: Accepted (February 2, 2012); Revised (March 4, 2012); and Published (April 28, 2012).
Mitos Representasi Ibu dari Masa ke Masa Sihombing, Riama Maslan; Sabana, Setiawan; Sunarto, Priyanto
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Di masa lalu, sosok ibu mendapat tempat utama dalam kehidupan manusia, karena ia dianggap sebagai subjek, pemimpin, dewi, sumber kehidupan dan memiliki kekuatan yang besar, serta penempatan posisi-posisi tinggi lainnya. Perbedaan kondisi alam, perubahan sosial, dan dinamika kebudayaan menyebabkan ada perbedaan tipologi, fungsi, dan pemaknaan sosok ibu dari masa ke masa pada tiap-tiap tempat, baik di Timur maupun di Barat, sehingga, muncul pemitosan dan stereotipe tertentu pada sosok ibu. Representasi adalah hal yang sengaja dibuat atau diadakan dengan tujuan untuk mewakili sesuatu, sehingga memiliki karakteristik dari apapun yang diwakilinya itu. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pengelompokan representasi ibu, perubahan pemitosan, dan seterotip sosok ibu dari masa ke masa dengan menggunakan metode kajian literatur historis. Ibu selalu digambarkan sebagai sosok yang berhubungan dengan alam, kehidupan, dan kesuburan. Pada awalnya, ibu dianggap sebagai satu-satunya sumber kehidupan yang menyatu dengan alam semesta. Kemudian, penggambaran ibu yang agung berubah menjadi bagian yang harus dikuasai dan dikendalikan pada masa Yunani dan Romawi. Meskipun dipresentasikan sebagai dewi yang subur dan melahirkan dewa/keturunan yang hebat (super), ibu digambarkan bukan menjadi kekuatan yang utama. Penggambaran ibu di Timur masih tetap sebagai ibu yang agung, subur, dan memiliki kekuatan yang multidaya. Sedangkan di Indonesia, sosok ibu tetap digambarkan dengan alam, tanah tempat manusia hidup, yang harus dihormati. KATA KUNCI: Ibu, nilai, mitos, representasi, sejarah, dunia Timur dan Barat, Indonesia, kondisi alam, perubahan sosial, dan dinamika kebudayaan. ABSTRACT: “The Myths of Mother Representations from Time to Time”. In the past, mother gained the prominent place in human life, because she was regarded as the subject, the leader, the goddess, the source of life with great power, and other high positions. Differences in natural conditions, changes in social, and cultural dynamics have caused differences in typology, function, and meaning of mother from time to time in each place, both in the East and in the West, so that there is a certain stereotype and myths on mother figure. Representation is something that is deliberately created or held with the aim to represent an item, so that has the characteristics of whatever it represents. This study was intended to examine the grouping of maternal representations, the changes of the stereotypes, and myths of mother figure from time to time by using the method of historical literature review. Mothers have always been portrayed as a figure that is in touch with nature, life, and fertility. At first, the mother was considered as the only source of life that blends with the universe. Then, the glorious depiction of a mother turned into a part that must be mastered and controlled during the Greek and Roman era. Although presented as a goddess of the fertile and gave birth to the gods/great (super) descents, the mother was portrayed not as the major force. The portrayal of mothers in the East is still described as the great mother, fertile, and having multi-powers. While in Indonesia, the mother is still depicted with nature, the land where human life, that must be respected. KEY WORD: Mother, values, myths, representation, history, East and West worlds, Indonesia, natural conditions, social changes, and cultural dynamics.     About the Authors: Riama Maslan Sihombing, M.Sn. adalah Kandidat Doktor pada Fakultas Senirupa dan Desain ITB (Institut Teknologi Bandung), Jalan Ganesha No.10 Bandung 40132, Jawa Barat, Indonesia. Prof. Dr. Setiawan Sabana dan Dr. Priyanto Sunarto adalah Staf Pengajar di Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Bandung. Korespondensi penulis adalah: fleur2ria@yahoo.comHow to cite this article? Sihombing, Riama Maslan, Setiawan Sabana & Priyanto Sunarto. (2015). “Mitos Representasi Ibu dari Masa ke Masa” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(2) November, pp.171-184. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (August 17, 2015); Revised (September 17, 2015); and Published (November 30, 2015).
MUSIK, MEDIA, DAN KARYA : PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR MUSIK BAWAH TANAH (UNDERGROUND) DI BANDUNG (1967-1990) Andrew, Teguh Vicky; Sihombing, Riama Maslan; Ahmad, Hafiz Aziz
Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 9, No 2 (2017): PATANJALA VOL. 9 NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.722 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v9i2.18

Abstract

AbstrakTren musik populer dari tahun ke tahun semakin mengguntungkan aliran musik bawah tanah (underground). Infrastruktur musik yang mandiri dan fleksibel, baik dalam tataran produksi, distribusi, dan konsumsi, menjadi kunci sukses aliran musik bawah tanah. Hal ini berlaku pula di Bandung. Namun pencapaian musik bawah tanah saat ini sebenarnya telah dirintis sejak 1970. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menelaah rintisan infrastruktur musik bawah tanah yang memiliki kontribusi bagi generasi sekarang. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah dengan pisau analisis skena musik dan musik bawah tanah. Berdasarkan telaah yang dilakukan, infrastrukstur musik yang dibangun pada periode 1967-1990 tidak saja terkait dengan aliran dan grup musik belaka, tetapi juga beragam media (cetak dan radio) dan album independen. Infrastruktur ini kemudian dijadikan model dan dikembangkan dalam sistem yang lebih kompleks sesuai dengan tren musik bawah tanah di Bandung.Kata kunci: skena, musik, bawah tanah, infrastruktur AbstractPopular music trend from year to year more prospering for underground music. Independent and flexibel musical infrastructure, in term of production, distribution, and consumption, becomes key success for underground music. This also applies in Bandung. However, the current achievement of underground music acctually was began since 1970. Therefore, this research tries to analyze infrastructure formation in underground music that has contributed for the current generation. For that reason, this research was conducted by using historical method with music scene and underground music concept. Based on the analysis, the musical infrastructure that built in 1967-1990, not only related to the genre and music grup, but also various media (print and radio) and independent album. The infrastructure subsequently became raw model and developed in more complex system in accordance with the underground music trend in Bandung.Keywords : scene, music, underground, infrastructure
PELAKSANAAN RENCANA OPERASIONAL BRANDING SAMOSIR Sianturi, Riyanthi Angrainy; Budiwaspada, Agung Eko; Sihombing, Riama Maslan
VISUALITA Vol 7 No 1 (2018): August
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.793 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v7i1.1085

Abstract

Semakin unik dan berbeda sebuah kota, maka akan semakin besar potensinya untuk menarik kunjungan. Oleh karena itu, banyak kota di dunia saat ini berpacu untuk menjadi lebih baik, unik dan berbeda sehingga memiliki citra positif di mata dunia. Salah satu cara untuk membentuk citra adalah dengan melakukan city branding. Samosir adalah salah satu daerah yang saat ini sedang berbenah untuk bangkit membangun citra positif. Citra sebuah kota akan terbentuk sesuai harapan jika dibangun dengan strategi branding yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui strategi branding yang telah dilakukan Samosir. Strategi branding yang telah dilakukan Samosir akan dikaji dengan mengelompokkan setiap kegiatan ke dalam lima tahapan rencana operasional pembentukan brand daerah wisata oleh Teemu Moilanen and Seppo Rainisto. Penelitian menggunakan metode pemaparan kegiatan branding dalam “Visit Samosir Year 2014” sesuai dengan teori yang dikemukakan. Samosir telah melaksanakan beberapa tahapan branding yang baik dalam pembentukan organisasi, pembuatan rencana pelaksanaan dan implementasi serta tindak lanjut program branding. Tahapan yang perlu mendapat perhatian untuk dikembangkan lebih baik adalah pelaksanaan tahapan penelitian dan pelibatan stakeholder dalam pembentukan identitas brand.