Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Senyawa Phenolik Akar Pisang CV. Kepok (Musa acuminata) yang Diinduksi dengan Fungi Mikoriza Arbuskular Indigenus PU10-Glomus sp 1 terhadap Penyakit Darah Bakteri Suswati, Suswati; Habazar, Trimurti; Husin, Eti Farda; Nasir, Nasril; Putra, Dedi Prima; Taylor, Peter
Jurnal Natur Indonesia Vol 13, No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.413 KB) | DOI: 10.31258/jnat.13.3.207-213

Abstract

Cooking banana (Musa acuminata) cv. Kepok is the most susceptible to Blood disease bacterium (BDB) infection.From previous study revealed the best isolate indigenous Arbuscular Mycorrhiza Fungi-Pasar Usang 10 (PU10-Glomus sp 1) could induce cv.Kepok resistance to BDB in green house and field experiment. The AMF could changethe phenolic compound in root plant. This objectives were to measure the root phenolic compound and bioassayto BDB. The 50 grams fresh inoculant PU10-Glomus sp 1 were applicated to banana root plants 60 days old with 6levels time course: 12; 24; 36; 48; 72; 92 hours and control (without PU10-Glomus sp 1). The root methanolicextraction followed to Echeverri et al., (2002) methode with vacuum concentration of the filtrate and partitioninginto ethyl acetate revealed the presence of an antibacterial compound as detected by TLC (Thin LayerChromatography), assay phenolic contained by Spectrofotometer UV-Vis 1700. PharmaSpec. Shimadzu andbioassay using BDB. Nine antibacterial compounds rose from root banana seedling colonized by PU10-Glomus sp1 in 12 hours after applicated (haa) ; 24; 36 and 48 haa. They were with Rf values of 0.16; 0.17; 0.19; 0.26; 0.32; 0.37;0.71; 0.80 and 0.83 on silica plates run in hexane:ethyl acetate (1:2 v/v) and control contained only 0.05 and 0.28.These compounds produced fluorescens which was bright yellow green spots and purple and have antimicbrobialproperties to BDB.
Potensi serangga pengunjung bunga sebagai vektor penyakit darah bakteri (Ralstonia solanacearum Phylotipe IV) pada pisang di Sumatera Barat Mairawita, Mairawita; Habazar, Trimurti; Hasyim, Ahsol; Nasir, Nasril; Suswati, Suswati
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 9, No 1 (2012): April
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.715 KB) | DOI: 10.5994/jei.9.1.38

Abstract

Blood diseases caused by Ralstonia solancearum Phylotype IV is a major cause of production loss of banana in Indonesia, particularly for areas in West Sumatera. Currently there is a lack of information on blood diseases. The objective of this study was to obtain data of insect diversity and its potential as a dissemination agent of R. solanacearum Phylotype IV in West Sumatera. This research was conducted with a purposive sampling method in the Tabek Panjang highlands, District of Baso, Agam Regency and Pasar Usang lowland, district of Batang Anai, Pariaman Regency, West Sumatera. The results showed that banana plants infected by R. solanacearum Phylotype IV have a high diversity of flower-visiting insects. The diversity of insects in the lowlands is higher than that in highland and mainly are dominated by Trigona spp. (Hymenoptera: Apidae), Drosophila sp. (Diptera: Drosophilidae). To test the potential of both insect as vector of the blood diseases, isolated and identification of the bacteria using triphenyl tetrazolium medium chlorid (TTC) was used. Result showed that bacteria isolated from both insect are R. solanacearum hence providing evidence of the insect as vector of the blood diseases. Both insects have the potential to be vector of R. solanacearum Phylotype IV in West Sumatera. The identification of the bacteria that causes the disease. The identification of bacteria that is spread by flower visitors insects are R.solanacearum Phylotipe IV.
BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SIMOLAP KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN TANAH KARO Aziz, Rizal; Suswati, Suswati; Indrawati, Asmah
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tigabinanga merupakan sentra tanaman jagung terluas di Kabupaten Tanah Karo, Propinsi Sumatera Utara. Limbah jagung yang dihasilkan sebanyak 8.128.734 ton/tahun. Produksi limbah jagung akan semakin tinggi jumlahnya akibat serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol. Sampai sejauh ini limbah jagung belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai briket, padahal briket limbah jagung dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ipteks ini telah diaplikasikan kepada kelompok petani (Rimo kayu dan Paya Kumpal) Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Melatih petani agar dapat menghasilkan briket. 2. Meningkatkan pendapatan petani dari hasil penjualan briket. Metoda yang diaplikasikan berupa penyuluhan, pelatihan maupun transfer tekhnologi pembuatan briket kepada petani jagung kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok tani jagung. Hasil yang diperoleh berupa briket limbah jagung yang dipasarkan melalui kios wirausaha briket kelompok tani di Desa Simolap.Kata kunci: limbah jagung, tongkol, Tigabinanga, kelompok tani, briket, bahan bakar alternatif
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) PADA BERBAGAI UPAYA PERBAIKAN TANAH SALIN suswati, suswati
Indonesian Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2012): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Indonesian Journal of Food Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.716 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput benggala (Panicum maximum) pada berbagai upaya perbaikan tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca, Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari : kontrol (P0), gypsum (P1), abu sekam padi (P2), pupuk kandang (P3), gypsum dan abu sekam padi (P4), gypsum dan pupuk kandang (P5) dan abu sekam padi dan pupuk kandang (P6). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar, produksi bahan kering dan nisbah daun batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbaikan tanah salin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar dan produksi bahan kering tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nisbah daun batang.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) PADA BERBAGAI UPAYA PERBAIKAN TANAH SALIN Suswati, Suswati; Sumarsono, Sumarsono; Kusmiyati, Florentina
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput benggala (Panicum maximum) pada berbagai upaya perbaikan tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca, Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari : kontrol (P0), gypsum (P1), abu sekam padi (P2), pupuk kandang (P3), gypsum dan abu sekam padi (P4), gypsum dan pupuk kandang (P5) dan abu sekam padi dan pupuk kandang (P6). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar, produksi bahan kering dan nisbah daun batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbaikan tanah salin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar dan produksi bahan kering tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nisbah daun batang.Kata kunci : tanah salin, pertumbuhan dan produksi, rumput benggala
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS TANAH TINGGI BINJAI TAHUN 2013 Hastuty, Yulina Dwi; Meliasari, Dewi; Suswati, Suswati
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.478 KB)

Abstract

ISPA adalah penyakit saluran pernafasan yang bersifat akut dengan berbagai macam gejala (sindrom) yang disebabkan oleh berbagai sebab, yang terutama mengenai struktur saluran pernapasan diatas laring. Menurut WHO tahun 2012, sebesar 78% balita yang berkunjung ke pelayanan kesehatan adalah akibat ISPA, khususnya pneumonia. Kematian balita akibat ISPA di Asia Tenggara sebanyak 2.1 juta balita pada tahun 2004. India, Bangladesh, Indonesia, dan Myanmar merupakan negara dengan kasus kematian balita akibat ISPA terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan dengan tingkat kejadian ISPA pada balita di Puskesmas&nbsp; Tanah Tinggi Binjai tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Dengan menggunakan data sekunder dan primer yang diperoleh melalui catatan rekam medik dan mengukur berat badan balita, yang dilakukan terhadap 53 responden. Teknik pengambian sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Dari 35 orang balita dengan status gizi tidak baik, mayoritas kejadian ISPA pada balita dengan kategori berat yaitu 23 orang (65,7%) dan minoritas dengan ISPA ringan yaitu 2 orang (5,7%). Dari 18 orang balita dengan status gizi baik, mayoritas dengan ISPA ringan yaitu 11 orang (61,1%) dan minoritas dengan ISPA berat yaitu 2 orang (11,1%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa&nbsp; p value = 0,000 &lt; 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tanah Tinggi Binjai.
BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SIMOLAP KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN TANAH KARO Aziz, Rizal; Suswati, Suswati; Indrawati, Asmah
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tigabinanga merupakan sentra tanaman jagung terluasdi Kabupaten Tanah Karo, Propinsi Sumatera Utara. Limbah jagung yangdihasilkan sebanyak 8.128.734 ton/tahun. Produksi limbah jagung akan semakin tinggi jumlahnya akibat serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol. Sampai sejauh ini limbah jagung belum dimanfaatkan oleh masyarakatsetempat sebagai briket, padahal briket limbah jagung dapat digunakan sebagaialternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ipteks ini telah diaplikasikan kepadakelompok petani (Rimo kayu dan Paya Kumpal) Desa Simolap, Kecamatan TigaBinanga. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Melatih petani agar dapat menghasilkanbriket. 2. Meningkatkan pendapatan petani dari hasil penjualan briket. Metodayang diaplikasikan berupa penyuluhan, pelatihan maupun transfer tekhnologipembuatan briket kepada petani jagung kemudian dilanjutkan dengan pembinaanyang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok tanijagung. Hasil yang diperoleh berupa briket limbah jagung yang dipasarkanmelalui kios wirausaha briket kelompok tani di Desa Simolap.Kata kunci: limbah jagung, tongkol, Tigabinanga, kelompok tani, briket, bahanbakar alternatif
ASPEK AGRONOMI POHON KARET DAN MASALAH YANG DIHADAPI PETANI KARET Hutapea, Sumihar; Panggabean, Ellen Lumisar; Aziz, Rizal; Siregar, Tumpal HS; Suswati, Suswati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juli
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.52555

Abstract

Tebal kulit disadap, kedalaman sadap, panjang alur sadap, frekuensi sadap, dan waktu sadap harus dipertimbangkan dalam penyadapan pohon karet. Perencanaan penggunaan bidang sadap penting untuk menjamin periode sadap yang  panjang, lebih dari 25 tahun. Pada perkebunan karet rakyat hal tersebut tidak dianut. Oleh karena itu, penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani diperlukan. Penelitian ini menyajikan aspek agronomi  perkebunan karet rakyat yang menunjukkan rendahnya produksi dan beberapa aspek penyuluhan yang diperlukan petani karet. Penelitian dilakukan melalui survei dan tanya jawab pada Juni-Juli 2019 di Desa Sari Laba Jahe, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kelompok yang disurvei adalah Kelompok Tani Mekar Tani yang beranggota 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan kebun karet masing-masing petani dan tanya jawab untuk memperoleh data serta informasi, berkaitan dengan aspek agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani karet belum menghasilkan produksi ideal, 26,67% petani menghasilkan kurang dari 25 g per pohon per sadap. Sebanyak 17 petani mengelola kebun seluas kurang dari 1 ha dan 1-1,5 ha mengelola kurang dari 500 pohon per ha. Sebanyak 46% petani berpendapat bahwa masalah yang dihadapi dalam mengelola kebun karetnya adalah penyakit jamur akar putih (JAP).
Aspek Agronomi Pohon Karet dan Masalah yang Dihadapi Petani Karet Hutapea, Sumihar; Panggabean, Ellen Lumisar; Aziz, Rizal; Siregar, Tumpal HS; Suswati, Suswati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juni
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.52555

Abstract

Tebal kulit disadap, kedalaman sadap, panjang alur sadap, frekuensi sadap, dan waktu sadap harus dipertimbangkan dalam penyadapan pohon karet. Perencanaan penggunaan bidang sadap penting untuk menjamin periode sadap yang  panjang, lebih dari 25 tahun. Pada perkebunan karet rakyat hal tersebut tidak dianut. Oleh karena itu, penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani diperlukan. Penelitian ini menyajikan aspek agronomi  perkebunan karet rakyat yang menunjukkan rendahnya produksi dan beberapa aspek penyuluhan yang diperlukan petani karet. Penelitian dilakukan melalui survei dan tanya jawab pada Juni-Juli 2019 di Desa Sari Laba Jahe, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kelompok yang disurvei adalah Kelompok Tani Mekar Tani yang beranggota 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan kebun karet masing-masing petani dan tanya jawab untuk memperoleh data serta informasi, berkaitan dengan aspek agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani karet belum menghasilkan produksi ideal, 26,67% petani menghasilkan kurang dari 25 g per pohon per sadap. Sebanyak 17 petani mengelola kebun seluas kurang dari 1 ha dan 1-1,5 ha mengelola kurang dari 500 pohon per ha. Sebanyak 46% petani berpendapat bahwa masalah yang dihadapi dalam mengelola kebun karetnya adalah penyakit jamur akar putih (JAP).
Keragaman parasitoid erionota thrax l. Pada dua Jenis tanaman pisang bermikoriza di kabupaten deli serdang Setiawan, Setiawan; Maimunah, Maimunah; Suswati, Suswati
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 1, No 1 (2019): JIPERTA MARET
Publisher : Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.317 KB)

Abstract

The constraints in the cultivation of banana plants is the high number of pests that damage plants in vegetative vases. The study was conducted in the Farmers' Land Group of the United Society of Sampali Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency in May-July 2019. The research method used was descriptive analysis method using (random sampling). Observation parameters consisted of population density, pest attack rate, egg parasitoids, larva parasitoids, pupa parasitoids, parasitoids identification, species diversity index, species evenness index, and relative abundance. There are 4 types of parasitoids namely Braconidae sp 1 (Hymenoptera: Braconidae), Tachinidae sp 1 (Diptera: Tachinidae), Xanthopimpla gampsura (Hymenoptera: Ichneumonidae) and Brachymeria lasus Walker (Hymenoptera: Chalcididae). Erionota thrax L. parasitoids diversity index was 0.661369 in the low diversity level, and the highest relative abundance of Brachymeria lasus Walker was 86.87%, the attack rate of Erionota thrax on Barangan bananas reached 46%, the level of Erionota thrax on Kepok banana reached 32%.