Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

BANJAR BARU INTERNATIONAL CIRCUIT DENGAN PENEKANAN DESAIN HI-TECH bhirawan, bio; darmawan, edy; suyono, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.281 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki peminat khusus dalam dunia otomotif khusus nya dalam olahraga balap, dapat dilihat dari event yang terus berkembang di Indonesia khusus nya di Kalimantan Selatan, dapat dilihat banyak nya para pembalap nasional yang terlahir dari sana, dan banyak nya event nasional yang diselenggarakan dengan rutin disana. Namun semua ini tidak didukung pemerintah secara maksimal dalam menunjang dan mendukung aktivitas dunia balap yang ada, Banjar Baru memiliki beberapa potensi dalam dunia otomotif di Indonesia seperti, Posisi geografis yang berada di tengah tengah Indonesia, dukungan masyarakat yang besar dalam dunia otomotif, lahan yang berlimpah, dan banyak lagi potensi yang terdapat disana. Sampai saat ini hanya terdapat satu sirkuit di Indonesia yang memenuhi standar sirkuit dari FIA (Federation Internationale de I’Automobile), FIM (Federation Internationale de Motorcyclisme), dan badan dunia otomotif lain di Indonesia yang bisa digunakan untuk event Internasional, namun sirkuit tersebut tidak terawat dan tentu saja sangat kurang untuk menampung minat dari masyarakat didalam nya baik itu dalam event skala regional hingga Internasional. Dengan dukungan pemerintah secara penuh dan serius serta partisipasi mereka merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan dunia balap yang ada di Banjar Baru bahkan di Indonesia dalam bentuk sirkuit berskala Internasional dengan penekanan desain Hi-Tech sehingga dapat mengikuti jaman dan dapat mengembangkan potensi dunia otomotif di Indonesia.
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA WADUK JATIBARANG DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKOWISATA Ernadia, Loretta; werdiningsih, hermin; suyono, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.481 KB)

Abstract

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang terletak di Semarang, tepatnya dalam wilayah Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Pelaksanaan konservasi Sabuk Hijau pada tahap pembangunan Waduk Jatibarang penting untuk menjaga konservasi dan menjaga umur dari waduk. Diharapkan dengan adanya sabuk hijau dapat mengurangi sedimentasi dan meningkatkan suplai air bersih, serta dapat dikembangkan menjadi kawasan pemukiman, perdagangan, pariwisata yang menarik. Untuk memudahkan wilayah kerja sendiri,wilayah sabuk hijau Waduk Jatibarang dibagi menjadi 6 segmen, termasuk segmen 2 yang berfungsi sebagai kawasan wisata. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 – 2031 pasal 120 dijelaskan bahwa pada kawasan Waduk Jatibarang diizinkan untuk menjadi tempat wisata, yang didukung dengan adanya objek wisata Goa Kreo, yang merupakan salah satu wisata alam yang potensial di Semarang, sehingga waduk ini tidak hanya bermanfaat sebagai solusi banjir dan sumber air baku, juga bermanfaat sebagai objek wisata yang potensial. Kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga konservasi dan umur waduk merupakan salah satu aspek yang berperan besar untuk mempertahan kelestarian waduk. Kawasan wisata ini terletak pada daerah konservasi. Kawasan wisata dengan penekanan desain ekowisata merupakan suatu bentuk kawasan wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam, memberi manfaat secara ekonomi kepada masyarakat sekitar, dan tetap mempertahankan budaya.
STADION RENANG DI YOGYAKARTA Al Haq, hafidh; suyono, bambang; darmawan, edy
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.481 KB)

Abstract

Yogyakarta menargetkan agar semua fasilitas maupun infrastruktur olahraga dalam keadaan siap. Akan tetapi cabang olahraga renang yang seharusnya menjadi event baru yang nantinya diharapkan mampu menyumbang atlit renang bagi kompetisi nasional dan internasional sepertinya terhambat. Mengingat Stadion Kridosono yang di dalamnya terdapat fasilitas kolam renang akan segera digantikan dengan ruang publik komersil. “Kawasan stadion Kridosono ditengah kota Yogyakarta akan dikembangkan menjadi kawasan bisnis publik. Selanjutnya, fungsi sport center atau pusat olah raga akan dialihkan di stadion Mandala Krida dan area lahan sekitarnya. Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto mengungkapkan, pemerintah propinsi (pemprop) DIY berencana membangun kawasan bisnis di Kridosono, sehingga harus mencarikan pengganti ruang publik termasuk kolam renang. Sementara ini opsinya adalah di jalan Kenari sebelah timur stadion Mandala Krida. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang kolam renang dan stadion, pengertian dan standar-standar mengenai stadiondi Indonesia, tinjauan dan studi banding mengenai stadion renang yang sejenis. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Yogyakarta perkembangan hotel di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukung adanya stadion renang di Yogyakarta. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep sustainable. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 5 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
TAMAN BERTEMA INDOOR TRANS STUDIO SEMARANG extrada, erik; darmawan, edy; suyono, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.947 KB)

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan wisata di dalamnya. Hal ini dibuktikan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat penting dalam hal perekonomian bangsa. Berdasarkan dari data pariwisata indonesia menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa. Dari sumber devisa tersebut banyak tempat wisata yang telah dikunjungi turis, beberapa wisata ini tersebar dalam berbagai provinsi di Indonesia. Beberapa provinsi yang sering dikunjungi adalah Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, beberapa provinsi di Sumatera, dan provinsi yang berada di wilayah Indonesia Timur. Sebagian turis yang datang ke indonesia merupakan bertujuan menikmati liburan, dan sebagian kecil yang datang untuk berbisnis. Pilihan wisata di indonesia sangat beragam, mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan budaya, wisata belanja, wisata keagamaan serta yang paling baru dan berkembang adalah wisata taman bertema atau dengan kata lain sering disebut Theme Park. Theme Park itu merupakan sebuah tempat atau sarana rekreasi yang memiliki ide dasar khusus yang mencirikan seluruh tempat rekreasi tersebut. Dari setiap Taman Hiburan ini terbukti berhasil meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, meskipun lokasi-lokasi setiap taman hiburan sudah cukup menyebar, namun masih relatif jauh jaraknya dari Jawa Tengah. Padahal di Provinsi Jawa Tengah ini merupakan provinsi yang tidak kalah potensialnya dengan provinsi lain di Indonesia pada umumnya dan di Pulau Jawa pada khususnya karena termasuk dalam Provinsi yang paling sering dikunjungi wisatawan. Di Jawa Tengah terdapat kota kota besar yang berpengaruh dalam bidang budaya dan pariwisata di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memang setara dengan Provinsi besar lainnya di Indonesia. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan karakteristik dari taman bertema, tinjauan mengenai theme park, serta studi banding beberapa Taman Rekreasi yang telah ada di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai persebaran Taman Rekreasi yang telah ada di Kota Semarang.Pendekatan perancngan arsitektural dilakukan dengan konsep Modern Architecture. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis dan konstekstual.Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matrik pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
TOWNHOUSE KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN jati, bhakti; suyono, bambang; werdiningsih, hermin
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.966 KB)

Abstract

Kota Semarang dengan misi “Terwujudnya Semarang Kota Perdagangan dan Jasa, yang Berbudaya menuju Masyarakat Sejahtera” merupakan Kota Perdagangan dan Jasa menyebabkan tingginya potensi investasi yang meningkat secara drastis dari tahun 2010 ke 2011 dengan peningkatan jumlah proyek hampir tujuh kali lipat. Selain itu, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kota Semarang tahun 2011 meningkat menjadi 4,9 triliun rupiah dari tahun sebelumnya senilai 360 miliar rupiah. Sedangkan penanaman modal asing meningkat dari 60,39 juta dolar menjadi 178,88 juta dolar (Indikator Ekonomi Semarang dalam Statistik Perbankan Kota Semarang, 2012). Pertumbuhan ekonomi dan bisnis ini juga diimbangi pula dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Menurut data BPS tahun 2008-2012, jumlah penduduk di Kota Semarang cenderung mengalami kenaikan sebesar 0,96% dan jumlah Kepala Keluarga (KK) meningkat rata-rata 3,3% per tahun. Tingginya angka pertumbuhan penduduk tersebut mengakibatkan perlunya peningkatan penyediaan fasilitas tempat tinggal. Dengan tingginya pertumbuhan ekonomi Kota Semarang menyebabkan fungsi tempat tinggal tidak sekedar sebagai hunian akan tetapi yang dapat memberikan nilai tambah seperti kepraktisan, efisiensi, keamanan, lokasi strategis dan nilai lainnya, tidak kalah penting yaitu sebagai nilai investasi dan prestige.
REDESAIN TAMAN SRIWEDARI SEBAGAI PUSAT KONVENSI DAN PAMERAN DI KOTA SURAKARTA arifianto, rifki; darmawan, eddy; suyono, bambang
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6982.937 KB)

Abstract

Taman Budaya Sriwedari dulu merupakan fenomena wisata budaya di Surakarta, karena tingkat kualitas karakteristik budaya yang mempunyai nilai sejarah yang merupakan daya tarik bagi wisatawan. Dampak positif adanya kegiatan pariwisata yang terkait dengan budaya adalah semakin tingginya nilai budaya yang mengharuskan setiap orang untuk melestarikan kebudayaan. Taman Sriwedari lebih menonjolkan unsur budaya serta tidak lupa unsur leisuneteisme atau wisata. Maka hal itu justru yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Taman Sriwedari untuk dikembangkan. Unsur budaya, wisata adalah potensi yang menonjolkan untuk dijadikan sebagai motivator bagi pengunjung. Banyaknya pengunjung yang datang dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun wisatawan untuk lebih memahami budaya Surakarta. Taman Sriwedari diharapkan dapat mengarahkan fungsi rekreasi dan wisata budaya dalam perkembangan kota Surakarta serta menjadikan Taman Sriwedari sebagai pusat pameran dan Konvensi melalui penataan ulang dengan penekanan desin arsitektur Organik, yaitu sebuah filosofi arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dan alam melalui desain yang mendekatkan dengan harmonis antara lokasi bangunan, perabot, dan lingkungan menjadi bagian dari suatu komposisi, di persatukan dan saling berhubungan. Serta menjadikan Taman Sriwedari sebgai tempat rekreasi serta sarana belajar andalan bagi pariwisata Surakarta dan yang lebih penting lagi Taman Budaya Sriwedari diharapkan dapat menjadi ajang promosi di seluruh Indonesia.
REDESAIN ASRAMA MAHASISWA DI JAKARTA BARAT bonny, okto; werdiningsih, hermin; suyono, bambang
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.642 KB)

Abstract

Dunia pendidikan di Kota DKI Jakarta yang terus bertumbuh tentunya akan menarik banyakminat  para pelajar, tak  hanya dari dalam kota. Dari luar kota pun banyak  yang rela merantau keIbukota  demi  mengejar cita  cita,  banyaknya lembaga pedidikan negeri  ataupun swasta di DKIJakarta  adalah salah satu faktor  berkembangnya ranah pendidikan di  Ibukota.  Banyaknya parapelajar dari luar ibukota juga menjadi sasaran empuk bagi para pencari peluang usaha di luar duniapendidikan. Bidang usaha yang digeluti dan ditargetkan untuk para pendatang ini biasanya adalahjasa tempat tinggal sementara. Jenis tempat tinggal sementara ini banyak ragamnya mulai dari jenisrumah kost, kontrakan, asrama, atau apartemen bagi pelajar dengan tarif sewa murah.Tak sedikit lembaga pendidikan di ibukota bahkan sudah menyiapkan sarana tempat tinggalsementara bagi  para pelajar di  lembaga tersebut.  Seperti  contohnya Rusunawa  UniversitasDiponegoro,  Rumah Susun Mahasiswa  Universitas  Teknik  Surabaya,  dan Binus  Square  oleh BinaNusantara University.  Dari  beberapa sarana tempat  tinggal  bagi  pelajar  diatas.  Yang berada diJakarta  adalah Binus  Square.  Bina Nusantara atau Binus  sudah menjadi  lembaga pendidikan bagipelajar  Strata 1 hingga Strata  3  sejak  lama.  Namun berdirinya Binus Square  baru tahun 2010.Dengan desain menyerupai  apartemen. Binus  Square langsung diminati  sejak  pertama  kalidiresmikan.Dengan segala kemewahan dan fasilitas yang ada, Binus Square memang dikatakan nyarissempurna bagi para mahasiswa. Namun ternyata tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih memilihtidak  tinggal  di  Binus  Square  dengan baragam  alasan.  Mulai  dari  biaya sewa yang mahal  bagisebagian mahasiswa,  jauh dari  tempat makan,  tidak  bebas,  kamar  yang terbatas,  tidak  terlalunyaman jika sudah dikamar,  ukuran ruangan kamar  yang dirasa  kurang manuasiawi  danterbatasnya pengunjung yang boleh  bertamu. Sehingga membuat  beberapa mahasiswa lebih relamenghabiskan Rp1.000.000 di rumah kost atau kontrakan karena dirasa berharga dibanding di BinusSquare.Dunia pendidikan di Kota DKI Jakarta yang terus bertumbuh tentunya akan menarik banyakminat  para pelajar, tak  hanya dari dalam kota. Dari luar kota pun banyak  yang rela merantau keIbukota  demi  mengejar cita  cita,  banyaknya lembaga pedidikan negeri  ataupun swasta di DKIJakarta  adalah salah satu faktor  berkembangnya ranah pendidikan di  Ibukota.  Banyaknya parapelajar dari luar ibukota juga menjadi sasaran empuk bagi para pencari peluang usaha di luar duniapendidikan. Bidang usaha yang digeluti dan ditargetkan untuk para pendatang ini biasanya adalahjasa tempat tinggal sementara. Jenis tempat tinggal sementara ini banyak ragamnya mulai dari jenisrumah kost, kontrakan, asrama, atau apartemen bagi pelajar dengan tarif sewa murah.Tak sedikit lembaga pendidikan di ibukota bahkan sudah menyiapkan sarana tempat tinggalsementara bagi  para pelajar di  lembaga tersebut.  Seperti  contohnya Rusunawa  UniversitasDiponegoro,  Rumah Susun Mahasiswa  Universitas  Teknik  Surabaya,  dan Binus  Square  oleh BinaNusantara University.  Dari  beberapa sarana tempat  tinggal  bagi  pelajar  diatas.  Yang berada diJakarta  adalah Binus  Square.  Bina Nusantara atau Binus  sudah menjadi  lembaga pendidikan bagipelajar  Strata 1 hingga Strata  3  sejak  lama.  Namun berdirinya Binus Square  baru tahun 2010.Dengan desain menyerupai  apartemen. Binus  Square langsung diminati  sejak  pertama  kalidiresmikan.Dengan segala kemewahan dan fasilitas yang ada, Binus Square memang dikatakan nyarissempurna bagi para mahasiswa. Namun ternyata tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih memilihtidak  tinggal  di  Binus  Square  dengan baragam  alasan.  Mulai  dari  biaya sewa yang mahal  bagisebagian mahasiswa,  jauh dari  tempat makan,  tidak  bebas,  kamar  yang terbatas,  tidak  terlalunyaman jika sudah dikamar,  ukuran ruangan kamar  yang dirasa  kurang manuasiawi  danterbatasnya pengunjung yang boleh  bertamu. Sehingga membuat  beberapa mahasiswa lebih relamenghabiskan Rp1.000.000 di rumah kost atau kontrakan karena dirasa berharga dibanding di BinusSquare.
ENTERTAIMENT PLAZA BEKASI wisesa, ardy; suyono, bambang; Werdiningsih, hermin
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.486 KB)

Abstract

Kota Bekasi merupakan Kota Industri Indonesia yang memiliki kemajuan dan perkembanganyang sangat  pesat  diberbagai  bidang.  Sebagai  pusat  bisnis,  politik,  dan kebudayaan,  Bekasimerupakan tempat  berdirinyaIndustri-Idustri  besar dan banyak  pemukiman masyarakat  yangberkerja di ibukota , perusahaaan swasta, dan perusahaan asing. Hal tersebut menjadi salah satualasan jumlah pendatang di kota Bekasi meningkat. Hal tersebut memunculkan dampak positif dannegatif untuk kemajuan kota Bekasi itu sendiri. Tingkat populasi yang cukup tinggi menjadikan kotaBekasi menduduki  peringkat  nomor  6 kota  di  Indonesia  yang terpadat  jumlah penduduknya.Peningkatan populasi  tidak  bersamaandengan pertambahan fasilitas  pemukiman.  Semakinbanyaknya pembangunan perkantoran dan jasa  perdagangan menyebabkan semakin sempitnyalahan yang dapat  dibangun dan menyebabkan hiburan di  kota  Bekasi  menjadi  di  butuhkan.Kemudian muncul kebijakan dan pemikiran untuk memanfaatkan lahan yang terbatas semaksimalmungkin,  maka  akan diberikan usulan untuk  membuat  sarana hiburan yang berada pada suatutempat  agar  lahan tidak terbuang dan tidak  terjasi  kemacetan apabila berpindah-pindah tempathiburan.Kawasan Summarecon Bekasi  Merupakan Kota  Buatan yang didirikan oleh  P.T SumareconBekasi yang di tujukan untuk memberi kesan lengkap dan nyaman bagi konsuemen Summarecon.Kota Bekasi merupakan Kota Industri Indonesia yang memiliki kemajuan dan perkembanganyang sangat  pesat  diberbagai  bidang.  Sebagai  pusat  bisnis,  politik,  dan kebudayaan,  Bekasimerupakan tempat  berdirinyaIndustri-Idustri  besar dan banyak  pemukiman masyarakat  yangberkerja di ibukota , perusahaaan swasta, dan perusahaan asing. Hal tersebut menjadi salah satualasan jumlah pendatang di kota Bekasi meningkat. Hal tersebut memunculkan dampak positif dannegatif untuk kemajuan kota Bekasi itu sendiri. Tingkat populasi yang cukup tinggi menjadikan kotaBekasi menduduki  peringkat  nomor  6 kota  di  Indonesia  yang terpadat  jumlah penduduknya.Peningkatan populasi  tidak  bersamaandengan pertambahan fasilitas  pemukiman.  Semakinbanyaknya pembangunan perkantoran dan jasa  perdagangan menyebabkan semakin sempitnyalahan yang dapat  dibangun dan menyebabkan hiburan di  kota  Bekasi  menjadi  di  butuhkan.Kemudian muncul kebijakan dan pemikiran untuk memanfaatkan lahan yang terbatas semaksimalmungkin,  maka  akan diberikan usulan untuk  membuat  sarana hiburan yang berada pada suatutempat  agar  lahan tidak terbuang dan tidak  terjasi  kemacetan apabila berpindah-pindah tempathiburan.Kawasan Summarecon Bekasi  Merupakan Kota  Buatan yang didirikan oleh  P.T SumareconBekasi yang di tujukan untuk memberi kesan lengkap dan nyaman bagi konsuemen Summarecon.
RESILIENT DISAIN TROPIS PADA BANGUNAN KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Prianto, Eddy; Suyono, Bambang; Pribadi, Septana Bagus; Indraswara, Muhammad Sahid
MODUL Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.817 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.1.2018.33-40

Abstract

Perubahan iklim yang sangat eksrem pada decade ini sudah menjadi permasalahan global dan memberi dampak pada semua sektor kehidupan manusia. Tak terkecuali imbas pada disain arsitektur suatu bangunan hunian ataupun fungsi  bangunan  lainnya,  walau  sejak  awal  telah  didisain  dengan  konsep  “design  with  climate”.  Dengan memahami dampak parameter iklim terhadap tampilan façade bangunan merupakah salah satu langkah untuk membuktikan seberapa tangguh (resilient) disain arsitektur tropis ini.Mengamati karakter seluruh bangunan perkulihan di kampus Universitas Diponegoro  yang telah dibangun sejak tahun 1980-an, dengan style arsitektur tropis yang beragam, kami jadikan obyek pengamatan untuk hal tersebut diatas  :  Sejauh  mana  resilence  disain  tropis  nya  ?  dan  element-element  disain  apa  sajakah  yang  patut “dilestarikan” ?  Penganalisaan dilakukan terhadap  3  variabel  utama  (resiliensi, factor  iklim  dan  arsitektur bangunan pada  13 bangunan perkuliahan kampus Undip ditahun 2017 ini. Kondisi ketangguhan  yang diharapkan mewakili secara general pada bangunan yang telah berusia lebih dari 25 tahun.Terdapat dua hasil temuan: Pertama, terdapat 5 (lima) element bangunan tropis yang menjadi “tameng/perisai”factor iklim tropis, yaitu proporsi masa bangunan, atap, dinding, tritisan dan pelubangan dinding (jendela). Kedua: bahwa ketangguhan bangunan merupakan disain bangunan yang tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait factor iklim (panas, hujan, angina dan kelembaban), namun optimalisasi dan aplikasi dan inovasi aspek disain aktif (perangkat elektronik) serta mitigasi dan/atau adaptasi sebagai solusi yang komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan bangunan tersebut. “Semakin tangguh suatu disain bangunan adalah keseimbangan antara pengentasan dan pendayagunaan factor iklim”
KAJIAN SENSASI KENYAMANAN TERMAL DAN KONSUMSI ENERGI DI TAMAN SRIGUNTING KOTA LAMA SEMARANG Suyono, Bambang; Prianto, Eddy
MODUL Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.404 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.1.2018.18-25

Abstract

An active park is indicated by the people activities and supported by the elements of street furniture. Hardware and software elements are the inside parts which play an important role in creating the comfort, wherein supported by the sustainability of the exterior gardens (outside the building) in the tropics play a very important role in the microclimate environment. The phenomenon of the relationship between conservation of ancient areas in the tropics such as Semarang city and the national energy crisis in the last decade is very interesting to be explored. As the development of instructional subject matter of Advance Landscape, Architecture Design and Building Physics in the basic of this research, our research question is: How far is the relationship between the energy profile consumption (lamp lighting) to comfort in the park?Two methods used in the field observation, the measurement of climate aspect to find out the micro climate profile and the distribution of questionnaire in the park to discover the user comfort sensation. The results found Taman Srigunting in the old city of Semarang is categorized both as a passive and active park, used for prominent activity in photography. These parks also influence the surrounding nature by decreasing the microclimate such as air temperature and humidity in the evening in the amount of 76% and 57% in the day. The air temperature went down from 34.8 C to 28.7 C. The micro climatic conditions and characteristics of energy consumption level was significant with the visitors comfort sensations, where in  56% visitors felt comfortable and only 4% felt the sensation of heat.