This Author published in this journals
All Journal Scriptura
Grace Swestin
Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IN THE BOYS' CLUB: A HISTORICAL PERSPECTIVE ON THE ROLES OF WOMEN IN THE INDONESIAN CINEMA 1926-MAY 1998 Swestin, Grace
Scriptura Vol 3, No 2 (2009): JULY 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.791 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.3.2.103-111

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan peran perempuan dalam perfilman Indonesia sejak berdirinya pada tahun 1926 hingga masa sebelum lahirnya perfilman Indonesia generasi baru. Melalui sebuah tinjauan historis, peran perempuan dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalah peran mereka di balik layar film, baik sebagai sutradara dan produser maupun dalam lembaga-lembaga yang terkait dengan industry dan regulasi perfilman. Kedua, artikel ini memaparkan bagaimana perempuan direpresentasikan di dalam cerita dan plot film-film yang diproduksi sebelum masa reformasi. Peneliti menemukan bahwa peran perempuan dalam perfilman Indonesia di masa ini, secara keseluruhan masih berada di bawah bayang-bayang dominasi tokoh-tokoh laki-laki. Hal tersebut terutama disebabkan karena sedikitnya jumlah perempuan yang memegang posisi pengambilan keputusan baik secara artistik maupun industrial.
WHEN MEDIA AND POLITICS COLLIDE: THE INVOLVEMENT OF INDONESIAN MEDIA PRACTITIONERS IN POLITICS IN THE WAKE OF DEMOCRACY Swestin, Grace
Scriptura Vol 2, No 2 (2008): JULY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.679 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.2.2.106-116

Abstract

Keterlibatan praktisi media dalam politik adalah topik yang kontroversial, khususnya sejak Indonesia menginjak era demokratisasi. Banyak yang berang¬gapan bahwa pemilik media dan jurnalis seharusnya dilarang untuk memasuki politik, apalagi untuk memegang jabatan di pemerintahan. Masuknya mereka ke dalam politik memperkuat pendapat bahwa politik hanya menguntungkan kaum yang berkuasa. Pada penghujung tahun 2004, ketika Indonesia mengada¬kan pemilu langsung yang pertama sepanjang sejarah pasca-kolonialnya, timbul sebuah fenomena di mana jurnalis dan pemilik media merambah ke dalam kancah perpolitikan. Hal ini membentuk simbiosis mutualisme yang berman¬faat bagi tokoh-tokoh media dan politik namun acap kali merugikan rakyat. Artikel ini diawali sebuah tinjauan teoritis mengenai demokrasi dan publik ketika berhadapan dengan media dan kekuasaan. Di sini model hubungan media dan politik dalam konteks Barat yang kerap digunakan sebagai standar (teoritis) jurnalisme di seluruh dunia dikontraskan dengan model hubungan jurnalisme dengan politik di Asia dan negara-negara dunia ketiga. Tidak adanya batas pemisah yang tegas antara jurnalisme dan politik yang umumnya didapati di negara-negara Asia didapati pula di Indonesia. Kemudian kasus-kasus praktisi media (jurnalisme) yang memasuki dunia politik di Indonesia pasca Orde Baru dipaparkan. Esei ini berargumen bahwa masuknya praktisi media ke dalam kancah perpolitikan di tengah era demokrasi dan kebebasan media menyebabkan sebuah langkah mundur dalam proses demokrasi dan mengan¬cam kebebasan pers. Apabila praktisi media berkecimpung dalam kekuasaan politik dan media pada waktu yang bersamaan maka independensinya akan terancam. Dengan demikian terancam pulalah pelayanan masyarakat yang seharusnya menjadi fokus seorang pejabat publik.
TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SD BINA PUTRA SURABAYA TENTANG MAJALAH DINDING SEKOLAH Sari, Yustisia Ditya; Swestin, Grace
Scriptura Vol 4, No 2 (2014): DECEMBER 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.252 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.2.78-86

Abstract

The purpose of this research is to delve into the level of knowledge or cognitive response of students at Bina Putra Elementary School Surabaya on the function, nature, and format of their wall magazine as the school’s communication media. Due to various limitations in the access to information experienced by the students, wall magazine becomes the simplest and most practical means of delivering information about the values and activities in the organization. That is why knowledge of information in the wall magazine becomes significant. This research utilizes Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory and surveyed students in the 4th to 6th grade who are both audience and producers of the wall magazine content. The descriptive analysis reveals that the students have a high level of knowledge on the information posted. This implies that the wall magazine is able to serve as a communication medium for the students. However, the findings also suggest that students’ knowledge is relatively lower on aspects ofnewness and factuality of information as well as news and articles on events happening around the school. The result shows that the journalistic aspect of the wall magazine needs to be improved.
PUBLIC SPEAKING DALAM KONTEKS PENGAJARAN Swestin, Grace; Primasanti, Kartika Bayu
Scriptura Vol 4, No 2 (2014): DECEMBER 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.663 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.2.60-68

Abstract

Literatures on public speaking, particularly those in the Indonesian language, often focus on explaining know-hows as well as assuming that public speaking has a universal formula which speakers can abide by. This article argues that public speaking should be studied in particular contexts. It further focuses on the concept of public speaking in a teaching and learning environment. Bearing in mind that public speaking is an indispensable part of academic tradition; this articles—through literature research—attempts to go beyond a practical-centric approach and reviews the connection between the concepts of public speaking and teaching by expounding on the central roles that teacher and student play as speaker and audience.