Saiful Umam
the State Islamic University (UIN) of Syarif Hidayatullah - Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HISTORIOGRAPHY OF JAPANESE “ISLAMIC POLICY” IN INDONESIA Umam, Saiful
Islamika Indonesiana ISLAMIKA INDONESIANA Volume 1, Issue 2 Year 2014
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/isin.v1i2.1135

Abstract

Japanese occupation in Southeast Asia, specifically in Indonesia, was very shortcompared to the Western colonialism in the region. It was only about three and halfyears, 1942-1945. However, many scholars have studied the period and a number of books and articles have been produced. Almost all of them note the importance of the short period in changing socio-political condition of the occupied areas.The propaganda of Japan when she landed to the region was to build “the Greater East Asia,” and “Co-Prosperity Sphere.” To realize that, Japan tried to win support from as many population as possible in the occupied territory, so that she cooperated with those who really had influence on the grass-root level with the objective that mobilization would be successful. Japan was in need of natural and human resources for war purposes. In Indonesia, more precisely in Java, Japan used ulama or kiyai (religious leaders/scholars) as her main agents of the propaganda. This is why the term “Islamic policy” is usually used by scholars who study the Japanese occupation in the region.
CONTROVERSIES SURROUNDING THE ACEH’S SULTANAHS: Understanding Relation between Islam and Female Leadership Umam, Saiful
JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.2 KB) | DOI: 10.15642/JIIS.2013.7.1.1-23

Abstract

The history of Aceh Sultanate in 1641-1699 might be an exception of the Islamic history in general. While the history of Islam is generally male-dominated, Aceh which had strong Islamic credentials was once ruled by four female rulers consecutively during the period of six decades. How did Muslim women become rulers of an Islamic kingdom despite Islamic teaching “prohibiting” them from taking a leadership position? How did people react to this fact? How did the queens rule the kingdom and survive despite opposition? Despite notions of some historians that the queens’ periods were the weakening time of the sultanate, the existence of female rulers is a proof of the continuing position of women in the public sphere even in an Islamic state. The presence of influential aristocrats, the division of Aceh into three powerful sagis, and the support of `ulama>’ are main contributing factors to the rise and establishment of female rulers in Aceh. The administrative structure of the sultanate and its Islamic character suggest the development of moderate Islam that made women leadership in Aceh possible. The opposition to female rulers in Aceh which the succession of rulers was hereditary was more politically and economically-motivated than religious.
PENGGUNAAN TEKNIK MODELING DALAM BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA umam, Saiful; Retnaningdyastuti, M.Th.S.R.; Ajie, Rohastono; ., Sukati
EMPATI Vol 1, No 1/oktober (2014): EMPATI
Publisher : EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Disiplin merupakan kunci untuk dapat menjadi sukses dan maju. Untuk dapat membangun negara yang mempunyai karakter adalah dengan membudayakan sikap disiplin. SMP Negeri 2 Semarang merupakan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional, sehingga kedisiplinan siswa perlu ditingkatkan guna memberikan jaminan mutu pendidikan dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Nasional Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Semarang dengan menggunakan teknik modeling dalam bimbingan klasikal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan bidang bimbingan dan konseling yang bersifat kolaboratif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-D berjumlah 26. Prosedur penelitian ini merujuk pada model Kurt Lewin yang terdiri atas empat komponen pokok penelitian tindakan yakni: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Analisis data dalam penelitian tindakan ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kedisiplinan dari siklus I sebesar 114,6menjadi 125,4 pada siklus II. Sedangkan untuk pencapaian kedisiplinan sangat tinggi, siklus I sebesar 53,8% dan siklus II sebesar 100%. Aktivitas peserta didik dari rata-rata sedang menjadi baik sekalidan aktivitas mengikuti upacara bendera semakin meningkat.. Aktivitas guru semakin mampu mengelola proses bimbingan klasikal lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Kata kunci: teknik modeling, bimbingan klasikal, kedisiplinan.
PENGGUNAAN TEKNIK MODELING DALAM BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA umam, Saiful; Retnaningdyastuti, M.Th.S.R.; Ajie, Rohastono; ., Sukati
EMPATI-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1/oktober (2014): EMPATI
Publisher : EMPATI-Jurnal Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Disiplin merupakan kunci untuk dapat menjadi sukses dan maju. Untuk dapat membangun negara yang mempunyai karakter adalah dengan membudayakan sikap disiplin. SMP Negeri 2 Semarang merupakan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional, sehingga kedisiplinan siswa perlu ditingkatkan guna memberikan jaminan mutu pendidikan dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Nasional Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Semarang dengan menggunakan teknik modeling dalam bimbingan klasikal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan bidang bimbingan dan konseling yang bersifat kolaboratif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-D berjumlah 26. Prosedur penelitian ini merujuk pada model Kurt Lewin yang terdiri atas empat komponen pokok penelitian tindakan yakni: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Analisis data dalam penelitian tindakan ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kedisiplinan dari siklus I sebesar 114,6menjadi 125,4 pada siklus II. Sedangkan untuk pencapaian kedisiplinan sangat tinggi, siklus I sebesar 53,8% dan siklus II sebesar 100%. Aktivitas peserta didik dari rata-rata sedang menjadi baik sekalidan aktivitas mengikuti upacara bendera semakin meningkat.. Aktivitas guru semakin mampu mengelola proses bimbingan klasikal lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Kata kunci: teknik modeling, bimbingan klasikal, kedisiplinan.