asih puji utami
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PENYUDUTAN ARAH SINAR PADA PEMERIKSAAN VERTEBRA LUMBOSACRAL JOINT PROYEKSI LATERAL TERHADAP KRITERIA ANATOMI RADIOGRAF utami, asih puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are variations in x-ray beam angulation applied in examining lumbosacral joint lateral projection, both theoretical and practical. According to Clark (1973) examination of lumbosacral joint lateral projection uses beam direction of 0 °, Ballinger (1999) stated that x-ray beam is directed 5 º to 8 º caudally and Bontrager (2001) ranging from 5 º to 10 º to the caudally. The purpose of this study is to investigate the influence of x-ray beam angulation to radiographic anatomical criteria and to find the most appropriate x-ray beam angulation to achieve good radiographic anatomical criteria conducted in examining lumbosacral joint lateral projections using x-ray beam angulation of 0 º, 5 º, 10 º and 15 º caudally. The study was experimental with observational method approach.  Observation is done by examining lumbosacral joint lateral projections with the variations of x-ray beam angulations of 0 º, 5 º, 10 º and 15 º caudally. The data is collected by conducting tests, and spreading questionnaires (check list). There are 15 observers in spreading questionnaires.  Radiographic results are recorded as experimental documents.  Methods of data analysis used descriptive analysis by simple regression and crosstab data. Data are codified and categorized then. The results of this research showed that there are positive significant and correlation between x-ray beam angulation variations of 0º, 5º, 10º, 15º caudally to the radiographic anatomical criteria produced on examining lumbosacral joint lateral projection.  It is indicated by p value = 0.016 (<0.05), means Ha is accepted and Ho is rejected. The best x-ray beam angulation is 15º caudally.  This angulation can produce good radiographic anatomical criteria.   Key words:  lumbosacral joint, lateral projection, x-ray beam angulation of  0 º, 5 º, 10 º and 15 º, radiographic anatomical criteria
Praktik Penggunaan Film Badge di Instalasi Radiologi Rumah Sakit di Kota Semarang Utami, Asih Puji; Shaluhiyah, Zahroh; Wahyuni, Ida
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.09 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.20-29

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan film badge pada pekerja radiologi di rumah sakit umum di Jawa Tengah dan Bali tahun 2003 menunjukkan bahwa 12% tidak memiliki film badge, 18% jarang memakai film badge, 34% kurang percaya terhadap hasil pencatatan film badge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik penggunaan film badge di Instalasi Radiologi Rumah Sakit di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel adalah total populasi yaitu 73 orang. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variabel paling dominan yang mempengaruhi praktik penggunaan film badge yaitu persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge. Jika persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge baik maka mempunyai peluang sebesar 6,160 kali untuk melakukan praktik penggunaan film badge dari pada persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge yang kurang baik.Kata Kunci : radiografer, peraturan, praktik penggunaan film badge.ABSTRACTBadge Film Practical Utilization in Radiology Installation at Hospital in Semarang; Use of badge film from radiographer at hospital in Central Java and Bali at 2003 shows that 12% not possessing badge film, 18% rarely using badge film, 34% lack of trust in badge film recording result. The aim of this research is to analyze badge film practical use in radiology installation at hospital in Semarang. This research uses quantitative approach with cross sectional study design. Data collecting technique uses questionnaire. Sample is total population comprising 73 persons. The result there is most dominant variable influences badge film practical use i.e.: radiografert perception in regulation of badge film use, 6.160 of avalibility of badge film practical are not good.Keywords : radiographer, regulation, badge film practical use.
IMPLEMENTATION X-RAY RADIATION SAFETY MANAGEMENT IN RADIOLOGY LABORATORY OF ‘AISYIYAH YOGYAKARTA UNIVERSITY Utami, Asih Puji
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol 5, No 1 (2019): Januari, 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v5i1.3997

Abstract

Background:D3 Radiology Study Program is part of the new study programs at the Faculty of Health Sciences ‘Aisyiyah Yogyakarta University, which has accepted new students since 2016. In the learning process in the laboratory role is very important to support the success of the applied curriculum. So that the radiation safety management system is required in managing the laboratory, because radiation safety management is important for laboratory users, namely lecturers, assistant lecturers, and students. The purpose of this study was to analyze the implementation of X-ray radiation safety management at the Radiology Laboratory ‘Aisyiyah Yogyakarta University.Methods: This study uses descriptive qualitative research with data collection methods conducted in-depth interviews and observations. The sampling technique used was total sampling to all radiation workers as many as 12 people. Data analysis is done by reducing data, creating categorization tables and making, open coding so conclusions can be made. While presenting data in the form of quotations.Results:The results show that in the Radiology laboratory Aisyiyah YogyakartaUniversity already has a radiation protection organizational structure component consisting of an installation employer, radiation protection officers and radiation workers (8 lecturers and 4 Lecturer assistants). Health monitoring of radiation workers has been carried out during the process of submitting x-ray equipment permits. Radiology Laboratory of University 'Aisyiyah has sufficient radiation protection equipment. As for quality assurance, equipment they have quite complete. Suitability tests for radiographic equipment have been conducted during the process of permitting equipment, during learning and training for all lecturers and teaching assistants in 2016 and 2018. Monitoring individual doses are carried out using TLD, pen dosimeter, digital dosimeter.Conclusion: Document retention has been carried out but has not been well organized. While the education and training documents are still kept by each radiation worker on his personal documents.
RANCANG BANGUN ALAT BANTU FIKSASI PADA PEMERIKSAAN COLUMNA VERTEBRAE CERVICAL UNTUK PROYEKSI RPO DAN LPO BERDIRI Utami, Asih Puji; Rosidah, Siti; Udin, Saif
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.396 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v6i2.112

Abstract

Rancang bangun alat bantu fiksasi pada pemeriksaan columna vertebrae cervical untuk proyeksi RPO dan LPO berdiri dilatarbelakangi terjadinya kesulitan memposisikan pasien dalam posisi oblik dengan sudut 45o. Tujuan penelitian memudahkan posisi dan kenyamanan pasien sehingga menghasilkan radiograf yang optimal. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif pendekatan eksperimen eksploratif. Pengumpulan data dilakukan dengan merancang, menggunakan dan uji fungsi alat bantu fiksasi dilakukan secara langsung pada pasien di Instalasi Radiologi RSUD Kota Semarang dengan 5 radiografer (responden). Hasil penelitian alat bantu fiksasi pada pemeriksaan columna vertebrae cervical untuk proyeksi oblik berdiri berupa rangka, sandaran kepala, bidang segitiga, tempat kaset, pengunci bucky stand, pengunci sandaran kepala dan pengunci bidang segitiga. Hasil uji kelayakan alat bantu fiksasi sebesar 93,33% bahwa alat bantu fiksasi layak digunakan pada pemeriksaan cervical khususnya proyeksi RPO dan LPO berdiri. Saran sebaiknya perlu dikembangkan dalam pembatasan pergerakan pasien yang maksimal dan penggunaan untuk pasien yang non kooperatif.?Kata Kunci :???????? rancang bangun, alat bantu fiksasi, columna vertebrae cervical, proyeksi RPO dan LPO berdiri
TEKNIK PEMERIKSAAN STERNOCLAVICULAR JOINT METODE HOBBS VIEW DENGAN INDIKASI DISLOKASI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAHSAKIT ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA Rosidah, Siti; Andriani, Intan; Utami, Asih Puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.187 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.90

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sternoclavicular joint yang kasus cedera sternoclavicular joint juga jarang terjadi. Teknik pemeriksaan sternoclavicular joint dengan indikasi dislokasi dengan proyeksi postero anterior metode Hobbs View di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R Soeharso Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan teknik pemeriksaan sternoclavicular joint metode Hobbs View dan untuk menjelaskan efektifitas penggunaan proyeksi Hobbs View dalam menegakkan diagnosaPenelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengambil data primer yaitu hasil observasi, wawancara dari dokter pengirim, radiografer, dan dokter spesialis radiologi, data sekunder berupa lembar permintaan, hasil bacaan dokter, rekam medis, dan hasil radiograf. Setelah semua data terkumpul, dilakukan reduksi, kuotasi dan pengolahan data, kemudian ditarik kesimpulan.Hasil penelitian diperoleh teknik yang digunakan dalam pemeriksaan sternoclavicular joint dengan indikasi dislokasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah proyeksi Hobbs View. Keefektifan dari proyeksi Hobbs view adalah dapat menampilkan gambaran sternoclavicular joint secara lebih jelas, memastikan adanya dislokasi sternoclavicular joint, serta menentukan posisi atau jenis dari dislokasi tersebut?Kata kunci : Teknik pemeriksaan, jenis dislokasi, keefektifan proyeksi Hobbs View.
PENGARUI.I VARIASI PENYUDUTAN ARAH SINAR PADA PE$$ERIKSAAN VERTEBRA LUMBASACRAL JOINT PROYEKSI LATERAT TERHADAP KRITERIA ANATOMI RADIOGRAF Utami, Asih Puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v2i2.36

Abstract

There are variations in x-ray beam angulation applied in examining lumbosacral joint lateral projmtion, both heoretical and practical. According to Clark (1973) examination of lumbo"sacral joint laieral projecti'on'uses beam cirection of 0 ', Ballinger (1999) stated that x-ray beam is directed 5 o to 8 o caudally and Bontrager (zaOq ranging from 5 o to 10 0 to the caudally. The purpose of this study is to investigate the inflLence of x-riy beam'angiraion to :aCicgraphic anatomical criieria and to find the. most appropriate x-ray beam angulation tc achieve good radiographic anatomical criteria conducted in examining lumbosacral joint lateral projections uiing r-6y beam angulaiion of 0 n, S o, 10 o and 15 o caudally. The study was experimental with observatiorial method approach. Observation is done by examining lumbosacral joint lateral projections with the variations of x-ray beam angulations of 0 o, 5 o, 10 o and 1S " caudally. Thf Cata is collected by conducting tests, and spreading questionnaires (check tist). There are 1S observers in spreading questionnaires, Radiographic results are recorded as experimental documents. Methods of data analyiis used Cescriptive analysis by simple regression and crosstab data. Data are codified and categoriz.J in.n. The results of this research showed that there are positive significant and ionelation between x-ray beam angulation variations of 00,50, 100, 150 caudally to the radiographic-anatomical critena produced on eximining lumbosacraljoint lateral projection. lt is indicated by p vatue = o.oto (<o.os), means tta is acceiiJil f; ;;il;t"i Ihe best x-ray beam angulation is 150 caudally. This angulation can pioduce good radiographic anatomical criteria.Key words: criteria
PENGUJIAN KOLIMATOR MENGGUNAKAN METODE KAWAT “L” PADA PESAWAT HITACHI TIPE ZU-L3TY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PERMATA MEDIKA SEMARANG Utami, Asih Puji; Suraningsih, Nanik; Andriani, Intan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.248 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i1.91

Abstract

Telah dilakukan pengujian kolimator menggunakan metode kawat ?L? yang belum pernah dilakukan uji fungsi ulang pada pesawat Hitachi Tipe ZU-L3TY di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Permata Medika Semarang. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X.Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan eksperimental. Pengujian kesesuaian luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X dilakukan pada pesawat Hitachi ZU-L3TY di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Permata Medika Semarang menggunakan metode kawat ?L? dilakukan dengan menggunakan FFD 100 cm dengan luas lapangan cahaya ukuran luas yang lebih kecil dari pada luas kaset. Data dan hasil pengujian ditabulasi, kemudian dianalisa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X pada pesawat Hitachi ZU-L3TY menunjukkan bahwa ada pergeseran sebesar 2,33% dan penyempitan luas lapangan sebesar 0,66%. Ketidaksesuaian rata-rata terjadi pada sumbu horisontal (x1 + x2) pada pengujian 1, 2, 3 adalah 2,33 cm dengan persentase 2,33%, sedangkan pada sumbu vertikal (y1 + y2) adalah 0,66 cm dengan persentase 0,66%. Penyimpangan yang terjadi pada FFD 100 cm lebih dari 1 mm atau sudah melewati batas toleransi 1% dari FFD.?Kata kunci : Kolimator, Kesesuaian, Kawat ?L?
PENGARUH METODE PENERIMAAN MAHASISWA JALUR UMUM DAN PMDK TERHADAP PRESTASI AKADEMIK DI STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Utami, Asih Puji; Sudarsih, Kesawa; Budiwati, Trisna
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.154 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v6i1.105

Abstract

STIKES Widya Husada Semarang menggunakan beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru. Jalur tersebut diantaranya adalah jalur PMDK (Penerimaan Mahasiswa dengan Prestasi) dan jalur reguler yaitu dengan ujian on line dimana calon mahasiswa mengikuti seleksi melalui internet dengan mengisi soal-soal yang telah disediakan. Pada perjalanan perkuliahan terdapat mahasiswa yang baik prestasi akademik. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku, ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu dan tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar. Prestasi akademik ini utamanya dapat dilihat pada Indek Prestasi mahasiswa. Sebaliknya ada juga mahasiswa yang tidak baik prestasi akademiknya. Penelitian ini diarahkan untuk meneliti perbedaan prestasi akademik mahasiswa berdasarkan jalur masuk yang digunakan yaitu secara reguler atau melalui ujian online.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan penelitian analitik penjelasan (explanatory) dengan menggunakan desain cross sectional study, dimana variabel independent dan variabel dependent pada objek penelitian diukur secara simultan dalam waktu bersamaan. Desain penelitian tersebut dipilih untuk menganalisa hubungan independent (penerimaan mahasiswa baru metode on line dan jalur prestasi) dengan prestasi mahasiswa Prodi D III Teknik Rontgen STIKES Widya Husada Semarang.Hasil ujian on-line memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi mahasiswa. Hasil ujian on-line yang lebih baik akan meningkatkan prestasi mahasiswa. PMDK memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi mahasiswa. PMDK yang lebih selektif dan bermutu akan meningkatkan prestasi mahasiswa.?Kata Kunci: Jalur Umum, PMDK, Prestasi Akademik
PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA PADA KASUS CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) BLEEDING DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TK.II 04.05.01 DR. SOEDJONO MAGELANG Utami, Asih Puji; Andriani, Intan; Budiwati, Trisna
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.678 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.88

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus Cerebrovascular Accident (CVA) Bleeding di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang. Pada pemeriksaan ini menggunakan metode satu range dari basic cranii sampai vertex dengan slice thicknessnya 10 mm, sedangkan pada teori dijelaskan bahwa pemeriksaan CT Scan kepala menggunakan dua range, range pertama dari basic cranii sampai pars petrosum dengan slice thickness 2-5 mm, range kedua dari pars petrosum sampai vertex dengan slice thickness 10 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus Cerebrovascular Accident (CVA) Bleeding dan untuk mengetahui alasan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang menggunakan teknik satu range dengan slice thicknes 10 mm.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang telah diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dikumpulkan dalam bentuk transkip, kemudian dilakukan reduksi. dimana data yang telah dikumpulkan kemudian diseleksi dan dipilih, sehingga data yang diperlukan saja yang digunakan dalam bentuk tabel kategorisasi. Setelah reduksi, maka dilakukan koding terbuka. Koding terbuka dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan validitas dari data yang sudah terkumpul. Selanjutnya dilakukan penyajian data menggunakan kuotasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan dan saran.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, prosedur pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus Cerebrovascular Accident (CVA) Bleeding di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang menggunakan satu range dengan slice thicknes 10 mm menurut radiografer karena untuk mempersingkat waktu scanning dan juga untuk meminimalisir dosis radiasi yang diterima oleh pasien, sedangkan menurut radiolog karena pertimbangan dari aspek radiasi dan biaya. Kata kunci : CTScan kepala, CerebrovascularAccident (CVA) Bleeding, satu range, slice thicknes 10 mm.
PEMBUATAN PHANTOM RADIOLOGI BERBAHAN DASAR KAYU LOKAL SEBAGAI PENGGANTI TULANG MANUSIA Mufida, Widya; Utami, Asih Puji; Dewi, Sofie Nornalita
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol 6, No 1: January 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v6i1.5404

Abstract

Background: Phantom radiology is used as a medium of learning as a substitute for human bones. In its use this phantom radiology has economic value high enough to be an obstacle to the learning process. Therefore, it is necessary to make a phantom with basic materials that are easily accessible and have the same density value as human bones.Methods: the method used throughout this study is through an experimental approach. The research stage involves testing the density of wood by comparing the density value of the sample used, determining the composition of the mixture between wood, contrast media and adhesives that produces phantom with the density that most closely resembles bone phantom.Results: From the results of the research, the density value of the anthropomorphic phantom humerus was 9034, and the information obtained for the density value of the four wood phantoms with basal values. Based on the results of the calculation of the density value obtained the highest value on phantom 1 with a density value of 12775, phantom with the lowest density value of 7682, namely the second phantom, the value of wood phantom density is quite close to the density value of anthropomorphic humerus phantom, namely phantom 3 with a density of 8986 and Phantom 4 density which is slightly above the wood Phantom 2 density value is 7773.Conclusions: In this study to produce wood phantom with a density that resembles bone phantom is carried out with local wood base material mixed with BaSO4 contrast media, so that the average density value is 8986 close to the density value in anthropomorphic bone phantom humerus.