Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Impact of After-sales Service Quality on Customer Satisfaction and Customer Loyalty of Middle-upper Class Landed Housings Wahjudi, Didik; Kwanda, Timoticin; Sulis, Rianthi
Jurnal Teknik Industri Vol 20, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.118 KB) | DOI: 10.9744/jti.20.1.65-72

Abstract

Nowadays, good products are not sufficient. Market competition requires a good after-sales service. After-sales service quality has been identified as a source of revenue and competitive advantage. While other industry sectors have readily paid attention to after-sales service quality, little study has been done on the effectiveness of after-sales service quality in the field of real estate. This study aims to explore the relationship among after-sales service quality, customer satisfaction, and customer loyalty. Especially, we want to confirm the impact of after-sales service quality on customer satisfaction and customer loyalty of middle-upper class real estate in Surabaya. This research was conducted by survey on 170 respondents from four housing complexes in Surabaya, i.e. Pakuwon City, Citraland, Bukit Darmo Golf, and Graha Family. The data was examined by using structural equation modeling (SEM). Through data analysis we confirm the positive correlation between after-sales service quality and customer satisfaction, the positive correlation between customer satisfaction and customer loyalty, and the direct and indirect relationships between after-sales service quality and customer loyalty. The practical implication of this study provides assurance to real estate management on the effectiveness of after-sales service quality in maintaining old customers and encouraging new consumers.
Perancangan Proses Remanufaktur pada Komponen Otomotif Tanoto, Yopi Yusuf; Wahjudi, Didik; Njo, Ricky Kurniawan
Jurnal Teknik Mesin Vol. 17 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan telah menjadi salah satu kebutuhan penting bagi manusia dalam berbagai aktifitas sehari-hari. Jumlah sepeda motor menunjukkan peningkatan dalam setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan limbah berupa komponen yang rusak dari sebuah kendaraan juga terus meningkat. Saat ini, beberapa bentuk dari limbah tersebut dapat direcycle agar materialnya dapat dimanfaatkan kembali. Beberapa komponen yang telah rusak sebenarnya masih dapat digunakan lagi dengan beberapa proses seperti repair, refurbish atau remanufaktur. Proses remanufaktur adalah salah satu recovery option paling tinggi dalam mengolah limbah. Dalam melakukan perancangan proses remanufaktur untuk komponen-komponen otomotif, perlu adanya pemilihan komponen yang akan dijadikan objek. Setelah pemilihan objek, maka harus dibuat serangkaian proses yang harus ada di dalam proses remanufaktur komponen otomotif seperti disassembly, cleaning, inspection, recondition, dan reassembly. Tahap akhirnya adalah merancang skema proses remanufaktur untuk komponen otomotif. Ciri khas dalam proses remanufaktur komponen otomotif adalah adanya special treatment seperti normalizing, hardening untuk beberapa komponen otomotif yang berguna untuk mengembalikan atau bahkan meningkatkan performa atau mechanical properties dari komponen yang diremanufakt
Studi Perbandingan Penggunaan Pressure Dies Dengan Dies Konvensional Dan Pembuatan Prosedur Penggunaan Pressure Dies Di PT. Surabaya Wire Lewi, Yosua; Wahjudi, Didik; Palapessy, Victor Rizal
Jurnal Teknik Mesin Vol. 16 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara yang sering digunakan untuk meningkatkan jumlah produksi atau kecepatan produksi adalah dengan mengadopsi teknologi baru. Hal yang sama dilakukan oleh PT. Surabaya Wire yang memproduksi kawat bendrat. Perusahaan ini mengadopsi teknologi pressure die untuk menggantikan teknologi konvensional. Perbandingan yang dilakukan antara lain dalam hal kemampuan perpindahan panas, umur die, dan kapasitas produksi. Untuk mendukung perbandingan, data yang diambil adalah temperatur keluaran kawat, kecepatan penarikan kawat, data hasil produksi, dan downtime. Dari perbandingan yang dilakukan, hasil yang didapatkan dianalisis secara finansial untuk mengetahui apakah proyek ini menguntungkan atau tidak. Hasil analisis finansial menunjukkan peningkatan keuntungan sebesar 15% dari penggunaan pressure die dan didapatkan IRR sebesar 24% dan 113% untuk 2 asumsi keuntungan yang berbeda untuk tiap kg kawat yang diproduksi.
Optimal Kiln Dry Allocation for Dry Timber Preparation to Minimize Cost Theresia, Juliet; Widyadana, I Gede Agus; Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Industri Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.527 KB) | DOI: 10.9744/jti.21.1.43-48

Abstract

Optimization models are increasingly developed for planning and scheduling in manufacturing of natural resources. However, the uncertainty of material from natural resources makes it more difficult to develop a model.  In this paper, we concern about the cost of dry timber preparation for finishing process in a wood-board manufacturer. Based on characteristics of the material and wood-board production process, we develop two models to minimize transportation and drying cost of wood supply. The models consider the capacity of facilities, distances among facilities, and timber specification-based drying periods. The model is solved using linear programming, result in drying allocation of kiln dry’s chambers that gives the minimum cost of the process. A sensitivity analysis is conducted to demonstrate the effect of variation of internal capacity and external capacity to the objective function value. The results show that the total cost is more sensitive to the variation of the external capacity of kiln dry than the variation of the internal capacity.
OPTIMASI KUALITAS WARNA MINYAK GORENG DENGAN METODE RESPONSE SURFACE Wahjudi, Didik; Dewi, Lely Tjandranitia; San, Gan Shu
Jurnal Teknik Industri Vol 1, No 1 (1999): JUNE 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.695 KB) | DOI: 10.9744/jti.1.1.pp. 18-29

Abstract

Quality optimization of cooking oil color is done by performing experiment using samples of 98 gram cooking oil and 2 gram of whitening agent, i.e. bleaching earth and carbon active. There are three variables that affects the cooking oil color, i.e. temperature (X1) in the range of 90 to 110° C, stirring time of 10 to 20 minutes, and active carbon concentration (X3) of 5 to 15% (of the 2 gram of whitening agent). Response Surface Method consists of two-experiment designs, the first order and the second order experiment designs. The first order experiment design is the factor screening stage, while the second order design is the optimization stage. The first order experiment shew that only stirring time and the concentration of active carbon affects the color. The second order experiment resulted in that the appropriate optimization model is Y = 1,7833 + 0,0538 X2 0,1098 X3 + 0,0477 X2 X3 + e, and that there are three choices of optimal factor condition with regards of the whitening agent cost. Abstract in Bahasa Indonesia : Optimasi kualitas wama minyak goreng dilakukan dengan mengadakan eksperimen menggunakan sampel minyak goreng dengan berat 98 gram dan zat pemutih 2 gram, yang terdiri dari bleaching earth dan carbon active. Variabel-variabel yang mempengaruhi warna minyak goreng ada tiga, yaitu temperatur (XI) antara 90°C sampai 110°C, waktu pengadukan (X2) antara 10 menit sampai 20 menit, dan kadar CA (X3) antara 5% sampai 15% (dari 2 gram zat pemutih). Metode Response Surface terdiri dari dua rancangan eksperimen, yaitu rancangan eksperimen orde I dan rancangan eksperimen orde II. Dimana rancangan eksperimen orde I merupakan tahap penyaringan faktor (screening test), sedangkan rancangan eksperimen orde II merupakan tahap optimasi. Dari hasil eksperimen orde I, diperoleh basil bahwa variabel yang berpengaruh adalah waktu pengadukan dan CA. Hasil eksperimen orde II menyatakan bahwa model optimasi yang sesuai adalah Y = 1,7833 + 0,0538 X2 0,1098 X3 + 0,0477 X2 X3 + e, dan kondisi optimum faktor dengan pertimbangan biaya zat pemutih ada tiga pilihan. Kata kunci: desain eksperimen, rekayasa mutu
OPTIMASI KUALITAS WARNA MINYAK GORENG DENGAN METODE RESPONSE SURFACE Wahjudi, Didik; Dewi, Lely Tjandranitia; San, Gan Shu
Jurnal Teknik Industri Vol 1, No 1 (1999): JUNE 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.695 KB) | DOI: 10.9744/jti.1.1.pp. 18-29

Abstract

Quality optimization of cooking oil color is done by performing experiment using samples of 98 gram cooking oil and 2 gram of whitening agent, i.e. bleaching earth and carbon active. There are three variables that affects the cooking oil color, i.e. temperature (X1) in the range of 90 to 110° C, stirring time of 10 to 20 minutes, and active carbon concentration (X3) of 5 to 15% (of the 2 gram of whitening agent). Response Surface Method consists of two-experiment designs, the first order and the second order experiment designs. The first order experiment design is the factor screening stage, while the second order design is the optimization stage. The first order experiment shew that only stirring time and the concentration of active carbon affects the color. The second order experiment resulted in that the appropriate optimization model is Y = 1,7833 + 0,0538 X2 0,1098 X3 + 0,0477 X2 X3 + e, and that there are three choices of optimal factor condition with regards of the whitening agent cost. Abstract in Bahasa Indonesia : Optimasi kualitas wama minyak goreng dilakukan dengan mengadakan eksperimen menggunakan sampel minyak goreng dengan berat 98 gram dan zat pemutih 2 gram, yang terdiri dari bleaching earth dan carbon active. Variabel-variabel yang mempengaruhi warna minyak goreng ada tiga, yaitu temperatur (XI) antara 90°C sampai 110°C, waktu pengadukan (X2) antara 10 menit sampai 20 menit, dan kadar CA (X3) antara 5% sampai 15% (dari 2 gram zat pemutih). Metode Response Surface terdiri dari dua rancangan eksperimen, yaitu rancangan eksperimen orde I dan rancangan eksperimen orde II. Dimana rancangan eksperimen orde I merupakan tahap penyaringan faktor (screening test), sedangkan rancangan eksperimen orde II merupakan tahap optimasi. Dari hasil eksperimen orde I, diperoleh basil bahwa variabel yang berpengaruh adalah waktu pengadukan dan CA. Hasil eksperimen orde II menyatakan bahwa model optimasi yang sesuai adalah Y = 1,7833 + 0,0538 X2 0,1098 X3 + 0,0477 X2 X3 + e, dan kondisi optimum faktor dengan pertimbangan biaya zat pemutih ada tiga pilihan. Kata kunci: desain eksperimen, rekayasa mutu
The Impact of After-sales Service Quality on Customer Satisfaction and Customer Loyalty of Middle-upper Class Landed Housings Wahjudi, Didik; Kwanda, Timoticin; Sulis, Rianthi
Jurnal Teknik Industri Vol 20, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.118 KB) | DOI: 10.9744/jti.20.1.%p

Abstract

Nowadays, good products are not sufficient. Market competition requires a good after-sales service. After-sales service quality has been identified as a source of revenue and competitive advantage. While other industry sectors have readily paid attention to after-sales service quality, little study has been done on the effectiveness of after-sales service quality in the field of real estate. This study aims to explore the relationship among after-sales service quality, customer satisfaction, and customer loyalty. Especially, we want to confirm the impact of after-sales service quality on customer satisfaction and customer loyalty of middle-upper class real estate in Surabaya. This research was conducted by survey on 170 respondents from four housing complexes in Surabaya, i.e. Pakuwon City, Citraland, Bukit Darmo Golf, and Graha Family. The data was examined by using structural equation modeling (SEM). Through data analysis we confirm the positive correlation between after-sales service quality and customer satisfaction, the positive correlation between customer satisfaction and customer loyalty, and the direct and indirect relationships between after-sales service quality and customer loyalty. The practical implication of this study provides assurance to real estate management on the effectiveness of after-sales service quality in maintaining old customers and encouraging new consumers.
Personalized Training Program for Quality Improvement in Secondary Processing Fernando, Esa Saputra; Wahjudi, Didik
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.074 KB)

Abstract

Pelaksanaan tujuan proses magang di PT. X meliputi: tujuan umum dan tujuan khusus.Tujuan umum yaitu melakukan pembaharuan modul pelatihan mekanik dengan menyesuaikan format dan penambahan troubleshooting yang ditentukan oleh PT. X. Selain itu, tujuan khusus dari pemagangan di PT.X ini ialah melakukan improvement pada nilai visual quality index (VQI). Fokus perbaikan dilakukan pada mesin 34 dengan menurunkan nilai VQI-NC loose end dari 6 point (data dari week 41 2017 – week 9 2018) menjadi 3 point. Perbaikan yang diselesaikan dilakukan dengan metode A3 diagram. Metode ini bertujuan untuk melihat dari penyebab, target, analisa mesin, implementasi perbaikan, standarisasi, dan melakukan training. Pencapaian setelah dilakukan perbaikan data yang diambil dari week 10 2018 – week 20 2018 nilai VQI-NC loose end turun menjadi 3 point. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan perbaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Sehingga dari hasil perbaikan tersebut dilakukan standarisasi dan training. Namun, masih diperlukan kedisiplinan pada lantai produksi untuk stabilisasi nilai VQI-NC loose end..
Personalized Training Program for Minor Stop Improvement in Department A at PT. X Sutrisno, Bernardus Trista Dmitri; Wahjudi, Didik
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.461 KB)

Abstract

Minor stop merupakan suatu masalah yang sering terjadi pada mesin, dimana mesin berhenti dalam waktu yang singkat. Masalah minor stop ini juga sering dialami oleh PT. X, terutama Departemen A yang memiliki ranah area produksi.  Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu standarisasi dan kemudian disosialisasikan kepada Departemen A agar masalah minor stop ini dapat berkurang. Dari analisa yang dilakukan, diketahui bahwa minor stop dapat disebabkan oleh beberapa akar masalah. Akar-akar masalah ini biasanya adalah pada masalah kurangnya kelengkapan dokumen untuk menanganinya ataupun untuk mencegahnya. Dokumen-dokumen ini nantinya akan digunakan sebagai pedoman jika minor stop terjadi. Salah satu masalah yang lain adalah kurangnya pedoman penanganan yang runtut jika suatu masalah minor stop terjadi. Maka dari itu, telah dibuat sebuah diagram alir yang dapat menjadi pedoman untuk mekanik dalam melakukan analisa maupun perbaikan jika suatu minor stop terjadi. Analisa dilakukan dengan wawancara kepada personil-personil yang berkepentingan di area Departemen A. Dari analisa tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan standarisasi yang dilakukan membuahkan hasil berupa penurunan pada frekuensi minor stop. Pada minor stop yang malah mengalami kenaikan frekuensi, terdapat praduga beberapa hal, diantaranya yaitu masalah mesin sendiri, masalah dokumen penyelesaian masalah, dan masalah personil mesin tersebut Praduga-praduga ini juga dilengkapi dengan data pendukung berupa maintenance log.
Optimal Kiln Dry Allocation for Dry Timber Preparation to Minimize Cost Theresia, Juliet; Widyadana, I Gede Agus; Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Industri Vol. 21 No. 1 (2019): June 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.527 KB) | DOI: 10.9744/jti.21.1.43-48

Abstract

Optimization models are increasingly developed for planning and scheduling in manufacturing of natural resources. However, the uncertainty of material from natural resources makes it more difficult to develop a model.  In this paper, we concern about the cost of dry timber preparation for finishing process in a wood-board manufacturer. Based on characteristics of the material and wood-board production process, we develop two models to minimize transportation and drying cost of wood supply. The models consider the capacity of facilities, distances among facilities, and timber specification-based drying periods. The model is solved using linear programming, result in drying allocation of kiln dry’s chambers that gives the minimum cost of the process. A sensitivity analysis is conducted to demonstrate the effect of variation of internal capacity and external capacity to the objective function value. The results show that the total cost is more sensitive to the variation of the external capacity of kiln dry than the variation of the internal capacity.