Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Influence of Concept Maps in Guided Inquiry Learning Reasoning Ability Judging from Grade XI Wahyudi, Agung
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 3: September 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.103 KB) | DOI: 10.17977/jps.v1i3.4168

Abstract

Pengaruh Penggunaan Peta Konsep dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Ditinjau dari Kemampuan Bernalar Siswa Kelas XI Abstract: The purpose of the research is as follows. (1) Knowing the differences in learning outcomes of students studying physics using guided inquiry learning through concept maps (PITPK) with the learning outcomes of students studying physics using guided inquiry learning (PIT). (2) Testing the interaction between PITPK the reasoning ability of learning to the learning outcomes of physics. (3) Determine the effectiveness of the learning outcomes of physics students with high reasoning ability to learn to use physics PITPK the learning outcomes of students who have high reasoning ability is learning to use the PIT. (4) Determine the effectiveness of the learning outcomes of physics students with low reasoning ability to learn to use the results to study physics students with low reasoning ability is learning to use the PIT. The research design used is a 2 x 2 factorial with sampling using simple random sampling. The research instrument is the treatment instrument, namely: observation sheets keterlaksanaan lesson plans, syllabi and treatment instruments, namely: a matter of testing the ability of reasoning and cognitive learning about the test results. Before the data dinalisis done first prerequisite test data analysis is to test Liliefors normality test and homogeneity test. Data were analyzed using ANOVA and Tukey test two paths. Results of the study are: (1) the results of studying physics students using PITPK higher than the results of student learning using the PIT, (2) there is an interaction between PITPK the reasoning ability of the physics students' learning outcomes, (3) the results of studying physics students with high reasoning ability to use PITPK higher than physics student learning outcomes using the PIT, and (4) physics student learning outcomes using low reasoning ability PITPK higher than physics student learning outcomes using the PIT. Key Words: guided inquiry learning, concept maps, learning outcomes Abstrak: Tujuan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Mengetahui perbedaan hasil belajar fisika siswa yang belajar menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing melalui peta konsep (PITPK) dengan hasil belajar fisika siswa yang belajar menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing (PIT). (2) Menguji interaksi antara PITPK dengan kemampuan bernalar belajar terhadap hasil belajar fisika. (3) Mengeta-hui efektivitas hasil belajar fisika siswa yang mempunyai kemampuan bernalar tinggi yang belajar menggunakan PITPK dengan hasil belajar fisika siswa yang mempunyai kemampuan bernalar tinggi yang belajar menggunakan PIT. (4) Mengetahui efektivitas hasil belajar fisika siswa yang mempunyai kemampuan bernalar rendah yang belajar menggunakan dengan hasil belajar fisika siswa yang mempu-nyai kemampuan bernalar rendah yang belajar menggunakan PIT. Rancangan penelitian yang diguna-kan adalah faktorial 2 x 2 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan yaitu: lembar observasi keterlaksanaan RPP, silabus dan instrumen perlakuan yaitu: soal tes kemampuan bernalar dan soal tes hasil belajar kognitif. Sebe-lum data dinalisis dilakukan terlebih dulu uji prasyarat analisis data yaitu uji normalitas dengan uji li-liefors dan uji homogenitas. Teknik analisis data menggunakan uji ANAVA dua jalur dan uji Tukey. Hasil penelitian adalah: (1) hasil belajar fisika siswa menggunakan PITPK lebih tinggi daripada hasil belajar siswa menggunakan PIT, (2) terdapat interaksi antara PITPK dengan kemampuan bernalar terhadap hasil belajar fisika siswa, (3) hasil belajar fisika siswa dengan kemampuan bernalar tinggi menggunakan PITPK lebih tinggi daripada hasil belajar fisika siswa menggunakan PIT, dan (4) hasil belajar fisika siswa berkemampuan nalar rendah menggunakan PITPK lebih tinggi daripada hasil belajar fisika siswa menggunakan PIT.Kata kunci: pembelajaran inkuiri terbimbing, peta konsep, hasil belajar
KONSEP HARMONY WITH NATURE PADA APARTEMEN DAN PUSAT PERBELANJAAN DI BOGOR Hartaji, Aditya; Wahyudi, Agung
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu kota berkembang yang ada di Provinsi Jawa Barat dan letaknya berdekatan dengan kota Jakarta. Berdasarkan informasi dari Badan Pembangunan Daerah Kota Bogor tingkat urbanisasi diperkirakan akan semakin bertambah, sehingga peningkatan penduduk di Kota Bogor akan melonjak. Masyarakat pendatang semakin meningkat, sehingga perlu adanya penyediaan fasilitas kota, terutama pada fasilitas hunian vertikal, dengan memanfaatkan lahan kosong yang  produktif. Salah satunya di kawasan Tanah Sareal yang saat ini sudah mulai banyak dibangun apartemen, termasuk di Kecamatan Tanah Sareal juga akan dialih fungsikan sebagai pengembangan kawasan dan perumahan. Apartemen dan pusat perbelanjaan merupakan hunian dan pasar yang mempunyai target untuk masyarakat menengah ke atas . Masyarakat menengah keatas bersifat individualis, sehingga dibutuhkan suatu ruang konektifitas / penghubung agar terjalin interaksi sosial antar penghuni dengan penghuni lainnya dan pengunjung. Tema yang dipilih adalah “Harmony With Nature”, yaitu berdasarkan fungsi apartemen dan pusat perbelanjaan yang merupakan suatu tempat hunian dan pasar modern. Tema diterapkan pada bentuk bangunan, yaitu bentukan yang didapat dari proses analisis tema, serta terhadap site dan memiliki fasad yang didapat dari tema dari kata nature diambil dari bentuk rumah / sarang lebah, yaitu segi enam yang akan membentuk suatu muka bangunan.  Kata kunci: Apartemen, Kota Bogor, Pusat Perbelanjaan.
PERANCANGAN BANGUNAN TRADISIONAL SUNDA SEBAGAI PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL, RAMAH LINGKUNGAN DAN HEMAT ENERGI Wahyudi, Agung
Prosiding PESAT Vol 5 (2013)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan krisis lingkungan dan krisis energi (listrik, BBM) yang diiringi dengan semakin menyusutnya ruang terbuka hijau, pemborosan energi, pemborosan bahan bangunan , mendorong berbagai kalangan (arsitek,arsitek lanskap, desainer interior, produsen bahan bangunan, dan lain-lain) untuk berpikir ulang tentang paradigma membangun rumah berkelanjutan dan ramah lingkungan. Perwujudan desain bangunan tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak jaman dahulu, seperti mendirikan rumah panggung yang bertujuan supaya tidak lembab dan nyaman, perwujutanya adalah disebut dengan bangunan tradisional. Bangunan tradisional merupakan bangunan dibuat oleh masyarakat di daerah yang banyak menyimpan berbagai kelebihan, salah satu contohnya bangunan tradisional di Kampung Kranggan. Proses pembangunan dan teknik pembangunannya umumnya sederhana dan bahkan tidak terlalu memperhatikan aspek-aspek desain yang hemat energi. Tetapi didalam operasionalnya, bangunan ini justru lebih hemat dibandingkan dengan bangunan-bangunan modern yang dibangun diperkotaan dengan bantuan arsitek. Salah satu penyebab hal ini adalah adanya sistematisasi sistem bangunan tradisional, yang mencakup struktur, utilitas, interior, dan envelope-nya. Hal inilah yang dicoba diungkapkan ditulisan ini dengan dengan menguraikan keberadaan sistem perancangan bangunan tradisional melalui metode penelitian diskriptif dengan survey langsung dan membandingkan antara kampung tradisional di Jawa Barat, yaitu Kampung Bojong Koneng yang ada di Sentul, Bogor dengan Kampung Kranggan yang ada di Pondok Gede, Bekasi. Kampung Kranggan merupakan salah satu kampung tradisional sunda yang masih hidup diantara megapolitan Jabodetabek. Maka penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan perancangan bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan hemat energi, yang berakar dari arsitektur tradisional. Sehingga nantinya permasalahan krisis lingkungan dan krisis energi bisa teratasi.
Spatial Dynamic Models for Inclusive Cities: a Brief Concept of Cellular Automata (CA) and Agent-Based Model (ABM) Wahyudi, Agung; Liu, Yan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 26, No 1 (2015)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.543 KB) | DOI: 10.5614/jpwk.2015.26.1.6

Abstract

Abstrak.Kawasan perkotaan terutama di negara-negara berkembang menunjukkan laju pertumbuhan fisik yang tinggi. Telah banyak model yang mencoba merekonstruksi pertumbuhan perkotaan ini dengan menggunakan data demografi dan data sosial. Permodelan ini adalah salah satu yang lazim digunakan para praktisi perencana karena ketersediaan data dan waktu proses yang relatif lebih singkat. Sayangnya, model ini bersifat statis yaitu hanya menangkap karakteristik dan bentuk kota pada satu satuan waktu. Model ini tidak akan berubah saat variabel waktu berubah. Kebanyakan model ini bertujuan untuk memperkuat atau memperjelas suatu teori perencanaan perkotaan. Model statis ini juga memanfaatkan batas-batas administrasi dan tidak memungkinkan untuk melakukan permodelan diluar bentuk administrasi sebuah kota. Dengan permasalahan perkotaan yang semakin rumit yang menuntut pengambil keputusan membuat kebijakan tepat, diperlukan suatu metode permodelan pertumbuhan perkotaan yang dinamis yang dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada pengambil kebijakan terkait struktur dan bentuk perkotaan, serta beroperasi pada skala yang lebih detail. Kemudian model perkotaan ini juga perlu mewakili perilaku para aktor pembangunan perkotaan. Salah satu konsep yang berkembang sejak tiga dasawarsa lalu adalah cellular automata (CA) dan agent-based urban model (ABM). Dalam konteks penelitian perkotaan di Indonesia, sayangnya konsep-konsep ini belum banyak tersedia pada jurnal-jurnal perkotaan dan terlebih lagi belum banyak kontribusi pada konsep-konsep permodelan dan mekanisme pada proses perubahan guna/tutupan lahan. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan teori dasar CA dan adaptasi dari sistem tersebut untuk keperluan aplikasi di bidang spasial perkotaan. Kami juga akan menjelaskan konsep ABM sebagai komponen dari model yang memiliki kemampuan mewakili perilaku para pelaku pembangunan. Beberapa contoh aplikasi dan kemungkinan perkembangan model dinamis untuk kota inklusif akan diberikan di akhir artikel ini.Kata kunci. Cellular automata, agent-based, permodelan perkotaan, Sistem Informasi GeografisAbstract. Urban areas in the developing countries experience a rapid urban growth. Current practices in urban modelling employ demographic and social data as the inputs for urban models. These practices occur as a result of data scarcity in the developing countries. These models are static in which only captures the shapes of a city at the selected time. They have limitation in presenting the sequence of simulations over a series of time. Another limitation of static models is the use of administrative boundary as their unit of analysis, which often less accurate for large regions. When facing with a mounting complexity of a city, the decision makers need to obtain as much as information to guide their decisions. They need to know how big the magnitude of urban problems could have, and where exactly the policy should be implemented. They also need to know how different stakeholders influence the spaces in the cities. Cellular Automata (CA) and Agent-based Model (ABM) are the two prominent dynamic models occupying a large portion of spatial discussions in the last two decades. In the context of research in Indonesia, they are less recognized, and have less contribution to many urban applications. This article aims to briefly introduce the concept of CA and ABM in spatial context, in particular land use land cover changes in urban areas. Examples and potential application for inclusive cities are given in the last part of the discussion.Keywords. Cellular automata, agent-based model, urban modelling, GIS
THE ALTERNATIVE ELECTION OF ENHANCING THE EFFICIENCY OF BATIK PRODUCTION WRITING PRING SEDAPUR Apriliana, Indah; Wahyudi, Agung
Inscientech: Journal of Industrial, Science and Technology Vol 1 No 1 (2017): Inscientech: Journal of Industrial, Science and Technology
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The excessive use of resources leads to increase the production costs and wasted materials. It also resulted in a decrease in the level of the company’s production efficiency. However, it is not easy to identify the problem of waste. Small batik industry in Magetan city which is famous for Batik Tulis Pring Sedapur pattern is also one of the businesses which are until now still looking for the inefficiency of the production process so that the daily output is less than optimal. Therefore, the interviews are conducted repeatedly to the expert to identify the cause’s problem of the daily output unpredictability. The result of these interviews will be an input to be used for data processing of AHP model. The criteria for the decision-making to choose the alternatives include time, cost, and output. While the proposed alternative is the addition of the labour pattern and the manufacture of the clothesline. The result of qualitative and quantitative data processing and consistency test show that the procurement of the clothesline can increase the efficiency of space and daily output. Keywords: Problem identification, efficiency, Delphi Method, AHP, Alternative choosing.
Sistem Ekonomi Perbankan Berlandaskan Bunga (Analisis Perdebatan Bunga Bank Termasuk Riba Atau Tidak) Romdhoni, Abdul Haris; Wahyudi, Agung; Tho'in, Muhammad
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 13, No 01 (2012): Jurnal Akuntansi dan Pajak, Vol. 13, No. 01, Juli 2012
Publisher : STIE AAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.292 KB) | DOI: 10.29040/jap.v13i01.190

Abstract

Bank interest is the remuneration provided by the bank based on conventional principles to customers who buy or sell their products. Bank interest can be in the form of interest on deposits and interest on the loan. The purpose of this study is to determine the various opinions and about the interest position of usury bank or not. The research method used in this research topic is in the form of study or literature study obtained from various sources of books, journals, and other sources that are very relevant to the research topic. The results show that most scholars and scholars claim that the bank interest is the same as usury, so the law of bank interest is haram. But there is also a judge that bank interest is different from interest, so bank interest is okay, especially some Middle Eastern clerics supported by secular-minded economic experts.
Keanekaragaman Jenis Pohon Di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman Wahyudi, Agung; P. Harianto, Sugeng; Darmawan, Arief
Jurnal Sylva Lestari Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.372 KB) | DOI: 10.23960/jsl321-10

Abstract

Educational Forest is place for the public, especially students and researchers to study the interrelationship between the components of the forest ecosystem. Information on the types of trees is one of the basic information for education and the development and management of educational forest. This study is performed to fill a gap where information regarding biodiversity in Educational Forest of Tahura Wan Abdul Rahman is lacking. Sampling intensity used was 0.12% of the 1,143 ha forest area of education, so that is an area of 1.37 ha sample plots. Sample plot consisted of 10 plots in the sub-blok protected and 24 plots in sub-blok social forestry. It was found that 60 tree species were registered, which comprised of 41 species of trees scattered in the sub-blok protected and 19 species in sub-blok social forestry. Diversity Index in the sub-blok protected was 1.45 and is dominated by the kind of Kenari (Canarium commune) with 26.98% of Key Value Index. Diversity Index in the sub-blok social forestry was 1.09 and is dominated by Durian (Durio zibethinus) with 67.28% of Key Value Index.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di Bagian Phonska IV PT Petrokimia Gresik Wahyudi, Agung
GEMA EKONOMI Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : GEMA EKONOMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.843 KB)

Abstract

Sumber daya manusia memiliki peranan yang vital dalam suatu perusahaan. Segala aspek yang berkaitan dengan sumber daya manusia pada akhirnya mempengaruhi output perusahaan yang bersangkutan. Mengingat perannya yang vital, maka sudah selayaknya suatu perusahaanan melakukan suatu mekanisme pemeliharaan sumber daya manusia dengan memperhatikan kepuasan kerja karyawan-karyawannyaMotivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas kerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan uji koefisien determinasi dan uji F, yakni sebesar 69,6% produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh kedua variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini, sisanya 30,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Berarti pihak manajemen perusahaan harus memperhatikan apa saja yang membuat motivasi kerja karyawan meningkat dan juga selalu menjaga keadaan lingkungan kerja yang bersih, aman dan kondusif agar produktivitas kerja karyawan selalu meningkat dari waktu ke waktu.Lingkungan kerja berpengaruh lebih dominan terhadap produktivitas kerja karyawan daripada motivasi kerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi limgkungan kerja lebih besar daripada motivasi kerja.
Nutritional Status and Physical Fitness of Full Day Elementary School Students Wahyudi, Agung; Firmansyah, Sofyan Adi; Dong, Nguyen Nhat
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v14i1.14381

Abstract

Nutritional status can be measured through the adequacy of nutrients obtained from food which are digested every day. The increasing number of healthy food absorbed by the body can increase the physical fitness of the body.  The purpose of this research was to do counseling in order to understand the nutritional status and physical fitness level of fifth grade student at Tunas Harapan Islamic Elementary School in Sendangmulyo, Tembalang, Semarang. The physical fitness level was measured using nutritional status and physical fitness test (TKJI). The data were obtained using descriptive method with measurement and test techniques. These data were obtained from measurement of height, weight, age, and physical fitness tests (TKJI). This study found that the nutritional status of fifth grade students in Tunas Harapan Islamic Elementary School were included in normal nutrition category and moderate physical fitness level.
The Model Development of Volleyball Thrower Wahyudi, Agung
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol 6 No 2 (2017): June 2017
Publisher : Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.134 KB) | DOI: 10.15294/active.v6i2.14723

Abstract

The purpose of this research is to create ball thrower which is utilized for motor skill practice for volleyball athletes. This research utilized qualitative approach, and major data gained through observation, interview and documentation. The procedure used was research and development model by Borg and Gall, which contains of 10 steps as follow: (1) information research and collection, (2) planning (3) developing product’ initial form, (4) initial field test, (5) major product revision, (6) major field test, (7) operational product revision, (8) operational field test, (9) final product revision, (10) dissemination and implementation. Ball thrower tool model can be used for motor skill practice, safe and secure as well as improving practice result. Volleyball AW_2016 Launcher tool models can be used to exercise the skills of volleyball athletes for motion.