Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Negative Aspects of Ampel Corridor Environment as A Historical Commercial Site Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma
Humaniora Vol 8, No 4 (2017): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v8i4.4006

Abstract

The purpose of this study was to investigate the elements that had negative influences on the creation of the atmosphere and uniqueness of the place. Conducted qualitatively descriptive, the data collection was gathered through a focus group discussion method towards eight people in addition to observation, documentation, interview with experts, and document study. This research has found some various elements that have created negative impacts on the Ampel Corridor, such as the narrow distance between stores, lack of cleanliness, unclear circulation, noisy, the informal parking area, and cross-circulation with the settlement. The other factors also include numerous beggars, visitors, and pedicab.
Identification of Spacial Pattern in Productive House of Pottery Craftsmen Wardhani, Dyah Kusuma
Humaniora Vol 7, No 4 (2016): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v7i4.3608

Abstract

The research goals were to identify a spacial pattern in craftsmen house and to see its relevance to the social-cultural life of the craftsmen. The existence of domestic and economic activity in craftsmen house creates a spacial pattern with particular characteristics. Data were collected through direct observation, interviews, and visual documentation to record productive house, settlement condition, and sequences of pottery production. The in-depth interview focused on the use of time, space, and house modification in craftsmen house. House in the craftsmen settlement was growing gradually by adjusting to the inhabitant's needs. This research was included in qualitative research that described observation results and then analyzed spacial pattern formed in craftsmen house. Research results show that in this settlement beside the mixed, balanced, and separated type of productive house, there is also pottery collectors house type. The changes in the productive house are related to housing adaptation or house adjustment to accommodate production process. The settlement orientation is along the streets, but the existence of open space in the form of pottery kiln and hay storage become the main orientation for productive spaces inside the craftsmen house. Pottery kiln and hay storage have become open cultural space that characterizes the pottery craftsmen settlement. 
Effect of Gibberellin Doses on the Morphologhy of Soybean Strains Infected with Bemisia tabaci Wardhani, Dyah Kusuma; Zubaidah, Siti; Kuswantoro, Heru
BIOEDUKASI Vol 15 No. 2 (2017)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v15i2.6932

Abstract

This study aimed to determine the effect giberelin doses on the morphology of several soybeans strains (UM.4-1, UM.7-2, UM.2-4, UM.7-6, UM.6-2 , Gumitir and Wilis) which have been attacked by Bemisia tabaci. Research was conducted at Research Station, Indonesian Legume and Tuber Crops Research Institute, Malang. The design of the study was a complete split plot randomized block design. Spraying gibberellin on 35 days old (35 HST) after-planting soybean with variation dose of giberellin were 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm and 75 ppm. Morphological observation was carried out on leaf length, leaf width, leaf area, ratio of leaf, petiole length, leaf shape, color of hipocotyl, rod coat color, the color of ripe pods and flower color. Data were analyzed using 2 ways Anova. The results  showed that there was a difference in treatment’s effect against leaf width, leaf ratio, leaf area and petiole length of soybeans but no effect of dose variation  on soybean leaf length. There is the effect of the combination treatment (soybean strains and dosage) of the leaf width, leaf ratio, leaf area and petiole  soybeans but there is no effect of combination treatment on soybean leaf length. There is the influence of lines on the leaf width, leaf area and ratio, but there is no influence on the long soybean lines of soybean leaf and petiole). Keywords: Gibberelin, Bemisia tabaci, Morphology, Soybean
Sense Of Place Pasar Barang Antik Triwindu: Eksplorasi Faktor Fisik Dan Sosial Pada Kompleks Arsitektur Komersial Di Surakarta Wardhani, Dyah Kusuma; Kusumowidagdo, Astrid; Kaihatu, Thomas; Rahadiyanti, Melania
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol. 34 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i1.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keunikan tempat atau sense of place dari Pasar Barang Antik Triwindo Surakarta, khususnya pada faktor fisik dan sosialnya. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan dengan pengambilan data melalui focus group discussion pengunjung, studi literatur dan dokumen, observasi dan dokumentasi visual. Informan dalam focus group discussion berjumlah 11 orang yaitu pengelola, pengunjung dan juga pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor faktor-faktor fisik pembentuk sense of place Pasar Triwindu adalah arsitektur dan kawasan (fasad bangunan menggambarkan arsitektur rumah Jawa, kawasan Ngarsopuro yang unik, ornamen ukiran khas Jawa pada fasad, patung Roro Blonyo pada gerbang pasar dan patung topeng pada halaman), interior (pengelompokan area berdasarkan jenis barang dagangan, display barang dagangan pada elemen ruang dinding, pembatas lapak, tangga dan plafon, batas lapak pada lantai, signage, lebar koridor), dan varian produk dagangan. Sedangkan faktor sosial adalah history dan memory, narasi pohon sawo kecik, karakter pedagang dan pengunjung, aktivitas even kuliner dan promosi.
Peningkatan Produksi Asi Ibu Menyusui Pasca Melalui Pemberian Pijat Oksitosin dan Terapi Musik Klasik (Mozart) Wilayah Kerja Puskesmas Kradenan 2 Maryatun, M.; Wardhani, Dyah Kusuma; Prajayanti, Eska Dwi
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 17, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.427 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i2.400

Abstract

Air susu ibu adalah makanan terbaik bagi bayi. Kehidupan awal seorang bayiakan rentan dan beresiko terhadap masalah ancaman kesakitan dan kematian. Seorang Ibuterutama pada primigravida pada awal persalinan akan mengalami kesulitan dalam pengeluaranASI. Tujuan: mengetahui perbedaan pemberian pijat oksitosin dan terapi musik klasik (mozart)terhadap jumlah produksi ASI. Metode: JenisPenelitian kuantitatif komperatif. Populasi ibumenyusui yang melahirkan. Sampel sebanyak 34 responden yang dibagi dalam dua kelompokyang menggunakan metode non probability sampling. Instrumen penelitian adalah observasi,.Hasil: Hasil uji Mann Whitney Test produksi ASI kelompok Pijat oksitosin dan kelompok Terapimusik klasik diperoleh nilai signifikansi (p-value) 0,011, rata-rata selisih pada kelompok pijatoksitosin lebih tinggi dari pada selisih produksi ASI pada kelompok terapi musik yaitu 65,91 >53,41 Simpulan: Terdapat perbedaan antar pijat oksitosin dan musik klasik. Produksi ASI lebihbanyak pijat oksitosin bila dibandingkan musik klasik
SENSE OF PLACE KAWASAN WISATA PASAR UBUD Rahadiyanti, Melania; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma; Kaihatu, Thomas Stefanus; Swari, Ida Ayu Indira
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 6, No 2 (2019): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v6i2a3

Abstract

Abstrak_ Kawasan Pasar Ubud telah menjadi daya tarik tersendiri sebagai tujuan wisata di Bali. Penelitian ini ingin menelaah lebih jauh persepsi pengunjung terhadap service-scape di kawasan wisata Pasar Ubud. Adapun penelitian eksploratif ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan interview mendalam, observasi dan dokumentasi. Objek penelitian yaitu Pasar Ubud dan koridor Jalan Karna yang berada di kawasan yang berdekatan. Pada kawasan Pasar Ubud, hasil penelitian menunjukkan faktor fisik yang berpengaruh pada sense of place-nya yaitu arsitektur, kawasan, barang dagangan, vocal point, dan area berdagang dengan mobil bak terbuka. Sedangkan faktor sosialnya berupa histori, simbol pohon beringin, karakter pedagang dan pengunjung, serta aktivitas perdagangan dan transisi. Pada kawasan Jalan Karna, faktor fisik pembentuk sense of place-nya yaitu arsitektur, kawasan, urban interior, barang dagangan, dan vocal point. Sedangkan faktor sosialnya yaitu memori dan karakter pedagang serta pengunjung.Kata kunci : Faktor Fisik; Faktor Sosial; Jalan Karna; Pasar Ubud; Sense of Place. Abstract_ The Ubud Market area has become the main attraction as a tourist destination in Bali. This study wants to examine further the perception of visitors to service-scape in the tourist area of Ubud Market. The exploratory research is a qualitative study with a case study method. Methods of collecting data using in-depth interviews, observation, and documentation. The research objects are the Ubud Market and the Jalan Karna corridor in the adjacent area. In the Ubud Market area, the results of the study show that physical factors that influence the sense of place, namely architecture, area, merchandise, focal points, and areas of trading with pickup trucks. While the social factors are history, the symbol of the banyan tree, the character of traders and visitors, and trade and transition activities.Keywords:  Physical Factors; Social Factors; Karna Street; Ubud Market; Sense of Place.
IMPLEMENTASI ENERGI EFISIEN, KONSERVASI AIR, DAN MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN DALAM PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN Limantara, Alfin Wibowo; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma
AKSEN Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.557 KB)

Abstract

Arsitektur merupakan hasil dialog dari manusia dan lingkungannya. Manusia sebagai makhluk sosial dan lingkungan sebagai ekosistem akan sangat berhubungan erat dengan mempengaruhi antar satu sama lain. Peran desainer arsitektur interior haruslah meminimalisir dampak desain terhadap lingkungan dan alam sekitar. Dimulai dari tahap perancangan bangunan yang tidak memberikan dampak negatif kepada alam hingga menuju jenjang operasional yang berkelanjutan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Selain itu, dengan adanya upaya-upaya untuk menjaga lingkungan, secara langsung, dapat mengurangi dampak negatif yang timbul. Seperti contohnya penggunaan limbah sampah untuk bahan bangunan atau aksesoris pendukung interior, dapat mengurangi polusi dari pembakaran sampah atau meminimalkan sumber penyakit yang ditimbulkan dari limbah sampah. Studio Lima sebagai perusahaan yang memberikan value desain ramah lingkungan (green design) akan terus berinovatif dalam membuka peluang untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan tempat manusia tinggal melalui desain-desain yang dihasilkannya. Rumah Makan Ayam Bakar Primarasa merupakan proyek pertama dari perusahaan Studio Lima yang dirancang dengan konsep desain ramah lingkungan, dimana adanya efisiensi energi di bagian penerangan (menghemat sebesar 56,8% setiap bulan setara dengan Rp 1.174.448,-), efisiensi energi di bagian pendinginan (menghemat sebesar 11% setiap bulan setara dengan Rp 429.000,-), penggunaan peralatan mekanikal eletrikal hemat energi, konservasi air dengan sistem gray water recycling (menghemat sebesar 604.800 liter air bersih setiap tahun) dan juga penggunaan material yang ramah terhadap lingkungan. Melalui proyek perancangan ini diharapkan Rumah Makan Ayam Bakar Primarasa dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem antara manusia, lingkungan alam sekitar dan bangunan itu sendiri.
CHINESE RESTAURANT BERKONSEP HUMAN COMFORT, FLEXIBILITY DAN MEMORABLE Febriani, Ayu Valentina; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma
AKSEN Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1469.615 KB)

Abstract

Perkembangan usaha di Indonesia saat ini sudah semakin meningkat. Setiap lapangan usaha memiliki pengaruh yang besar terhadap perekonomian Indonesia serta menentukan kemajuan ekonomi Indonesia. Begitu pula dengan semakin banyaknya perusahaan konsultan interior yang ada di Surabaya, maka dari itu muncul beberapa problema dari masyarakat akan fungsi dan kualitas layanan dari desain yang dihasilkan oleh konsultan interior, karena tidak semua konsultan interior dapat memberikan solusi dan kualitas desain yang baik sehingga menyebabkan ketidakpuasan klien terhadap hasil desain. Disamping itu, tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup dan perubahan iklim dalam beberapa tahun belakangan ini meningkat. Gerakan hijau yang sedang berkembang pesat saat ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi sumber daya alam saja, tetapi juga untuk dianalogikan sebagai upaya efisiensi energi. Dengan demikian, jasa konsultan yang berbasis green design semakin dibutuhkan untuk menghadapi beberapa permasalahan pada lingkungan. VALFEB Studio merupakan jasa konsultan interior yang menawarkan layanan dengan kualitas baik serta memberikan solusi untuk permasalahan dan kebutuhan klien dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip green design yang memprioritaskan klien dalam menciptakan kepuasan terhadap kinerja perusahaan. Bima Restaurant Chinese Cuisine di Surabaya adalah salah satu hasil karya desain VALFEB Studio. Pada perancangan restoran ini memiliki konsep Human Comfort, Flexibility dan Memorable, dimana konsep human comfort yang diterapkan yaitu menghilangkan rasa sesak pada pengunjung, penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi dan terdapat aplikasi indoor plants. Konsep flexibility diterapkan pada dining area di lantai tiga yang dapat menghasilkan dua sifat ruangan yang berbeda yaitu public area dan semi private room. Sedangkan konsep memorable terdapat pada beberapa sudut ruangan yang didesain menarik untuk dinikmati oleh pengunjung.
CONNECTING CORE, DESAIN RAMAH LINGKUNGAN YANG BERTEKNOLOGI UNTUK NATASHA SKIN CLINIC CENTRE Djajadi, Nadine; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma
AKSEN Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.276 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i1.664

Abstract

Natasha Skin Clinic Centre adalah sebuah klinik kecantikan terkemuka di Indonesia yang melayani perawatan kulit wajah dan rambut untuk remaja, wanita, dan pria. Klinik membutuhkan desain baru yang menonjol dan ramah lingkungan sesuai dengan brand klinik when nature meets technology. Klinik yang dirancang berada di pusat kota Sidoarjo dan menjadi satu-satunya klinik cabang Natasha yang berada di kota itu. Tidak dipungkiri bahwa klinik selalu dipadati dengan pengunjung hingga menyebabkan kapasitas ruang tunggu tidak memadai. Dengan menggunakan metode observasi lapangan, wawancara pengguna, dan studi literatur, konsep desain yang tepat dapat dihasilkan untuk menyelesaikan beragam permasalahan klinik. Connecting Core adalah konsep yang diangkat dalam perancangan yang menonjolkan adanya masa penghubung yang menghubungkan dua masa bangunan, masa nature dan masa technology. Pembagian masa ini didasari oleh implementasi brand Natasha Skin Clinic Centre, when nature meets technology, dimana setiap pertemuan pasti membutuhkan penghubung. Masa penghubung atau connecting area, dijadikan poin utama yang ditonjolkan dalam perancangan karena berfungsi sebagai penghubung yang terdiri dari ruang yang menjual serta berfungsi sebagai media untuk memasukkan pencahayaan alami dan view melalui void dan inner courtyard. Semua pencapaian itu juga didukung oleh adanya penghawaan alami dan teknologi lain seperti solar tube chandellier, automatic window, rainwater harvesting, greywater recycling dan glass roof solar panel. Dengan strategi tersebut, klinik dapat memenuhi aspek smart and green building dan masuk ke dalam kategori gold untuk green building for interior space menurut GBCI serta dapat menghemat biaya pencahayaan buatan sebanyak 44%, penghawaan buatan sebanyak 21%, konsumsi air bersih sebanyak 15.7%, dan listrik sebanyak 81%.
PERANCANGAN INTERIOR ARSITEKTUR KANTOR KIELI DECORATION Lauren, Stefani; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma
AKSEN Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.918 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i1.665

Abstract

Kieli Decoration merupakan perusahaan jasa dekorasi pernikahan, pertunangan, pemberkatan nikah dan bridal shower dengan spesialisasi tema internasional yang bergerak di wilayah Jawa Tengah yang lebih berfokus di kota Semarang. Dekorasi pernikahan yang ditawarkan yaitu tematik maupun non tematik dan di dalam maupun di luar gedung. Latar belakang perancangan dari kantor Kieli Decoration yaitu membutuhkan sumber daya fisik untuk operasional perusahaan serta untuk menerima klien berkonsultasi. Selain itu, banyak perusahaan jasa dekorasi pernikahan di kota Semarang belum memikirkan desain kantor yang menarik dan mendukung kinerja serta produktivitas karyawan. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara serta studi pustaka mengenai kantor terutama kantor dekorasi pernikahan. Desain kantor Kieli Decoration memiliki konsep “Collaborative Space”, konsep tersebut mengutamakan cara kerja perusahaan yaitu kolaboratif agar kinerja staf lebih produktif dan lebih mudah. Diwujudkan dengan open space dan terdapat beberapa multipurpose workspace. Penerapan branding perusahaan diterapkan dari segi warna logo dan bentukan logo. Branding diterapkan di warna dinding, pola lantai, bentuk furnitur, penataan fungsi area, penggabungan fungsi area, penggunaan artwork. Area klien dan area staf dipisahkan termasuk juga aksesnya agar lebih profesional. Proyek kantor ini fokus mengejar desain yang dapat mencerminkan karakter perusahaan, mendukung cara kerja perusahaan dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada guna untuk meningkatkan produktivitas dan daya jual perusahaan serta agar dapat memberikan fasilitas yang maksimal bagi para klien.