Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL YELLOW FG DAN LIMBAH TEKSTIL BUATAN DENGAN TEKNIK ELEKTROOKSIDASI ., I Wayan Sapta Pratama Ariguna; ., Ni Made Wiratini, S.Pd.; ., Dr. I Dewa Ketut Sastrawidana,S.Si, M.
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kondisi optimum konsentrasi larutan NaCl, waktu elektrooksidasi dan jarak antara kedua elektroda grafit pada degradasi zat warna Remazol Yellow FG dengan teknik elektrooksidasi, (2) menentukan efisiensi degradasi zat warna Remazol Yellow FG pada kondisi optimum dengan teknik elektrooksidasi, (3) menentukan efisiensi degradasi limbah tekstil buatan pada kondisi optimum dengan teknik elektrooksidasi. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah zat warna tekstil Remazol Yellow FG dan limbah tekstil buatan. Obyek adalah konsentrasi zat warna Remazol Yellow FG dan absorbansi limbah tekstil buatan sebelum dan setelah degradasi pada kondisi optimum. Pengukuran konsentrasi Remazol Yellow FG dan limbah tekstil buatan setelah didegradasi dilakukan dengan menggunakan UV-VIS Shimadzu 1700 pada λmax 414 nm dan 598 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk mendegradasi Remazol Yellow FG diperoleh pada konsentrasi larutan NaCl 0,5M, waktu elektrooksidasi selama 2,25 jam dan jarak antara kedua elektroda 0,1cm dengan efisiensi degradasi sebesar 99,77%. Efisiensi degradasi limbah tekstil buatan yang dielektrooksidasi pada kondisi optimum diperoleh sebesar 99,04%Kata Kunci : efisiensi degradasi, limbah tekstil buatan, Remazol Yellow FG, teknik elektrooksidasi This study is aimed to (1) determine the optimum condition of NaCl concentration, the electrooxidation time and the distance between electrode to degrade Remazol Yellow FG by using electrooxidation technique, (2) determine the degradation efficiency of Remazol Yellow FG at optimum condition, (3) determine the degradation efficiency of artificial textile wastewater based on the value of absorbance at optimum condition by using electrooxidation technique. This study was an experimental research. The subjects of this study were Remazol Yellow FG and artificial textile wastewater. The objects were concentration of Remazol Yellow FG dye and absorbance of artificial textile wastewater before and after degradation at optimum condition. Concentration of Remazol Yellow FG and absorbance of artificial textile wastewater after degradation were measured by using UV-VIS Shimadzu 1700 at λmax 414 nm and 598 nm. The results showed that the optimum condition to degrade Remazol Yellow FG dye are at concentration of NaCl 0.5M, electrooxidation time of 2.25 hour and distance between electrode 0.1 cm with the efficiency of degradation is 99.77%. The efficiency of artificial textile wastewater in optimum condition is 99.04%keyword : artificial textile wastewater, degradation efficiency, electrooxidation technique, Remazol Yellow FG
ISOTERM ADSORPSI Cu2+ OLEH BIOMASSA RUMPUT LAUT Eucheuma Spinosum ., I Dewa Gede Dwi Prabhasastra Kusuma; ., Ni Made Wiratini, S.Pd.; ., Drs. I Gusti Lanang Wiratma,M.Si
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola isoterm adsorpsi Cu2+ oleh biomassa rumput laut Eucheuma spinosum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan variabel konsentrasi. Dalam penelitian ini digunakan 50 mL larutan Cu2+ yang divariasikan konsentrasinya yaitu 1, 10, 50, 100, dan 200 ppm. Pada saat dikontakkan dengan biomassa rumput laut Eucheuma spinosum, kondisi adsorpsi dikondisikan pada kondisi pH dan waktu kontak optimum yaitu pada pH 2,13 dan waktu kontak selama 60 menit. Pengujian konsentrasi Cu2+ setelah adsorpsi atau filtrat dilakukan dengan menggunakan AAS Varian SpectrAA-30. Data konsentrasi filtrat digunakan untuk memperoleh data massa Cu2+ yang teradsorpsi per gram adsorben, sehingga dengan diperolehnya data massa Cu2+ yang teradsorpsi per gram adsorben dan data konsentrasi pada saat setimbang maka dapat diperoleh isoterm adsorpsi ion Cu2+ oleh biomassa Eucheuma spinosum. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini, adsorpsi ion Cu2+ oleh biomassa rumput laut Eucheuma spinosum sesuai dengan isoterm adsorpsi Freundlich dengan nilai Kf sebesar 6,949 dan nilai 1/n sebesar 0,7956.Kata Kunci : isoterm adsorpsi Freundlich, biomassa Eucheuma spinosum, ion Cu2+ This research aims to determine the isothermal adsorption of Cu2+ ion by seaweeds Eucheuma spinosum. It was conducted by using an independent variable namely concentration. This research used 50 mL of Cu2+ solution which had variance concentrations such as, 1, 10, 50, 100, and 200 ppm, then contacted with Eucheuma spinosium in optimum pH about 2 and optimum time about 60. Examining of filtrate concentration was conducted by using Varian AAS SpectrAA-30, and then the data of concentration of Cu2+ which were not adsorbed could be obtained. This data was used for obtaining the mass of Cu2+ ion which was absorbed for each gram of sample, and then the isothermal adsorption of Cu2+ ion by Eucheuma spinosium. This research proved that isothermal adsorption of Cu2+ ion by Eucheuma spinosium was suitable with Freundlich isothermal adsorption, and the Kf value was 6,949 and the 1/n value was 0,7956.keyword : Freundlich isotherm adsorption, Eucheuma spinosum biomass, Cu2+ ions
ANALISIS PENGELOLAAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM PADA LABORATORIUM KIMIA DI SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING Shintya Dewi, Dewa Ayu Kadek Dian; Sastrawidana, Dewa Ketut; Wiratini, Ni Made
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.21162

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) pengelolaan alat dan bahan praktikum di SMA Negeri 1 Tampaksiring dilihat dari aspek perencaaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, inventarisasi, serta pemusnahan alat dan bahan yang rusak, dan (2) hambatan-hambatan yang dialami dalam mengelola alat dan bahan praktikum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengelolaan alat dan bahan praktikum pada laboratorium kimia belum dilaksanakan dengan optimal, khususnya pada aspek pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, inventarisasi, dan pemusnahan, (2) terdapat beberapa hambatan dalam mengelola alat dan bahan praktikum, yaitu a) pada proses pengadaan yaitu keterbatasan dana, b) pada penggunaan yaitu kondisi laboratorium yang digunakan sebagai ruangan kelas, kurangnya waktu, dan keterbatasan alat dan bahan praktikum, c) pada proses pemeliharaan dan inventarisasi yaitu waktu dan tenaga ahli, serta d) pada proses pemusnahan yaitu sulitnya mencari tempat untuk lubang pembuangan dan pemahaman guru yang kurang. Kata kunci: alat dan bahan praktikum, laboratorium kimia, pengelolaan. Abstract This research aimed to describe and explain (1) the management of practicum equipment and materials at SMA Negeri 1 Tampaksiring viewed from the aspects of planning, procuring, utilizing, maintaining, inventoring, and disposing of the broken practicum equipment and materials, and (2) the obstacles in managing practicum equipment and materials. This research was a qualitative research with a phenomenologyy approach. The research data was collected through observation, interviews, and documentation. The results of this research show that (1) the management of practicum equipment and materials has not been implemented optimally, especially in the aspects of procuring, utilizing, maintaining, inventoring, and disposing, (2) there are several obstacles in managing practicum equipment and materials, were a) in procuring prosses is funding, b) in utilizing prosses are laboratory conditions which is used as classroom, lack of time, and the limited practicum equipment and materials, c) in maintaining and inventoring prosses are lack of time and expertise, and d) in disposing prosses are the difficulty of finding a place for drainage holes and lack of understanding of teacher. Keywords: practicum equipment and materials, chemistry laboratory, management
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA Artini, Diah; Suardana, Nyoman; Wiratini, Made
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.21156

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan hidrokarbon terhadap hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini merupakan  eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Penebel tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimendan siswa kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Siswa di kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran kontekstual dan siswa di kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran discovery. Data hasil belajar kimia siswa dikumpulkan dengan cara testing menggunakan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif hasil belajar kimia siswa dideskripsikan berupa skor rata-rata pre-test dan post-test siswa. Analisis inferensial hasil belajar kimia siswa menggunakan analisis kovarian (Anakova) dengan taraf signifikansi 0.05 dan uji dilakukan dengan bantuan SPSS 16 for windows. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar kimia siswa. Skor rata-rata hasil belajar siswa di kelas eksperimen (73.42) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (64.26).  Katakunci: model pembelajaran kontekstual, model pembelajaran discovery, hasil belajar kimiaABSTRACTThis reseach aim to describe the influence of the contextual learning model to chemistry student’s achievement. It is a quasi-experiment reseach with nonequivalent pre-test post-test control group design. The population was the eleventh-grade student’s of SMA Negeri 1 Penebelon academic year 2018/2019. The samples werethe students of XI MIPA 1 class as experimental class and the students of XI MIPA 2 class as control class that selected with cluster random sampling technique. The students in the experimental class learned through the contextual learning model and the ones in the control class learned through the discovery learning model. The data on the chemistry student’s achievement were collected through the test of the achievement test. The data were analyzed through descriptive and inferential analysis. Descriptive analysisof chemistry student’s achievement were described in the form of the mean score of student’s pre-test and post-test. Inferential analysis of chemistry student’s achievement were used covarian analysis (Anacova) with 0.05 significance level and it was performed by the assist of SPSS 16 for windows. The results showed that there were the significant effect of contextual learning model to the chemistry student’s achievement. The mean score of student’s achievement in experimental class (73.42) was higher than control class (64.26). Keywords: contextual learning model, discovery learning model, chemistry student’s achievement
ANALISIS TES ULANGAN KENAIKAN KELAS BUATAN GURU MATA PELAJARAN KIMIA Prabayanti, Ni Made Dian; Sudiana, I Ketut; Wiratini, Ni Made
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v2i1.14127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kualitas tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA mata pelajaran kimia di SMA Laboratorium Undiksha. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluatif dengan metode analisis data yaitu deskriptif interpretatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah naskah soal ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tahun ajaran 2016/2017 mata pelajaran kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas isi tes ulangan kenaikan kelas X tergolong tinggi dan validitas isi tes ulangan kenaikan kelas XI IPA tergolong sedang, (2) validitas konstruk tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tergolong tinggi, (3) bahasa tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tinggi, (4) validitas butir soal tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA termasuk berkualitas baik, (5) reliabilitas tes pilihan ganda ulangan kenaikan kelas X tergolong dalam kategori tinggi, sedangkan reliabilitas tes uraian tergolong rendah, reliabilitas tes ulangan kenaikan kelas XI IPA tergolong sangat tinggi, (6) daya pembeda tes ulangan kenaikan kelas X pembeda berkualitas baik, sedangkan tes ulangan kenaikan kelas XI IPA bentuk pilihan ganda tergolong cukup baik dan bentuk uraian tergolong baik, (7) tingkat kesukaran tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tergolong baik, (8) efektifitas pengecoh yang berfungsi dengan baik pada tes ulangan kenaikan kelas X sebanyak 81 pengecoh, sedangkan kelas XI IPA sebanyak 69 pengecoh, dan (9) masih terdapat soal dengan ranah kognitif taksonomi bloom yang berbeda dengan ranah kognitif taksonomi bloom pada indikator. Saran yang dapat peneliti sampaikan terhadap hasil penelitian ini yaitu bagi sekolah agar memfasilitasi guru untuk dapat meningkatkan kompetensi pedagogik melalui forum akademik seperti pelatihan, seminar, atau sejenisnya terkait penilaian (assesment).
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KIMIA PEMINATAN DAN LINTAS MINAT DI TINGKAT SMA Widiawati, Kris Ayu; Sudiana, Ketut; Wiratini, Made
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i1.20945

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengelolaan pembelajaran kimia peminatan dan lintas minat di SMA Negeri 1 Seririt. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru kimia peminatan dan lintas minat, kepala SMA Negeri 1 Seririt, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, penilai kinerja guru, serta siswa kelas X MIA 3 dan X BABUD 1. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dukumen, observasi, wawancara, dan kuisioner. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pemilihan peminatan MIA, IIS dan BABUD ditentukan berdasarkan nilai Raport dan UNBK siswa pada jenjang SMP, angket minat dan tes psikologis, sedangkan mata pelajaran lintas minat ditentukan langsung oleh pihak sekolah. (2) Pengelolaan pembelajaran kimia peminatan dan lintas minat meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan dibuat sama tanpa memperhatikan karakteristik siswa. Pengelolaan pembelajaran yang sama berimplikasi terhadap minat, hasil dan kesulitan belajar siswa. Minat belajar siswa kimia peminatan pada aspek sebelum dan saat mendapatkan pembelajaran kimia lebih tinggi dibandingkan kimia lintas minat. Persentase minat belajar siswa kimia peminatan sebelum mendapatan pembelajaran kimia sebesar 63,89% dan kimia lintas minat sebesar 19,4%. Persentase minat belajar siswa kimia peminatan saat mendapatkan pembelajaran kimia sebesar 69,44% dan kimia lintas minat sebesar 33,11%. Hasil belajar kimia peminatan lebih tinggi dibandingkan lintas minatyaitu 8,3% di atas KKM dan di bawah KKM sebesar 91,7%, sedangkan siswa kimia lintas minat yang mencapai KKM sebesar 2,8% dan di bawah KKM sebesar 97,2%.AbstractThis study aims to describe and explain the management of chemistry learning specialization and cross-interest in SMA Negeri 1 Seririt. This research was carried out using a qualitative approach with a type of phenomenological research. Subjects in this study were chemistry specialization and cross-interest teachers, head of Seririt 1 Public High School, deputy headmaster in the curriculum field, teacher performance appraisers, as well as class X MIA 3 and X BABUD 1. Data collection methods used were document studies, observations, interview, and questionnaire. The research data were analyzed using qualitative descriptive techniques. The results of this study are as follows. (1) The selection of specialization of MIA, IIS and BABUD is determined based on the scores of the report cards and UNBK students at the junior secondary level, interest questionnaires and psychological tests, while cross-interest subjects are determined directly by the school. (2) Management of specialization and cross-interest chemistry learning including planning, implementation, assessment and supervision is made equal regardless of student characteristics. The same management of learning has implications for interests, outcomes and student learning difficulties. Interest in specialization chemistry students in the aspects before and when they get chemistry learning is higher than cross-interest chemistry. The percentage of interest in specialization chemistry students before getting chemistry learning was 63.89% and cross-interest chemistry was 19.4%. The percentage of interest in specialization chemistry students when getting chemistry learning was 69.44% and cross-interest chemistry was 33.11%. Chemistry specialization learning outcomes are higher than cross interests, 8.3% above KKM and below KKM 91.7%, while chemistry students across interests reach KKM at 2.8% and below KKM at 97.2%.Keywords: management of learning, specialization, cross interests, learning difficulties and interest in learning.
PROFIL SOAL UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN KIMIA SMA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 DITINJAU DARI KOMPETENSI DASAR ISI MATERI DAN JENJANG KELAS Subagia, I Wayan; Wiratini, Ni Made; Khairat, Fikriatul
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i1.20942

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan profil soal UN mata pelajaran kimia SMA tahun pelajaran 2017/2018 ditinjau dari kompetensi dasar, isi materi dan jenjang kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Soal UN mata pelajaran kimia ditinjau dari kompetensi dasar, terdapat 26 kompetensi dasar yang terlibat pada soal dengan persentase 37,14% dan 44 kompetensi dasar yang tidak terlibat dengan persentase 62,86%. Selain itu, terdapat kompetensi dasar yang memiliki jumlah soal lebih dari satu soal. (2) Soal UN mata pelajaran kimia ditinjau dari isi materi, terdapat  16 materi pokok yang terlibat pada soal dengan persentase 84,21% dan 3 materi pokok yang tidak terlibat dengan persentase 15,79%. Selain itu, terdapat materi pokok yang memiliki jumlah soal lebih dari satu soal. (3) Soal UN mata pelajaran kimia ditinjau dari jenjang kelas, kompetensi dasar dan isi materi pokok yang dominan terdapat di kelas XII sebanyak 40,0% (16 soal), kelas XI sebanyak  37,5% (15 soal) dan kelas X sebanyak 22,5% (9 soal).Kata Kunci: ujian nasional, kimia, SMAAbstractThis study aimed to describe and explain the profile of National Examination test of high school chemistry subjects in the academic year 2017/2018 viewed from basic competency, content, and grade level. The data collection method used is document study. Data were analyzed using quantitative descriptive techniques. The results of this study are as follows: (1) UN items for chemistry subjects viewed from basic competencies, ware 26 basic competencies involved in the problem with a percentage of 37,14% and 44 basic competencies not involved with the percentage 62,86%. In addition, there ware basic competencies which have more than one question. (2) UN items for chemistry subjects viewed from the contents, showed 16 subject matter involved in the question with a percentage of 84,21% and three subject matter not involved with a percentage of  15,79%. In addition, there ware a subject matter that had more than one question. (3) UN items for chemistry subjects for the 2017/2018 school year viewed from the grade level, the basic competencies and contents of the dominant subject matter in class XII as much as 40,0% (16 questions), class XI as much as 37,5% (15 questions) and class X as much as 22,5% (9 questions). Key words: national exam, chemistry  
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA NEGERI 2 NEGARA Pradnyantika, Luh Dian; Sudiana, I Ketut; Wiratini, Ni Made
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v2i1.14172

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar siswa, serta pengawasan pembelajaran kimia di SMA Negeri 2 Negara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), guru kimia, siswa, pengawas internal dan pengawas eksternal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) RPP untuk materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dibuat sendiri oleh guru yang komponen-komponennya disesuaikan dengan Permendiknas RI Nomor. 41 Tahun 2007. Namun, terdapat beberapa komponen RPP yang belum memenuhi Permendiknas RI Nomor. 41 Tahun 2007, seperti tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan kelengkapan instrument penilaian. (2) Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh guru kurang sesuai dengan RPP yang telah disiapkan, seperti langkah-langkah pembelajaran dan LKS yang diberikan tidak sesuai dengan LKS yang terdapat pada RPP. (3) Penilaian hasil belajar siswa mencangkup penilaian aspek kognitif dan afektif. Sedangkan untuk penilaian psikomotor tidak dilakukan oleh guru. (4) Pengawasan pembelajaran dilakukan oleh pengawas internal (guru senior, wakasek dan kepala sekolah) dan pengawas eksternal (Disdikpora Kabupaten Jembrana). Proses pengawasan yang telah dilakukan oleh pengawas internal meliputi tahap pemantauan, supervisi, dan evaluasi sedangkan pengawas eksternal meliputi pemantauan dan supervisi. Pengelolaan pembelajaran yang belum optimal berimplikasi pada ketercapaian tujuan pembelajaran kurang optimal.
PENGARUH PRAKTIKUM BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP PENGUASAAN KONSEP GAYA GRAVITASI Lasia, I Ketut; Wiratini, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian pengaruh praktikum berbasis lingkungan terhadap penguasaan konsep gaya gravitasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang dilaksanakan di Kelas V Sekolah Dasar Laboratorium Undiksha tahun ajaran 2009/2010. Eksperimen semu ini menggunakan nonequivalent control group design dengan melibatkan 83 orang siswa. Praktikum   berbasis lingkungan sebagai variabel bebas, sedangkan penguasaan konsep gaya gravitasi sebagai variabel terikat. Eksperimen ini dikontrol dengan praktikum   tidak berbasis lingkungan. Jenis tes digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes penguasaan konsep gaya gravitasi. Semua data dianalisis dengan t-Scheffe berbantuan SPSS 13.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan penguasaan konsep gaya gravitasi siswa pada model praktikum berbasis lingkungan ( dengan praktikum   tidak berbasis lingkungan ( berbeda secara signifikan (F=6,585; p<0,05) dan penguasaan konsep gaya gravitasi siswa yang mengikuti praktikum berbasis lingkungan lebih baik dibandingkan praktikum  tidak berbasis lingkungan ( LSD = 8,778 dan beda rata-rata kelompok eksperimen dan kontrol adalah 11,319).
PERANAN WANITA DALAM SENI PERTUNJUKAN BALI DI KOTA DENPASAR Wiratini, Ni Made; Ardika, M.A., Prof. Dr. I Wayan; Soedarsono, Prof. Dr. R.M.; Mariyah, M.S., Prof. Dr. Emiliana
E-Journal of Cultural Studies Vol. 1, No. 1 Desember 2007
Publisher : Cultural Studies Doctorate Program, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.079 KB)

Abstract

PROGRAM KAJIAN BUDAYAPROGRAM PASCASARJANAUDAYANA UNIVERSITYDENPASAR2007