Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Model Komunikasi Kyai dengan Santri (Studi Fenomenologi Pada Pondok Pesantren “Ribathi” Miftahul Ulum) Nasvian, Moch. Fuad; Dwi Prasetyo, Bambang; Wisadirana, Darsono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol 16, No 4 (2013)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.639 KB)

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang telah ada sejak masa awal Bangsa Indonesia. Pesantren merupakan merupakan tempat dimana ilmu agama Islam dan budaya asli Indonesia disandingkan dan disebarkan, namun keberadaan mereka saat ini banyak dituding sebagai sumber dari terorisme, khususnya pasca serangan World Trade Center New York 2011 lalu. Keberadaan pesantren sendiri tidak lepas dari sosok seorang Kyai sebagai sumber penyampai ilmu khususnya agama Islam, dan sebagai tokoh masyarakat yang dituakan. Penempatan posisi Kyai dalam pondok pesantren saat ini tidak lepas dari komunikasi yang dilakukan beliau terhadap santri, dimana dengan segala keterbatasannya, Kyai harus mampu tetap menjadi pengayom santri dan pesantren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun, memahami dan menganalisis model komunikasi Kyai dengan santri, khususnya pada konteks Pondok Pesantren “Ribathi” Miftahul Ulum. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah kajian yang memperkaya pemikiran dan data mengenai komunikasi dari perspektif budaya timur. Penelitian ini diharapkan menjadi bagian dari upaya kontekstualisasi agama Islam yang relevansinya dianggap minim dalam kehidupan saat ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode fenomenologi, yang didukung dengan teknik pengumpulan data dengan pengamatan pemeranserta. Fenomenologi digunakan untuk memahami bagaimana seseorang mengalami dan memberi makna pada sebuah pengalaman. Jadi merupakan riset terhadap dunia kehidupan orang-orang, pengalaman subjektif mereka terhadap kehidupan pribadi sehari-hari. Jadi kebenaran murni berasal dari statement obyek penelitian. Hasil penelitian ini berupa konstruksi model Komunikasi Kyai dan santri di Pondok Pesantren Ribathi Miftahul Ulum terbentuk dari interaksi tinggi antara Ustadz dengan Kyai, serta Ustadz dengan Santri, dimana Ustadz berfungsi sebagai pihak yang mampu menyambungkan komunikasi Kyai dengan santri. Model Komunikasi Kyai dan santri di Pondok Pesantren Ribathi Miftahul Ulum dipengaruhi oleh dipengaruhi oleh konsep Akhlak, Status Kyai dan Kharisma Kyai. Pendidikan akhlak merupakan cara Kyai untuk membentuk konteks komunikasi dalam pondok, yang akan memudahkan manajemen juga transfer ilmu dalam kegiatan pesantren. Sedangkan status dan kharisma Kyai merupakan faktor penambah legitimasi komunikator dalam konteks pondok pesantren. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Ribathi Miftahul Ulum, Kecamatan Dampit Malang, mengenai Model Komunikasi Kyai dan Santri, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Konstruksi model Komunikasi Kyai dan santri di Pondok Pesantren Ribathi Miftahul Ulum terbentuk dari intensitas interaksi yang tinggi antara Ustadz dengan Kyai, serta Ustadz dengan Santri, dimana Ustadz berfungsi sebagai pihak yang mampu menyambungkan pesan Kyai kepada santri baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Kata kunci: Komunikasi, Pondok Pesantren, Ribathi Miftahul Ulum, Kyai, Santri, Fenomenologi
KINERJA PRAKTISI PUBLIC RELATIONS DALAM IMPLEMENTASI KEGIATAN HUMAN RELATIONS (Studi Kasus Praktisi Public Relations Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan non Public Relations pada BUMN Kota Malang) Wardasari, Nilam; Wisadirana, Darsono; Nasution, Zulkarnaen
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.563 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5747

Abstract

Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia menempatkan praktisi Humasnya pada orang yang tidak sesuai, hal ini sesuai dengan yang dikatakan Direktur utama PT SemenGresik dalam dialog “Optimalisasi Publikasi BUMN dan Dukungan Publik” di Surabaya. Begitu jugadengan BUMN di Malang seperti PT PLN dan PT POS (Persero) Area Malang yang mempunyai praktisipublic relations dengan latar belakang pendidikan non public relations. Penelitian ini dilakukan gunamengetahui bagaimana eksistensi praktisi public relations pada PT PLN dan PT POS (Persero) AreaMalang, alasan pihak BUMN menempatkan praktisi public relations dan bagaimana kinerja praktisipublic relations dalam implementasi kegiatan human relations. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode studi kasus desain multikasus. Teknik pengumpulan data yang digunakanwawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan berdasarkan teknik purposif.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kasus individu dan analisis data lintas kasus.Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa eksistensi yang dimiliki oleh praktisi public relations padaPT PLN dan PT POS (Persero) Area Malang kuat, hal tersebut terbukti dari peranan dan keaktifanpraktisi public relations pada kegiatan human relations. Setiap BUMN mempunyai pertimbangandalam menempatkan praktisi public relations. Untuk PT PLN (persero) Area Malang mempunyaipertimbangan pengalaman bekerja di PT PLN dan kemampuan yang sudah terlihat. Sedangkan untukPT POS (Persero) Area Malang mempunyai pertimbangan berupa hasil nilai tes ujian dan interviewyang terbaik. Kinerja praktisi public reations dikatakan baik karena dapat memenuhi kepribadian yangbaik, kegitaan human relations yang merata dan hasil evaluasi kegiatan human relations yang baik pula.
Partisipasi Petani Dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pembangunan Irigasi (Studi Kasus HIPPA Desa Banyudono Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan) Setyohadi, Else; Wisadirana, Darsono
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 17, No 4 (2014)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Banyudono memiliki lahan sawah bagian hulu rawan kering sehingga menyebabkan sosio-ekonomi yang serba kekurangan (pemiskinan). Untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut perlu program pembangunan irigasi. Tujuan pembangunan kesadaran dan motivasi petani merupakan faktor yang menentukan karena manusialah yang menentukan tanah diusahakan akan rusak/produktif lestari. Penelitian ini bertujuan: 1). Mendeskripsikan partisipasi petani dalam pembangunan irigasi dari pengambilan keputusan, sampai pemanfaatan dan pelestarian 2). Mengetahui keterkaitan partisipasi petani pada program pembangunan irigasi dengan penanggulangan kemiskinan dari pola tanam, produktivitas dan pendapatan petani. Jenis Penelitian kualitatif, dengan metode  Studi Kasus, penentuan informan Purposive Sampling dan Snowball.  Informan kasi SDA Dinas Pengairan, juru, ketua HIPPA, petani. Hasil penelitian : a. HIPPA aktif berpartisipasi  dalam pengambilan keputusan memberikan usulan rencana tata tanam dan perbaikan. Keputusan rencana tata tanam ditetapkan Dinas Pengairan dalam rapat komisi irigasi, perbaikan ditetapkan dinas disesuaikan dana dan prioritas; Petani aktif pelaksanaan kegiatan keduk waled dan rehabilitasi saluran secara swakelola; Petani tidak ikut dalam pemantauan dan evaluasi. Pemanfaatan dan pelestarian hasil pembangunan irigasi mewujudkan efisiensi, efektivitas dan keberlanjutan sistem irigasi. b. HIPPA bagian hilir tidak berpartisipasi dengan hambatan tidak adanya air permanen, adanya pungutan dari pemerintah dan kepengurusan tidak berhonor. Partisipasi petani dalam pembangunan irigasi merubah pola tanam, produktivitas dan pendapatan petani meningkat.
EVALUASI MODEL PEMBERDAYAAN KOPERASI INTAKO PADA UMKM DI SENTRA INDUSTRI TAS DAN KOPER TANGGULANGIN SIDOARJO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEMISKINAN Aminy, Aisyah; Wisadirana, Darsono; M. Siahaan, Hotman
Ekonomi Bisnis Tahun 20, No. 2, Juli 2015
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.352 KB) | DOI: 10.17977/um042v20i1p53-67

Abstract

Peranan UMKM yang begitu besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan mencegah kemiskinan.UMKM memberikan kontribusi yang mencapai 54,34% terhadap total nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada Tahun 2012. Dibalik potensinya, UMKM memiliki kendala dan keterbatasan baik secara internal maupun eksternal sehingga pemberdayaan perlu dilakukan. Pendekatan sentra atau clustering dianggap merupakan strategi yang tepat untuk melakukan pemberdayaan UMKM. Sentra Industri Tas dan Koper Tanggulangin Sidoarjo memiliki model pemberdayaan untuk memaksimalkan pengembangan sentra yaitu dengan adanya Koperasi INTAKO. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan model pemberdayaan Koperasi INTAKO pada UMKM yang sudah dijalankan di sentra industri tas dankoper Tanggulangin Sidoarjo, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas model pemberdayaan tersebut, dan (3) menyusun formulasi model pemberdayaan Koperasi INTAKO yang efektif pada UMKM di sentra tersebut dalam pencegahan kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan perlu adanya modifikasi pada berbagai program yang selama ini dijalankan oleh Koperasi INTAKO sebagai bentuk pemberdayaan kepada anggotanya. Dengan modifikasi model pemberdayaan Koperasi INTAKO tersebut diharapkan menjadi sebuah upaya pencegahan kemiskinan terutama bagi pelaku usaha mikro.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Ekonomi Kreatif Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus Industri Kerajinan Alat Tenun Bukan Mesin di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan) Permana, Bagus Udiansyah; Wisadirana, Darsono; Mardiyono, Mardiyono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol 17, No 4 (2014)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.408 KB)

Abstract

Kebijakan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pasuruan sangat mendukung peningkatan ekonomi lokal. Industri kerajinan ATBM di Kecamatan Purwosari merupakan potensi unggulan daerah yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil pembahasan diidentifikasi menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan 1) pemberdayaan masyarakat pada kerajinan ATBM dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya manusia lokal dengan strategi dan pendekatan pemberdayaan 5P (pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan). 2) faktor pendorong : SDM lokal mempunyai kreativitas tinggi, pemberdayaan kerajinan ATBM berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat miskin perajin ATBM, dukungan pemerintah melalui Gelar Produk Unggulan setiap tahun dapat meningkatkan akses pemasaran. Faktor penghambat :  akses permodalan yang terbatas, sulit mendapat tenaga kerja karena upah rendah dan lebih memilih bekerja di pabrik, produk ATBM belum terstandarisasi sehingga rentan akan persaingan dengan produk ATBM dari daerah lain. 3) peran pemerintah: regulator, fasilitator, konsumen, dan investor ; peran bisnis: pencipta peluang pasar, mitra usaha dan lapangan kerja dan pembinaan kelompok masyarakat ; peran cendekiawan: pendorong penciptaan SDM kreatif dan penggerak pengembangan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Women’s Participation in Rural Development (A Gender Study on the Women’s Involvement in Musrenbangdes in the Villages District Blayu and Patokpicis Wajak Malang) Jaenudin, Ahmad; Wisadirana, Darsono; Mu’adi, Sholih
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 20, No 3 (2017)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.064 KB)

Abstract

The patriarchate pattern in the rural society limits the right and obligaten among women to contribute in rural development through musrenbangdes. The main problem of the research is how is women participation in rural development through  musrenbangdes?  The aim of this research is to analyze the positions, ferms, and factors that influence the women participation. This is a qualitative research, using PRA Robert Chambers approachment, snowballing sampling technigue,  primary data collecting technigue through;  observation, interview, FGD. And secundary data collecting through;  documents, data validity  examination technique, source based triangulation, and data management technique; Miles and Huberman interactive analysis. Results; 1) Contribution position in administrative and consumption field, 2) Direct contribution in programme planning and programme accomplishment, indirect contribution as a participator and moral supporting, 3) Supporting factors; women awareness, socialization and invitation, chance to be part of stakeholder, male support. As the carrier factors;  unsuitable schedule of the musrenbangdes for the women, the women multiple roles, lack of socialization and invitation, low level of education. Summary, the inferior position and women minimun contribution due to some internal and external factors from the women side themselves. As consideration, it is necessary for the rural government to increase the socialization, the awareness of the female , increasing male support,  and the importance of women rural leader. 
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN PADA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN DI KABUPATEN PASURUAN (STUDI KASUS DI DESA GAJAHBENDO, KECAMATAN BEJI, KABUPATEN PASURUAN) Amrizal, M Hery; Wisadirana, Darsono; Kanto, Sanggar
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 9, No 2: Oktober 2016
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.504 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v9i2.3373

Abstract

Salah satu program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan dilaksanakannya suatu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ? Mandiri Perkotaan .Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikandan menganalisa bentuk partisipasi perempuan dalam PNPM-MP, menganalisa faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhi partisipasi perempuan, dan untuk menganalisa implikasi partisipasi perempuan terhadap peningkatan kapabilitas perempuan dalam PNPM-MP. Teori teknik longwe yang digunakan sebagai alat analisis proses pemampuan perempuan, tetapi tujuanya adalah untuk memahami lima butir kriteria analisis yaitu dimensi kesejahteraan, dimensi akses, dimensi penyadaran, dimensi partisipasi aktif, dan dimensi penguasaan / control. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan di  dalam PNPM-MP di Desa Gajahbendo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan sudah terimplementasikan dalam siklus kegiatan pemberdayaan di PNPM-MP, ditemukannya berbagai macam faktor pendorong dan faktor penghambat baik faktor internal maupun faktor eksternal, serta implikasi partisipasi perempuan terhadap peningkatan kapabilitas perempuan adalah perempuan aktif dalam pembangunan dengan perannya sebagai subyek pembangunan.
Peranan Zakat Sebagai Manifestasi Ketaqwaan Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Implementasi Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad Desa Sidowungu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik) Abiyoso, Lukman; Wisadirana, Darsono; Mu’adi, Solih
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.334 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.02.1

Abstract

Membayar zakat adalah salah satu bentuk manifestasi ketaqwaan seseorang, dimana taqwa merupakan kunci dari pintu kesejahteraan. Sehingga ketika kita mengkaji penanggulangan kemiskinan tidak dapat dipisahkan dari ketaqwaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh oleh Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad, (2) Sasaran yang dicapai oleh Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad dalam menanggulangi kemiskinan (pemenuhan kebutuhan dasar), dan (3) Faktor-faktor yang mengindikasikan ketaqwaan masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan. Penelitian dilakukan di desa Sidowungu Kecamatan menganti Kabupaten Gresik dengan studi implementasi pada Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad. Informan dari penelitian ini adalah amil, muzakki dan mustahiq yang dipilih dengan menggunakan teknik snawball sampling, dimana data yang terkumpul akan dianalisa menggunakan model interaktif (miles dan huberman,1992). Hasil dari penelitian yaitu (1) Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad melibatkan masyarakat untuk aktif dalam pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh, mulai dalam perencanaan, pengumpulan, pendistribusian, sampai pada pengidentifikasian fakir miskin, (2) Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad menggunakan dua variabel dalam mengukur kemiskinan, yaitu variabel ekonomi dan varibel non-ekonomi untuk menentukan fakir dan miskin sebagai sasaran dalam penanggulangan kemiskinan, (3) Janji ALLAH SWT dalam Al-Qur’an Surat Ath-Thalaaq ayat dua sampai ayat tiga bagi orang yang bertaqwa memotifasi masyarakat desa Sidowungu untuk bersedekah sebagai perwujudan dari ketaqwaannya. Kata kunci : Lembaga Amil Zakat, Zakat, Taqwa, Kesejahteraan, Kemiskinan
Social Practices of The Warok In Bhuwuhan Tradition in Taropan Community Kumala Devi, Nourma Ulva; Wisadirana, Darsono; Chawa, Anif Fatma
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.791 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2017.020.01.6

Abstract

Every celebration (hajatan) is related to the contribution custom or bhuwuh, especially the tradition in society of Taropan community in conducting routine Bhuwuhan. Bhuwuhan tradition is based on the Adep Asor value which is an attitude to honor the older relatives and the elder figures (Warok) during celebration. There is an agreement in Taropan community that is built by the Warok and the members to contribute and return the bhuwuhan during the celebration. This tradition is much conducted by the society in Pesawahan, Pedagangan and Tegalwatu villages. Therefore, the objectives of this research are to explain the routine bhuwuhan process that can be a tradition in Taropan community and analyze the social practices of Warok through the capital power-owned in order to preserve the bhuwuhan tradition in Taropan community. The research uses qualitative method by using case study approach through observation, interview and documentation. The research uses social practice theory of Pierre Bourdieu with structure analysis and agent through habitus discourse, arena and capital as the capacity of the actors. 1This custom is based on a strong kinship system and adep asor value between the members and the Warok by contributing and returning more bhuwuhan which are as a binder (investment) to make the kinship keep preserved. Moreover, social practices of the Warok to the members through the cultural, economic, social and symbolic capitals are determining the dominant position of the Warok in preserving the bhuwuhan tradition in Taropan community.
Policy Implementation of Integrated Poverty Alleviation Program-Village-based Surgery (PTPK-BBK) (Case Study in Fishermen Community in Bantaya Village, Parigi Sub-district, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province) Susanto, Susanto; Wisadirana, Darsono; Muadi, Sholih
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.115 KB)

Abstract

The problem of poverty is a crucial issue in Indonesia; one of the issues is in Bantaya village, Parigi Sub-district, Parigi Moutong Regency. Therefore, it needs the poverty alleviation program, in this case Integrated Poverty Alleviation Program-Village-based Surgery (PTPK-BBK). The type of research is a qualitative descriptive, in which data collection is conducted by interviews with the key informants and data analysis is conducted via triangulation. The research results are: (1) the implementation of PTPK-BBK program in Bantaya village has been done in accordance with the procedure. Nevertheless, the PTPK-BBK program gives less significant impact on the life of fishermen. It is due to lack of post-implementation of evaluation and monitoring program; (2) the supporting factor of PTPK-BBK is the facilitators who carry out their duties maximally, meanwhile the inhibiting factor is coming from the community itself or within the program such as the natural disaster, middlemen, and low evaluation system.