Kasim Yahiji
Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SYAIR ZUHDIYÂT KARYA ABU AL-‘ATÂHIYAH Yahiji, Kasim; Damhuri, Damhuri
Al-Ulum Vol 14, No 1 (2014): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana penanaman nilai-nilai karakter bukanlah baru dalam Sistem Pendidikan Nasional. Hal itu dimotivasi oleh kesadaran nasional akan pentingnya pembinaan karakter generasi muda sebagai jaminan kekuatan bangsa. Tujuannya, untuk berkembangnya potensi pembelajar menjadi manusia beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab, sesuai amanat UU Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini mengisyaratkan bahwa yang pertama ditanamkan adalah nilai-nilai kebenaran dan kebaikan universal, tanpa formalisasi sumbernya. Karya sastra merupakan salah satu sumber yang sarat dengan pesan-pesan moral yang dapat digali untuk menemukan kebenaran yang bersifat penawaran, untuk ditransfer kepada peserta didik. Nilai-nilai pendidikan karakter dalam karya sastra dapat ditanamkan kepada peserta didik melalui penghayatan emotif tanpa harus diceramahi. Syair-syair Abu al-‘Atâhiyah merupakan salah satu karya sastra yang sarat dengan pesan-pesan moral yang dapat digali dan diimpelementasikan dalam pendidikan, baik formal maupun non-formal  -------------------------Discourse of the implementation of character values on the National Educational System is not a new agenda. The implementation has motivated by the national awareness about the importance of character building toward the young generation as the guarantees for nation strength. The aim is to improve students’ potency and build them to be piety to Allah SWT, to have good personality, to be healthy, intellectual, smart, and creative, be autonomous, and become democratic citizen, responsible, in accordance with the message on the law of National Education system. It is indicated that the first value should be implemented is universal truth without formulating the source. Literature works is one of sources which full of moral teaching and can be analyzed to find out the truth, and transferred to the students. The values of educational character on literature work can be implemented to students through emotional analysis. Abu al-‘Atâhiyah poems is one of literary works which full of moral teaching and can be analyzed and implemented on education, both formal and non-formal schools.
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Implikasi Terhadap Peningkatkan Mutu Pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo Lakisa, Nawir; Yahiji, Kasim; Posangi, Said Subhan
Irfani Vol. 15 No. 2 (2019): Irfani: Journal Of Islamic Education
Publisher : Irfani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat strategi kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo, factor-faktor yang menjadi penghambat strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo dan Solusi dari Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi kepala Madrasah dalam peningkatan mutu guru,yaitu: 1) Keadaan mutu guru yaitu jumlah guru keseluruhan 68 orang, berijazah S1 50 orang, S2 18 orang . guru yang PNS 52 orang, dan guru yang GTT 14 orang. Semua guru membuat Silabus, RPP, penilai dan Jurnal. 2) Strategi Kepala Madrasah dalam peningkatan guru, a) Menyelenggarakan penataran (workshop) Madrasah. b) Memberi kesempatan kepada guru untuk meningkatkan pendidikannya. c) menyarankan guru agar melanjutkan ke S2. d) mningkatkan sikap profesionalisme guru. Yaitu kepala Madrasah menjalankan supervise untuk penilain guru setiap satu semester , dan e) menyarankan agar guru selalu rajin membaca, dan belajar, 3) kendala yang dihadapi kepala Madrasah dalam peningkatan mutu guru, antara lain: kemampuan teknologi guru yang kurang, kedisiplinan guru kurang jarak rumah dengan Madrasah jauh. (4) solusi yang diberikan oleh kepala Madrasah dalam peningkatan mutu guru yaitu menganjurkan guru agar kursus komputer, memberikan pembinaan, motivasi, ,dan saran agar guru berangkat lebih pagi dari rumahnya.
Chinese ways of being good Muslim: from the Cheng Hoo Mosque to Islamic education and media literacy Rahmawati, Rahmawati; Yahiji, Kasim; Mahfud, Choirul; Alfin, Jauharoti; Koiri, Much
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Vol 8, No 2 (2018): Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijims.v8i2.225-252

Abstract

This article aims to explore the Chinese ways of being Muslim, from buildingthe Cheng Hoo mosque to serving Islamic education and media literacy. Inthe current millennial disruption era, the role of communication medialiteracy in the contemporary Indonesian Chinese Muslim community needsto be studied further, especially its role in supporting the status of being goodChinese Muslim. This article is also intended to discuss the Chinese ways offostering converts and Chinese Muslims through both communication medialiteracy and information technology literacy. Through media analysis method,communication media literacy is part of communication which is based on whosays what, in which channel, to whom, with what effects. This research finds outthat communication media literacy is used by the Indonesian Chinese Muslimcommunity through the publication of Cheng Hoo magazine, WhatsApp ForumPITI Jatim, website, and Facebook. All of these media are used and have asignificant effect on the relation, interaction, aspiration, and communicationbetween the Chinese Muslim community and Chinese non-Muslim community,and the Chinese Muslim community with non-Chinese Muslims in Indonesia.Moreover, the Chinese ways of being good Muslims could also be understoodfrom various ways in establishing Cheng Hoo Mosque, Islamic educationservices based on Chinese community from Kindergarten, Islamic ElementarySchool, Pesantren, and routine or regular discussions.Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana cara-cara orangTionghoa menjadi Muslim dari upaya pembangunan masjid Cheng Hoo hinggapelayanan pendidikan Islam dan literasi media. Di era disrupsi milenial sepertisaat ini, peran literasi media komunikasi dalam komunitas Tionghoa Muslimdi Indonesia kontemporer perlu dikaji lebih lanjut, khususnya perannya dalammendukung menjadi muslim Tionghoa yang baik. Paper ini juga bertujuanuntuk membahas cara Tionghoa dalam pembinaan mualaf dan MuslimTionghoa melalui literasi media komunikasi dan teknologi informasi. Melaluimetode analisis media, literasi media komunikasi merupakan bagian darikomunikasi yang berbasis pada siapa bicara apa, kapan, di mana dan melaluimedia apa serta apa dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasimedia komunikasi yang digunakan komunitas Tionghoa Muslim di Indonesiamelalui penerbitan majalah Cheng Hoo, WhatsApp Forum PITI Jatim, Website dan Facebook. Semua media tersebut digunakan dan memiliki dampak signifikanbagi relasi, interaksi dan komunikasi antara komunitas Tionghoa Muslimdengan Tionghoa non-Muslim dan komunitas Tionghoa Muslim dengan non-Tionghoa Muslim di negeri ini. Lebih dari itu, cara Tionghoa menjadi Muslimyang baik juga terlihat dalam beberapa pelayanan pendidikan Islam berbasiskomunitas Tionghoa di Indonesia dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah DasarIslam, pengajian rutin, dan Pesantren.
INTEGRASI NILAI KARAKTER PADA MATA PELAJARAN UMUM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP AKTIVITAS SOSIAL DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK Yahiji, Kasim
Irfani Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani : Journal of Islamic Education
Publisher : Irfani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.504 KB)

Abstract

Pendidikan yang bermutu masih merupakan salah satu masalah nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesi dewasa ini.Berbagai usaha telah dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan.Mulai dari perubahan undang-undang yang disertai komponen-komponen normatifnya, pembaharuan kurikulum nasional, perbaikan mutu ketenagaan, hingga sarana/prasarana sekolah sudah dilakukan.Namun itu semua masih jauh dari kata memadai, dan hasil pendidikan justru belum menjamin terwujudnya watak generasi bangsa Indonesia yang berkarakter.Dari asumsi ini maka dalam konsep pembelajaran penting untuk mengintegrasikan muatan pelajaran dengan nilai-nilai luhur yang mencerminkan karakter bangsa.
STRATEGI PENGELOLAAN MOTIVASIONAL: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional Pendidikan Islam Yahiji, Kasim
Irfani Vol. 13 No. 1 (2017): Irfani : Journal of Islamic Education
Publisher : Irfani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.551 KB)

Abstract

Penelitian ini ingin menelusuri dan mencari jawaban tentang pertanyaan seberapa besar strategi pengelolaan motivasional: suatu tinjauan konseptual pendidikan Islam.Selain itu dipertanyakan seberapa besar peran pendidik dalam menyusun strategi pengelolaan motivasional guna tercapainya interaksi antara pendidik dan peserta didik, serta bagaimana membangkitkan dan menumbuhkan keyakinan siswa dalam meningkatkan motivasinya. Dari beberapa pertanyaan itu dapat ditelusuri bahwa pendidik sebagai inspirator dalam dunia pendidikan, terutama pendidika Islam. dimana guru yang menjadi inspirator harus mampu memberikan motivasi kepada peserta didik agar mereka mampu mengembangkan kreativitasnya dalam mengahadapi persaingan global.
Traffic Education In Contemporary Islamic Education Curriculum In Indonesia Yahiji, Kasim; Sukmawati, Heni; Alfin, Jauharoti; Mahfud, Choirul
TADARUS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.069 KB)

Abstract

Abstract Islamic studies that discuss the issue of traffic education in contemporary Islamic education curriculum in Indonesia are necessary to be followed up more seriously. In this context, the main purpose of this research is to find out what and how the problems of traffic as well as traffic education in Indonesia? What is the urgency of developing a traffic education curriculum in an Islamic perspective? This paper is written using qualitative data which is based on references and literature on books, news, journals and opinions in the mass media and other relevant sources in the study of the development of the traffic education in contemporary Islamic education curriculum in Indonesia. The results of the study show that: First, the problem of traffic education in Indonesia is very complex. From day to day, we know that the number of accidents has not yet dropped significantly.Even the highest accident rates occur in the age of students and school children. Secondly, the development of a traffic education curriculum in an Islamic perspective is very urgent given the many problems caused by the many factors underlying traffic accidents. Muslims and Islamic education institutions in this country should take a role of the awareness of students and schoolchildren to carefully keep trying to realize, know and obey all traffic rules for the safety and common good. Keywords: Traffic Problems, Curriculum Development and Islamic Education
Actualization of Local Wisdom in Anticipating Radicalism of Religion In Gorontalo Indonesia Rahmawati, Rahmawati; Rusli, Muh.; Yahiji, Kasim
KALAM Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.702 KB) | DOI: 10.24042/klm.v12i2.2676

Abstract

This paper aims to express the values of local wisdom that belong to the people of Gorontalo, Indonesia. The values of local wisdom need to be explored to anticipate the symptoms of religious radicalism that began to emerge in the life of the people of Gorontalo city. Using phenomenology method, this study analyzes the data obtained through interviews, observation, documentation, and focus group discussions. The results of the study show that Gorontalo people have many local wisdom values, such as huyula; dulohupa;Modungohe ta Uda’a; Mopiyohu to bisala wawu huhutu; dan Tombulu. In the local wisdom found the value of mutual cooperation, deliberation, adherence to custom , tolerance, love for the motherland, moral education, self-purification, deepening of Islamic teachings, benevolence, and virtue. This study concludes that Gorontalo people have internal strength as social capital to anticipate the symptoms of religious radicalism.
Revitalisasi Pembinaan Akhlak Peserta Didik dalam Meningkatkan Kecerdasan Spritual Quotient di Era 4.0 Yahiji, Kasim; Damhuri, Damhuri
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2018): Jurnal al-Minhaj
Publisher : MPI Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji revitalisasi pembinaan akhlak peserta didik dalam meningkatkan kecerdasan spiritual quetiont di era 4.0 yang difokuskan pada peserta didik disalah satu Madrasah Aliyah Swasta Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatitif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa pola pembinaan akhlak yang diterapkan menggunakan beberapa pola pembinaan akhlak diantaranya dengan menggunakan pola pembinaan keteladanan, pembiasaan, mauizah, targib dan tarhib, ceramah, motivasi, penegakan aturan, dan sedikit pengajaran. Akan tetapi pola pembinaan akhlak belum optimal karena masih ada anak yang membuat ulah, mengambil barang milik orang lain serta malas untuk mengikuti pembelajaran,hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya masih kurangnya program yang terkait dengan pembinaan akhlak, kurangnya peran orang tua dalam mengawasi perkembangan akhlak dirumah, serta kondisi lingkungan yang tidak menunjang dalam pembinaan akhlak, sehingga kecerdasan spiritual quetiont sebagian peserta didik masih perlu perhatian khusus dari pihak sekolah dengan pola pembinaan akhlak yang lebih efektif guna meningkatkan kecerdasan spiritual quetiont yang dimiliki peserta didik. Dalam mewujudkan hal tersebut di era 4.0 saat ini hendaknya guru jangan merasa bosan untuk selalu memberikan pembinaan akhlak kepada para peserta didik, agar penanaman akhlak yang diinginkan terwujud menjadi generasi yang berakhlakul kharimah.
Makna Zikir Bagi Jemaah Tarekat Naqshabandīyah Khālīdīyah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia di Kota Gorontalo Rahmawati, Rahmawati; Yahiji, Kasim; Mustakimah, Mustakimah
TEOSOFI: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Vol. 8 No. 2 (2018): December
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.217 KB) | DOI: 10.15642/teosofi.2018.8.2.325-350

Abstract

This article attempts to elaborate the existence of dhikr along with its meaning performed and hold by the members of the Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia under the auspices of the Tarekat Naqshaband?yah Kh?lid?yah in Gorontalo City. The study indicates that dhikr is a substantially mandatory ritual that must be performed by the followers of the tarekat. In this point they interpret the meaning of dhikr within various arguments. The tarekat members who reached what so-called the level of tawh?d ?aq?dah argue that dhikr is an important matter which brings about positive energy and leads its performers to discover true religious spirituality. They believe that the positive energy becomes significantly determinant factor and it has relevance to solve the problems of daily life. On the other side, the tarekat members who have reached the level of taw??d ??fi interpret dhikr as a spiritual obligation which orients its performers to lovingness and intimacy with God. To the urban society of Gorontalo dhikr is viewed as a mindset which emphasizes that within spiritually sacred realm, on one hand, dhikr provides a positive indication which is coherently compatible with the profane reality of their life on the other.
Actualization of Local Wisdom in Anticipating Radicalism of Religion In Gorontalo Indonesia Rahmawati, Rahmawati; Rusli, Muh.; Yahiji, Kasim
KALAM Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.702 KB) | DOI: 10.24042/klm.v12i2.2676

Abstract

This paper aims to express the values of local wisdom that belong to the people of Gorontalo, Indonesia. The values of local wisdom need to be explored to anticipate the symptoms of religious radicalism that began to emerge in the life of the people of Gorontalo city. Using phenomenology method, this study analyzes the data obtained through interviews, observation, documentation, and focus group discussions. The results of the study show that Gorontalo people have many local wisdom values, such as huyula; dulohupa;Modungohe ta Uda’a; Mopiyohu to bisala wawu huhutu; dan Tombulu. In the local wisdom found the value of mutual cooperation, deliberation, adherence to custom , tolerance, love for the motherland, moral education, self-purification, deepening of Islamic teachings, benevolence, and virtue. This study concludes that Gorontalo people have internal strength as social capital to anticipate the symptoms of religious radicalism.