Irni Yunita
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu No. 1 Bandung 40257

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Dividend Payout Ratio, dan Current Ratio terhadap Risiko Sistematis Ferranti, Della; Yunita, Irni
TRIKONOMIKA Vol 14 No 1 (2015): June Edition
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.276 KB) | DOI: 10.23969/trikonomika.v14i1.591

Abstract

Investing is an activity that sacrifice the resources at this time in hopes of gaining greater profits in the future.. Before making an investment decision, an investor will consider many factors, one of which is about risk. There are two types of risk, systematic risk and unsystematic risk. Systematic risk is reflected in the value of beta coefficient. Beta indicates the volatility of stock return to market return. The purpose of this study was to determine the influence of inflation, interest rate, dividend payout ratio, and current ratio on systematic risk in State-owned Enterprises. This research was classified as descriptive verificative research. This study used data panel analysis with methods Common Effect Methods. These results indicate that inflation, interest rate, dividend payout ratio and current ratio does not have significant influence on systematic risk in State-owned Enterprises listed in Indonesia Stock Exchange period 2011-2013 either simultaneously or partially.
ANALISIS JANUARY EFFECT TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2019 Munica, Firrisa Tsamara; Yunita, Irni
Jurnal Mitra Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Januari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.153 KB) | DOI: 10.52160/ejmm.v4i1.323

Abstract

January effect adalah kondisi dimana return saham bulan Januari lebih tinggi dari rata-rata return bulan selain Januari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi January effect di Bursa Efek Indonesia atau tidak terjadi. Jika ada perbedaan return saham bulan Januari dengan rata-rata return bulan selain januari maka terjadi January effect, begitu pula sebaliknya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Penelitian ini menggunakan sampel seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 dengan menggunakan data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji One way ANOVA. Hasil dari analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan return saham pada bulan Januari dengan rata-rata return saham selain bulan Januari di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019, sehingga dapat disimpulkan bahwa di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019 tidak terjadi January effect.
Analisis Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Dividend Payout Ratio, dan Current Ratio terhadap Risiko Sistematis Ferranti, Della; Yunita, Irni
Jurnal Trikonomika Vol 14, No 1 (2015): Trikonomika Juni 2015
Publisher : Jurnal Trikonomika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Investasi adalah suatu kegiatan mengorbankan sumber daya yang dimiliki saat ini dengan harapan mendapatkan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang. Sebelum membuat keputusan investasi, seorang investor akan mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya adalah risiko. Risiko ada dua tipe yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis tercermin pada nilai koefisien beta. Beta menunjukan volatilitas return saham terhadap return pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi, tingkat suku bunga, dividend payout ratio, dan current ratio terhadap risiko sistematis pada perusahaan BUMN. Penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian deskriptif verifikatif. Penelitian ini menggunakan analisis data panel dengan metode Common Effect. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa inflasi, tingkat suku bunga, dividend payout ratio, dan current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko sistematis pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013 baik secara simultan maupun secara parsial.
PENGARUH RASIO-RASIO RISK-BASED BANK RATING (RBBR) TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI Pramana, Agita Putra; Yunita, Irni
Jurnal Manajemen Indonesia Vol 15 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.916 KB) | DOI: 10.25124/jmi.v15i1.394

Abstract

Peringkat obligasi merupakan salah satu indikator ketepatan waktu pembayaran pokok dan bunga utang obligasi. Selain itu, peringkat obligasi mencerminkan skala risiko dari semua obligasi yang diperdagangkan. Dengan demikian semakin tinggi peringkat obligasi, semakin menunjukkan bahwa obligasi tersebut terhindar dari risiko default. Namun hingga saat ini tidak ada keterangan yang jelas bagaimana lembaga pemeringkat memperingkatkan obligasi. Sebagai investor perlu mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi peringkat obligasi, sehingga investor tahu pasti keadaan perusahaan sebelum memutuskan melakukan investasi. Risk-based bank rating (RBBR) menggantikan analisis CAMEL dalam menilai kesehatan perbankan. Sedangkan telah diketahui bahwa analisis CAMEL tidak hanya dapat digunakan untuk menilai kesehatan bank namun dapat juga digunakan sebagai indikator dalam menyusun peringkat dan memprediksi kebangkrutan bank. Demikian pula dengan RBBR, cakupan penilaian yang digunakan RBBR meliputi faktor Profil Risiko (risk profile), Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas (earnings), dan Permodalan (capital). Jika dihubungkan dengan peringkat obligasi, RBBR memiliki kesamaan dalam pengukuran kinerja perusahaan melalui rasio-rasio keuangan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh rasio-rasio yang digunakan pada RBBR terhadap peringkat obligasi. Rasio yang menjadi variabel dari penelitian ini adalah NPL, LDR, BOPO, ROA, NIM, dan CAR. Serta melibatkan delapan bank yang terdafar di Bursa Efek Indonesia untuk dijadikan sampel dalam penelitian berdasarkan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi data panel selama periode tahun 2009-2013. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rasio-rasio RBBR secara simultan terhadap peringkat obligasi dan hanya rasio NPL yang berpengaruh secara parsial terhadap peringkat obligasi sedangkan rasio LDR, BOPO, ROA, NIM, dan CAR tidak berpengaruh secara parsial terhadap peringkat obligasi. Pada rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian menunjukkan bahwa rasio tersebut dapat menjelaskan peringkat obligasi sebesar 95,57%. sedangkan sisanya 4,43% dijelaskan oleh rasio lain di luar penelitian.
MARKOWITZ MODEL DALAM PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL (STUDI KASUS PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX) Yunita, Irni
Jurnal Manajemen Indonesia Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Manajemen Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.861 KB) | DOI: 10.25124/jmi.v18i1.1262

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pemilihan portofolio optimal menggunakan model Markowitz. Penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2013 - 2018. Sampel penelitian terdiri dari 29 saham yang terdapat dalam Jakarta Islamic Index tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 saham yang termasuk ke dalam portofolio optimal yaitu antara lain AKRA (3.4%), ADRO (3.3%), ICBP (4.7%), INCO (2.6%), MYRX (13.6%), PTPP (4.9%), PWON (11.3%), TPIA (1%), UNTR (15.7%) dan UNVR (39.5%). Rata rata tingkat pengembalian portofolio adalah sebesar 1.22 % dan resiko portofolio adalah sebesar 0.0312, resiko tersebut di bawah resiko dari masing-masing saham individual pembentuk portofolio optimal.
ANALISIS TINGKAT AKURASI MODEL SPRINGATE, OHLSON DAN GROVER DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017) Salma Salimah; Yunita, Irni
Jurnal Mitra Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Februari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.185 KB) | DOI: 10.52160/ejmm.v4i2.350

Abstract

Financial distress merupakan salah satu penyebab kebangkrutan perusahaan yang ditandai dari laba bersih negatif atau ketidakmampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajibannya secara berturut-turut. Merosotnya ekspor batubara, penurunan harga batubara acuan (HBA), jumlah pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan sub sektor batubara menarik peneliti untuk menjadikan sub sektor batubara sebagai objek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis prediksi financial distress menggunakan model Springate, Ohlson dan Grover, dan untuk mengetahui model manakah yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 18 dari 25 perusahaan. Hasil dari penelitian ini adalah model Springate memprediksi 7 perusahaan dinyatakan sehat dan 11 perusahaan diprediksi mengalami financial distress. Model Ohlson dan Grover memprediksi 16 perusahaan dinyatakan sehat dan 2 perusahaan diprediksi mengalami financial distress. Ohlson dan Grover merupakan model yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi dalam memprediksi financial distress perusahaan sub sektor batubara dengan tingkat tingkat akurasi 89%, Type Error I dan Type Error II sebesar 5,5%. Sedangkan Springate memiliki tingkat akurasi 28%.
ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN DAN TINGKAT AKURASI MODEL SPRINGATE, ZMIJEWSKI, DAN GROVER Sari, Mauli Permata; Yunita, Irni
JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Batam) Vol 7 No 1 (2019): JIM UPB Volume 7 No 1 2019
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.719 KB) | DOI: 10.33884/jimupb.v7i1.907

Abstract

The metal industry has weakened because of the increased price due to rising gas prices, causing increased costs which affected the profits' decrease. Even the World Bank predicts that gas prices will keep rising from 2017 to 2030. This study aims to explore the potential bankruptcy of other metal and mineral sub-sector companies listed on the IDX in 2012-2016 using the Springate, Zmijewski, and Grover models and to find out the accuracy of those models. There are 8 samples used in this study. The results of this study shows that there are 2 companies predicted to be healthy and 6 companies to go bankrupt based on the Springate model. The Zmijewksi and Grover models predicted that 8 companies are not potentially bankrupt. Zmijewski and Grover are the most accurate models in predicting the bankruptcy of the companies because they have a 100% accuracy rate, whereas Springate rate is 75%.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MAHASISWA DALAM MENGELOLA KEUANGAN (PERBANDINGAN MAHASISWA BISNIS DAN MAHASISWA TEKNIK UNIVERSITAS TELKOM) Rahmadhani, Ayu Nur; Yunita, Irni
Jurnal Mitra Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Mitra Manajemen Edisi Februari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.524 KB) | DOI: 10.52160/ejmm.v4i2.345

Abstract

Masyarakat Indonesia saat ini di dominasi oleh kaum muda dengan kisaran usia 18-35 tahun. Untuk itu, pemerintah menargetkan mereka dalam programnya meningkatkan literasi keuangan Indonesia khususnya mahasiswa. Akan tetapi, seorang mahasiswa belum tentu bisa menerima atau menerapkan literasi keuangan dengan baik. Karena yang termasuk mahasiswa di periode ini merupakan generasi milenial, yang dianggap tidak mampu dalam mengelola keuangan dengan baik dan bersikap konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan dengan membandingkan antara mahasiswa bisnis dan Teknik di Universitas Telkom. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel, dengan total sampel 140 responden mahasiswa bisnis dan 260 mahasiswa Teknik Universitas Telkom. Penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Sederhana untuk mengetahui pengaruhnya dan Uji Mann Whitney untuk Uji Bedanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan baik pada mahasiswa bisnis dan mahasiswa Teknik. Hasil lainnya adalah adanya perbedaan literasi keuangan antara mahasiswa bisnis dan Teknik. Sementara untuk perilaku pengelolaan keuangannya, tidak terdapat perbedaan diantara mahasiswa Bisnis dan Teknik.
ANALISIS PENGARUH EVA, ROA, DAN ROE TERHADAP MVA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM INDEKS LQ 45 DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2011-2015 Rahmawati, Meuthia; Yunita, Irni
JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Vol 2 No 2 (2018): Vol. 2 No.2 Juni 2018
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to examine the effect of Economic Value Added (EVA), Return on Asset (ROA), and Return on Equity (ROE) to Market Value Added (MVA)on listed LQ 45 company in Indonesia Stock Exchange Period 2011-2015. This methodology research using panel data regression. Population in this research are listed LQ 45 company in Indonesia Stock Exchange Period 2011-2015. Sampling technique that used in this research is purposive sampling and resulting 22 companies as the samples. This study used the annual reports companies that listed in Indonesia Stock Exchange periode 2011-2015. The result shows that Economic Value (EVA) and Return on Asset (ROA) partially has no significant effect on Market Value Added (MVA), while Return on Equity (ROE) partially has significant effect on Market Value Added (MVA).. Economic Value Added (EVA), Return on Asset (ROA), and Return on Equity (ROE) has simultaneous effect on Market Value Added (MVA).
ANALISIS KOINTEGRASI BURSA SAHAM INDONESIA DENGAN BURSA-BURSA SAHAM DI ASEAN Aprianto, Fadly; Yunita, Irni; Iradianty, Aldilla
Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 1 No 1 (2017): Vol. 1 No. 1/ April 2017
Publisher : Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Langlangbuana University Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi ekonomi yang terjadi saat ini mendorong terjadinya integrasi bursa saham. Pergerakan integrasi tersebut dapat terjadi melalui bursa saham regional, seperti ASEAN. Hal tersebut memberikan indikasi bahwa bursa saham Indonesia berpeluang untuk terintegrasi secara regional dengan bursa saham lainnya di ASEAN. Integrasi bursa saham dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi untuk melakukan diversifikasi internasional.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada atau tidaknya kointegrasi antara bursa saham Indonesia dengan bursa saham Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Laos. Pendekatan kointegrasi digunakan untuk menganalisis integrasi bursa saham. Penelitian ini menggunakan data indeks harga saham penutupan harian pada periode Januari 2011-Januari 2016 dan diuji menggunakan uji kointegrasi EngleGranger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kointegrasi antara bursa saham Indonesia dengan bursa saham Malysia, Thailand, Filipina, dan Laos pada tingkat signifikansi 1%, 5%, dan 10%. Bursa saham Indonesia terkointegrasi dengan bursa saham Malaysia pada tingkat signifikansi 5% dan 10%. Sedangkan, bursa saham Indonesia tidak terkointegrasi dengan bursa saham Singapura pada tingkat signifikansi 1%, 5%, dan 10%. Selain itu, bursa saham Indonesia tidak terkointegrasi dengan bursa saham Vietnam pada tingkat signifikansi 1% dan 5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, investor dapat melakukan diversifikasi internasional dengan berinvestasi di negara-negara yang tidak saling terkointegrasi.